Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Tea Plantation in Tourism, Conservation, and Economic Perspectives (a Study on Pagilaran Tea Plantation, Batang Regency)‎ Raras Gistha Rosardi; Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti; Hamdan Tri Atmaja; Juhadi Juhadi
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 7 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The plantation sector is a conflict-prone sector. The interests of various parties are disembogued in the plantation sector. Policies, legal regulations, hopes to provide welfare and a vehicle for research and education are part of the dynamics of Plantation. The objectives of this research is to findings in the form of a new perspective on Pagilaran tea plantations. The method used in this research is qualitative. Tea plantation is the leading sector in Indonesia which is favored by beautiful natural scenery, superior tea commodities, and efforts to preserve nature. Pagilaran Tea Plantation has core businesses in the form of Production, Trade, and Agrotourism. Pagilaran tea plantation is an icon of family-based tourism and study tour. Pagilaran develops its plantations in accordance with RA (Rainforest Alliance) standards and government regulations. PT Pagilaran is also committed to always playing an active role in preserving the environment. Tour packages based on the potential of natural resources and education of tea commodities become the main attraction for Pagilaran, including Tea Walking, Tea Factory, and Sun Rise at Tea Plantation Peak‎. The management principle of PT. Pagilaran Tea Plantation is a Closed Cluster Economy that empowers local communities to be empowered in Pagilaran Tea Plantation‎.
Paradigma Budaya Patriraki di Indonesia dalam Perspektif Sosial Budaya terhadap Laju Pertumbuhan Penduduk Herdania, Kafita; Faridah, Nisrina Eka; Septiawan , Hidayatullah Fadli; Rosardi , Raras Gistha; Septiantoko, Riko
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v11i1.85429

Abstract

Budaya patriarki merupakan sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama dan mendominasi berbagai peran dalam masyarakat. Sistem ini menciptakan hierarki gender yang tidak setara, di mana perempuan seringkali berada pada posisi subordinat. Budaya patriarki yang telah ada sejak zaman penjajahan menciptakan ketidaksetaraan gender dan membatasi peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, pekerjaan, dan hubungan sosial. Meskipun budaya ini terus berkembang, terdapat pergeseran yang terlihat dengan menurunnya angka pernikahan perempuan dalam beberapa tahun terakhir yang mempengaru2hi laju pertumbuhan penduduk. Systematic Literature Review ini bertujuan untuk memahami dampak sosial dan budaya hingga demografi yang disebabkan dari patriarki, serta upaya-upaya yang diperlukan untuk mencapai kesetaraan gender. Metode penyusunan artikel ini menggunakan systematic literatre review dengan menyasar jurnal nasional. Kajian literatur secara deskriptif dilakukan pada 7 artikel penelitian kualitatif dan kuantitatif. Hasil kajian literatur ini menunjukkan bahwa budaya patriarki berdampak negatif terhadap perempuan dan pertumbuhan penduduk, meskipun begitu kesadaran serta gerakan untuk memberdayakan perempuan semakin meningkat. Upaya untuk mengatasi budaya patriarki harus melibatkan pendidikan serta kebijakan pemerintah yang mendukung hak-hak Perempuan.
EDUKASI TRANSPORTASI SEBAGAI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Widiastuti, Anik; Rosardi, Raras Gistha; Sudarsono, Agus
JIPSINDO Vol. 4 No. 1 (2017): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.331 KB) | DOI: 10.21831/jipsindo.v4i1.14836

Abstract

Penelitian dengan judul Pemahaman Edukasi Transportasi sebagai Upaya Pendidikan Karakter Siswa SMP Insan Cendekia Turi bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan keterampilan bagi para siswa SMP Insan Cendekia Turi tentang tata tertib serta etika berlalu lintas. Pengetahuan dan keterampilan tentang tata tertib dan etika berlalu lintas yang diperoleh melalui kegiatan penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan karakter siswa-siswi sebagai upaya mengurangi jumlah pelanggaran lalu lintas sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini dilatarbelakangi karena SMP Insan Cendekia Turi memiliki lokasi yang dekat dengan jalan raya akan tetapi tidak terlalu banyak angkutan umum yang dapat diakses siswa dari rumahnya sehingga banyak siswa yang harus membawa kendaraan bermotor ke sekolah. Penelitian ini menggunakan metode ceramah, demonstrasi, dan simulasi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 siswa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa hasil tes penguasaan materi, serta hasil angket kepuasan pelaksanaan didominasi oleh siswa yang termasuk dalam kategori baik, sehingga dapat dikatakan cukup berhasil. Hal di atas menunjukkan bahwa penguasaan siswa terhadap materi transportasi dapat dikatakan baik karena didominasi oleh siswa yang memiliki skor hasil tes dalam kategori tinggi sebanyak 27 siswa dan yang memperoleh skor hasil tes dengan kategori rendah hanyak 10 siswa saja. Hal di atas menunjukkan tingkat kepuasan siswa terhadap kegiatan penelitian dapat dikatakan baik karena didominasi oleh siswa yang memberi skor angket dalam kategori tinggi sebanyak 38 siswa dan yang memberi skor hasil angket dengan kategori rendah hanyak 5 siswa saja.
PEMAHAMAN MAHASISWA PESERTA PENGAJARAN MIKRO TERHADAP KURIKULUM 2013 Saliman, Saliman; Supardi, Supardi; Rosardi, Raras Gistha
JIPSINDO Vol. 4 No. 1 (2017): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.256 KB) | DOI: 10.21831/jipsindo.v4i1.14838

Abstract

Penelitian bertujuan untuk untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa peserta pengajaran mikro terhadap kurikulum 2013 di jurusan Pendidikan IPS dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan selama ini di jurusan Pendidikan IPS agar mahasiswa peserta pengajaran mikro mampu memahami kurikulum 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket. Sampel yang diambil sebanyak 81 mahasiswa peserta pengajaran Microteaching. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan data persentase dan diagram untuk menunjukkan tingkat pemahaman sampel terhadap kurikulum 2013. Hasil penelitian diperoleh data bahwa mahasiswa yang memiliki tingkat pemahaman sangat tinggi sebesar 43,68%, tinggi sebesar 24,36%, sedang sebesar 0% dan rendah sebesar 0%. Kategori pemahaman sangat tinggi diperoleh sebanyak 43,68% mahasiswa, walaupun belum sampai 50% akan tetapi persentase ini dapat dikatakan sudah baik. Berdasarkan data hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa pemahaman mahasiswa jurusan Pendidikan IPS terhadap kurikulum 2013 sangat didukung oleh mata kuliah yang mendukung terhadap kebijakan pendidikan, perangkat pembelajaran di sekolah, dan strategi pembelajaran di kelas. Pemahaman kurikulum 2013 diperlukan agar mahasiswa jurusan Pendidikan IPS siap untuk terjun di lapangan dalam kegiatan PPL (Praktek Pengajaran Lapangan).
Education Based Tourism Model at Pagilaran Tea Plantation, Keteleng Village, Batang Regency, Central Java, Indonesia Rosardi, Raras Gistha; Prajanti, Sucihatiningsih Dian Wisika; Atmaja, Hamdan Tri; Juhadi
Indonesian Journal of Community Services Cel Vol. 1 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Services Cel
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.225 KB) | DOI: 10.70110/ijcsc.v1i1.5

Abstract

The phenomenon of traveling is now returning to nature, which is a beautiful and naturally identical environment in the village. Rural areas that offer special tourism potential become a separate tourist magnet for domestic tourists from urban and foreign countries.Pagilaran tea plantation is a natural potential of Batang regency which is administratively located in Pagilaran Hamlet, Keteleng Village, Blado District, Batang Regency. Pagilaran Tea Plantation should be one of the leading icons of Batang Regency to be maximized into agro-industry, agribusiness and agro-tourism. PT Pagilaran as part of Gadjah Mada University (UGM) has always been active in carrying out the mandate of the tri dharma of higher education in order to create a sustainable tea commodity plantation world, through various scientific studies by students, lecturers, and researchers as well as the empowerment of National Nuclear Plantation Farmers (Pir). Until now, The Pagilaran tea plantation is used as a place for student practice from the faculty of agriculture from several universities in indonesia. Educational and research activities are going well at the pagilaran tea plantation and there are even researchers from japan who are conducting research on tea plants at the Pagilaran Tea Plantation.
Improving Social Studies learning activity and outcomes through multimedia-based learning Winarsi, Winarsi; Azizah, Primanisa Inayati; Rosardi, Raras Gistha; Setya Dhewantoro, Happri Novriza
JIPSINDO Vol. 12 No. 2 (2025): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v12i2.89925

Abstract

This research was motivated by the low learning activity and low learning outcomes of social studies of class VII/B students in the second semester at SMP Negeri 2 Dusun Selatan. Indicators of low learning activity include a lack of enthusiasm for learning and a tendency to be apathetic in participating in learning. This can be seen from students' responses to teacher questions, their activeness in expressing opinions or ideas, and low student participation in learning. Meanwhile, indicators of low learning outcomes are seen from classical completeness, which is still below 75% with the KKM value of Social Studies for Class VII in the second semester of the 2024/2025 Academic Year at SMP Negeri 2 Dusun Selatan being 70. To overcome this problem, a Classroom Action Research was conducted that focused on increasing activity and improving learning outcomes through the use of multimedia-based learning media. This Classroom Action Research (CAR) used the Kemmis and McTaggart model, which was implemented in 2 (two) cycles on 31 students. Data was collected through learning activity observations, learning outcome tests, and student response questionnaires. The results showed a significant increase in learning activity, learning outcomes, and classical mastery. Learning activity increased by 17.4%, from 68.9% pre-cycle to 75.4% in Cycle 1 and 86.3% in Cycle 2. Student learning outcomes increased by 13.9%, from 72.6% in the pre-cycle to 80.3% in Cycle 1 and 87.7% in Cycle 2. Classical mastery percentage increased by 29%, from 65% in the pre-cycle to 83% in Cycle 1 and 94% in Cycle 2. It was concluded that the use of multimedia-based learning media can improve the social studies learning activity and learning outcomes of grade VII/B students in the 2024/2025 academic year at SMP Negeri 2 Dusun Selatan.
Strengthening the competence of junior high school social studies teachers in Klaten Regency in the implementation of deep learning Anik Widiastuti; Raras Gistha Rosardi; Happri Novriza Setya Dhewantoro; Anam, Ahmad Muzakkil
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol. 11 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v11i1.15801

Abstract

Education plays a central role in shaping individual character and skills, especially amid the increasingly complex challenges of globalization. Meanwhile, in the context of Social Studies learning at the Junior High School level, the current approach still prioritizes memorization and data mastery without being balanced by the development of critical and analytical thinking skills. The deep learning approach has emerged as a solution to improve the quality of IPS education. This approach encourages students to understand concepts in depth and contextualize them with real-life situations. Teachers play a key role in the successful implementation of deep learning in IPS education, so they must understand what deep learning is and how to apply it. This community service program was organized to enhance the understanding and practical skills of Social Studies teachers at the Junior High School level in Klaten Regency. The method used in this program is a participatory and collaborative approach involving the Social Studies Teacher Forum (MGMP) through workshops and hands-on training. The results of this activity show an increase in teachers' understanding of the deep learning concept and their ability to design IPS learning at the SMP level using a deep learning approach.