Articles
Simbol Dalam Pelaminan Adat Banjar Pada Etnis Banjar Kuala Di Desa Tinggiran II Luar Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala
Latifah Latifah;
Laila Azkia
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 6, No 01 (2024): PADARINGAN : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/pn.v6i01.11536
A symbol is an interaction used by humans, where the symbol has a meaning. This research aims to (1) Find out what symbols are contained in the traditional banjar wedding altar for the Banjar Kuala ethnic group in Tinggiran II Luar Village (2) Find the meaning contained in the traditional banjar wedding symbol for the Banjar Kuala ethnic group in Tinggiran II Luar Village. The method used in this research is a qualitative research method. Data sources were selected using snowball and purposive sampling. Data collection was carried out using observation, interviews and documentation techniques. The data analysis techniques used are data reduction techniques, data presentation and conclusion drawing. Testing the validity of the data was carried out by source triangulation, technical triangulation and time triangulation. The results of the research show that: (1) There are six symbols found on the traditional banjar altar of the Banjar Kuala ethnic group in Tinggiran II Luar Village, namely: (a) jasmine flowers, (b) sarai flowers, (c) curtains, (d) cushions , (e) colors on the Banjar traditional wedding, (f) pidasar. (2) The meaning contained in the traditional banjar wedding symbol for the Banjar Kuala ethnic group in Tinggiran II Luar Village is: (a) perfection of the wedding ceremony, (b) safety and protection, (c) remembering and respecting ancestors.
Adaptasi Bahasa Masyarakat Transmigran di Desa Embang Batarung Jaya UPT.Kandan Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur
Yoland Damayanti S;
Syahlan Mattiro;
Laila Azkia
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 3, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jtamps.v3i2.10669
Masyarakat trasnmigran yang ada di Desa Embang Batarung Jaya Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur dan Lampung. Menetap dari 2008 hingga sekarang namun masyarakat transmigran di Desa tersebut memiliki kendala dalam beradaptasi bahasa. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk menemukan strategi adaptasi bahasa masyarakat transmigran di Desa Embang Batarung Jaya Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur (2) Untuk menemukan kendala adaptasi bahasa yang berlangsung antara para transmigran dengan masyarakat penduduk lokal di Desa Embang Batarung Jaya Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber data yang dipilih yaitu dengan cara purposive sampling dan informan dalam penelitian ini berjumlah 15 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis hasil penelitian yang digunakan adalah analisis dengan langkahlangkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) Strategi adaptasi bahasa masyarakat transmigran di Desa Embang Batarung Jaya Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur. (2) Kendala adaptasi bahasa antar masyarakat transmigran dan penduduk lokal di Desa Embang Batarung Jaya Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur.
Penunggu Kubur di Desa Cakeru Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara
Annisa Khalida;
Yuli Apriati;
Laila Azkia
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 2, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (169.578 KB)
|
DOI: 10.20527/jtamps.v2i2.6467
. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Alasan para penunggu kuburan mau menunggukan kubur (2) pengalaman beragama yang didapatkan penunggu kubur saat menunggu kubur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dipilih secara Snowball sampling. Hasil penelitian menemukan bahwa (1). Terdapat 4 alasan para penunggu kuburan dalam menunggu kubur yaitu: a). ingin melaksanakan amanah orang lain. b). memberikan pertolongan. c). meningkatkan ibadah. d). mendapatkan imbalan. (2). Terdapat 4 bentuk pengalaman beragama penunggu kubur saat menunggu kubur yaitu: (a) pengalaman fisiologis yaitu bisa merasakan imbas dari kuburan yang dijaga. (b). pengalaman sosial-psikologis yaitu mencium bau dari kuburan yang ditunggu, melihat ular yang muncul tiba-tiba dikuburan dan kuburan yang ditunggu longsor tanpa ada hal apapun yang menyebabkan kuburan tersebut longsor. (c). pengalaman para-psikologis yaitu bertemu dengan guru dan guru tersebut berkata bahwa suatu saat akan menjadi ahli fiqih, diganggu makluk halus seperti melihat tuyul, diselentik ditelingga hingga bengkak dan mendengar suara-suara aneh. (d). pengalaman spiritual/ kerohanian yaitu melihat kuburan yang ditunggu mengeluarkan gemerlap cahaya kuning keputih -putihan dan melihat kuburan yang dijaga longsor hingga terlihat mayat yang ada didalam kubur membelakangi kiblat.
Penunggu Kubur di Desa Cakeru Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara
Annisa Khalida;
Yuli Apriati;
Laila Azkia
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 2, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (169.578 KB)
|
DOI: 10.20527/jtamps.v2i2.6467
. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Alasan para penunggu kuburan mau menunggukan kubur (2) pengalaman beragama yang didapatkan penunggu kubur saat menunggu kubur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dipilih secara Snowball sampling. Hasil penelitian menemukan bahwa (1). Terdapat 4 alasan para penunggu kuburan dalam menunggu kubur yaitu: a). ingin melaksanakan amanah orang lain. b). memberikan pertolongan. c). meningkatkan ibadah. d). mendapatkan imbalan. (2). Terdapat 4 bentuk pengalaman beragama penunggu kubur saat menunggu kubur yaitu: (a) pengalaman fisiologis yaitu bisa merasakan imbas dari kuburan yang dijaga. (b). pengalaman sosial-psikologis yaitu mencium bau dari kuburan yang ditunggu, melihat ular yang muncul tiba-tiba dikuburan dan kuburan yang ditunggu longsor tanpa ada hal apapun yang menyebabkan kuburan tersebut longsor. (c). pengalaman para-psikologis yaitu bertemu dengan guru dan guru tersebut berkata bahwa suatu saat akan menjadi ahli fiqih, diganggu makluk halus seperti melihat tuyul, diselentik ditelingga hingga bengkak dan mendengar suara-suara aneh. (d). pengalaman spiritual/ kerohanian yaitu melihat kuburan yang ditunggu mengeluarkan gemerlap cahaya kuning keputih -putihan dan melihat kuburan yang dijaga longsor hingga terlihat mayat yang ada didalam kubur membelakangi kiblat.
Tradisi Bapalas Bidan ( Makna Kain Tapung Sasirangan Dalam Konteks Sosial Masyarakat Mandala Murung Mesjid)
Baiti Rahmi;
Yuli Apriati;
Laila Azkia
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 3, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jtamps.v3i2.10670
Kepercayaan masyarakat terhadap kain tapung sasirangan dalam tradisi bapalas bidan yaitu sebagai ajaran dari nenek moyang sehingga tetap selalu dijaga dan dilakukan terus-menerus sampai keanak cucu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Makna terhadap kain tapung sasirangan dalam tradisi bapalas bidan (2) Konteks sosial masyarakat yang mempercayai kain tapung sasirangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dipilih secara Snowball Sampling. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dala penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan (1) Ada 4 makna yakni : (a) makna motif kain tapung sasirangan, (b) Makna warna kain tapung sasirangan, (c) Makna benda dan alat yang digunakan (d) dan makna pada ucapan dan perilaku pada saat tradisi. (2) Ada 2 bentuk konteks sosial masyarakat yang mempercayai kain tapung sasirangan yaitu : (a) alasan masyarakat mempercayai yaitu adanya hal yang diluar nalar jika tidak menggunakan kain tapung sasirangan dalam tradisi bapalas bidan maka si bayi sering cerewet, dan sering sakit serta tidak bisa tidur dengan pulas, tidak bisa tidur dan takut melihat ayunan, dan gatal-gatal(b) Hal yang membuat masyarakat mempercayai yaitu jika berasal dari keturunan nenek moyang yang menggunakan kain tapung sasirangan dalam tradisi bapalas bidan. Keturunan dari nenek moyang ini berasal dari garis keturuan suami. Serta pengalaman pribadi dan sosial masyarakat yang dialami masyarakat jika tidak menggunakan kain tapung sasirangan dalam tradisi bapalas bidan yaitu si bayi akan sering sakit, cerewet, tidak bisa tidur, takut melihat ayunan dan bahkan gatal-gatal.
Paser Bekerai Sebagai Kelompok Sosial Bagi Masyarakat Paser Di Tanah Grogot Kabupaten Paser Kalimantan Timur
Indah Audia Putri;
Yusuf Hidayat;
Laila Azkia
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 2, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (213.969 KB)
|
DOI: 10.20527/jtamps.v2i2.6468
Penelitian ini Bertujuan Untuk: (1) Mengetahui upaya dari Paser Bekerai dalam menjaga solidaritas masyarakat Paser (2) Mengetahu makna Paser Bekerai bagi masyarakat Paser. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Kualitatif. Sumber data yang dipilih secara Snowball sampling yaitu dengan Informan Kunci (key informant) Bapak Syukran Amin mempunyai posisi sebagai Pengutok (Ketua) dan tambahan satu Informan lagi untuk melengkapi data. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah Observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan pada Mei 2019 hingga juni 2020. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian ini reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan: (I) Paser Bekerai menjaga kesolidaritasan melalui komunikasi yang lancar dan selalu bekerjasama antara anggota di Paser Bekerai, melaksanakan usaha bersama seperti pembuatan cafe D’nalau, membangun rumah adat bersama dengan pemerintah, gotong-royong di setiap kegiatan Paser Bekerai. (II) Makna Paser Bekerai untuk masyarakat Paser yaitu sebagai tempat untuk berjuang melalui pandangan dari suku Paser melihat adanya Komunitas Paser Bekerai dibentuk, Paser Bekerai untuk Kepercayaan dari masyarakat Paser. Berdasarkan hasil temuan untuk pemerintah agar tetap menjaga hubungan dengan suku Paser melalui Paser Bekerai karena dapat membantu mensejahterakan Suku Paser itu sendiri dan masyarakat mau menjadikan Paser Bekerai sebagai tempat menjaga identitas suku Paser karena Paser Bekerai dapat menjembatani hubungan antara Pemerintah dan masyarakat, mengembangkan potensi diri, mengawal kegiatan pemerintah
ANALISIS GENDER (Studi Pembagian Peran Domestik Pada Keluarga Petani Di Desa Banua Hanyar Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah)
Noorahayu Noorahayu;
Yuli Apriati;
Laila Azkia
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jtamps.v3i1.8297
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pembagian peran dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga (2) pembagian peran dalam mengasuh anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data dipilih secara purposive sampling, dengan enam orang informan terdiri dari tiga keluarga. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis hasil penelitian menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) pembagian peran dalam pekerjaan rumah tangga terbagi menjadi dua yakni ada pekerjaan rumah tangga yang dikerjakan bersamasama dan pekerjaan rumah tangga yang dikerjakan masing-masing. Pekerjaan rumah tangga yang dikerjakan bersama-sama dan masing-masing seperti memasak, mencuci baju dan membersihkan rumah. (2) pembagian peran dalam mengasuh anak. Pembagian peran dalam mengasuh anak juga terbagi menjadi dua yakni, pengasuhan anak yang dikerjakan bersama-sama dan pengasuhan anak yang dikerjakan masing-masing. Pembagian peran dalam mengasuh anak ini berupa mengantar dan menjemput anak sekolah, membantu anak mengerjakan tugas, serta mengajar anak mengaji. Pembagian peran domestik dalam setiap keluarga petani berbeda-beda, hal ini tergantung kebiasaan dan kesepakan yang dibuat antara suami dan istri..
Profil Istri Sebagai Tulang Punggung Keluarga di Desa Banua Binjai Kabupaten Hulu Sungai tengah
Rizka Nurhidayah;
Sigit Ruswinarsih;
Laila Azkia
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 3, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jtamps.v3i2.10671
Banua Binjai merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Barabai yang adanya kecenderungan perempuan berkontribusi dalam mencari nafkah dalam keluarga. Para istri memiliki peran sebagai tulang punggung dalam keluarga dan peran tersebut berdampak pada relasi sosial dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peran istri sebagai tulang punggung keluarga. (2) Relasi sosial istri dalam kehidupan keluarga. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) peran istri sebagai tulang punggung keluarga berdampak pada peran domestik dan peran publik dan alasan istri menjadi tulang punggung dalam keluarga adalah karena faktor ekonomi dimana memiliki suami yang pengangguran. (2) relasi sosial istri dalam kehidupan keluarga yang berdampak pada pola dan proses istri dalam kehidupan keluarga.
Tanggapan Lelaki Perokok di Kelurahan Pemurus Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan terhadap Stigma Sosial Wanita Perokok
Isma Imanda Imanda;
Yuli Apriati;
Laila Azkia
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 2, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.821 KB)
|
DOI: 10.20527/jtamps.v2i2.6469
Sebagian kelompok masyarakat di Indonesia menganggap bahwa aktivitas merokok yang dilakukan oleh seorang wanita merupakan suatu hal yang tabu. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menemukan persepsi atau tanggapan lelaki perokok di Kelurahan Pemurus Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan mengenai adanya stigma sosial wanita perokok. (2) untuk menemukan faktorfaktor yang memengaruhi persepsi atau tanggapan lelaki perokok mengenai adanya stigma sosial wanita perokok. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber data dipilih dengan cara purposive dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis hasil penelitian menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tanggapan lelaki perokok terhadap stigma sosial wanita perokok yaitu; tanggapan pro yang berisikan persetujuan bahwa wanita perokok banyak ditemukan dalam kelompok wanita asusila, stigma mampu mencegah wanita untuk merokok, dan stigma merupakan sanksi sosial yang sifatnya mengontrol, serta tanggapan kontra yang berisikan ketidaksetujuan dikarenakan masih terdapat wanita perokok yang tidak “nakal”, wanita yang merokok karena candu, dan wanita yang merokok karena faktor budaya. (2) faktor-faktor yang memengaruhi tanggapan lelaki perokok terbagi menjadi dua yaitu; faktor internal yang berisikan prinsip hidup dan pengetahuan yang dimiliki, serta faktor eksternal yaitu pengalaman ketika berinteraksi, nasihat pihak tertentu, dan pengaruh dari kelompok yang diikuti.
Tanggapan Lelaki Perokok di Kelurahan Pemurus Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan terhadap Stigma Sosial Wanita Perokok
Isma Imanda Imanda;
Yuli Apriati;
Laila Azkia
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 2, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.821 KB)
|
DOI: 10.20527/jtamps.v2i2.6469
Sebagian kelompok masyarakat di Indonesia menganggap bahwa aktivitas merokok yang dilakukan oleh seorang wanita merupakan suatu hal yang tabu. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menemukan persepsi atau tanggapan lelaki perokok di Kelurahan Pemurus Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan mengenai adanya stigma sosial wanita perokok. (2) untuk menemukan faktorfaktor yang memengaruhi persepsi atau tanggapan lelaki perokok mengenai adanya stigma sosial wanita perokok. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber data dipilih dengan cara purposive dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis hasil penelitian menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tanggapan lelaki perokok terhadap stigma sosial wanita perokok yaitu; tanggapan pro yang berisikan persetujuan bahwa wanita perokok banyak ditemukan dalam kelompok wanita asusila, stigma mampu mencegah wanita untuk merokok, dan stigma merupakan sanksi sosial yang sifatnya mengontrol, serta tanggapan kontra yang berisikan ketidaksetujuan dikarenakan masih terdapat wanita perokok yang tidak “nakal”, wanita yang merokok karena candu, dan wanita yang merokok karena faktor budaya. (2) faktor-faktor yang memengaruhi tanggapan lelaki perokok terbagi menjadi dua yaitu; faktor internal yang berisikan prinsip hidup dan pengetahuan yang dimiliki, serta faktor eksternal yaitu pengalaman ketika berinteraksi, nasihat pihak tertentu, dan pengaruh dari kelompok yang diikuti.