Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGELOLAAN INFORMASI DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PUBLIKASI HUMAS SUSKA TV Yulianti, Ana; Lubis, Anggie Nelis Ronalita; Oktaviani, Anggun; Akbar, Dicky Maulana; Novianti, Indah; Hartono, Toni
Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi Vol 5, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jrmdk.v5i3.24076

Abstract

Media sosial telah menjadi salah satu instrumen yang digunakan sebagai sumber informasi yang dipercaya dan dekat dengan publik. Pengelolaan informasi di media sosial instagram sangat penting dalam rangka menjalin dan mempertahankan hubungan baik dengan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan informasi di media sosian Instagram sebagai media publikasi humas Suska TV. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori New Media yang dikemukakan oleh Pierre Levy. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam mengelola informasi untuk publikasi di instagram, humas Suska TV melakukan tahapan berupa penyaringan informasi, pembagian tugas dan jadwal publikasi, publikasi kegiatan, serta evaluasi kegiatan. Aktivitas publikasi yang dilakukan mengenai berbagai kegiatan atau informasi seputar kampus yang dikemas dalam bentuk berita, konten program infotainment, hingga konten dalam bentuk story Instagram.
Pemberdayaan Muslim Muallaf Melalui Home Industry Kerupuk Ikan Lomek di Desa Selat Akar Masduki, Masduki; Hartono, Toni; Sardila, Vera; Arung Triantoro, Dony
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2019.032-09

Abstract

This article discusses about economic empowerment based on home industry to enforce the faith of new Muslim converters in Desa Selat Akar Kepualaun Meranti, Riau. To understand the economic potential of this village, the faith enforcement seems to be more effective when it is done through economic empowerment based on home industry. This resesearch was founded, i.e. To support this, the empowerment uses community based research concept. This research founded i.e. first, doing an evaluation during observation and conducting identification before the empowerment done. Second, this empowerment finds that this a new Muslim group needs physical capital assistance to develop its enterprises. Third, making ‘Lomek’ fish crackers has become an instrument or media among the Muallafs to keep and improve their faith. Tulisan ini mendiskusikan pemberdayaan ekonomi berbasis home industry untuk penguatan akidah Muslim Muallaf di Desa Selat Akar Kepulauan Meranti, Riau. Memahami potensi ekonomi yang ada di desa tersebut, maka penguatan akidah para Muslim Muallaf tampak menjadi lebih efektif apabila dilakukan dengan penguatan sisi ekonomi rumahan atau berbasis home industry. Untuk mendukung keberhasilan kegiatan, pemberdayaan ini menggunakan konsep Community Based Research (CBR) dengan metode kualitatif. Penelitian ini menemukan beberapa program pemberdayaan antara lain; pertama, melakukan evaluasi pada saat observasi dan identifikasi sebelum pemberdayaan dilakukan. Kedua, menemukan bahwa kelompok Muslim Muallaf memerlukan bantuan modal fisik untuk pengembangan usaha mereka. Ketiga, membuat kerupuk Ikan Lomek benar-benar telah menjadi media sekaligus wadah tempat di mana para Muslim Muallaf dapat meningkatkan dan memperkokoh akidah mereka.    
ANALISIS KONTROVERSI CROWDFUNDING PEMBANGUNAN MASJID OLEH DAUD KIM PADA AKUN YOUTUBE @KOREAREOMIT Hartono, Toni; Arianti; Sinaga, Ruwaida; Daruqutni, Imam; Husyaini, Arwin
HIKMAH : Jurnal Dakwah Dan Sosial Volume 5, No.2, Oktober 2025
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.v5i2.7485

Abstract

Technological advancements have driven the emergence of crowdfunding as a digital platform for fundraising. This study analyzes the controversy surrounding the fundraising initiative for the construction of a mosque in Daegu, South Korea, led by YouTuber Daud Kim through crowdfunding, and examines the concept from an Islamic perspective. The research employs a qualitative method with a netnographic approach, collecting data from social media, particularly the YouTube account @KoreaReomit. The findings indicate that the controversy arose due to the use of Daud Kim’s personal PayPal account, a lack of transparency, and non-compliance with the regulations set by the Muslim student community in Daegu. Kemajuan teknologi mendorong munculnya sistem crowdfunding sebagai sarana penggalangan dana digital. Penelitian ini menganalisis kontroversi penggalangan dana pembangunan masjid di Daegu, Korea Selatan, oleh YouTuber Daud Kim melalui crowdfunding, serta meninjau konsepnya dalam perspektif Islam. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan netnografi melalui media sosial, khususnya akun YouTube @Korea Reomit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontroversi muncul akibat penggunaan akun PayPal pribadi, kurangnya transparansi, serta ketidaksesuaian dengan aturan komunitas mahasiswa Muslim di Daegu.
A Analisis Pesan Dakwah tentang Nikah Melalui Akun Tiktok @ZahidSamosir pada Generasi Z: Akun Tiktok @ZahidSamosir pada Generasi Z Hartono, Toni; Halim, Fa’iqul; Annisa, Nur; Alfarizi, Habib Auda; Anugrah, Anggun
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial TikTok menjadi salah satu alternatif dakwah di era terkini, karena hal ini merupakan implikasi dari kemajuan teknologi, keilmuan dan dakwah. Dakwah melalui TikTok identik dengan generasi muda sebagai da’i nya. Sehingga bentuk pesan, pola komunikasi dan tema yang disampaikan juga tak jarang bersinggungan dengan generasi muda tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengidentifikasi isi pesan dakwah terkait pernikahan yang disampaikan oleh Zahid Samosir melalui media TikTok. Dalam proses analisis, peneliti menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes yakni makna denotatif, konotatif, dan mitos sebagai instrumen analisis pesan. Pendekatan yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif, yaitu menggambarkan, menafsirkan, dan menjabarkan temuan berdasarkan data yang dikumpulkan. Sumber data primer berasal dari 4 video dari TikTok Zahid Samosir yang dianggap paling mewakili pesan dakwah mengenai pernikahan, yaitu (1) paham agama tapi redflag, (2) tau password pasangan, (3) pastikan sebelum memilih pasangan (4) tips pernikahan yang diberkahi. Sedangkan sumber data sekunder berasal dari berbagai respon viewers dari konten terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu pernikahan tidak terpaku pada dakwah yang disampaikan melalui mimbar semata. Disertai dengan berbagai respon positif dari penonton, da’i muda berhasil memanfaatkan TikTok sebagai media dakwah terkhusus ilmu pernikahan yang dikemas dengan bingkai syari’at, pengalaman dan historis Islam.
Strategi Pengelolaan Kegiatan Ekstrakurikuler Futsal dalam Meningkatkan Prestasi Siswa di SDN Caringin Kecamatan Parongpong KBB Sadikin, Diki; Rohaeti, Teti; Rahmat, Alit; Hartono, Toni; Nurjanah, Alfiah
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v5i1.1427

Abstract

Manajemen ekstrakurikuler olahraga di tingkat sekolah dasar memainkan peran krusial dalam pembinaan prestasi usia dini, namun pelaksanaannya seringkali terhambat oleh keterbatasan sumber daya. Berbeda dengan kajian terdahulu yang mayoritas berfokus pada sekolah menengah dengan infrastruktur mapan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan adaptif kegiatan ekstrakurikuler futsal dalam menyiasati keterbatasan manajerial guna meningkatkan prestasi siswa di SDN Caringin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan studi dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah dan guru pembina (PJOK) sebagai informan kunci. Analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dieksekusi melalui integrasi fungsi manajemen (planning, organizing, actuating, controlling) yang adaptif, perencanaan silabus berbasis usia dasar, pengorganisasian peran ganda guru yang didukung penuh oleh kebijakan kepala sekolah, pelaksanaan latihan berfokus pada teknik fundamental, serta evaluasi formatif secara berkala. Temuan ini membuktikan bahwa sinergi manajerial internal mampu menutupi keterbatasan sarana dan berdampak positif pada peningkatan keterampilan serta capaian prestasi futsal siswa. Penelitian ini berimplikasi sebagai landasan teoretis dan model tata kelola praktis bagi sekolah dasar lain yang memiliki tantangan sumber daya serupa.   Sports extracurricular management at the elementary school level plays a crucial role in early-age achievement development, yet its implementation is often hindered by limited resources. Unlike previous studies that predominantly focused on well-equipped high schools, this study aims to analyze the adaptive management of futsal extracurricular activities in navigating managerial constraints to improve student achievement at SDN Caringin. This study employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews, passive participatory observation, and documentation studies, involving the principal and the physical education (PJOK) teacher as key informants. Data were analyzed using an interactive model. The results indicate that the management is executed through the integration of adaptive management functions (planning, organizing, actuating, controlling): age-appropriate syllabus planning, organizing the teacher's dual role fully supported by the principal's policy, actuating training focused on fundamental techniques, and periodic formative evaluation. These findings prove that internal managerial synergy can overcome facility limitations and positively impact students' futsal skills and achievements. This research implies a theoretical foundation and a practical governance model for other elementary schools facing similar resource challenges.  
Strategi Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Sulap angka di Sekolah Dasar Negeri Caringin Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat Rohaeti, Teti; Trihendiandini, Regina Deshinta; Nurasyifa, Salsabila; Rohaeni, Eni; Hartono, Toni
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v5i1.1428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan sulap angka dalam pembelajaran matematika serta keterkaitannya dengan keterlibatan siswa di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Partisipan penelitian terdiri dari 66 siswa, meliputi 27 siswa kelas IV dan 39 siswa kelas VI, serta 2 orang guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan sulap angka mampu meningkatkan keterlibatan siswa yang mencakup aspek perilaku, emosional, dan kognitif. Siswa menunjukkan partisipasi yang lebih aktif, antusiasme yang tinggi, serta keterlibatan dalam proses berpikir selama pembelajaran berlangsung. Pendekatan ini juga membantu siswa dalam memahami konsep matematika melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas belajar. Selain itu, guru menilai bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan fokus dan partisipasi siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan sulap angka memiliki potensi sebagai strategi pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan keterlibatan siswa, tetapi juga memperkuat pengalaman belajar yang lebih bermakna dalam pembelajaran matematika.   This study aims to analyze the implementation of the number magic approach in mathematics learning and its relation to student engagement at the elementary school level. The study employed a descriptive qualitative approach with data collected through observations and interviews. The participants consisted of 66 students, including 27 fourth-grade students and 39 sixth-grade students, as well as 2 teachers. The findings indicate that the number magic approach enhances student engagement across behavioral, emotional, and cognitive dimensions. Students demonstrated more active participation, higher enthusiasm, and greater involvement in the thinking process during learning activities. In addition, this approach supports students in understanding mathematical concepts through direct engagement in learning tasks. Teachers also perceived this approach as effective in improving students’ focus and participation. These findings suggest that the number magic approach has the potential to serve as an alternative instructional strategy that not only increases student engagement but also promotes more meaningful learning experiences in mathematics.  
The Harmony of Sharia and Culture: A Living Hadith Study on Tepuk Tepung Tawar Tradition in the Riau Malay Community Rahman; Ibrahem Narongrasakhet; Jamaluddin; Toni Hartono; Miftahuddin; Afdhol Rinaldi
AL-TAHRIR Vol 26 No 1 (2026): Islamic Studies
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/altahrir.v26i1.11972

Abstract

This article examines the tradition of tepuk tepung tawar in the Malay community of Riau as a cultural practice that represents the close relationship between Islamic Sharia and local customs from the perspective of living hadith. This study is important because in the midst of modernization, cultural globalization, and religious purification trends, many local traditions are seen as separate practices from Islamic teachings, even considered irrelevant. The main problem of this study is how the tradition of Pat tepuk tawar reflects the values of the Prophet's Hadith and how the community maintains the religious legitimacy of the tradition in social life. This study uses qualitative methods with an ethnographic approach. Data were collected through participatory observation on traditional ceremonies such as weddings, welcoming guests of honour, and Thanksgiving; in-depth interviews with traditional leaders, scholars, and the community; and documentation studies on traditional manuscripts and supporting literature. The results showed that this tradition contains prophetic values in the form of prayers of blessing, gratitude, symbolic protection and strengthening the relationship in line with the Hadith of the Prophet Muhammad. This finding confirms that the living hadith is present not only textually, but also through symbolic cultural practices. The tradition of Pat tepuk tepung tawar shows a dialogical relationship between Hadith and adat, where local culture becomes a medium for internalizing Islamic values. This approach shows that adat and Shari'a can work harmoniously and strengthen each other.