Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP LITERASI DAN NUMERASI SISWA SEKOLAH DASAR Ni'mah, Nurun; Hendri, Hendri; Alisa, Nor; Astuti, Puji; Micky, Micky
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i2.5747

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis, literasi, dan numerasi siswa sekolah dasar, khususnya di SDN 6 Langkai Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterampilan berpikir kritis terhadap literasi dan numerasi siswa sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 45 siswa kelas V yang diambil dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan berpikir kritis, literasi, dan numerasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis berpengaruh positif dan signifikan terhadap literasi (? = 0,612; p < 0,05) dan numerasi (? = 0,589; p < 0,05). Dengan demikian, semakin tinggi keterampilan berpikir kritis siswa, semakin tinggi pula kemampuan literasi dan numerasinya. Hasil ini menegaskan pentingnya integrasi pembelajaran berbasis berpikir kritis dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar.Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Kritis, Literasi, Numerasi, Sekolah Dasar.ABSTRACTThis research is motivated by the low critical thinking, literacy, and numeracy skills of elementary school students, especially at SDN 6 Langkai, Palangka Raya City. This study aims to analyze the influence of critical thinking skills on elementary school students' literacy and numeracy. The research method uses a quantitative approach with an ex post facto plan. The research sample consisted of 45 fifth-grade students taken using a saturated sampling technique. Data were collected through critical thinking, literacy, and numeracy skills tests, then analyzed using multiple linear regression. The results showed that critical thinking skills had a positive and significant effect on literacy (? = 0.612; p < 0.05) and numeracy (? = 0.589; p < 0.05). Thus, the higher students' critical thinking skills, the higher their literacy and numeracy skills. These results emphasize the importance of integrating critical thinking-based learning in improving the quality of elementary education.Keywords: Critical Thinking Skills, Literacy, Numeracy, Elementary School
Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Digital Bermuatan Literasi Hukum dalam Memitigasi Bullying di Sekolah Dasar Kota Palangka Raya Ni'mah, Nurun; Endah, Ranti Suminar
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/zgp06m63

Abstract

Permasalahan bullying di sekolah dasar masih menjadi tantangan serius yang berdampak pada kesejahteraan psikologis dan iklim belajar siswa. Kurangnya pemahaman guru dan siswa terhadap aspek hukum membuat penanganan kasus sering tidak efektif. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengembangkan bahan ajar digital bermuatan literasi hukum untuk memitigasi bullying di SDN 6 Langkai Kota Palangka Raya. Kegiatan dilakukan melalui lima tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan pembuatan bahan ajar digital, penerapan di kelas, pendampingan dan evaluasi, serta penguatan keberlanjutan program di sekolah. Instrumen evaluasi dalam kegiatan ini dilakukan dengan lembar observasi dan angket kemudian analisis dilakukan adalah analisis statistik sederhana. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman guru tentang literasi hukum (dari 33,3% menjadi 100%) dan kemampuan membuat media digital interaktif (dari 16,7% menjadi 94,4%). Selain itu, terjadi penurunan kasus bullying hingga 60% dalam satu semester serta peningkatan partisipasi siswa sebagai agen perubahan anti-bullying. Hasil ini menunjukkan dampak awal yang signifikan, meskipun evaluasi jangka panjang masih dibutuhkan untuk menilai keberlanjutan pengaruh program secara menyeluruh. Training on Developing Digital Teaching Materials Incorporating Legal Literacy for Mitigating Bullying in Elementary Schools in Palangka Raya Abstract Bullying in elementary schools remains a serious challenge, impacting students' psychological well-being and learning environment. Teachers' and students' lack of understanding of legal aspects often makes case handling ineffective. This program aims to improve teachers' capacity in developing digital teaching materials containing legal literacy to mitigate bullying at SDN 6 Langkai, Palangka Raya City. The program is carried out in five stages: outreach, training in creating digital teaching materials, classroom implementation, mentoring and evaluation, and strengthening the program's sustainability in schools. The evaluation instruments used were observation sheets and questionnaires, followed by simple statistical analysis. The results showed a significant increase in teachers' understanding of legal literacy (from 33.3% to 100%) and their ability to create interactive digital media (from 16.7% to 94.4%). Furthermore, there was a 60% decrease in bullying cases within one semester, as well as an increase in student participation as anti-bullying change agents. These results indicate a significant initial impact, although long-term evaluation is still needed to assess the program's overall sustainability.
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL UNTUK MEMPERKUAT DIPLOMASI PENDIDIKAN DI SEKOLAH INDONESIA DI KUALA LUMPUR Ni'mah, Nurun; Nimah, Nurun; Annisa, Nur; Mahendra, Irvan; Syakir, Akhmad
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4761

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan kearifan lokal Kalimantan Tengah dalam pembelajaran multikultural guna memperkuat diplomasi pendidikan di Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur. Pendekatan ini mengintegrasikan kearifan lokal dengan teknologi imersif (VR) dalam konteks diplomasi pendidikan internasional. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah masih terbatasnya integrasi budaya lokal dalam pembelajaran serta minimnya pemanfaatan media pembelajaran inovatif yang dapat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada siswa yang berada dalam lingkungan internasional. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, pengembangan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal, pelatihan guru, implementasi pembelajaran menggunakan media digital, serta evaluasi kegiatan. Media pembelajaran yang dikembangkan meliputi Virtual Reality (VR), flipbook digital, dan video edukatif yang menampilkan budaya Kalimantan Tengah seperti falsafah Huma Betang, tradisi Gawi Hatantiring, dan permainan tradisional Balogo. Novelty kegiatan ini adalah integrasi sistematis nilai-nilai kearifan lokal dengan media pembelajaran digital berbasis pengalaman (immersive learning) untuk memperkuat identitas budaya siswa diaspora dalam lingkungan pendidikan multikultural internasional. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman budaya siswa dengan rata-rata skor meningkat dari 64,2 menjadi 83,5 setelah implementasi pembelajaran. Selain itu, respon positif siswa terhadap penggunaan media pembelajaran digital mencapai 78–86%. Kegiatan ini juga meningkatkan kapasitas guru dalam mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran multikultural. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal berbasis teknologi digital dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat identitas budaya siswa sekaligus mendukung diplomasi pendidikan Indonesia di lingkungan internasional. Integration of Local Wisdom in Multicultural Learning to Strengthen Educational Diplomacy in Indonesian Schools in Kuala Lumpur Abstract This community service activity aims to integrate Central Kalimantan local wisdom into multicultural learning to strengthen educational diplomacy at the Indonesian School in Kuala Lumpur. The main problem faced by partners is the limited integration of local culture in learning and the minimal use of innovative learning media that can introduce Indonesia's cultural richness to students in an international environment. To address these problems, the community service activity was implemented through a participatory approach that included the stages of needs analysis, development of local wisdom-based learning modules, teacher training, implementation of learning using digital media, and activity evaluation. The learning media developed included Virtual Reality (VR), digital flipbooks, and educational videos that showcase Central Kalimantan culture such as the Huma Betang philosophy, the Gawi Hatantiring tradition, and the traditional Balogo game. The results of the activity showed an increase in students' cultural understanding with an average score increasing from 64.2 to 83.5 after the implementation of the learning. In addition, students' positive response to the use of digital learning media reached 78–86%. This activity also increased teachers' capacity in integrating local wisdom into multicultural learning. Thus, the integration of local wisdom based on digital technology can be an effective strategy in strengthening students' cultural identity while supporting Indonesia's educational diplomacy in the international environment.
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL UNTUK MEMPERKUAT DIPLOMASI PENDIDIKAN DI SEKOLAH INDONESIA DI KUALA LUMPUR Ni'mah, Nurun; Nimah, Nurun; Annisa, Nur; Mahendra, Irvan; Syakir, Akhmad
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4761

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan kearifan lokal Kalimantan Tengah dalam pembelajaran multikultural guna memperkuat diplomasi pendidikan di Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur. Pendekatan ini mengintegrasikan kearifan lokal dengan teknologi imersif (VR) dalam konteks diplomasi pendidikan internasional. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah masih terbatasnya integrasi budaya lokal dalam pembelajaran serta minimnya pemanfaatan media pembelajaran inovatif yang dapat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada siswa yang berada dalam lingkungan internasional. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, pengembangan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal, pelatihan guru, implementasi pembelajaran menggunakan media digital, serta evaluasi kegiatan. Media pembelajaran yang dikembangkan meliputi Virtual Reality (VR), flipbook digital, dan video edukatif yang menampilkan budaya Kalimantan Tengah seperti falsafah Huma Betang, tradisi Gawi Hatantiring, dan permainan tradisional Balogo. Novelty kegiatan ini adalah integrasi sistematis nilai-nilai kearifan lokal dengan media pembelajaran digital berbasis pengalaman (immersive learning) untuk memperkuat identitas budaya siswa diaspora dalam lingkungan pendidikan multikultural internasional. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman budaya siswa dengan rata-rata skor meningkat dari 64,2 menjadi 83,5 setelah implementasi pembelajaran. Selain itu, respon positif siswa terhadap penggunaan media pembelajaran digital mencapai 78–86%. Kegiatan ini juga meningkatkan kapasitas guru dalam mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran multikultural. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal berbasis teknologi digital dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat identitas budaya siswa sekaligus mendukung diplomasi pendidikan Indonesia di lingkungan internasional. Integration of Local Wisdom in Multicultural Learning to Strengthen Educational Diplomacy in Indonesian Schools in Kuala Lumpur Abstract This community service activity aims to integrate Central Kalimantan local wisdom into multicultural learning to strengthen educational diplomacy at the Indonesian School in Kuala Lumpur. The main problem faced by partners is the limited integration of local culture in learning and the minimal use of innovative learning media that can introduce Indonesia's cultural richness to students in an international environment. To address these problems, the community service activity was implemented through a participatory approach that included the stages of needs analysis, development of local wisdom-based learning modules, teacher training, implementation of learning using digital media, and activity evaluation. The learning media developed included Virtual Reality (VR), digital flipbooks, and educational videos that showcase Central Kalimantan culture such as the Huma Betang philosophy, the Gawi Hatantiring tradition, and the traditional Balogo game. The results of the activity showed an increase in students' cultural understanding with an average score increasing from 64.2 to 83.5 after the implementation of the learning. In addition, students' positive response to the use of digital learning media reached 78–86%. This activity also increased teachers' capacity in integrating local wisdom into multicultural learning. Thus, the integration of local wisdom based on digital technology can be an effective strategy in strengthening students' cultural identity while supporting Indonesia's educational diplomacy in the international environment.
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL UNTUK MEMPERKUAT DIPLOMASI PENDIDIKAN DI SEKOLAH INDONESIA DI KUALA LUMPUR Ni'mah, Nurun; Nimah, Nurun; Annisa, Nur; Mahendra, Irvan; Syakir, Akhmad
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4761

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan kearifan lokal Kalimantan Tengah dalam pembelajaran multikultural guna memperkuat diplomasi pendidikan di Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur. Pendekatan ini mengintegrasikan kearifan lokal dengan teknologi imersif (VR) dalam konteks diplomasi pendidikan internasional. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah masih terbatasnya integrasi budaya lokal dalam pembelajaran serta minimnya pemanfaatan media pembelajaran inovatif yang dapat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada siswa yang berada dalam lingkungan internasional. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, pengembangan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal, pelatihan guru, implementasi pembelajaran menggunakan media digital, serta evaluasi kegiatan. Media pembelajaran yang dikembangkan meliputi Virtual Reality (VR), flipbook digital, dan video edukatif yang menampilkan budaya Kalimantan Tengah seperti falsafah Huma Betang, tradisi Gawi Hatantiring, dan permainan tradisional Balogo. Novelty kegiatan ini adalah integrasi sistematis nilai-nilai kearifan lokal dengan media pembelajaran digital berbasis pengalaman (immersive learning) untuk memperkuat identitas budaya siswa diaspora dalam lingkungan pendidikan multikultural internasional. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman budaya siswa dengan rata-rata skor meningkat dari 64,2 menjadi 83,5 setelah implementasi pembelajaran. Selain itu, respon positif siswa terhadap penggunaan media pembelajaran digital mencapai 78–86%. Kegiatan ini juga meningkatkan kapasitas guru dalam mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran multikultural. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal berbasis teknologi digital dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat identitas budaya siswa sekaligus mendukung diplomasi pendidikan Indonesia di lingkungan internasional. Integration of Local Wisdom in Multicultural Learning to Strengthen Educational Diplomacy in Indonesian Schools in Kuala Lumpur Abstract This community service activity aims to integrate Central Kalimantan local wisdom into multicultural learning to strengthen educational diplomacy at the Indonesian School in Kuala Lumpur. The main problem faced by partners is the limited integration of local culture in learning and the minimal use of innovative learning media that can introduce Indonesia's cultural richness to students in an international environment. To address these problems, the community service activity was implemented through a participatory approach that included the stages of needs analysis, development of local wisdom-based learning modules, teacher training, implementation of learning using digital media, and activity evaluation. The learning media developed included Virtual Reality (VR), digital flipbooks, and educational videos that showcase Central Kalimantan culture such as the Huma Betang philosophy, the Gawi Hatantiring tradition, and the traditional Balogo game. The results of the activity showed an increase in students' cultural understanding with an average score increasing from 64.2 to 83.5 after the implementation of the learning. In addition, students' positive response to the use of digital learning media reached 78–86%. This activity also increased teachers' capacity in integrating local wisdom into multicultural learning. Thus, the integration of local wisdom based on digital technology can be an effective strategy in strengthening students' cultural identity while supporting Indonesia's educational diplomacy in the international environment.
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL UNTUK MEMPERKUAT DIPLOMASI PENDIDIKAN DI SEKOLAH INDONESIA DI KUALA LUMPUR Ni'mah, Nurun; Nimah, Nurun; Annisa, Nur; Mahendra, Irvan; Syakir, Akhmad
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4761

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan kearifan lokal Kalimantan Tengah dalam pembelajaran multikultural guna memperkuat diplomasi pendidikan di Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur. Pendekatan ini mengintegrasikan kearifan lokal dengan teknologi imersif (VR) dalam konteks diplomasi pendidikan internasional. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah masih terbatasnya integrasi budaya lokal dalam pembelajaran serta minimnya pemanfaatan media pembelajaran inovatif yang dapat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada siswa yang berada dalam lingkungan internasional. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, pengembangan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal, pelatihan guru, implementasi pembelajaran menggunakan media digital, serta evaluasi kegiatan. Media pembelajaran yang dikembangkan meliputi Virtual Reality (VR), flipbook digital, dan video edukatif yang menampilkan budaya Kalimantan Tengah seperti falsafah Huma Betang, tradisi Gawi Hatantiring, dan permainan tradisional Balogo. Novelty kegiatan ini adalah integrasi sistematis nilai-nilai kearifan lokal dengan media pembelajaran digital berbasis pengalaman (immersive learning) untuk memperkuat identitas budaya siswa diaspora dalam lingkungan pendidikan multikultural internasional. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman budaya siswa dengan rata-rata skor meningkat dari 64,2 menjadi 83,5 setelah implementasi pembelajaran. Selain itu, respon positif siswa terhadap penggunaan media pembelajaran digital mencapai 78–86%. Kegiatan ini juga meningkatkan kapasitas guru dalam mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran multikultural. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal berbasis teknologi digital dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat identitas budaya siswa sekaligus mendukung diplomasi pendidikan Indonesia di lingkungan internasional. Integration of Local Wisdom in Multicultural Learning to Strengthen Educational Diplomacy in Indonesian Schools in Kuala Lumpur Abstract This community service activity aims to integrate Central Kalimantan local wisdom into multicultural learning to strengthen educational diplomacy at the Indonesian School in Kuala Lumpur. The main problem faced by partners is the limited integration of local culture in learning and the minimal use of innovative learning media that can introduce Indonesia's cultural richness to students in an international environment. To address these problems, the community service activity was implemented through a participatory approach that included the stages of needs analysis, development of local wisdom-based learning modules, teacher training, implementation of learning using digital media, and activity evaluation. The learning media developed included Virtual Reality (VR), digital flipbooks, and educational videos that showcase Central Kalimantan culture such as the Huma Betang philosophy, the Gawi Hatantiring tradition, and the traditional Balogo game. The results of the activity showed an increase in students' cultural understanding with an average score increasing from 64.2 to 83.5 after the implementation of the learning. In addition, students' positive response to the use of digital learning media reached 78–86%. This activity also increased teachers' capacity in integrating local wisdom into multicultural learning. Thus, the integration of local wisdom based on digital technology can be an effective strategy in strengthening students' cultural identity while supporting Indonesia's educational diplomacy in the international environment.
Edukasi Literasi Keuangan serta Kompetensi Digital bagi Mahasiswa dalam Mengembangkan Bisnis Inovatif di Era 5.0 Nurbudiyani, Iin; Fitriyanto, Muhammad Noor; Nimah, Nurun
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5126

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan kompetensi digital mahasiswa dalam mengembangkan bisnis inovatif di era Society 5.0. Permasalahan utama yang dihadapi mahasiswa wirausaha adalah masih terbatasnya kemampuan dalam mengelola keuangan usaha secara sistematis serta pemanfaatan teknologi digital yang belum optimal untuk pengambilan keputusan bisnis. Kegiatan ini menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif dan pendampingan aplikatif yang meliputi analisis kebutuhan, pelatihan literasi keuangan, pelatihan kompetensi digital, pendampingan implementatif, serta evaluasi dan refleksi. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner persepsi peserta, pemetaan kategori kompetensi, dan analisis korelasi terhadap indikator pertumbuhan usaha yang dilaporkan oleh mitra. Mitra kegiatan terdiri atas 115 mahasiswa wirausaha yang telah menjalankan usaha berbasis digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar mitra berada pada kategori kompetensi digital sedang sebesar 47%, tinggi sebesar 29%, dan rendah sebesar 24%. Pada aspek literasi keuangan, 43% mitra berada pada kategori sedang, 38% tinggi, dan 19% rendah. Setelah kegiatan edukasi dan pendampingan, mitra melaporkan adanya peningkatan kinerja usaha yang ditunjukkan melalui peningkatan jangkauan pasar digital sebesar 70%, efisiensi operasional sebesar 68%, inovasi produk atau layanan sebesar 66%, peningkatan jumlah pelanggan sebesar 64%, dan peningkatan omzet sebesar 62%. Hasil analisis juga menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kompetensi digital dan pertumbuhan usaha, serta antara literasi keuangan dan pertumbuhan usaha. Dengan demikian, edukasi literasi keuangan dan kompetensi digital dapat menjadi strategi pendampingan yang relevan dalam memperkuat kapasitas kewirausahaan mahasiswa agar lebih inovatif, adaptif, dan berkelanjutan di era digital. Financial Literacy Education and Digital Competence for Students in Developing Innovative Businesses in the Society 5.0 Era Abstract This community service activity aims to improve students' financial literacy and digital competence in developing innovative businesses in the Society 5.0 era. The main problems faced by student entrepreneurs are their limited ability to systematically manage business finances and the suboptimal use of digital technology for business decision-making. This activity uses an educational-participatory approach and applied mentoring that includes needs analysis, financial literacy training, digital competency training, implementation mentoring, and evaluation and reflection. Evaluation is carried out through participant perception questionnaires, competency category mapping, and correlation analysis with business growth indicators reported by partners. The activity partners consist of 115 student entrepreneurs who have run digital-based businesses. The results of the activity show that the majority of partners are in the medium digital competency category (47%), high (29%), and low (24%). In terms of financial literacy, 43% of partners are in the medium category, 38% are in the high category, and 19% are in the low category. Following the educational and mentoring activities, partners reported improved business performance, demonstrated by a 70% increase in digital market reach, 68% in operational efficiency, 66% in product or service innovation, 64% in customer base, and 62% in revenue. The analysis also demonstrated a significant positive relationship between digital competency and business growth, as well as between financial literacy and business growth. Therefore, financial literacy and digital competency education can be a relevant mentoring strategy in strengthening students' entrepreneurial capacity to be more innovative, adaptive, and sustainable in the digital era.
Analysis of Mathematics Learning in the Implementation of The Merdeka Curriculum at Muhammadiyah Palangka Raya Integrated Islamic Elementary School Dedy Setyawan; Amelia Dwi Astuti; Nurun Ni'mah
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 9 No. 1 (2023): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v9i1.6339

Abstract

Background: The implementation of the Merdeka curriculum in schools, especially at muhammadiyah palangka raya integrated islamic elementary school has become a concern. This is because the results of initial observations found that teacher and student activities during learning could not support student learning outcomes, especially in Mathematics learning. Thus, it is important to analyze mathematics learning in implementing the Merdeka curriculum at muhammadiyah palangka raya integrated islamic elementary school. Aim: Aim of this research is to describe the analysis of mathematics learning in implementing the independent curriculum at SD IT Muhammadiyah Palangka Raya. Method: This type of research is a type of qualitative research where the data that is found will be described according to the research focus. Data collection techniques in this research are observation, interviews and documentation. The data that has been collected is then analyzed and reduced using data simplification and retrieval of supporting data in this research so that the conclusions drawn can be justified. Results and Dıscussion: The results of the research show that mathematics learning in implementing the independent curriculum has been carried out well at muhammadiyah palangka raya integrated islamic elementary school. This can be seen from the preparation and implementation stages which have gone well. Conclusion: Muhammadiyah Palangka Raya integrated Islamic Elementary School has implemented mathematics education well as part of its Merdeka curriculum. This is evident from the proficient execution of the majority of preparation and learning components.
The Relationship Between Students' Critical Thinking Skills in Mathematics Learning Reviewed from Reflective and Impulsive Cognitive Styles Nurun Ni'mah; M. Fatchurahman; Bulkani Bulkani; Agung Riadin
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Suluh : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/suluh.v10i2.9659

Abstract

This study aims to determine the relationship and differences in critical thinking skills between students with reflective and impulsive cognitive styles in learning mathematics in college. Critical thinking skills are an important competency needed to understand and solve complex mathematical problems. Cognitive style, which reflects an individual's preferences in processing information, can affect the way students learn and think critically. The population of this study was 147 students consisting of all students of the 2023 intake who took Mathematics courses, but the sample taken was 64 students. The research instrument used a critical thinking skills test and a cognitive style test. The critical thinking skills test is in the form of mathematical questions that require in-depth analysis and evaluation, while the cognitive style test can use instruments such as the Matching Familiar Figures Test (MFFT) to group students into reflective and impulsive cognitive styles. Analysis of the quantitative data obtained will be analyzed using descriptive and inferential statistics. Statistical analysis can include correlation tests to see the relationship between cognitive style and critical thinking skills, as well as difference tests to compare critical thinking skills between groups of students with impulsive and reflective cognitive styles. The results of the study showed that there was a significant relationship (<0.05) between critical thinking skills and students' cognitive styles in learning mathematics. And there was a significant difference in critical thinking skills between students with impulsive cognitive styles and students with reflective cognitive styles. The differences were in the speed and accuracy of problem solving, evaluation and decision-making skills, and understanding of mathematical concepts.
Pelatihan Penyusunan Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Dalam Kurikulum Merdeka Amelia Dwi Astuti; Nurun Ni'mah; Dedy Setyawan
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v1i2.6400

Abstract

Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan dokumen yang berisi tujuan, langkah, media dan asesmen yang dibutuhkan dalam melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Muatan dalam modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila diantaranya dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan, mengembangkan keterampilan, menguatkan enam dimensi profil pelajar Pancasila, memberikan akses seluas-luasnya untuk mempelajari isu penting seperti gaya hidup berkelanjutan, toleransi, kesehatan mental, budaya, kewirausahaan, teknologi dan kehidupan berdemokrasi. Selain itu pula, memberikan akses untuk peserta didik agar dapat melakukan aksi nyata dalam menanggapi isu-isu yang sesuai dengan perkembangan dan tahapan belajar mereka. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada para guru di SD IT Muhammadiyah dalam menyusun modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Hasil kegiatan pelatihan ini adalah dapat meningkatkan pemahaman guru tentang dimensi, elemen, dan sub elemen dalam modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, serta membimbing guru dalam menyusun modul projek yang sesuai dengan pencapaian setiap tahap pembelajaran khususnya dalam pembelajaran berbasis projek.