Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PERUBAHAN KENAMPAKAN PANTAI AKIBAT PASANG SURUT MENGGUNAKAN UAV (Unmanned Aerial Vehicle) DI PERAIRAN PANTAI KAMAL KABUPATEN BANGKALAN Syaman Hudi; Agus Romadhon
Juvenil Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v1i3.8554

Abstract

ABSTRAKPerairan Kamal memiliki kondisi pantai cukup landai, apabila ketika air surut cukup panjang sehingga pasang surut air laut menggenangi wilayah pantai. Pasang surut air laut merupakan fluktuasi muka air yang dipengaruhi oleh benda astronomi terutama oleh bulan. Pemetaan pasang surut dapat dilakukan dengan memperhatikan rerata muka air laut. Perkembangan teknologi bidang geospasial dan penginderaan jauh memudahkan pekerjaan geospasial seperti pemetaan pasang surut menggunakan Metode Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Proses Pemetaan menggunakan Metode UAV dapat dilakukan dengan cepat dan akurat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kedalaman tergenang pasang surut, area pasang surut, dan uji planimetrik berdasarkan PERMEN Agraria/BPN No. 3 Tahun 1997. Hasil penelitian ini menunjukkan tahapan pengolahan data menghasilkan batimetri perairan Pantai Kamal pada kedalaman 0 sampai -8 meter. Area pasang surut air laut sebesar 9,0874 ha, lebar pantai ketika pasang 1,0465 ha, dan lebar pantai ketika surut 10,0896 ha. Uji ketelitian planimetrik jarak dengan 15 pengukuran objek memperoleh nilai sebesar 0,0803 cm dinyatakan memenuhi toleran dan uji ketelitian planimetrik luas dengan 10 pengukuran objek dinyatakan memenuhi toleran.Kata Kunci : Pemetaan, Pasang Surut, UAV, Pantai KamalABSTRACTKamal waters have a fairly gentle beach condition, if when the tide is long enough so that the tides of the sea inundate the coastal area. Tides are sea level fluctuations that are influenced by astronomical objects, especially by the moon. Tidal mapping can be done by taking into account the mean sea level. The development of geospatial technology and remote sensing facilitates geospatial work such as tidal mapping using the Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Method. The mapping process using the UAV Method can be done quickly and accurately. This research was conducted to determine the depth of tidal inundation, tidal area, and planimetric test based on PERMEN Agraria / BPN No. 3 of 1997. The results of this study indicate the data processing stages produce bathymetry in the Kamal Coast waters at a depth of 0 to -8 meters. Tidal area of sea water is 9,0874 ha, beach width is at 1,0465 ha, and beach width is at 10,0896 ha. Distance planimetric accuracy test with 15 measurements of objects obtained a value of 0.0803 cm declared to meet the tolerant and extensive planimetric accuracy test with 10 measurements of objects declared to meet the tolerant.Keywords: Mapping, Tides, UAV, Kamal Beach
PENGELOLAAN MANGROVE BERKELANJUTAN UNTUK KEGIATAN EKOWISATA DI PANTAI MENGARE KABUPATEN GRESIK Sandra Yulianita; Agus Romadhon
Juvenil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v1i1.6723

Abstract

ANALISA KADAR Mg, Ca dan Fe GARAM RICH MINERAL PADA TAMBAK GARAM PRISMA LAMONGAN Devi Herawati; Agus Romadhon
Juvenil Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v1i3.8663

Abstract

ABSTRAKGaram merupakan komponen penting sekaligus peluang besar bagi Indonesia karena memiliki luas lautan yang lebih besar daripada daratan. Garam konsumsi memiliki rata-rata kadar NaCl 94,7%. Namun, beberapa orang dianjurkan mengonsumsi garam rendah natrium atau rich mineral seperti penderita hipertensi dan diabetes. Garam rich mineral merupakan garam dengan kandungan NaCl dan beberapa kandungan lainnya yang tidak dihilangkan seperti magnesium dan kalium. Garam rich mineral diproduksi dengan evaporasi tanpa kontaminan. Garam rich mineral dapat diproduksi dengan komposisi air laut dan (mulai muncul bunga garam, airnya saja yang digunakan).Kandungan mineral yang ada pada garam ini akan lebih banyak dibandingkan garam rakyat. Garam tidak hanya mengandung mineral, namun bisa juga mengandung logam. Beberapa logam dibutuhkan tubuh manusia dalam jumlah kecil seperti besi atau Fe Semakin banyak kandungan mineral dapat menurunkan kadar mineral yang ada. Garam dengan kadar NaCl terendah (80,145%) didapatkan dari sampel B yaitu 100% air tua, hal ini dapat disebabkan karena sampel air tua membuang bunga garam yang mengandung NaCl tinggi. Garam rich mineral ini tidak ditemukan logam besi (tidak terdeteksi).Kata Kunci :Garam, Garam Rakyat, Garam Rich Mineral, Kadar NaCl ABSTRACTSalt is an important component as well as a great opportunity for Indonesia because it has a greater sea area than the mainland. Salt consumption has an average level of 94.7% NaCl. However, some people are encouraged to consume low sodium or rich mineral salts such as hypertension and diabetes sufferers. Rich mineral salt is a salt containing NaCl and some other content that is not removed such as magnesium and potassium. Rich mineral salts are produced by evaporation without contaminants. Rich mineral salts can be produced with the composition of sea water and (starting to appear salt flowers, only the water is used). The mineral content in this salt will be more than the salt of the people. Salt not only contains minerals, but can also contain metals. Some metals are needed by the human body in small amounts such as iron or Fe. More and more mineral content can reduce the levels of existing minerals. Salt with the lowest NaCl (80,145%) content was obtained from sample B which is 100% old water, this could be due to the old water sample removing the salt flowers containing high NaCl. This rich mineral salt is not found in ferrous metals (not detected).Keywords:Salt, People's Salt, Rich Mineral Salt, NaCl Levels
PENILAIAN DAYA DUKUNG KAWASAN PANTAI SIRING KEMUNING BAGI PERUNTUKAN EKOWISATA PANTAI Muhamad Reza Pahlevi; Agus Romadhon
Juvenil Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v1i3.8555

Abstract

ABSTRAK  Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu kabupaten di pulau Madura yang memiliki potensi untuk berkembang dan maju dari berbagai sektor. Ekowisata merupakan salah satu sektor yang dapat menjadi andalan dari kabupaten Bangkalan. Ekowisata merupakan aktivitas pelestarian lingkungan serta ekologis yang dijadikan salah satu upaya baik pemerintah maupun swasta guna mempromosikan suatu daerah atau wilayah sebagai tujuan destinasi wisata yang akan memperluas lapangan pekerjaan serta meningkatkan perekonomian warga sekitar.Pantai Siring Kemuning merupakan salah satu kawasan yang berpotensi untuk dijadikan tempat pariwisata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui status mutu perairan, keterkaitan jasa ekosistem, kesesuaian dan penilaian daya dukung kawasan pantai Siring Kemuning. Metode yang digunakan yaitu dengan komparasi antara data yang di dapat dari hasil penelitian dengan baku mutu yang telah ditetapkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pantai Siring Kemuning memiliki status mutu perairan yang baik. Status ketersediaan jasa ekosistem untuk pengembangan wisata masih mampu menyediakan sejumlah jasa ekosistem. Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pantai Siring Kemuning memiliki kategori sangat sesuai dan sesuai (IKW 2,195 – 2,595. Pantai Siring Kemuning memiliki estimasi daya dukung kawasan pada stasiun 1 kondisi surut 548 orang/hari dan saat pasang 68 orang/hari, pada stasiun 2 sebesar 840 orang/hari saat surut dan 115 orang/hari saat pasang,dan stasiun 3 pada saat surut sebesar 903 orang/hari dan 113 orang/ hari saat pasang.Kata KunciABSTRACT  Bangkalan Regency is one of the districts on the island of Madura that has the potential to develop and advance from various sectors. Ecotourism is one sector that can be a mainstay of Bangkalan district. Ecotourism is an environmental and ecological preservation activity that is used as an effort by both the government and the private sector to promote an area or region as a tourist destination that will expand employment opportunities and improve the economy of local residents. Siring Kemuning Beach is one area that has the potential to become a tourist place. The purpose of this study was to determine the status of water quality, the relationship of ecosystem services, the suitability and assessment of the carrying capacity of the Siring Kemuning coastal area. The method used is the comparison between the data obtained from the results of research with established quality standards. The results of this study indicate that the Siring Kemuning beach has a status of good water quality. Status of the availability of ecosystem services for tourism development is still able to provide a number of ecosystem services. The Tourism Suitability Index (IKW) of Siring Kemuning Beach has a very appropriate and appropriate category (IKW 2.195 - 2.595). Siring Kemuning Beach has an estimated carrying capacity in station 1 at low tide 548 people / day and 68 people at tide, at station 2 at 840 people / day at low tide and 115 people / day at high tide, and station 3 at low tide at 903 people / day and 113 people / day at high tide. Keywords: Siring Kemuning Beach, beach ecotourism, tourism suitability index, and regional carrying capacity
ANALISIS PARAMETER OSEANOGRAFI BAGI PERUNTUKAN WISATA PANTAI PULAU GILI GENTING Ahmad Wasiludin; Agus Romadhon
Juvenil Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v2i2.10652

Abstract

ABSTRAKPulau Gili Genting merupakan kawasan dengan potensi besar untuk dimanfaatkan, terutama pada Wisata Pantai. Potensi tersebut jika dikembangkan dengan baik, dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat Pulau Gili Genting. Untuk membuktikan dan mengembangkan potensi tersebut diperlukan analisa tentang Parameter Oseanografi bagi peruntukan Wisata Pantai di Pulau Gili Genting sebagai kawasan wisata. Sehingga penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kondisi parameter oseanografi dan parameter oseanografi utama untuk kesesuaian wisata pantai di Pulau Gili Pandan. Penelitian ini menganalisa kualitas air secara insitu, diantaranya Kecepatan Arus, Kecerahan, Kedalaman, Salinitas, DO, dan kondisi kawasan pantai, Tipe dan Material Dasar Pantai, Lebar Pantai dan Kemiringan Pantai. Hasil analisa kesesuaian wisata pantai dinilai berdasarkan stasiun dan pada kondisi pasang dan surut. Pada stasiun 1 nilai kategori kesesuaian wisata baik pada kondisi pasang maupun surut sangat sesuai (S1)berada pada kisaran nilai 72%, pada stasiun 2 nilai kategori kesesuaian wisata pada kondisi pasang dan surut berbeda, pada kondisi pasang termasuk dalam kategori sesuai bersyarat (SB) dengan nilai 67% sedangkan pada keadaan surut termasuk kedalam kategori sangata sesuai (S1) dengan nilai 72% dan pada secara keseluruhan nilai indeks kesesuaian wisata (IKW) di Pulau Gili Pandan berada dalam kategori Sesuai (S).Kata Kunci: Parameter Oseanografi, Pulau Gili Genting, Wisata Pantai.ABSTRACTGili Genting Island, especially in excurtional beach, is an area with great potentials to be utilized. If the potential of the island is developed properly, it may bring positive impacta on the Gili Genting Community. To prove and develop the potential, it requires an analysis of Oceanographic Parameters for the allotment of coastal tourism on Gili Genting Island as a tourism resort. Therefore, this research attempts to know the condition of Oceanographic Parameter and parameters of main Oceanography to suitability of coastal tourism in Gili Genting Island. This study analyzed the quality of in situ water, such as current velocity, brightness, depth, salinity, DO and coastal conditions, types and basic coastal material, beach width and beach tilt. The result of assessment of the suitability of coastal tourism is assessed based on the station and high/low tidal condition. At station 1 the value of the category of tourist suitability in both high and low tidal condition are very suitable (S1) is in the range 100 %. At station 2 the value of tourist suitability category is at different high and low tidal condition, with a value of tourist suitability, at high condition is in the range 93% and is an low comdition is in the range 100 %. And on the overall value of tourist comformity index (IKW) on Gili Genting Island are the category of suitable (S).Keywords: Oceanography parameter, Gili Genting Island, Excurtional beach.
ANALISA KESESUAIAN PANTAI UNTUK EKOWISATA PANTAI DI PULAU SASIIL KABUPATEN SAPEKEN Nur Fina Erfiana; Agus Romadhon
Juvenil Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v2i1.9655

Abstract

ABSTRAKPulau kecil memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar dan potensial untuk dikembangkan.Hal ini sejalan dengan pendapat Pelling dan Uittobahwa pulau pulau kecil sebagai sebuah entitas dengan karakteristik yang dimiliki merupakan suatu kawasan yang memiliki potensi untuk dikembangkan, karena dikelilingi oleh laut.   Pulau Sasiil memiliki potensi yang cukup besar untuk di kembangkan, salah satunya pemanfaatan pantai pesisir untuk wisata. Pantai Bajo merupakan merupakan salah satu destinasi wisata di Pulau Sasiil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan dan kesesuaian ekowisata di Pulau Sasiil Kabupaten Sumenep. Penelitian dilakukan di Pulau Sasiil pada bulan Januari 2019.  Pengambilan data di penelitian ini berupa data primer dan data sekunder.  Data Primer diperoleh dengan cara melakukan survey serta observasi pada lokasi di lapang. Pantai Bajo memiliki bentuk Pantai berpasir putih yang landai. Sementara itu, Pantai Karang Kongo yang merupakan pantai perpasir putih. Nilai kelas kesesuaian wisata di Pantai Bajo dan Pantai Karang Kongo untuk kategori wisata pantai dengan kelas kesesuaian wisata S1, untuk stasiun 1 mempunyai skor total 75 dengan persentase 100%, dan Stasiun 2 mempunyai skor total 69 dengan persentase kesesuaian 92%. Parameter kualitas perairan yang ada di kawasan Pantai Bajo dan Pantai Karang Kongo termasuk masih sesuai untuk dikembangkan untuk kegiatan ekowisata.Kata Kunci: Pulau kecil, Pulau Sasiil, Kesesuaian ekowisata PantaiABSTRACTSmall islands have a large potential and potential to be developed. This is in line with the opinion of Pelling and Uitto that small island islands as an entity with characteristics possessed is an area that has the potential to be developed, because it is surrounded by the sea. Sasiil Island has considerable potential to be developed, one of which is the use of coastal beaches for tourism. Bajo Beach is one of the tourist destinations on Sasiil Island. This study aims to determine the quality of the waters and the suitability of ecotourism on Sasiil Island in Sumenep Regency. The study was conducted on Sasiil Island in January 2019. Data collection in this study was in the form of primary data and secondary data. Primary data is obtained by conducting surveys and observations on locations in the field. Bajo Beach has the shape of a sloping white sand beach. Meanwhile, Karang Kongo Beach is a white sand beach.Travel suitability grades at Bajo Beach and Karang Kongo Beach for coastal tourism categories with S1 tourist suitability classes, for station 1 have a total score of 75 with a percentage of 100%, and Station 2 has a total score of 68 with a suitability percentage of 90%. in the Bajo Beach and Karang Kongo Beach, including still suitable to be developed for ecotourism activities.Keywords: small island, Sasiil Island, suitability of coastal ecotourism
HUBUNGAN PERSEN PENUTUPAN LAMUN DENGAN KEPADATAN ECHINODERMATA DI PULAU BAWEAN KABUPATEN GRESIK JAWA TIMUR Syaidah Aisyah; Agus Romadhon
Juvenil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v1i1.6930

Abstract

ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN PULAU GILI NOKO BAWEAN SEBAGAI KAWASAN EKOWISATA PANTAI Muhammad Afrizal Faizar Noor; Agus Romadhon
Juvenil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v1i1.6749

Abstract

ANALISA PARAMETER OSEANOGRAFI UNTUK PENGEMBANGAN WISATA PANTAI PULAU GILI IYANG KABUPATEN SUMENEP Fahmi Yudha Pratama; Agus Romadhon
Juvenil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v1i2.7577

Abstract

ABSTRACTGili Iyang Island is an area with potential and can be utilized that can attract domestic tourists and international tourists. One tourist area that can be an attraction is beach tourism. The development of a good coastal tourism area can have a positive impact on the people of Gili Iyang Island. To develop this potential, an analysis of the suitability of coastal tourism is needed. So that this study aims to determine the condition of oceanographic parameters for the development of coastal tourism. This study analyzes water quality including temperature, salinity, DO and pH, while coastal tourism suitability analysis includes beach type, current velocity, depth, beach width, water base material, slope, brightness, watershed cover, dangerous biota and freshwater availability. Based on the results of research on the quality of the waters on Gili Iyang Island, Sumenep Regency is in accordance with the standard quality standards for the development of coastal tourism. Based on the calculation of the Gili Iyang Island beach tourism suitability matrix, it has an appropriate rating (S) for the development of coastal tourism. Keywords: Gili Iyang Island, Oceanographic Parameters, Coastal TourismABSTRAKPulau Gili Iyang merupakan kawasan dengan potensi dan dapat dimanfaatkan yang dapat menarik minat berkunjung wisatawan domestik maupun wisatawan internasional. Salah satu kawasan wisata yang dapat menjadi daya tarik adalah wisata pantai. Pengembangan kawasan wisata pantai yang baik dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Pulau Gili Iyang. Untuk mengembangakan potensi tersebut dibutuhkan analisa tentang kesesuaian wisata pantai. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi parameter oseanografi untuk pengembangan wisata pantai. Penelitian ini menganalisa kualitas air diantaranya suhu, salinitas, DO dan pH, sedangkan analisa kesesuaian wisata pantai diantaranya tipe pantai, kecepatan arus, kedalaman, lebar pantai, material dasar perairan, kemiringan, kecerahan, penutupan lahan perairan, biota berbahaya dan ketersediaan air tawar. Berdasarkan hasil penelitian kualitas perairan di Pulau Gili Iyang Kabupaten Sumenep sesuai dengan standart baku mutu untuk pengembangan wisata pantai. Berdasarkan hasil perhitungan matrik kesesuaian wisata pantai Pulau Gili Iyang memiliki penilaian yang sesuai (S) untuk pengembangan wisata pantai. Kata Kunci : Pulau Gili Iyang, Parameter Oseanografi, Wisata Pantai
ANALISA DIMENSI EKOLOGI PERAIRAN PULAU GILI RAJA BAGI PERUNTUKAN DAERAH PERLINDUNGAN LAUT A Almuhlisin; Agus Romadhon
Juvenil Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v2i2.10651

Abstract

ABSTRAKPengembangan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil merupakan   salah satu usaha yang harus  dilakukan untuk  tetap mempertahankan kestabilan dimensi ekologi. Mengingat  interaksi antara mahluk  hidup  dengan  lingkungan  yang  sangat  dinamis,  perlu  untuk  dilakukan  pengembangan  tersebut  yang  diharapkan  mampu  untuk  memberikan  dampak  baik  pada  mahluk  hidup  dan  lingkungan  itu  sendiri. Sehingga upaya untuk mempertahankan kestabilan dimensi ekologi dapat  terwujud dengan baik. Pulau Gili Raja merupakan pulau kecil yang  terletak di Kabupaten Sumenep, ekosistem yang berada di Pulau Gili Raja yaitu mangrove dan  terumbu karang yang  luasannya  lebih  luas dari ekosistem mangrove dan cukup  rentan  akan  terjadinya  kerusakan  ekosistem  terumbu  karang.  Sehingga  kawasan  tersebut diperlukan  analisis  dimensi  ekologi  bagi  peruntukan  daerah  perlindungan  laut.  Adapun  tujuan  dari penelitian  ini  meliputi  mengetahui  kualitas  perairan,  persentase  tutupan  terumbu  karang,  kemudian penilaian kesesuaian daerah perlindungan laut. Metode yang digunakan untuk menganalisa kualitas air secara  insitu,  menganalisis  ekosistem  terumbu  karang  dengan  LIT  (Line  Intercept  Transect),  Hasil analisa dalam penelitian ini yaitu nilai kualitas perairan sesuai standart baku mutu untuk kelangsungan  kehidupan  terumbu  karang,  nilai  persentase  tutupan  karang  berada  pada  kisaran  55,935-72.525%. Kesesuaian daerah perlindungan laut terdapat pada stasiun 4 dengan kategori sangat sesuai. Kata Kunci : Dimensi ekologi, Gili Raja,terumbu karang, daerah perlindungan laut.ABSTRACTDevelopment of coastal areas and small islands is one effort to be done to maintain the stability of  ecological  dimensions.  Considering  the  interaction  between  living  creatures  and  highly  dynamic environments,  it  is necessary  to carry out  those developments which are expected  to be able  to have a good  impact on  living beings and  the  environment  itself. So  the  effort  to maintain  the  stability of  ecodimensional  dimension  can  be  realized  well.  Gili  Raja  Island  is  a  small  island  located  in  Sumenep regency,  the ecosystem  is  located on Gili Raja Island which  is mangrove and coral reef which  is wider than mangrove  ecosystem and quite  vulnerable  to  the damage of  coral  reef  ecosystem. So  that area  is needed analysis of ecological dimension  for allotment of marine protection area. The objectives of  this study include knowing the quality of waters , the percentage of cover coral reefs, then assessment of the suitability of marine protected areas. Methode used to analyze water quality in situ, analyzing coral reef ecosystem with Line Intercept Transect (LIT), The result of analysis in this research is water quality value according to standard quality standard for coral reef life survival, kara ng coverage percentage is in the range 55,935 -7 2.525 %. For  the suitability of marine protected areas are  found  in station 4 with very suitable category .  Keywords : Ecological dimension, Gili Raja, coral reef, protection area