Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pendidikan Mitigasi Bencana Kebakaran Pada Masyarakat Desa Belimbing Baru Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar Laila Azkia; Maulida Azizah; Nor Hikmah; Yoland Damayanti; Sukma Adi Putra
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 2, No 3 (2020): (September)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.898 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v2i3.2433

Abstract

Penting  bagi masyarakat untuk mengetahui, memahami serta dapat mengaplikasikannya tentang pengetahuan mitigasi bencana kebakaran yang disosialisasikan kepada masyarakat desa Belimbing Baru. Mengingat lokasi desa Belimbing Baru yang sangat jauh dari lokasi perkotaan  yang penuh dengan perbukitan serta masih banyak pohon-pohon, sehingga kalau terjadi bencana kebakaran maka masyarakat tentu akan mengalami kesulitan yang sangat besar karena desa Belimbing Baru juga belum mempunyai fasilitas mobil pemadam  kebakaran. Sehingga menjadi sangat penting sosialisasi mitigasi bencana kebakaran ini bagi warga desa Belimbing Baru, agar dapat mencegah penyebab-penyebab kebakaran secara dini, termasuk ketika terjadi bencana kebakaran bagaimana warga sudah mengetahui dan memahami tindakan apa yang harus dilakukan agar bisa selamat dan berhasil memadamkan api tersebut. Dengan adanya sosialisasi ini serta dengan penempelan poster-poster mitigasi bencana dibeberapa titik rumah warga seperti warung, dan bengkel. Maka harapannya akan semakin banyak warga yang bisa melihat dan membaca materi mitigasi bencana yang ada diposter tersebut sehingga dapat memaham serta mampu mencegah terjadinya bencana kebarakan dan mampu mengelola keadaan ketika memang benar-benar terjadi bencana kebakaran. 
Ngisap Rokok Kretek : Action Kaum Subaltern (Studi Atas Gerakan Kretek) Laila Azkia
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 1, No 2 (2019): (Mei)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.628 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v1i2.3025

Abstract

Dua perusahaan besar rokok Nasional telah dikuasai oleh asing. Kebijakan pengendalian tembakau semakin menambah sulit usaha rokok-rokok kecil khususnya rokok kretek. Jawa Timur yang merupakan provinsi paling banyak berdiri pabrik rokok kretek, tepatnya di Malang dijadikan daerah percontohan gerakan perlawanan terhadap pengendalian tembakau. Pengendalian tembakau dianggap sebagai upaya kapitalisme global dalam menghancurkan kemandirian ekonomi rakyat Indonesia. Mengingat sebagian besar ekonomi rakyat bergantung diseputaran tembakau. Gerakan ini dilakukan untuk menyelamatkan eksistensi rokok kretek di Indonesia. Mengapa perlu diselamatkan? karena kretek adalah identitas bangsa. Tulisan ini sebatas menyoroti bagaimana gerakan kretek muncul dan ideologi serta tujuan apa yang mereka perjuangkan. Data dalam tulisan ini penulis dapat dari pihak Komunitas Kretek Indonesia, yaitu Ketua Umum serta Ketua Litbang. Dan juga dari pihak forum pelangi, yaitu 1 dari 9 deklarator yang secara aktif berupaya mengembangkan embrio gerakan kretek house di Malang Raya. Sehingga perlu penulis tegaskan disini bahwa ada banyak bagian dari gerakan kretek yang belum dipaparkan dalam tulisan ini yang terbatas ini.
Solidaritas Sosial Dalam Tradisi Nganyuh Mu’au Dikalangan Petani Padi Masyarakat Dayak Ma’anyan Di Desa Matarah Kecamatan Dusun Timur Kabupaten Barito Timur Nita Apriani, Yusuf Hidayat, Laila Azkia
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 3, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.208 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v3i1.3163

Abstract

Ditengah pesatnya perkembangan zaman seperti sekarang ini suku Dayak masih memiliki nilai-nilai dasar yang diwarisi dari kehidupan leluhurnyang tampak pada bagaimana mereka memenuhi kebutuhan pokok. Hal tersebut dapat terlihat dari kehidupannmasyarakat Dayak Ma’anyan di Desa Matarah yang memiliki kearifan lokal dalam mengelola alam dan lingkungannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Mekanisme tradisi nganyuh mu’au meliputi tiga tahap yaitu pertama, tahap persiapan, tahap ini dilakukan oleh pemilik lahan dengan menyiapkan benih padi dan alat yang digunakan, melakukan upacara muras wini, melakukan pembakaran tongkat serta doa bersama. kedua, tahap pelaksanaan, pada tahapnpelaksanaan tradisi nganyuh mu’au setiap anggota memasuki lahan dengan mengikuti arahan pemilik lahan. Tadisi nganyuh mu’au dilakukan oleh pria maupun wanita, dimana pria berjalan didepan untuk membuat lobang ditanah, dan wanita mengiringi dibelakang untuk menabur benih padi pada lobang tersebut. Ketiga. tahap penutup, pada tahap ini kegiatan tradisi nganyuh mu’au ditutup dengan istirahat dan makannbersama. (2) Solidaritas mekanik merupakan bentuk solidaritas dalam tradisi nganyuh mu’au pada petani padi masyarakat Dayak Ma’anyan di Desa Matarah, hal tersebut dilihat darinrendahnya pembagian kerja, tingginya kesadaran kolektif masyarakat, dan hukum yang di terapkannbersifat represif.
Kepemimpinan Pada Kelompok Perempuan Suporter Sepak Bola (Studi Kasus Bart-Girl Banjarmasin) Muhammad Arsal, Syahlan Mattiro, Laila Azkia
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 3, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.283 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v3i2.3424

Abstract

Setiap tim sepak bola yang berlaga di Liga Indonesia memiliki kelompok suporter masing-masing. Salah satunya yaitu Barito Putera yang memiliki kelompok suporter yang dinamai Barito Mania. Dalam kelompok tersebut terdapat kelompok perempuan suporter sepak bola yang dinamai Bart-Girl Banjarmasin. Kelompok ini dipimpin oleh seorang dirjen dalam rangka memberikan dukungan terhadap tim andalannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran pemimpin dalam kelompok suporter Bart-Girl Banjarmasin dan menjelaskan gaya kepemimpinan ketua dalam kelompok tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) pemimpin dalam kelompok Bart-Girl Banjarmasin memiliki empat peran yakni sebagai integrator, sebagai penentu arah, sebagai mediator untuk menengahi masalah sesama anggota dan sebagai perwakilan kelompok untuk menjadi juru bicara dan negosiator. (2) gaya kepemimpinan yang dimiliki ketua Bart-Girl Banjarmasin dalam memimpin anggotanya berdasarkan aspek kemampuan yang dimiliki yaitu gaya kepemimpinan kharismatik, berdasarkan aspek kedekatan dengan anggotanya pemimpin memiliki gaya kepemimpinan demokratis, sedangkan berdasarkan aspek pengambilan keputusan, gaya kepemimpinan yang dimiliki yaitu gaya kepemimpinan demokratis. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan bagi perempuan kelompok suporter sepak bola Bart-Girl Banjarmasin agar lebih memperkuat hubungan antar sesama anggota dalam kelompok sehingga solidaritas kelompok menjadi semakin kuat.
Hambatan Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Dalam Peningkatan Kesejahteraan Sosial Masyarakat Di Kelurahan Pelambuan Kota Banjarmasin Maulida Rachma, Yusuf Hidayat, Laila Azkia
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 4, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.03 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v4i2.5457

Abstract

Kesejahteraan sosial menjadi tujuan utama dari setiap negara di dunia. Salah satu hambatan untuk mencapai kesejahteraan adalah masalah kemiskinan. Pemerintah dalam upayanya menurunkan tingginya angka kemiskinan salah satunya dengan cara meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan melalui program berbasis perlindungan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH). Penelitian ini bertujuan untuk menemukan Hambatan Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan. Pelambuan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dipilih secara Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis hasil penelitian menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Hambatan Pelaksanan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam meningkatkan Kesejahteraan Sosial Masyarakat di Kelurahan Pelambuan, masih terdapat beberapa hambatan, yang kemudian dikelompokkan menjadi dua kategori, yakni: hambatan pada pelaksanaan (a) secara internal dan (b) secara eksternal. Selanjutnya adalah hambatan pada Pendamping Sosial. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada Unit Pengurus PKH wilayah Kota Banjarmasin harus lebih mengontrol bagaimana titik hasil dari Program Keluarga Harapan (PKH) tersebut, sudah sejauh mana berjalan, agar pemantauan dan evaluasi kinerja untuk tahap berikutnya dapat terkendali dengan baik.
Life History : Lanjut Usia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera, Banjarbaru, Kalimantan Selatan Laila Azkia Laila Azkia
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 1, No 3 (2019): (Juli)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.376 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v1i3.1412

Abstract

Kehidupan lanjut usia yang tinggal di Panti Sosial peneliti angkat untuk mengetahui bagaimana pengalaman hidup, nilai-nilai yang dianut serta harapan lanjut usia tersebut. Life History Methods adalah metode yang tepat untuk mengupas pengalaman hidup lanjut usia. Peneliti memilih dua informan dengan latar berbeda yaitu berbeda jenis kelamin, berbeda usia, berbeda asal dan berbeda lama tinggal di Panti. Nenek Amisah berjenis kelamin perempuan, berusia 85 tahun, berasal dari Berabai dan telah 20 tahun tinggal di Panti. Sedangkan bapak Hidayat berjenis kelamin laki-laki, berusia 65 tahun, berasal dari Banjarmasin dan baru 7 bulan tinggal di Panti. Perbedaan ini untuk menggambarkan keragaman karakteristik lanjut usia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera, di Banjarbaru Kalimantan Selatan.
UPAYA PENINGKATAN QUALITY OF LIFE PARA LANJUT USIA DI MASA PANDEMI COVID-19 Laila Azkia; Yuli Apriati; Alfisyah Alfisyah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 6 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i6.2195-2200

Abstract

Di masa pandemic covid-19 dilakukan pembatasan interaksi sosial secara fisik berpengaruh pada Kesehatan mental lansia. Semua kegiatan yang melibatkan kehadiran banyak orang dihindari, sehingga lansia tidak lagi punya wadah untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi termasuk dengan teman sebaya salah satunya di Posyandu Lansia [1]. Oleh karenanya banyak lanjut usia yang merasa kesepian di masa pandemi seperti sekarang ini. Hal ini berpengaruh terhadap Kesehatan mental lansia. Salah satu upaya mengatasinya adalah melalui pemberian perhatian dari keluarga yang jauh seperti anak yang sedang merantau.  Perhatian tersebut dalam bentuk berkomunikasi dan berinteraksi melalui media komunikasi. Sehingga perlu ada yang memfasilitasi komunikasi online bagi lansia dengan kerabat untuk meminimalkan  rasa kesepian yang dialami lansia.
Perempuan Pengemudi Ojek Online “Mba Jeck” di Kota Banjarmasin Meylina Meylina; Yuli Apriati; Laila Azkia
Jurnal Empirika Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Master Program in Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Sriwijay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.327 KB) | DOI: 10.47753/je.v6i1.115

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) menemukan gambaran profil kerja ojek online “Mba Jeck” (2) menemukan gambaran kehidupan beragama ojek online “Mba Jeck”. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data dipilih menggunakan teknik purposive sampling, adapun informan dalam penelitian ini adalah  ibu Novemy, ibu Enny, ibu Diana, ibu Sariati, dan Ibu Nafisah yang merupakan admin pengemudi ojek online “Mba Jeck” Banjarmasin. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis hasil penelitian menggunakan langkah-langkah seperti reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Gambaran profil kerja ojek online “Mba Jeck” terdiri dari 2 bagian  yaitu adanya aturan kerja dan motif bekerja menjadi ojek online “Mba Jeck”. Aturan kerja disini terdapat beberapa syarat untuk menjadi pengemudi ojek online “Mba Jeck” yaitu, pakaian syar’i, yang merupakan aturan yang ditetapkan untuk menjadi pengemudi ojek online Mba Jeck walaupun aturan tersebut hanya secara verbal, penggunaan atribut/jaket yang harus ditebus pengemudi ojek online Mba Jeck, dan persetujuan suami/wali untuk bekerja menjadi pengemudi ojek online Mba Jeck. Dalam motivasi bekerja, terdiri dari 2 jenis pekerjaan yaitu menjadikan pekerjaan menjadi ojek online sebagai pekerjaan utama, dan yang kedua menjadikannya pekerjaan sampingan, dengan tujuan yang sama yaitu untuk menambah penghasilan keluarga. (2) Gambaran profil kehidupan beragama ojek online “Mba Jeck” terdiri dari aturan untuk berpakaian syar’i yang merupakan ketentuan dalam menjadi ojek online “Mba Jeck”, dan pemilihan antara penerimaan orderan dengan melaksanakan kewajiban sholat, yang kebanyakan dari pengemudi ojek online lebih memilih melaksanakan kewajiban sholat terlebih dahulu, dan menunda orderan.
Membangun Minat Belajar Anak-anak Pesisir Melalui Gerakan Literasi Media Digital Pemutaran Film Nasional Pendidikan Syahlan Mattiro; Sigit Ruswinarsih; Laila Azkia
Carmin: Journal of Community Service Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Borneo Research and Educatin Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.653 KB) | DOI: 10.59329/carmin.v2i2.68

Abstract

Konsep media pembelajaran mempunyai dua segi yang satu sama lain tak dapat dipisahkan atau saling menunjang yaitu perangkat keras atau peralatan(hardware) dan materi atau bahan yang dapat disebut perangkat lunak (software). Berdasarkan dari hasil pengabdian menunjukan Pentingnya stimulasi pendidikan anak melalui media yang salah satu media tontonan film dimana sebagian besar anak-anak lebih mudah memahami materi dengan baik melalui film documenter, dimana film mampu menangkap dan menyampaikan pesan dan manfaat film. Untuk lebih menebalkan semangat anak-anak di Pulau ini maka Tim mencoba menghimpun masukan dari tokoh-tokoh masyarakat yang salah satunya adalah Ide pendirian Taman Baca bermula dimana sudah ada indikasi banyaknya anak-anak mereka yang mulai mengalami penurunan semangat belajar di sekolah-sekolah formal dimana sekolah-sekolah tersebut hampir 2 tahun diliburkan dan tidak ada proses belajar- mengajar seperti biasa akibat gejala pandemi Covid-19. Kondisi ini diperparah oleh minimnya fasilitas belajar atau sumber-sumber belajar yang ada di Pulau mereka dimana posisi Pulau yang memang sangat susah dijangkau transportasi diakibatkan harus melalui jalur penyebrangan laut.
Simbol Dalam Pelaminan Adat Banjar Pada Etnis Banjar Kuala Di Desa Tinggiran II Luar Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala Latifah Latifah; Laila Azkia
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 6, No 01 (2024): PADARINGAN : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pn.v6i01.11536

Abstract

A symbol is an interaction used by humans, where the symbol has a meaning. This research aims to (1) Find out what symbols are contained in the traditional banjar wedding altar for the Banjar Kuala ethnic group in Tinggiran II Luar Village (2) Find the meaning contained in the traditional banjar wedding symbol for the Banjar Kuala ethnic group in Tinggiran II Luar Village. The method used in this research is a qualitative research method. Data sources were selected using snowball and purposive sampling. Data collection was carried out using observation, interviews and documentation techniques. The data analysis techniques used are data reduction techniques, data presentation and conclusion drawing. Testing the validity of the data was carried out by source triangulation, technical triangulation and time triangulation. The results of the research show that: (1) There are six symbols found on the traditional banjar altar of the Banjar Kuala ethnic group in Tinggiran II Luar Village, namely: (a) jasmine flowers, (b) sarai flowers, (c) curtains, (d) cushions , (e) colors on the Banjar traditional wedding, (f) pidasar. (2) The meaning contained in the traditional banjar wedding symbol for the Banjar Kuala ethnic group in Tinggiran II Luar Village is: (a) perfection of the wedding ceremony, (b) safety and protection, (c) remembering and respecting ancestors.