Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Waktu Sterilisasi terhadap Mutu Nasi Kuning Kemasan Retort Pouch Fitria Ningrum; Siti Susanti; Anang Mohamad Legowo
Jurnal Teknologi Pangan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.809 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2021.24380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu sterilisasi terhadap total mikroba, kandungan proksimat total energi dan mutu hedonik dengan atribut sensori warna, aroma, tekstur, rasa serta overall kesukaan nasi kuning kemasan retort pouch. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) monofaktor dengan 5 perlakuan serta 4 kali ulangan. Variasi perlakuan yang diberikan yaitu KP = penambahan kalsium propionat dan tanpa sterilisasi, P = Penambahan kalsium propionat dan sterilisasi 15 menit, T1 = Sterilisasi 10 menit, T2 = Sterilisasi 15 menit, T3 = Sterilisasi 20 menit. Data hasil pengujian total mikroba, proksimat dan total energi dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf signifikansi 5% dan dilanjut Uji Wilayah Ganda Duncan apabila terdapat pengaruh. Data uji hedonik dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dengan taraf signifikansi 5% dan apabila ada pengaruh dilanjut uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan waktu sterilisasi berpengaruh nyata terhadap kadar protein, kadar lemak, kadar abu, total energi dan overall kesukaan, namun tidak berbeda nyata dengan total mikroba, kadar air, kadar karbohidrat dan mutu hedonik yang meliputi warna, aroma, tekstur dan rasa. Perlakuan sterilisasi dengan lama waktu 20 menit mampu menyamai kualitas nasi kuning sterilisasi 15 menit dengan penambahan pengawet kalsium propionat secara mikrobiologi dan mutu hedonik namun menurunkan kualitas zat gizi dari nasi kuning. This study aims to determine the effect of different sterilization time on total microba, proximate composition, total energy and hedonic quality which includes color, aroma, texture,taste and overall preferences of “nasi kuning” using retort pouch packaging.The research design used was a monofactor Complete Random Design (CRD) with 5 treatments and 4 repetitions. Variation of treatment given is KP = calsium propionate without sterilization, P = calsium propionate and sterilization 15 minute, T1 = sterilization 10 minute, T2 = sterilization 15 minute and T3 = sterilization 20 minute. Data from the results of testing of total microba, proximate composition and total energy were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) with a significance level of 5% and followed by the Duncan Multiple Range Test if there was influence. The hedonic test data were analyzed using the Kruskal Wallis test with a significance level of 5% and if there was a continuing influence the Mann Whitney test. The results showed that the differences in fermentation time had a significant effect (P <0.05) on protein,fat, ash, total energy and overall preference, but did not significantly on total microba, moisture, carbohidrat and hedonic quality which include color, aroma, tekxture and taste. Sterilization 20 minute was able to match the quality of sterilization 15 menit and preservative of calcium propionate by microbiology and hedonic quality, but decrease the nutritional of “nasi kuning”  
Pengaruh Penggunaan Ekstrak Buah Semu Jambu Monyet (Anacardium occidentale L.) terhadap Karakteristik Fisik, Kimia dan Organoleptik Daging Ayam Kampung Priska Kamelia Isfanida; Siti Susanti; Valentinus Priyo Bintoro; Setya Budi M Abduh
Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.501 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2020.27562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan ekstrak buah semu jambu monyet dan mengamati pengaruhnya terhadap karakteristik fisik (keempukan), kimia (pH, kadar air dan kadar protein) serta organoleptik (aroma, rasa, tekstur dan kesukaan) pada daging ayam kampung. Penelitian ini menggunakan 6 perlakuan dan 3 ulangan dengan variasi konsentrasi ekstrak buah semu jambu monyet berbeda yaitu T0 (tanpa BSJM), T1 (1%), T2 (2%), T3 (3%), T4 (4%) dan T5 (5%). Bahan baku yang digunakan meliputi : daging ayam kampung, Buah Semu Jambu Monyet (BSJM), air mineral, etanol 70%, aquades, K2SO4, H2SO4, NaOH, H3BO3, HCl 0,1 N, indikator PP. Metode yang dilakukan meliputi : pengeringan BSJM, pembuatan ekstrak BSJM, pembuatan marinade ekstrak BSJM, perendaman daging ayam kampung dalam larutan marinasi BSJM selama 4 jam, pengujian mutu fisik, kimia dan organoleptik dari pengaruh perendaman dalam larutan marinasi BSJM, analisa data hasil pengujian mutu fisik, kimiawi da organoleptik dari pengaruh perendaman dalam larutan marinasi BSJM. Parameter fisik yang diuji meliputi : tekstur (keempukan). Parameter kimiawi yang diuji meliputi : pH, kadar air dan kadar protein. Parameter organoleptik yang diuji meliputi : aroma, rasa, tekstur dan kesukaan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak BSJM dengan konsentrasi yang berbeda pada daging ayam kampung memberikan pengaruh nyata terhadap tekstur (keempukkan), pH , kadar protein dan organoleptik sedangkan tidak berpengaruh terhadap kadar air daging ayam kampung. Perlakuan terbaik dari penelitian ini terjadi pada perlakuan T5 (konsentrasi ekstrak BSJM 5%) dengan hasil nilai tekstur paling empuk (60,83 g), nilai pH (5,27), nilai kadar air (95,67%) dan nilai kadar protein (4,04%). Data hasil pengujian organoleptik yaitu perlakuan T5 memberikan hasil aroma dan rasa tidak khas daging ayam kampung, tekstur empuk dan tidak suka.This study aims was to apply pseudo cashew fruit  extract and observe its effect on physical characteristics (tenderness), chemistry (pH, water content and protein content) and organoleptic (aroma, taste, texture and likeness) on native chicken meat. This study used 6 treatments and 3 replications with different concentrations of pseudo  cashew fruit extract  concentrations, namely T0 (without pseudo cashew fruit extract), T1 (1%), T2 (2%), T3 (3%), T4 (4%) and T5 ( 5%). Raw materials used include: native chicken meat, pseudo cashew fruit extract, mineral water, 70%  ethanol, distilled water, K2SO4, H2SO4, NaOH, H3BO3, HCl 0,1 N, PP indicator. The methods used include: drying pseudo cashew fruit  extract, making pseudo cashew fruit  extract, making marinade pseudo cashew fruit  extract soaking native chicken meat in pseudo cashew fruit  extract marinated solution for 4 hours, testing physical, chemical and organoleptic quality of the effects of immersion in the pseudo cashew fruit  extract  marinated solution, analyzing data from physical quality testing results , chemical and organoleptic effects of immersion in the pseudo cashew fruit  extract  marinated solution. Physical parameters tested include: texture (tenderness). Chemical parameters tested include: pH, water content and protein content. Organoleptic parameters tested included: aroma, taste, texture and likeness). The results of this study indicated that the addition of pseudo cashew fruit  extract extract with different concentrations in native chicken meat had a significant effect on texture (tenderness), pH, protein and organoleptic levels while it has no effect on the moisture content of native chicken meat. The best treatment of this study occurred in the treatment of T5 (pseudo cashew fruit  extract concentration of 5%) with the results of the softest texture value (60.83 g), pH value (5.27), water content value (95.67%) and protein content values (4.04%). The organoleptic test results, namely T5 treatment, gave the results of the aroma and taste not typical of native chicken meat, soft texture and dislike.
Analisis Rendemen, Kadar Alkohol, Nilai pH dan Total BAL pada Kefir Whey Susu Kambing dengan Lama Fermentasi yang Berbeda Lila Setiawati; Heni Rizqiati; Siti Susanti
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.066 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23771

Abstract

Kefir merupakan salah satu produk susu fermentasi yang dibuat dengan cara menambahkan bibit kefir (kefir grains) ke dalam susu. Kefir whey atau yang biasa di kenal dengan kefir bening berasal dari hasil pemisahan susu yang telah ditambahkan kefir grains selama proses fermentasi menjadi dua yaitu curd (dadih) dan whey yang merupakan cairan kuning beningnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap rendemen, kadar alkohol, nilai pH, dan total bakteri asam laktat (BAL) dari kefir whey susu kambing. Bahan yang digunakan adalah susu kambing segar, kefir grains, NaOH 0,1 N, aquades, phenolphtalein (PP) 1%, dan media deMan Rogosa Sharpe Agar (MRSA). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan yang diberikan adalah (T1) lama fermentasi 24 jam, (T2) lama fermentasi 36, (T3) lama fermentasi 48 jam, dan (T4) lama fermentasi 60 jam. Parameter yang diamati adalah rendemen, kadar alkohol, nilai pH, dan total bakteri asam laktat (BAL) akan dianalisis menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan lama fermentasi memberikan pengaruh pada rendemen, kadar alkohol, nilai pH dan total BAL. Semakin lama fermentasi yang dilakukan kadar alcohol dan total BAL semakin naik, dan nilai rendemen dan nilai pH mengalami penurunan.
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Daun Cincau Hitam Terhadap Karakteristik Fisikokimia Gel Cincau Hitam Denny Dwiputra; Amila Firdhauzi; Siti Susanti; Yoga Pratama
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.869 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh ektrak daun cincau hitam terhadap pH, viskositas, total padatan terlarut dan tekstur. Materi yang digunakan adalah daun cincau hitam dan pelarut sodium bikarbonat NaHCO3. Rancangan percobaan yang digunakan adalah menggunakan rancangan analisis regresi yang terdiri dari perlakuan menggunakan pelarut NaHCO3 dan suhu pemanasan 90oC selama 3 jam. Subtitusi ekstrak daun cincau hitam dengan konsentrasi penambahan aquades sebanyak 0%, 20%, 40%, 60% dan 80% (v/v) dan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Hasil menunjukkan bahwa Total padatan terlarut pada ektrak cincau hitam dipengaruhi oleh komponen pembentuk gel yang terdapat pada daun cincau hitam. pH pelarut cincau hitam dipengaruhi oleh asam organik dan pektin yang terdapat pada cincau hitam. Viskositas ektrak daun cincau hitam dipengaruhi oleh total padatan yang terlarut pada ektrak daun cincau hitam serta pH pelarut cincau hitam. Tekstur gel cincau hitam dipengaruhi nilai pH dan penambahan tepung tapioka.
Pengaruh Periode Fermentasi Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia dan Hedonik Nata Sari Jambu Biji Merah Nurwantoro Nurwantoro; Siti Susanti; Heni Rizqiati; Setya Budi M. Abduh
Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.338 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2020.24217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui periode fermentasi terbaik pada pembuatan nata sari jambu biji merah terhadap ketebalan, rendemen, warna (lightness dan redness), kadar air, kadar serat kasar dan uji hedonik (rasa, aroma, warna, tekstur, dan overall kesukaan). Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan periode fermentasi yaitu T1: 5 hari, T2: 7 hari, T3: 9 hari, T4: 11 hari dan T5: 13 hari. Bahan baku yang digunakan yaitu sari jambu biji merah, starter nata (Acetobacter xylinum), gula, Za, asam cuka dan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode fermentasi yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap ketebalan, rendemen, warna (lightness dan redness), kadar air, kadar serat kasar dan uji hedonik warna. Perlakuan yang optimal bagi ketebalan, rendemen, warna redness dan kadar serat kasar adalah dengan periode fermentasi T5: 13 hari dengan menghasilkan ketebalan (6,56mm), rendemen (19,13%), warna redness (-9,58), dan kadar serat kasar (2,47%), sedangkan untuk warna lightness dan kadar air perlakuan yang optimal adalah T1: 5 hari dengan menghasilkan warna lightness (59,41) dan kadar air (97,00%) serta hasil uji hedonik dapat diterima oleh panelis This research aims to obtain the best fermentation duration of nata made by guava extract on its thickness, yield, color (lightness and redness), water content, fiber content and hedonic characteristics on taste, aroma, colour, texture, and overall liking. This research used five treatments and four replications with fermentation duration of T1: 5 days, T2: 7 days, T3: 9 days, T4: 11 days, and T5: 13 days. The materials used in this research were guava extract, nata starter (Acetobacter xylinum), sugar, Za, acetic acid and water. The result showed there is a significant effect (P<0.05) of the variation of fermentation duration on thickness, yield, water content, fiber content and hedonic characteristic of color. The optimum treatment for thickness, yield, redness and fiber content is T5 with the fermentation duration of 13 days, which resulted in 6.56mm of thickness, 19.13% of yield, -9.58 of redness, and 2.74% of fiber content, while the optimum treatment for lightness and water content is T1 with the fermentation duration of 5 days, which resulted in 59,41 of lightness and 97,00 of water content  and acceptable hedonic result. 
Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Karasteristik Kimia dan Warna Minuman Fungsional Teh Kulit Kopi (Cascara) dalam Kemasan Kantung Grace Yana Hutasoit; Siti Susanti; Bambang DwiLoka
Jurnal Teknologi Pangan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.435 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2021.24204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pengeringan terhadap karasteristik fisik dan kimia dari produk teh kulit kopi (cascara) yang dikemas dalam bentuk kantung dengan melakukan uji fisik yakni perubahan warna dan pH sedangkan uji kimia yakni kadar air, abu, tanin, kafein dan aktivitas antioksidan. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan dengan variasi lama waktu pengeringan yaitu T1 4 jam, T2 5 jam, T3 6 jam dan T4 7 jam. Bahan baku yang digunakan berupa limbah kulit kopi varietas yellow caturra dan kartika yang berasal dari Desa Tretep, Temanggung Utara yang kemudian dikeringkan dengan lama waktu yang berbeda, lalu dihaluskan dan dimasukkan kedalam kantung teh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu pengeringan yang berbeda memberikan pengaruh nyata  (P<0,05) terhadap kadar air, abu, tanin, kafein dan aktivitas antioksidan serta perubahan warna seduhan. Perlakuan lama pengeringan yang ideal adalah waktu pengeringan 4 jam dengan kadar air 8,03 %, kadar abu 5,15 %, kadar tanin 124,99 ppm, kadar kafein 0,31 mg/g dan aktivitas antioksidan 39,43% serta warna seduhan kuning keemasan.This study aims to determine the effect pf drying on the physical and chemical characteristcs of coffee skin tea products (cascara) which are packaged in the form of pouches by carrying out chemical tests of water content, ash, tanin, caffeine, antioxidant activity and color changes. The design of study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications with variations in the length of drying time is T1 4 hours, T2 5 hours, T3 6 hours and T4 7 hours. The raw material used fresh coffee skin waste which has been separated from the seeds with yellow caturra and kartika varieties from Tretep, North Temanggung which is then dried with different lengths of time, than mashed and put into tea bags. The results showed that different drying times had a significant effect (P<0,05) on water content, ash, tannins, caffeine, antioxidant activity and color changes. The ideal treatment for drying is the drying time of 4 hours with water content 8,03%, ash 5,15%, tannin 124,99 ppm, caffeine 0,31 mg/g and antioxidant activity 39,43% and golden yellow steeping color.
Pengaruh Substitusi Kacang Tanah dengan Biji Ketapang (Terminalia cattapa) terhadap Sifat Kimiawi Selai Kacang Muhammad Faris Aulia; Yoga Pratama; Siti Susanti
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.568 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.21720

Abstract

Selai kacang merupakan salah satu produk olahan dengan bahan dasar kacang tanah yang paling populer di dunia. Di Indonesia, konsumsi kacang tanah masih lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah produksinya, sehingga diperlukan peningkatan produksi ataupun diversifikasi dengan bahan lain yang memiliki sifat baik fisik ataupun kimiawi yang menyerupai kacang tanah. Salah satu bahan yang memiliki kemiripan dengan kacang tanah adalah biji ketapang (Terminalia catappa). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberhasilan substitusi kacang tanah dengan menggunakan biji ketapang terhadap sifat kimiawi selai kacang tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor taraf substitusi kacang tanah dengan biji ketapang yaitu T0=0%, T1=5%, T2=10% T3=15%, dan T4=20%. Parameter yang diamati adalah kadar air, nilai aW, kadar lemak dan kadar protein. Data kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA dengan taraf signifikansi 5% dan jika terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa substitusi kacang tanah dengan biji ketapang tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, nilai aW, kadar lemak dan kadar protein dari selai kacang tanah. Dengan demikian secara kimiawi, dapat dikatakan substitusi dapat dilakukan hingga taraf 20%.  
Pengaruh Substitusi Kacang Tanah Dengan Biji Ketapang (Terminalia cattapa) Terhadap Sifat Fisik dan Organoleptik Selai Kacang satrio yudho widhiantoro; yoga pratama; Siti Susanti
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.945 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23408

Abstract

Selai kacang merupakan salah satu produk olahan dengan bahan dasar kacang yang paling populer di dunia. Di Indonesia, konsumsi kacang tanah masih lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah produksinya, sehingga diperlukan peningkatan produksi ataupun diversifikasi dengan bahan lain yang memiliki sifat baik fisik ataupun kimiawi yang menyerupai kacang. Salah satu bahan yang memiliki kemiripan dengan kacang adalah biji ketapang (Terminalia catappa). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberhasilan substitusi kacang tanah dengan menggunakan biji ketapang terhadap sifat kimiawi selai kacang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor taraf substitusi kacang dengan biji ketapang yaitu T0=0%, T1=5%, T2=10% T3=15%, dan T4=20%. Parameter yang diamati adalah kadar air, nilai aW, kadar lemak dan kadar protein. Data kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA dengan taraf signifikansi 5% dan jika terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan substitusi kacang dengan biji ketapang tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, nilai aW, kadar lemak dan kadar protein dari selai kacang. Sehingga secara kimiawi, dapat dikatakan substitusi dapat dilakukan hingga taraf 20%.
Karakteristik Uji Kesukaan, Fisik, dan Kimia Frozen Yoghurt dengan Penambahan Milk Cascara Setyoningsih Budirahayu; Anang M. Legowo; Siti Susanti
Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.624 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2020.27022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan milk cascara arabika terhadap karakteristik uji kesukaan, karakteristik fisik meliputi daya leleh, overrun, dan warna serta karakteristik kimia meliputi total padatan, pH dan aktivitas antioksidan. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan variasi konsentrasi milk cascara yaitu T0 = 0%, T1 = 10%, T2 = 20%, T3 = 30% dan T4 = 40%. Bahan baku yang digunakan yaitu milk cascara arabika, yoghurt plain, whipping cream, kuning telur, gula, dan CMC. Hasil dari penelitian ini yaitu penambahan konsentrasi milk cascara arabika yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap uji kesukaan dengan atribut warna dan overall kesukaan, karakteristik fisik yang meliputi warna, daya leleh, dan overrun serta berpengaruh terhadap karakteristik kimia yang meliputi total padatan, uji pH dan aktivitas antioksidan. Perlakuan yang paling optimal yaitu dengan konsentrasi milk cascara arabika T1 (10%) karena menghasilkan tingkat kesukaan warna yang optimum dan diterima secara overall oleh panelis, dengan hasil nilai daya leleh 8.54 menit, warna L* 90.50, a*3.75 dan b*15.50, total padatan 70.49%, pH 4.89, dan aktivitas antioksidan sebesar 30.55%. This study aims to determine the effect of the addition of Arabica cascara milk to the preference test characteristics, physical characteristics include melting power, overrun, and color as well as chemical characteristics including total solids, pH and antioxidant activity. This study used 5 treatments and 4 replications with variations in the concentration of milk cascara namely T0 = 0%, T1 = 10%, T2 = 20%, T3 = 30% and T4 = 40%. The raw materials used are Arabica cascara milk, plain yogurt, whipping cream, egg yolks, sugar, and CMC. The results of this study are the addition of different concentrations of Arabica cascara milk that has a significant effect on the preference test with color attributes and overall preference, physical characteristics including color, melting power, and overrun and also affect the chemical characteristics including total solids, pH test and antioxidant activity. The most optimal treatment is the Arabica milk cascara T1 concentration (10%) because it produces the optimum level of color preference and is accepted overall by the panelists, with the yield value of 8.54 minutes melting, color L* 90.50, a* 3.75 and b* 15.50, total solids are 70.49%, pH 4.89, and antioxidant activity is 30.55%.
Karakteristik Hedonik Puree Tempe - Pisang sebagai MP-Asi bagi Bayi Alergi Susu Sapi Lady Abigael Antono; Siti Susanti; Valentinus Priyo Bintoro; Ahmad Ni&#039;matullah Al-Baarri
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2018.22298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat Puree Formula Tempe-Pisang (PFTP) sebagai MP-ASI bagi bayi yang alergi susu sapi, lebih lanjut untuk mengetahui tingkat kesukaan (hedonik) terbaik dari PFTP yang dibuat dengan 5 formula yang berbeda dan mengetahui ada atau tidaknya perbedaan antara PFTP dengan produk MP-ASI komersial. Uji hedonik meliputi warna, aroma, rasa, tekstur dan overall. Perlakuan antara lain PFTP dengan 5 jenis formula Tempe-Pisang (% b/b) yaitu  F1=70:30, F2=60:40, F3=50:50, F4=40:60, dan F5=30:70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PFTP formula F5 adalah yang paling disukai oleh panelis dari segi rasa, aroma, tekstur, dan overall sedangkan dari segi warna PFTP formula F1 adalah yang paling disukai. Hasil uji hedonik antara formula F5 dengan produk MP-ASI komersial menunjukkan tidak terdapatnya perbedaan yang nyata. Dapat disimpulkan bahwa PFTP formula F5 dan produk MP-ASI komersial sama-sama disukai oleh panelis dari segi warna, aroma, rasa, tekstur dan overall. The aim of this research was to make Puree Formula Tempeh-Banana (PFTP) as a weaning food for infant with cow milk allergy, furthermore the best hedonic level of PFTP made with 5 different formula and differences between PFTP and commercial weaning food products was also analyzed. Hedonic tests include color, flavor, taste, texture, and overall preferences. The 5 types of Tempeh - Banana formula (% w/w) was F1 = 70: 30, F2 = 60: 40, F3 = 50:50, F4 = 40: 60, and F5 = 30: 70. The results showed that the F5 formula PFTP was most favored product by panelists in terms of taste, flavor, texture, and overall preferences. While in terms of color preferences, PFTP F1 formula was the most preferred product. Furthermore, the hedonic test result indicated no significant difference between the most preferred product of F5 and a commercial weaning food products. It can be concluded that the F5 formula PFTP and a commercial weaning food products were equally favored by panelists in terms of color, aroma, taste, texture and overalls.