Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Peran Pemimpin dalam Membangun Kerjasama Tim Organisasi Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial 2024-2025 The Role of Leaders in Building Teamwork in the Student Representative Body Organization of the Faculty of Social Sciences 2024-2025 Lutfiah Aila Nada; Ellen Christy; Muhammad Annoer Rafiq; Yeza Pebina; Flores Tanjung
Jurnal Antropologi Sumatera Vol. 23 No. 1 (2025): Vol 23, No 1 (2025): Jurnal Antropologi Sumatera, Desember 2025
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/fpy2j718

Abstract

Penelitian ini ingin mengetahui peran seorang pemimpin dalam membangun kerja sama tim di dalam Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Ilmu Sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan cara wawancara, observasi, dan melihat dokumen. Hasilnya menunjukkan bahwa pemimpin berfungsi sebagai pemandu, penghubung, dan motivator bagi anggota dalam menjalankan kegiatan organisasi. Gaya kepemimpinan yang digunakan adalah demokratis, yaitu lebih mengutamakan musyawarah, terbuka, dan melibatkan partisipasi aktif dari anggota. Sikap terbuka pemimpin menciptakan suasana organisasi yang harmonis, meningkatkan semangat kerja, serta memperkuat kebersamaan dalam tim. Dengan demikian, kepemimpinan yang partisipatif dan komunikatif memberikan dampak positif terhadap kohesivitas dan produktivitas di dalam organisasi kemahasiswaan.
Konflik Ideologi Antargenerasi dalam Percepatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945 Elsadai Valencia Hutagaol; Sofia Andira; Tania Alexandra Tambunan; Tiwi Yoselin Simanjuntak; Flores Tanjung
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i2.4171

Abstract

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945, terjadi perbedaan pandangan di antara para tokoh pergerakan nasional antara golongan muda yang bersikap revolusioner dan golongan tua yang mengutamakan pendekatan diplomatis. Penelitian ini bertujuan menganalisis konflik ideologi antargenerasi tersebut serta menjelaskan perannya sebagai faktor struktural dalam percepatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis melalui studi pustaka terhadap buku sejarah, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa golongan muda mendorong proklamasi segera dilaksanakan tanpa menunggu persetujuan Jepang karena memandang kekalahan Jepang sebagai momentum yang harus dimanfaatkan. Sebaliknya, golongan tua memilih strategi diplomasi dengan mempertimbangkan stabilitas politik dan legitimasi internasional melalui lembaga seperti BPUPKI dan PPKI. Ketegangan kedua golongan mencapai puncaknya dalam Peristiwa Rengasdengklok yang pada akhirnya menghasilkan kompromi politik dan mempercepat lahirnya proklamasi pada 17 Agustus 1945. Kebaruan penelitian ini terletak pada penempatan konflik ideologis antargenerasi sebagai variabel analitis utama, bukan sekadar latar peristiwa historis, sehingga memperkaya perspektif historiografi kemerdekaan Indonesia.
Analysis of the Pastor's Leadership in Instilling Christian Values in the GSJA CLC Congregation Olivia Sri Simanullang; Kristiani Della Manurung; Elly Fadilla Siregar; Zuhro Tamanna Daulay; Flores Tanjung
Dharmawangsa: International Journal of the Social Sciences, Education and Humanitis Vol 6, No 3 (2025): Social Sciences, Education and Humanities
Publisher : Universitas Dharmawangsa Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/ijsseh.v6i3.7689

Abstract

This study aims to analyze in depth the role and effectiveness of pastoral leadership in the process of instilling Christian values in the congregation at the City Life Center Assemblies of God Church (GSJA CLC). Christian values are an essential foundation for the congregation's spiritual and moral growth, and the pastor's leadership plays a key role as a role model, teacher, and motivator. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. Data collection was conducted through in-depth interviews with the pastor and congregation representatives, participant observation, and analysis of internal church documents related to the development and teaching programs.
Kesawan Square in Heritage Tourism: Historical Dynamics and Digital Transformation, 2010-2025 Flores Tanjung; Pulung Sumantri
Warisan: Journal of History and Cultural Heritage Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Mahesa Research Center (PT. Mahesa Global Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/warisan.v6i2.2864

Abstract

This study investigates the evolving dynamics of the Kesawan Area in Medan City as a heritage tourism destination from 2010 to 2025. Its primary aim is to analyze the processes of revitalization, branding strategies, and digital transformation undertaken to establish Kesawan as a historical icon of the city, while also examining how these processes shape perceptions of heritage. The research employs a qualitative approach with a descriptive-historical method, drawing on field observations, interviews, and documentation. The findings indicate that the period 2010–2020 marked the initial phase of revitalization, characterized by heritage branding through cultural festivals, architectural preservation, and the promotion of regional identity. In contrast, the period 2020–2025 witnessed the adoption of smart tourism and digital technologies, which significantly increased tourist visits and stimulated the growth of local micro, small, and medium enterprises. Strong branding reinforced Kesawan’s historical image, while digital transformation expanded accessibility and enhanced tourist engagement, despite persistent challenges such as the digital divide and the risk of commodification. The study underscores that heritage preservation can be managed adaptively and sustainably through the integration of branding strategies and digital innovation. Theoretically, it contributes to the field of heritage tourism by offering insights into how historical dynamics and digital transformation intersect to shape the meaning of heritage within urban spaces.
Dinamika Kejayaan dan Faktor Penyebab Kemunduran Kerajaan Sriwijaya Sindy Maulana; Rizka Afani; Amelya Katrina Naibaho; Cita Aggraini Sihaloho; Flores Tanjung
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v3i1.8102

Abstract

Kerajaan Sriwijaya adalah salah satu kerajaan Maritim terbesar di Asia Tenggara yang didirikan sekitar tahun 7 hingga 13 Masehi. Artikel ini membahas tentang kejayaan Sriwijaya dari berbagai sudut pandang, seperti politik, ekonomi, agama, dan budaya, serta meninjau faktor-faktor yang berkontribusi pada kemundurannya. Dengan melihat berbagai sumber sejarah yang ada, baik yang langsung maupun tidak langsung, penelitian ini menunjukkan bahwa kejayaan Sriwijaya dipertahankan karena pengendalian jalur perdagangan laut, dominasi politik di sekitar wilayah, serta menjadi pusat pengembangan agama Buddha. Kemunduran itu terjadi karena gabungan faktor luar seperti serangan militer dari kerajaan Chola dan Singasari, serta faktor dalam berupa melemahnya pengawasan terhadap wilayah yang telah dikendalikan dan perubahan jalur perdagangan.