Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN EKOWISATA SUBAK SEMBUNG DI DESA ADAT PEGUYANGAN, KECAMATAN DENPASAR UTARA, KOTA DENPASAR Lestari, Ni Putu Maylan Widya; Antarini, Lilik; Mirta, I Wayan
Jurnal Widya Publika Vol 13 No 2 (2025): Widya Publika
Publisher : Magister Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/widyapublika.v13i2.1658

Abstract

Partisipasi Masyarakat adalah investasi penting sebagai usaha dalam mewujudkan capaian pimpinan semuah daerah yang bernaung pada NKRI. Aktivitas pengontrolan kerusakan alam yakni satu diantaranya yaitu melaksanakan program maupun pemeliharaan SDA wajib diimplmenntasikan supaya mengontrol alih kegunaan, dan rusaknya lingkungan dikarenakan pembangunan failitas negara. Berdasarkan hal tersebut, maka pelaksanaan penelitian ini didasarkan pada rumusan masalah yakni “Bagaimana pola-pola keikutsertaa penduduk daerah ketika memajukan serta mengatur pariwisata Subak Sembung. Capaian melalui riset ini yakni guna memahami jenis-jenis keikutsertaan penduduk Ketika perwujudan serta perlakuan Ekowisata Subak Sembung. Prosedur cara riset yang diterapkan yakni penggambaran kualitatif, menerapkan konsep keikutsertaan penduduk berdasarkan pendapat Cohen & Uphoff dalam Siti Irene (2011). Metode pengumpulan hasil yang diterapkan yakni pengamatan, tanya jawab riset, maupun berkas-berkas, serta dokumentasi. Hasil temuan pada penelitian ini adalah bentuk-bentuk partisipasi masyarakat lokal dalam mengembangkan dan mengelola ekowisata ini tidak maksimal. Hal tersebut berdasarkan pada konsep yakni ilplementator-implementator tidak lengkap serta adanya kendala Ketika ditemukan persoalan pengembangan dan pengelolaannya. Kesimpulan dari riset ini yakni guna menemukan Solusi untuk problematika yang rasakan ketika pengembangan dan pengelolaan Ekowisata Subak Sembung maka kerjasama antara pihak pemerintah desa, pengelola ekowisata, serta masyarakat harus lebih ditingkatkan lagi, pengawasan harus lebih intensif seperti menganjurkan pendapat guna ikut dalam seluruh aktivitas atau program yang dilaksanakan di Ekowisata Subak Sembung.
Pemberdayaan Masyarakat dan Pengelolaan Ekowisata D’Bendungan View Telaga Tunjung Sebagai Wahana Rekreasi Wisata Alam Pedesaan I Made Wimas Candranegara; I Wayan Mirta; I Nyoman Mangku Suryana; I Putu Eka Mahardhika
Public Inspiration : Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pi.4.2.2019.97-104

Abstract

Abstrak The research was conducted by holding a lecture on community empowerment and the management of the ecotourism area of D'bendungan View Telaga Tunjung which was attended by 45 people consisting of managers, the Tabanan Regency Government and the local village community. This research uses the method of solving the steps of the problem-based learning method or problem solving method, namely the existence of problems that are considered important, formulating problems, analyzing hypotheses, collecting data, analyzing data, drawing conclusions, applying the conclusions obtained and reassessing the whole process of solving problem. Whereas the evaluation of activities uses the criteria reference evaluation, including tests before the training is conducted, tests during the training process, tests are given at the end of the training process. The results found activities include local village communities through Paiketan Krama Rantau Timpag (PAKERTI) as the manager of D'Bendungan View can find out and be able to explore their potential, especially related to ecotourism development. The government through the Department of Tourism in collaboration with the manager of 'Dendungan View is able to make a system (management) related to the management of Ecotourism. There is a synergy between the Government of Tabanan Regency through the Tabanan Regency Tourism Office in determining and including Dendungan View as an ecotourism area so that in the future Dendungan View will be one of the tourist destinations in Tabanan Regency. There are social and economic impacts felt by the local village after the implementation of this program. Keywords: Community empowerment, ecotourism area Abstrak Penelitian ini dilaksanakan dengan mengadakan ceramah tentang pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan Kawasan ekowisata D’Bendungan View Telaga Tunjung yang diikuti oleh 45 orang yang ada terdiri dari unsur pengelola, Pemerintah Kabupaten Tabanan dan masyarakat desa setempat. Penelitian ini menggunakan metode pemecahan dengan langkah-langkah metode pembelajaran berbasis masalah atau metode problem solving yaitu adanya masalah yang dipandang penting, merumuskan masalah, analisis hipotesis, mengumpulkan data, analisis data, mengambil kesimpulan, penerapan dari kesimpulan yang diperoleh dan menilai kembali seluruh proses pemecahan masalah. Sedangkan evaluasi kegiatan menggunakan evaluasi acuan kriteria, antara lain tes sebelum pelatihan dilaksanakan, tes disela-sela proses pelatihan, tes diberikan pada saat akhir proses pelatihan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini diantaranya masyarakat desa setempat melalui Paiketan Krama Rantauan Timpag (PAKERTI) selaku pengelola D’Bendungan View dapat mengetahui dan mampu menggali potensi yang dimilikinya khususnya berkaitan dengan pengembangan ekowisata. Pihak pemerintah melalui Dinas Pariwisata bekerjasama dengan pengelola D’Bendungan View mampu membuatkan sistem (manajemen) terkait pengelolaan Ekowisata. Adanya sinergisitas antara Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan dalam menetapkan dan memasukkan D’Bendungan View sebagai kawasan ekowisata sehingga kedepannya D’Bendungan View menjadi salah satu tujuan wisata di Kabupaten Tabanan. Adanya dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan oleh desa setempat setelah terlaksananya program ini. Kata kunci: Pemberdayaan masyarakat, kawasan ekowisata
Implementasi Program “We Love Bali” Berbasis CHSE (Clean, Health, Safety, Environment) dalam Pemulihan Pariwisata Bali I Made Wimas Candranegara; I Wayan Mirta; Kadek Agus Febriana Putra
Journal of Contemporary Public Administration Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jcpa.1.1.2021.27-32

Abstract

We Love Bali is a program created by the Ministry of Tourism and Creative Economy aiming to help tourism businesses in Bali to grow in the midst of new normal era while still paying attention to health protocols. This activity is supported by programs that can make tourists interested with the situation of tourist destinations in Bali. It is hoped that this program will be able to make tourism in Bali recover and the economy will rebound and people are able to return to their normal activities in the midst of the Covid 19 pandemic. This paper employs literature studies and interview to examine the implementation of the program. The descriptive result that emphasizes interviews with tourism actors are supported by data from tourists visiting Bali. The results of this study indicate that We Love Bali program is able to restore the economic condition of the Balinese people to a better condition. And also We Love Bali program is one of the programs implemented to help tourism businesses and the creative economy including hotels, travel businesses, transport businesses, tour guides, restaurants, tourist destinations, MSMEs, and others.
Implementasi Sistem Pendaftaran Daring (Si Taring) Dalam Pelayanan Publik Di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar Ni Luh Sephia Adnyani Putri; I Wayan Mirta; Gusti Agung Ayu Yuliartika Dewi
Journal of Contemporary Public Administration Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jcpa.3.1.2023.34-41

Abstract

Proses pelayanan publik diharapkan mampu mewujudkan konsep good governance agar pelayanan publik dapat berjalan secara maksimal. Salah satu daerah di Indonesia yang berupaya untuk menerapkan konsep good governance ialah Kota Denpasar yang terletak di Provinsi Bali. Kota Denpasar sebagai pusat pemerintahan yang memiliki tingkat mobilitas penduduk sangat tinggi telah berhasil meraih penghargaan tingkat nasional berupa Penghargaan Anugerah Pandu Negeri kategori Gold dengan penilaian tata kelola pemerintahan yang baik. Tetapi masih terdapat kendala dalam pelayanan publik yakni antrian masyarakat yang membludak serta dampak dari pandemi Covid-19. Sehingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar berupaya memberikan solusi melalui (Sistem Pendaftaran Daring) Si Taring sebagai upaya dalam pelayanan publik berbasis daring. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Implementasi Sistem Pendaftaran Daring (Si Taring) dalam Pelayanan Publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan 3 indikator dalam mengukur implementasi yakni melalui adanya program atau kebijakan, kelompok sasaran, dan elemen pelaksana. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pemerintah dan masyarakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan melalui kondensasi data, penyajian data, penarikan dan verifikasi kesimpulan serta diverifikasi melalui uji keabsahan data yakni kepercayaan, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Sistem Pendaftaran Daring (Si Taring) sudah berjalan dengan baik karena masyarakat sudah mengetahui adanya program Si Taring sehingga dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus admnistrasi kependudukan secara daring dan tidak perlu merasakan antrian yang panjang serta sudah tersedianya prosedur pelaksanaan pada website. Namun masih terdapat beberapa masyarakat yang kurang paham dengan layanan yang tersedia sehingga diperlukannya sosialisasi secara rutin melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar kepada masyarakat.
IMPLEMENTASI STRATEGI PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) AMERTA JYOTI DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA (PADES) DI DESA BERABAN, KECAMATAN KEDIRI, KABUPATEN TABANAN Ni Luh Pinky Novi Yani; I Wayan Mirta; I Gusti Agung Ayu Yuliartika Dewi
Journal of Contemporary Public Administration Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Contemporary Public Administration (JCPA) - Edisi November 2024
Publisher : Program Studi Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jcpa.4.2.2024.94-104

Abstract

The Village-Owned Enterprise (BUMDes) is a business entity aimed at managing economic ventures and public services to increase village income and empower the community. Based on Law Number 6 of 2014 and Government Regulation Number 11 of 2021, BUMDes is a legal entity established to manage the potential of the village, increase village original income, and develop village resources. The Amerta Jyoti Village-Owned Enterprise is a legal entity established by Beraban Village to manage businesses, utilize village assets, develop investments and productivity, and provide public services supported by work programs and the implementation of strategies owned by BUMDes. However, in relation to the implementation of the BUMDes strategy, it has not been carried out optimally. This can be seen from the unstable income of BUMDes each year, which means that its contribution to the original income of Beraban Village is still not optimal. Therefore, this research aims to determine the implementation of the strategy of managing BUMDes Amerta Jyoti in Beraban Village in efforts to increase village original income. The method used in this research is descriptive qualitative. The data collection techniques used include observation, interviews, and documentation. The data sources of this research come from primary and secondary data. The technique for determining informants in this research is purposive sampling, where selection is made based on certain considerations. The informants in this research consisted of 6 people based on their roles, fields, and understanding. The data analysis technique used includes data collection, data presentation, conclusion drawing, and data reduction. The analysis used is one of the strategic management approaches according to Wheelen and Hunger, which is strategy implementation with indicators used to analyze in this study, such as programs, budgets, and procedures. The results of this study show that the implementation of the strategy of BUMDes Amerta Jyoti in Beraban Village to increase village original income has not been maximized. This can be seen from the programs that have not been optimally implemented due to the need for more effective strategy application, the budget that requires strengthening of capital, both from the village government or from BUMDes income, and the procedures that have been carried out according to applicable policies.
PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN EKOWISATA SUBAK SEMBUNG DI DESA ADAT PEGUYANGAN, KECAMATAN DENPASAR UTARA, KOTA DENPASAR Ni Putu Maylan Widya Lestari; Lilik Antarini; I Wayan Mirta
Jurnal Widya Publika Vol 13 No 2 (2025): Widya Publika
Publisher : Magister Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/widyapublika.v13i2.1658

Abstract

Partisipasi Masyarakat adalah investasi penting sebagai usaha dalam mewujudkan capaian pimpinan semuah daerah yang bernaung pada NKRI. Aktivitas pengontrolan kerusakan alam yakni satu diantaranya yaitu melaksanakan program maupun pemeliharaan SDA wajib diimplmenntasikan supaya mengontrol alih kegunaan, dan rusaknya lingkungan dikarenakan pembangunan failitas negara. Berdasarkan hal tersebut, maka pelaksanaan penelitian ini didasarkan pada rumusan masalah yakni “Bagaimana pola-pola keikutsertaa penduduk daerah ketika memajukan serta mengatur pariwisata Subak Sembung. Capaian melalui riset ini yakni guna memahami jenis-jenis keikutsertaan penduduk Ketika perwujudan serta perlakuan Ekowisata Subak Sembung. Prosedur cara riset yang diterapkan yakni penggambaran kualitatif, menerapkan konsep keikutsertaan penduduk berdasarkan pendapat Cohen & Uphoff dalam Siti Irene (2011). Metode pengumpulan hasil yang diterapkan yakni pengamatan, tanya jawab riset, maupun berkas-berkas, serta dokumentasi. Hasil temuan pada penelitian ini adalah bentuk-bentuk partisipasi masyarakat lokal dalam mengembangkan dan mengelola ekowisata ini tidak maksimal. Hal tersebut berdasarkan pada konsep yakni ilplementator-implementator tidak lengkap serta adanya kendala Ketika ditemukan persoalan pengembangan dan pengelolaannya. Kesimpulan dari riset ini yakni guna menemukan Solusi untuk problematika yang rasakan ketika pengembangan dan pengelolaan Ekowisata Subak Sembung maka kerjasama antara pihak pemerintah desa, pengelola ekowisata, serta masyarakat harus lebih ditingkatkan lagi, pengawasan harus lebih intensif seperti menganjurkan pendapat guna ikut dalam seluruh aktivitas atau program yang dilaksanakan di Ekowisata Subak Sembung.