Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Kompetensi Mengajar Guru IPS SMP di Kabupaten Sleman Widiastuti, Anik
NUANSA Vol 1 No 1 (2012): Edisi Maret - Agustus 2012
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.057 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kompetensi mengajar guru IPS SMP di Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini seluruh guru IPS SMP di Kabupaten Sleman yang berjumlah 244 guru. Sampel diambil sebanyak 30% dari populasi, yaitu sebanyak 73 guru dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket dan lembar penilaian dokumen guru. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kompetensi mengajar guru IPS ekonomi SMP di Kabupaten Sleman: 32,88% tergolong tinggi; 56,16% tergolong sedang; dan 10,96% tergolong rendah.
UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI PADA KEGIATAN PEMBELAJARAN Bhismantara, Bramanti Sancaka; Iskandar, M. Yakub; Wijayanti, Hendrika Tri; Widiastuti, Anik; Wulandari, Taat; Rokhim, Hanif Nur
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v9i1.80

Abstract

In this 4.0 era, the development of Science and Technology (IPTEK) cannot be separated from every area of ​​life. The role of science and technology is to participate in facilitating and building every implementation of the ideals of independence, one of which is in the field of education. This article aims to empower and improve teachers' ability to master Information and Communication Technology (ICT) as a support for learning, considering that the limited ability to master technology among teachers in Indonesia is still a problem. The research method used is through literature studies that are conceptual in nature and related to ideas and theoretical studies. The ICT capabilities possessed by teachers will help in the process of creating all the components needed for teaching in order to improve the quality of learning in the era of globalization. This article uses a literature study method through collecting library data to produce an idea or thoughts. It is hoped that this article can be an effort to improve teachers' ability to utilize technology in their role as educators, because massive technological advances would be a shame if they were not balanced with the readiness of human resources regarding mastery skills.
PENGOPTIMALAN MANAJEMEN PEMBIAYAAN DAN ANGGARAN UNTUK EFEKTIVITAS PENGELOLAAN SARANA PRA SARANA PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Widiastuti, Anik; Rokhim, Hanif Nur; Fahira, Sausan Azzah; Agata, Jovita Wahyu
Jurnal Manajemen Pendidikan Penelitian Kualitatif Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jmppk.7.2.p.42-46

Abstract

One of the key factors that influences the quality of education is financing and budget management, especially in the context of managing school infrastructure. This research aims to optimize financing and budget management in order to increase the effectiveness of school infrastructure management. The method used is a qualitative descriptive approach through library research or literature review using journals appropriate to the research topic with the aim of producing output based on available data and providing an explanation of the findings which can be used as a reference for further research studies. The research results show that optimizing financing and budget management can increase the effectiveness of infrastructure management. Concrete steps such as increasing the allocation of funds for maintaining infrastructure, increasing the capacity of school administrators in budget planning, and implementing an effective monitoring system can make a positive contribution to improving the quality of learning.  
TANTANGAN GURU DALAM MENGINTEGRASIKAN PENDIDIKAN INKLUSIF DALAM KONTEKS MULTIKULTURAL: PERAN DAN PENGELOAAN GURU Rahmah, Nida'ur; Edwanto, Maulidia Nuraini; Widiastuti, Anik; Wulandari, Taat; Rokhim, Hanif Nur
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v4i1.2954

Abstract

Tujuan penelitian untuk menunjukkan bahwa guru memiliki beragam tantangan dalam peran dan pengelolaan mengintegrasikan Pendidikan inklusif dalam konteks multikultural. Metode penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Hasil dari penelitian ini, pendidikan inklusif merupakan konsep pendekatan dalam konteks multikultural. Siswa memiliki budaya, bahasa, latar belakangnya, yang berbeda-beda. Pendidikan Inklusif menerapkan prinsip persamaan, kebutuhan, sehingga guru harus mengintegrasikan pendidikan multikultural ke dalam metode, media, dan strategi pengajaran mereka.Mereka harus beradaptasi dengan karakteristik unik siswa dan memastikan bahwa mereka memiliki kemampuan intelektual, fisik, serta mental yang diperlukan.Guru harus memberikan pelatihan dan pengembangan profesional dalam pendidikan multikultural, karena beberapa guru mungkin kurang memiliki kemampuan literasi dan komunikasi. Guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengajar di lingkungan multikultural, memahami dunia, berpikir, bertindak, berkomunikasi, dan belajar. Mereka perlu memahami konsep multikultural dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif bagi siswa.
Community Empowerment Strategy Based on Social Entrepreneurship Values Through Village-Owned Enterprise in Indonesia: The Contribution for Social Studies Education Widiastuti, Anik; Mulyani, Endang; Riani, Lilia Pasca; Saputri, Agatha; Samsudin, Norsamsinar
JIPSINDO Vol. 11 No. 2 (2024): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v11i2.76897

Abstract

BUMDes or Village-Owned Enterprise (VOE) as the spearhead of the Indonesian Government's extension in solving poverty problems in rural areas is still not performing optimally because it has faced many problems for which solutions have not yet been found. A holistic strategy is needed to cover various aspects and involve various parties to achieve VOE goals. This research examines various community empowerment strategies based on social entrepreneurship values through VOE. This is qualitative descriptive research. The data used is primary data from the in-depth interviews with informants by determining informants using the snowball sampling method, observation, and documentation. Secondary data was obtained from research results published in journals indexed by Dimension, Sinta, and Google Scholar as well as news from the official websites of credible institutions. The unit of analysis for this research is 6 VOE in the Special Region Provinces of Yogyakarta and Central Java, Indonesia. The research results show that there are 5 strategies for community empowerment based on social entrepreneurial values through VOE, namely 1) economic-based empowerment; 2) environment-based empowerment; 3) arts-culture and local wisdom-based empowerment; 4) community-based empowerment; and 5) village asset management-based empowerment. The research results can be adapted and adopted by other VOE as an effort to empower the community by choosing one of the strategies that is most relevant to the problems that occur, available resources, and the characteristics of the local community.
TANTANGAN GURU DALAM MENGINTEGRASIKAN PENDIDIKAN INKLUSIF DALAM KONTEKS MULTIKULTURAL: PERAN DAN PENGELOAAN GURU Rahmah, Nida'ur; Edwanto, Maulidia Nuraini; Widiastuti, Anik; Wulandari, Taat; Rokhim, Hanif Nur
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v4i1.2954

Abstract

Tujuan penelitian untuk menunjukkan bahwa guru memiliki beragam tantangan dalam peran dan pengelolaan mengintegrasikan Pendidikan inklusif dalam konteks multikultural. Metode penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Hasil dari penelitian ini, pendidikan inklusif merupakan konsep pendekatan dalam konteks multikultural. Siswa memiliki budaya, bahasa, latar belakangnya, yang berbeda-beda. Pendidikan Inklusif menerapkan prinsip persamaan, kebutuhan, sehingga guru harus mengintegrasikan pendidikan multikultural ke dalam metode, media, dan strategi pengajaran mereka.Mereka harus beradaptasi dengan karakteristik unik siswa dan memastikan bahwa mereka memiliki kemampuan intelektual, fisik, serta mental yang diperlukan.Guru harus memberikan pelatihan dan pengembangan profesional dalam pendidikan multikultural, karena beberapa guru mungkin kurang memiliki kemampuan literasi dan komunikasi. Guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengajar di lingkungan multikultural, memahami dunia, berpikir, bertindak, berkomunikasi, dan belajar. Mereka perlu memahami konsep multikultural dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif bagi siswa.
Implementasi dan dampak pendidikan holistik berbasis lingkungan pada siswa: studi kasus di sekolah alam Widodo, Syukri Fathudin Achmad; MR, Moh Irsyad Fahmi; Widiastuti, Anik; Ahmed, Touheed; Shahzeb, Shahzeb
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 24 No. 2 (2024): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v24i2.76954

Abstract

This study investigates the implementation of holistic education at Sekolah Alam Sukahaji in Tasikmalaya and how it impacts student development. The study used a qualitative case study design and employed participant observation, in-depth interviews, and document analysis. Data were collected over a period of six months from various stakeholders, including teachers, parents, and students. The results showed that Sekolah Alam Sukahaji successfully integrated the national curriculum with a nature-based learning approach and the institution's core values. Sekolah Alam Sukahaji created a learning environment that supports the overall growth of students by using an experiential learning model and the surrounding environment as a medium for learning. This model has been shown to improve students' cognitive, affective, and psychomotor abilities. The active involvement of parents in the learning process reinforces the idea that education is holistic and has a positive impact on students' cognitive and socio-emotional development. Thus, Sekolah Alam Sukahaji offers a viable option for the education system and contributes significantly to the diversification of learning methods and education models in Indonesia.
Relevansi nilai-nilai luhur kebudayaan terhadap budi pekerti peserta didik dalam pembelajaran IPS Annas, Amarudin; Noveles, Aditya Indit; Nikmah, Mila Kholidatun; Muna, Nuzaela Nafisatul; Seviana, Ranida; Khotrunada, Vida; Widiastuti, Anik
Jurnal Ilmiah WUNY Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah WUNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jwuny.v6i1.66437

Abstract

Pendidikan merupakan usaha yang dilakukan seseorang untuk dapat mengembangkan potensi dalam dirinya baik berupa pengetahuan, ketrampilan, dan nilai-nilai moral kehidupan. Setiap manusia berhak mendapatkan pendidikan tanpa membeda-bedakan berdasarkan latar belakang sosial, ekonomi, atau budaya. Melalui pendidikan, seseorang dapat mencapai kemerdekaan dalam hidupnya sehingga mampu untuk membuat keputusan dalam hidupnya, mengelola waktu dengan baik, mandiri, serta profesional ketika menjalani pekerjaan. Dalam mewujudkan generasi bangsa yang berakal budi dan memiliki kebijaksanaan dalam berperilaku sesuai dengan nilai-nilai luhur kebudayaan di tengah era globalisasi sekarang ini, maka perlu adanya upaya-upaya konkret berupa pengajaran budi pekerti pada peserta didik dalam pembelajaran IPS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui relevansi nilai-nilai luhur kebudayaan terhadap budi pekerti peserta didik dalam pembelajaran IPS. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu studi literatur (Library research), dimana peneliti menggunakan beberapa literatur untuk memperoleh data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi relevansi nilai-nilai luhur kebudayaan terhadap budi pekerti peserta didik dalam pembelajaran IPS dapat dilakukan dengan mengintegrasikan budaya tepo seliro dengan pembelajaran IPS yang telah dirancang oleh pendidik, sehingga pembelajaran mencangkup nilai-nilai budaya yang luhur meliputi pengajaran kearifan lokal, tradisi, adat istiadat, dan etika yang ada dalam budaya masyarakat. Pembelajaran melalui penerapan nilai-nilai budaya bertujuan untuk membentuk peserta didik yang bertanggung jawab terhadap perkembangan budi pekerti mereka sehingga dalam kehidupan bermasyarakat mereka dapat memberi dampak positif di lingkungannya. Hal tersebut selaras dengan tujuan dari pembelajaran IPS yaitu untuk menjadikan peserta didik sebagai warga negara yang baik (good citizen).
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Acute Decompensated Heart Failure (Adhf) Dengan Intervensi Utama Pemberian Posisi Semi Fowler (30 – 45) : Studi Kasus Antika, Febrianti Nur; Hudiyawati, Dian; Widiastuti, Anik
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32646

Abstract

Latar Belakang: Heart decompensation merupakan faktor yang memperparah kondisi gagal jantung kronis yang disebabkan oleh mekanisme dekompensasi tubuh. Hipertensi tidak terkontrol merupakan salah satu faktor risiko heart decompensation yang dapat memperburuk mekanisme dekompensasi dengan adanya target organ damage (TOD). Pasien dengan heart decompensation juga disertai masalah pernapasan seperti dyspnea, ortopnea, dan paroxysmal nocturnal dyspnea (PND). Tujuan: untuk memberikan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami Acute Decompesated Heart Failure (ADHF). Metode: yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Pengkajian pada. Tn. H didapatkan tiga diagnosis yaitu penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan afterload, kelebihan volume cairan berhubungan dengan gangguan mekanisme regulasi, dan intoleransi aktifitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen. Adapun tindakan yang dilakukan adalah perawatan jantung, terapi oksigen, pemantauan respirasi, dan pencegahan syok. Hasil: Setelah dilakukan intervensi selama 3 hari diperoleh hasil keadaan Tn.H membaik. Kesimpulan: TTV ; TD : 128/90 mmHg, Nadi : 80x/menit, SpO2 : 98%, RR : 20x/menit, Suhu : 36.4 C, Urine tampung sejak 11 oktober sebanyak 600 cc, bengkak tampak berkurang, pasien tampak berada di posisi semi fowler. Kata Kunci : Acute Decompensated Heart Failuree (ADHF), Intervensi Keperawatan
Social Action Project to Enhance Entrepreneurial Competencies Widiastuti, Anik; Wulandari, Taat
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 13 No 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpiundiksha.v13i3.69631

Abstract

Socio-creative entrepreneurship competencies are essential for learners to have as life skills. Socio-creative entrepreneurship competence can be promoted through projects. This study aims to analyze the effectiveness of social action projects in improving learners' social-creative entrepreneurship competencies. This research is a quasi-experimental posttest-pretest non-equivalent control group design involving 57 learners in a junior high school. Data on socio-creative entrepreneurship competencies were divided into three aspects: cognitive, affective, and psychomotor. Data on cognitive aspects were collected using test techniques and instruments in the form of essay test sheets. In contrast, affective and psychomotor aspects were collected using survey techniques and instruments in the form of questionnaire sheets. The results were analyzed using inferential descriptive statistics and the Mann-Whitney U test. The pre-test, post-test, and N-gain scores were compared. The statistical analysis results showed that social action projects affect socio-creative entrepreneurship competencies. The scores achieved by students in the class that used the social action project model were higher. Therefore, the social action project model is declared "effective" and can be applied in learning to improve social-creative entrepreneurship competencies. The learners' socio-creative entrepreneurship competence increased with the challenging atmosphere of social action projects in social studies learning. It is recommended that teachers use the social action project model to improve learners' entrepreneurial competencies as a preparation for the 21st century. Teachers should carefully adjust the social action project to the topic of the material to make it more contextual to life.