Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Indikator Berpikir Kritis Terhadap Karakter Rasa Ingin Tahu dalam Kurikulum 2013 Nurun Ni'mah
Anterior Jurnal Vol 22 No Special-1 (2022): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v22iSpecial-1.3220

Abstract

The aim of this study is to provide a literature review related to critical thinking indicators that can be used to develop the character of curiosity in the 2013 curriculum. This type of research is library research or literature study. In this study, the data sources were obtained from books, journals, or scientific articles relevant to the selected research topic. The data analysis technique used in this research is the content analysis method. The results of the study show that there are critical thinking indicators that can be used to develop the character of students' curiosity. This can be seen from operational verbs that can be used in critical thinking indicators, including "analyze", "generalize" and "evaluate".
KESULITAN MAHASISWA SELAMA PEMBELAJARAN ONLINE DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR DI ERA NEW NORMAL Verawati Verawati; Nurun Ni'mah
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 13, No 1 (2022): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v13i1.1385

Abstract

ABSTRAKKesulitan mahasiswa dalam pembelajaran online selama era new normal menjadi perhatian khusus dunia pendidikan. Hal tersebut terjadi karena perubahan system pendidikan selama masa pandemi khususnya di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan mahasiswa dalam pembelajaran online di era new normal dan mengetahui pengaruh kesulitan tersebut terhadap hasil belajar mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah mix method dengan menggabungkan metode kualitatif dan kuantitif. Metode kualitatif digunakan untuk mengetahui kesulitan belajar mahasiswa dengan mengumpulkan data secara wawancara dan angket. Metode kuantitaf juga digunakan untuk melihat perbedaan hasil belajar TA 2019/2020 Genap dan TA 2020/2021 Ganjil. Analisis data kualitatif dengan cata mengorganisi data, menjabarkan data, melakukan penggolongan, memilih hal-hal yang akan dikaji untuk membuat kesimpulan. Analisis data kuantitatif dengan software SPSS 19 untuk menghitung presentase, rata-rata standar deviasi dan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan berbagai kesulitan belajar mahasiswa selama pembelajaran online. Data hasil belajar juga menunjukkan nilai signifikansi 0,743 lebih dari 0,05 (sig > 0,05) sehingga dinyatakan tidak terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar TA 2019/2020 Genap dan hasil belajar TA 2020/2021 Ganjil.Kata Kunci: Kesulitan Mahasiswa, Pembelajaran Online, Hasil Belajar, Era New Normal ABSTRACTThe difficulties of students in online learning during the new normal era are of particular concern to the world of education. This happened because of changes in the education system during the pandemic, especially in universities. This study aims to determine the difficulties of students in online learning in the new normal era and to determine the effect of these difficulties on student learning outcomes. This type of research is a mix method by combining qualitative and quantitative methods. Qualitative methods are used to determine student learning difficulties by collecting data through interviews and questionnaires. The quantitative method is also used to see the difference in learning outcomes for the 2019/2020 Even and the 2020/2021 Odd academic year. Qualitative data analysis by organizing data, describing data, classifying, selecting things to be studied to make conclusions. Quantitative data analysis using SPSS 19 software to calculate percentage, mean standard deviation and Kolmogorov-Smirnov test. The results showed that various student learning difficulties were found during online learning. The learning outcome data also shows a significance value of 0.743 more than 0.05 (sig > 0.05) so it is stated that there is no significant difference between the learning outcomes of the 2019/2020 Even academic year and the learning outcomes of the 2020/2021 odd academic year.Keywords: Student Difficulties, Online Learning, Learning Outcomes, New Normal Era
Analisis Berpikir Kritis Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Bergaya Kognitif Impulsif Dalam Memecahkan Masalah Matematika: Critical Thinking Analysis Of Elementary School Teacher Education Students With Impulsive Cognitive Style In Solving Mathematical Problems Nurun Ni'mah
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol. 18 No. 1 (2023): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pedagogik.v18i1.4745

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan berpikir kritis mahasiswa PGSD bergaya kognitif impulsif. Data dideskripsikan berdasarkan kriteria berpikir kritis klarifikasi, penilaian, penarikan kesimpulan dan strategi. Subjek penelitian adalah dua mahasiswa PGSD bergaya kognitif impulsif dipilih berdasarkan hasil MFFT (Matching Familiar Figure Test). Instrumen pendukung yang digunakan adalah tes MFFT, tes pemecahan masalah, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa berpikir kritis mahasiswa bergaya kognitif impulsif dalam klarifikasi mampu memahami informasi yang diketahui dan ditanyakan, mampu menilai konsep yang digunakan, belum mampu menampilkan hubungan antar informasi yang sesuai, dan belum mampu menggunakan konsep untuk pemecahan masalah.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN CRITICAL INVESTIGATION GROUP UNTUK MENGEMBANGKAN RASA INGIN TAHU SISWA Nurun Ni'mah; Arna Purtina; Dedy Setyawan
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 1 (2023): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i1.1909

Abstract

ABSTRAKPenelitian  ini  bertujuan  untuk  menemukan  suatu  model  pembelajaran yang  dapat  mengembangkan rasa ingin tahu siswa. Pengembangan model pembelajaran ini dilandasi oleh fakta dan pemikiran bahwa proses pembelajaran yang selama  ini  dilaksanakan  belum dapat memfasilitasi siswa untuk mengembangkan karakter rasa ingin tahu. Penelitian ini menggunakan penelitian R&D dengan metode  penelitian dan pengembangan  menggunakan model ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa 1)               Model Pembelajaran Critical Investigation Group dinyatakan valid dengan kriteria validasi 86% untuk RPP dan 94% untuk LKS. 2) Model Pembelajaran Critical Investigation Group dapat diterapkan untuk melihat perkembangan karakter rasa ingin tahu siswa karena dilihat dengan adanya peningkatan karakter rasa ingin tahu ketika digunakannya model pembelajaran Critical Investigation Group dalam pembelajaran dari presentase rata-rata 84% menjadi 97%. 3) Hasil belajar siswa di setiap pertemuan dapat dilihat bahwa ada peningkatan ketuntasan secara klasikal. Hal tersebut terlihat dari presentase di pertemuan pertama dan kedua yang awalnya pada pre-test 63% menjadi 72% dan pada post-test 77% menjadi 90%.Kata Kunci: Model Pembelajaran, Critical Investigation Group, Rasa Ingin Tahu ABSTRACTThis study aims to find a learning model that can develop students' curiosity. The development of this learning model is based on the facts and thoughts that the learning process that has been implemented so far has not been able to facilitate students to develop the character of curiosity. The Critical Investigation Group learning model is carried out using research and development methods through the ADDIE development model, namely Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. The results of this study stated that 1) The Critical Investigation Group Learning Model was declared valid with 86% validation criteria for lesson plans and 94% for student worksheets. 2) The Critical Investigation Group Learning Model can be applied to see the development of students' curiosity character because it can be seen by the increase in the curiosity character when the Critical Investigation Group learning model is used in learning from an average percentage of 84% to 97%. 3) Student learning outcomes in each meeting can be seen that there is an increase in classical completeness. This can be seen from the percentage at the first and second meetings which was initially 63% at the pre-test to 72% and at the post-test 77% to 90%.Keywords: Learning Model, Critical Investigation Group, Curiosity
Pengaruh Pembelajaran Berdiferensiasi Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Pembelajaran Matematika SD di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Ni'mah, Nurun
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol. 19 No. 1 (2024): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pedagogik.v19i1.6951

Abstract

Pembelajaran Matematika SD sebagai salah satu mata kuliah yang dinilai memegang peranan penting dalam peningkatan hasil belajar. Hasil belajar dilihat melalui tingkat kemampuan mahasiswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Kemampuan mahasiswa yang beragam membuat dosen harus melakukan inovasi agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Pembelajaran berdiferensiasi menekankan pentingnya respon dosen terhadap kebutuhan belajar mahasiswa tetapi berfokus pada kebutuhan belajar mahasiswa yang berbeda-beda. Penelitian ini dilakukan untuk mencari seberapa besar pembelajaran berdiferensiasi dapat mempengaruhi hasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran matematika SD di Perguruan Tinggi. Instrumen penelitian ini menggunakan pre-test dan post-test, yang mana pre-test akan diberikan sebelum pembelajaran berdiferensiasi dan post-test diberikan sesudahnya. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa semester I PGSD di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dengan total 90 orang dan sampelnya adalah mahasiswa semester I kelompok A yang berjumlah 20 orang. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan adalah dengan teknik Uji T Statistik Parametrik. Berdasarkan hasil analisis data pada tabel IV menunjukan bahwa pada variabel hasil belajar diperoleh nilai signifikansi < 0,005 yang berarti signifikan. Hal ini berarti penggunaan pembelajaran berdiferensiasi secara signifikan bisa meningkatkan hasil belajar mahasiswa.
UJI VALIDITAS DAN REALIBILITAS INTRUMEN PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA BERAKHLAK MULIA PADA MODEL PEMBELAJARAN HOLISTIC Bulkani, Bulkani; Raidin, Agung; Ni'mah, Nurun
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i2.4017

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi validitas dan reliabilitas instrumen pembentukan karakter bangsa yang berakhlak mulia melalui model pembelajaran holistik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain evaluatif, melibatkan 97 peserta didik yang terlibat dalam pendidikan karakter berbasis nilai moral. Instrumen berupa kuesioner dengan skala Likert 1-5 diujikan untuk mengukur karakter seperti integritas dan kepedulian sosial. Analisis data meliputi uji validitas menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan reliabilitas dengan Cronbach's Alpha. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden cenderung tidak setuju terhadap pernyataan terkait karakter, dengan nilai rata-rata di bawah 2. Validitas konstruk diperoleh dengan outer loading yang bervariasi, menegaskan bahwa indikator secara signifikan berkontribusi pada pengukuran karakter. Kesimpulan menegaskan pentingnya validitas alat ukur dalam menilai dampak model pembelajaran terhadap karakter bangsa yang berakhlak mulia.Kata Kunci: Validitas, realibilitas, intrumen, karakter, holistikABSTRACTThis study aims to evaluate the validity and reliability of instruments for fostering noble character through a holistic learning model among students engaged in character education programs. Using a quantitative evaluative approach, a purposive sampling method was employed to select 97 participants. A questionnaire measuring indicators of noble character—such as integrity, responsibility, honesty, and social concern—was developed based on a Likert scale of 1–5. Data were collected both online and in-person, ensuring respondent comprehension. The validity and reliability of the instrument were assessed through Confirmatory Factor Analysis (CFA) and Cronbach's Alpha. Results revealed that most items scored below a mean of 2, indicating a prevalent disagreement among respondents regarding the character values assessed. High outer loadings for social concern and responsibility indicators confirm the instrument's effectiveness. In conclusion, the holistic learning model significantly influences the development of noble character, underscoring the necessity for robust measurement tools in educational settings.Keywords: Validity, realibility, intrument, character, holistic
Efektivitas Pembelajaran Berbasis Permainan Tradisional "Balogo" Terhadap Literasi Numerasi dan Berpikir Kritis pada Siswa Sekolah Dasar Ni'mah, Nurun; Setyawan, Dedy; Astuti, Amelia Dwi
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2024): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pedagogik.v19i2.8400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pembelajaran berbasis permainan tradisional "Balogo" terhadap peningkatan literasi numerasi dan kemampuan berpikir kritis pada siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest kelompok tidak ekuivalen. Sampel penelitian terdiri dari 60 siswa kelas IV yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang diberikan pembelajaran berbasis permainan "Balogo" dan kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Data diperoleh melalui tes literasi numerasi dan tes berpikir kritis yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam literasi numerasi dan kemampuan berpikir kritis pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol, berdasarkan hasil uji t (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa permainan "Balogo" efektif dalam meningkatkan literasi numerasi dan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menyarankan agar metode pembelajaran berbasis permainan tradisional seperti "Balogo" dapat diintegrasikan dalam kurikulum pembelajaran untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan bermakna.
Efektivitas Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Falsafah Dayak Bumi Gawi Hatantiring Menggunakan Media Flip PDF pada Siswa Sekolah Dasar Verawati, Verawati; Ni'mah, Nurun; Ziaurrahman, Muhammad
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 17 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/konstruk.v17i1.3751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran Bahasa Inggris yang mengintegrasikan falsafah Dayak Bumi Gawi Hatantiring dengan bantuan media flip PDF pada siswa sekolah dasar. Falsafah Gawi Hatantiring menekankan pada nilai-nilai gotong royong dan kearifan lokal, diterapkan dalam materi ajar untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran bahasa inggris. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan one grup pretest and post-test design dan fokus utamanya adalah mengidentifikasi efektivitas pembelajaran bahasa inggris dengan falsafah dayak bumi gawi hatantiring menggunakan media flip PDF pada siswa sekolah dasar. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan tes yang diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran dilakukan. Analisis data penelitian ini menggunakan uji statistik deskriptif dan uji paired t test dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan (< 0,05). Hal tersebut menghasilkan perbedaan antara hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkan pembelajaran Bahasa Inggris berlandaskan falsafah gawi hatantiring berbantuan media flip PDF. Hasil uji effect size diperoleh angka sebesar 1,42 yang mana angka tersbeut berada pada kriteria efektivitas yag sangat besar (d > 0,8).
Penerapan model pembelajaran untuk mengembangkan berpikir kritis siswa bagi guru sekolah dasar Ni'mah, Nurun; Bulkani; Estimurti, Endang Sri; Setyawan, Dedy; Riadin, Agung
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v6i1.18689

Abstract

Peningkatan kualitas mengajar guru adalah hal terpenting dalam dunia Pendidikan mengingat guru adalah ujung tombak pelaksanaan pendidikan di sekolah. Selain itu pemerataan kualitas Pendidikan juga menjadi perhatian tersendiri pada kabupaten berkembang seperti di Kabupaten Barito Utara. Sejalan dengan hal tersebut, salah satu sekolah dasar swasta di Barito Utara yaitu SD Muhammadiyah memiliki komitmen dalam peningkatan kualitas mengajar guru agar guru di sekolah tersebut dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa di daerahnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan kompetensi guru-guru daerah dalam hal pengajaran. Adapun metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dalam bentuk pelatihan dengan tahapan yaitu: identifikasi, Pretest, pelaksanaan pelatihan dan Posttest. Dampak positif dirasakan dari pelatihan ini. Hal ini karena kegiatan ini dapat membantu kesulitan serta memenuhi kebutuhan peserta dalam hal penerapan model pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Selanjutnya, kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini juga mencapai target yang sudah disusun sebelumnya yaitu para guru mampu meningkatkan dan memperkaya pengetahuan mereka model pembelajaran, kemampuan berpikir kritis siswa serta cara pengembangan instrument berpikir kritis siswa.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Menggunakan Metode Make a Match Berbantuan Media Kartu Kata Peserta Didik Kelas V SD Negeri 2 Bungai Jaya Sari, Ida; Riadin, Agung; Ni'mah, Nurun
Jurnal Perspektif Penelitian Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Perspektif Penelitian Pendidikan
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jppp.v2i1.7566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (I) Mengetahui aktivitas belajar peserta didik dengan menggunakan metode make a match berbantuan media kartu kata di SD Negeri 2 Bungai Jaya. (2) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika peserta didik dengan menggunakan metode make a match berbantuna media kartu kata di SD Negeri 2 Bungai Jaya. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dikategorikan penelitian yang berusaha untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang dihadapi oleh situasi tertentu. Karena peneliti bertindak secara langsung dalam penelitian, mulai dari awal sampai akhir tindakan. Pengumpulan data yang diperoleh pada penelitian ini dilakukan melalui pengamatan (observasi) dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (I) Penerapan penggunaan metode make a match berbantuan media kartu kata pada materi operasi hitung perkalian bersusun panjang dan pendek berjalan dengan baik. Hasil setiap siklus mengalami kenaikan pada aktivitas guru dan peserta didik. Perolehan nilai aktivitas guru pada siklus I 3,13 (Baik) dan meningkat menjadi 3,71 (baik) hasil nilai aktivitas peserta didik pada siklus I yaitu 3,16 (Baik) dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 3,83 (Baik). (2) hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan setelah melakukan pembelajaran menggunakan metode make a match . Pra siklus nilai rata – rata peserta didik sebesar 47,5 dengan ketuntasan hasil belajar klasikal peserta didik 12,5% (tidak tercapai), dan meningkat pada siklus I menjadi 59 dengan ketuntasan hasil belajar klasikal peserta didik 37,5 % akan tetapi masih belum mencapai kategori ketuntasan klasikal yaitu 85 %. Kemudian dilakukan perbaikan pada siklus II sehingga rata – rata meningkat menjadi 90 dengan ketuntasan klasikal sebesar 100 % .