Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Evaluasi Praktek Pendampingan Best Practice Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPS Di SMP Di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah Saliman Saliman; Satriyo Wibowo; Anik Widiastuti; Raras Gistha Rosardi
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pembelajaran IPS bagi guru perlu mendapatkan perhatian khusus melalui kegiatan pendampingan. Tantangan dan peluang guru untuk menunjukkan ide dan gagasan kreatifnya semakin terbuka lebar. Best Practice merupakan ketrampilan menulis yang harus dimiliki seorang guru untuk mengevaluasi dan menjadikan bahan refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan. Metode kegiatan yang digunakan antara lain: ceramah, workshop, dan penugasan. Rancangan ditentukan dengan menilai penugasan peserta didik dengan rentang skor 0-100 dan memberikan angket kepuasan pelanggan PPM dengan butir soal sebanyak 40 dan rentang skor 1-4. Pemahaman guru setelah diberikan materi tentang Best Practice; Menjadikan Sekolah Unggul dengan metode ceramah, workshop serta penugasan. Berdasarkan hasil penilaian naskah Best Practice yang dibuat oleh semua peserta PPM maka hasilnya adalah 25% berkategori sangat baik dengan nilai diatas 85, 60% berkategori baik dengan nilai antara 70 sampai 85 sedangkan 15% berkategori cukup dengan nilai dibawah 70. Berdasarkan hasil angket kepuasan guru yang dibagikan oleh Tim Pengabdi sebagai bentuk evaluasi kegiatan pendampingan maka diperoleh 64% berada pada katergori tinggi, 30% berada pada kategori cukup tinggi dan 6% berada pada kategori rendah.
Pemberdayaan Masyarakat di Desa Wisata Brajan, Sleman Yogyakarta Saliman Saliman; Satriyo Wibowo; Anik Widiastuti; Raras Gistha Rosardi
JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol 6, No 2 (2019): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.32 KB) | DOI: 10.21831/jipsindo.v6i2.28403

Abstract

Yogyakarta merupakan salah satu wilayah yang sukses dalam pengembangan konsep desa wisata. Salah satunya kabupaten yang cukup berhasil dalam pengembangan desa wisata adalah Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberdayaan pemerintah desa Brajan dalam mengembangkan desa wisata.Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian utama dalam penelitian ini adalah kepala pemerintahan (dukuh), ketua pengelola desa wisata Brajan, pengrajin bambu, ketua RT, ketua RW dan ketua pemuda. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dipergunakan adalah analisis data interaktif model Miles Huberman.Hasil penelitian menemukan bahwa: Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah desa berupa pembuatan kerajinan bambu. Masyarakat melihat potensi kerajinan bambu dusun Brajan memiliki keunikan, yang dapat dimanfaatkan untuk membangun desa. Potensi lain adalah kekayaan budaya yaitu kesenian kuntulan dan campursari. Masyarakat memasukan potensi tersebut kedalam paket wisata dengan harapan nantinya wisatawan dapat menikmati dan mempelajari kesenian kuntulan dan campursari. Wisatawan yang datang ke desa wisata Brajan belum melihat adanya potensi kesenian tersebut, kebanyakan dari mereka hanya mencari kerajinan bambu. Hal tersebut bisa terjadi karena kurangnya promosi kepada wisatawan yang akan datang, selanjutnya juga dikarenakan desa wisata Brajan masih dalam kategori berkembang.
TRACER STUDY JURUSAN PENDIDIKAN IPS: PEMETAAN DAN IDENTIFIKASI KETERSERAPAN LULUSAN JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FIS UNY DI DUNIA KERJA TAHUN 2014 Saliman Saliman; Supardi Supardi; Satriyo Wibowo
JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol 2, No 1 (2015): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.685 KB) | DOI: 10.21831/jipsindo.v0i0.4526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan profil lulusan Jurusan Pendidikan IPS tahun 2008-2010 dan relevansi kurikulum di Jurusan Pendidikan IPS UNY dengan kebutuhan pasar kerja. Profil lulusan meliputi masa tunggu lulusan, persen lulusan yang sudah bekerja, dan penghasilan pertama yang diperoleh. Metode penelitian Tracer Study ini dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan survei. Subjek penelitian adalah lulusan Jurusan Pendidikan IPS FIS UNY tahun 2008-2010 sebanyak 51 orang. Hasil pengumpulan data dengan teknik angket dan dokumentasi diperoleh balikan sejumlah 47 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan persentase kemudian dideskripsikan sebagai gambaran profil dari lulusan. Hasil penelitian diperoleh 1. Profil lulusan Jurusan Pendidikan IPS tahun 2008-2009 sebagai berikut: a. sebanyak 63,8 persen lulusan sudah memperoleh pekerjaan kurang dari enam bulan, 36,2 persen lulusan memperoleh pekerjaan pertama lebih dari 6 bulan, b. Persentase lulusan yang sudah bekerja sebagai Guru yaitu 60 persen dan non Guru 28,4 persen, serta hanya 11, persen belum bekerja. c. Penghasilan pertama yang diperoleh sebanyak 52 persen kurang dari Rp 700.00,-, dan 47 persen lulusan antara Rp 751.000,00 – Rp 1000.000,00. 2. Relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja diperoleh hasil sebanyak 78,95 persen lulusan merasa memiliki life skill untuk jenis pekerjaan yang sesuai latar pendidikan dan 78,79 persen lulusan menyatakan materi kuliah yang diberikan di Jurusan Pendidikan IPS sudah sesuai kebutuhan pekerjaan yang sesuai latar belakang pendidikan.
Implementasi Program Sekolah Adiwiyata Di SMA N 11 Yogyakarta Azizah, Primanisa Inayati; Wibowo, Satriyo; Putri, Rizka Aprilia
Almufi Jurnal Pendidikan Vol 3 No 3: Desember (2023)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan lingkungan hidup sangat strategis dilaksanakan di sekolah-sekolah. Salah satunya adalah SMA N 11 Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang bagaimanakah pelaksanaan program adiwiyata di SMA N 11 Yogyakarta.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, metode penelitian yang dijalankan adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah seluruh warga sekolah, sedangkan partisipan adalah guru-gutu yang terlibat langsung pada pelaksanaan program adi wiyata. Data dikumpulkan dengan cara wawancara dan observasi yang dilakukan di lingkungan sekolah, kemudiand ata dianalisis menggunakan teknik analisis data interaktif yang dikembangkan oleh Miles, Huberman, dan Saldana(2014) yang meliputi tahapan kondensasi data, data display, dan penarikan kesumpulan. Hasil penelitian menunjukkan SMA N 11 Yogyakarta adalah salah satu sekolah yang menjadi percontohan pelaksanaan program sekolah adi wiyata di Yogyakarta. Nilai peduli lingkungan telah nampak pada visi misi sekolah, kemudian teraktualisasikan dalam beragam kegiatan di sekolah. Tiga kegiatan ikonik diantaranya adalah adanya instalasi pengolahan air hujan menjadi air minum, budidaya lebah trigona/klanceng, dan juga greenhouse multifungsi. Selama sekolah ini menjalankan program adiwiyata, sekolah telah merasakan manfaatnya, yaitu dimana siswa memiliki kesadaran lingkungan yang lebih baik.
PENDIDIKAN KARAKTER DI SMP NEGERI 2 KLATEN DAN MTS. WAHID HASYIM YOGYAKARTA Sudarsono, Agus; Sudrajat, Sudrajat; Wibowo, Satriyo
JIPSINDO Vol. 3 No. 1 (2016): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.646 KB) | DOI: 10.21831/jipsindo.v3i1.9663

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) persepsi kepala sekolah, ustadz, guru, dan pengasuh tentang pendidikan karakter; 2) implementasi pendidikan karakter di SMP Negeri 2 Klaten dan MTs. Wahid Hasyim; 3) kebijakan sekolah dalam implementasi pendidikan karakter di SMP Negeri 2 Klaten dan MTs. Wahid Hasyim; 4) peran serta warga sekolah dalam implementasi pendidikan karakter di SMP Negeri 2 Klaten dan MTs. Wahid Hasyim. Metode penelitian yang dipergunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan yaitu: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis intraktif model Miles dan Huberman yang meliputi kegiatan: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kepala sekolah, guru, ustadz mempunyai persepsi yang memadai tentang pendidikan karakter. 2) implementasi pendidikan karakter di MTs. Wahid Hasyim mengacu pada nilai-nilai religious dengan mengintegrasikan inkulkasi nilai dalam seluruh aktivitas santri baik di dalam pembelajaran, ekstra kurikuler, kegiatan belajar, mengaji, makan, istirahat, dan lainlain; 3) program pendidikan karakter telah dirancang oleh wakil kepala bidang kurikulum dan pengajaran, sedangkan di MTs. Wahid Hasyim dirancang oleh kepala madrasah.; 4) peran serta warga sekolah baik guru/ustadz, pembimbing, karyawan, dan masyarakat sekitar mempunyai peran yang signifikan.
PEMAHAMAN MENEJEMEN BENCANA SISWA SMP DI KABUPATEN SLEMAN Sudarsono, Agus; Wibowo, Satriyo
JIPSINDO Vol. 4 No. 1 (2017): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.031 KB) | DOI: 10.21831/jipsindo.v4i1.14834

Abstract

Strategi penanggulangan bencana akan dapat berjalan dengan efektif apabila penduduk mempunyai pemahaman yang memadai mengenai menejemen dan mitigasi bencana. Wilayah Kabupaten Sleman sebagai wilayah yang rawan dengan bencana khususnya letusan gunung Berapi dan gempa bumi membutuhkan menejemen bencana yang komprehensif agar resiko bencana dapat ditekan seminimal mungkin apabila bencana melanda kawasan tersebut. Oleh karena itu, penelitian tentang pengetahuan menejemen bencana bagi siswa SMP di Kabupaten Sleman menjadi penting untuk dilakukan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey. Jenis penelitian ini dipilih karena peneliti hanya berusaha mengumpulkan informasi sederhana tentang menejemen kebencanaan yang ada di sekolah siaga bencana. Kemudian informasi tersebut dapat dijadikan sebagai bahan untuk menjelaskan fenomena sosial yang terjadi di sekolah. Penjelasan tentang hal penting mengingat pendidikan kebencanaan yang masih belum mendapatkan kesempatan yang memadai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya siswa mempunyai pemahaman yang memadai tentang becana, khususnya becana alam gunung meletus, namun sebagian besar kurang mengetahui bencana alam tsunami dan gempa bumi tektonik. Responden mempunyai apresiasi positif terhadap sekolah sebagai sekolah siaga bencana. Mereka juga mengetahui bahwa sebagai sekolah siaga bencana, sekolah mempunyai beberapa fasilitas seperti: petunjuk evakuasi, alat peringatan dini, ruang perawatan korban, dan panduan kebencanaan. Persepsi mengenai sekolah siaga bencana juga menunjukkan respon yang sangat baik, dimana secara umum siswa mengetahui bahwa sekolah mereka merupakan sekolah siaga bencana (89%). Mereka juga menganggap bahwa sekolah siaga bencana mempunyai peranan yang signifikan dalam mengurangi dampak resiko bencana (89%). Fasilitas yang dimiliki oleh sekolah dirasakan masih kurang oleh siswa (47%). Hal ini bisa jadi disebabkan adanya kesenjangan antara alat peraga, atau alat lainnya dengan jumlah siswa. Sekolah sudah dilengkapi dengan 3 buah alat peringatan dini bencana, papan petunjuk jalur evakuasi, modul bencana, dan alat komunikasi. Mereka berpendapat bahwa pemerintah diharapkan memberikan atau menyediakan alat peringatan dini bencana, bukan hanya di sekolah tetapi juga di berbagai tempat agar semua penduduk dapat mengetahui apabila bencana alam datang. Mereka juga mengharapkan agar alat-alat tersebut dikontrol apakah masih dapat berfungsi dengan baik atau tidak.
The utilization of the Indonesian Karst Museum for Social Sciences learning in middle school Wibowo, Satriyo; Dhewantoro, Happri Novriza Setya
JIPSINDO Vol. 11 No. 2 (2024): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v11i2.77785

Abstract

This study seeks to explore how the Indonesian Karst Museum can be used in creating educational materials for Social Studies within the Gunung Sewu UNESCO Global Geopark area, while also exploring the museum's potential as an educational medium to enhance students' understanding of geology and karst ecosystems. The research employs a qualitative method through observations and interviews with museum staff and local Social Studies teachers. The findings reveal that the museum contains numerous relevant collections that can be incorporated into the Social Studies curriculum, though challenges in implementation were also identified. The use of the Indonesian Karst Museum in developing teaching materials for Social Studies within the Gunung Sewu area offers numerous benefits. Beyond enriching students' learning experiences, the museum also helps connect theoretical knowledge to daily life. By adopting an innovative and interactive approach, the museum has the potential to inspire Social Studies education. It is anticipated that it will lay the foundation for the development of more relevant teaching materials, optimize the use of local heritage in teaching practices, and engage students while raising awareness about the importance of preserving the karst environment in the region.
PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN IPS TERHADAP MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI Sugiharyanto, Sugiharyanto; Wulandari, Taat; Wibowo, Satriyo
JIPSINDO Vol. 1 No. 2 (2014): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.235 KB) | DOI: 10.21831/jipsindo.v2i1.2887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa pendidikan IPS Universitas Negeri Yogyakarta terhadap mitigasi bencana gempa bumi. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan populasi mahasiswa Jurusan Pendidikan IPS UNY yang berjumlah 264 mahasiswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proportional stratified random sampling sedangkan perhitungan pengambilan sampel berdasarkan monogram Harry King. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket atau kuesioner. Uji validitas instrumen menggunakan korelasi product moment dan uji reliabilitas instrumen menggunakan rumus alpha cronbach. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa Pendidikan IPS UNY terhadap mitigasi bencana gempa bumi berada pada kategori sangat baik sebesar 59,9%, kategori baik sebesar 43,4%, kategori cukup sebesar 0,7%, dan kategori kurang sebesar 0%. Kesimpulan untuk masing-masing indikator dapat dirinci sebagai berikut: (1) Persepsi mahasiswa Pendidikan IPS terhadap mitigasi struktural bencana gempa bumi sebesar 56,6% berkategori sangat baik, 41,5% berkategori baik, dan 5,9% berkategori cukup; (2) Persepsi mahasiswa Pendidikan IPS terhadap mitigasi nonstruktural bencana gempa bumi sebesar 50,6% berkategori sangat baik, 48,7% berkategori baik, dan 0,7% berkategori cukup. Persepsi mahasiswa Pendidikan IPS terhadap mitigasi bencana gempa bumi berdasarkan angkatan atau tingkatan sebagai berikut: (a) Mahasiswa Pendidikan IPS angkatan 2012, sebesar 48,1% berkategori sangat baik, 50% berkategori baik, dan 1,9% berkategori cukup; (b) Mahasiswa Pendidikan IPS angkatan 2011, sebesar 52% berkategori sangat baik dan 48% berkategori baik; serta (c) Mahasiswa Pendidikan IPS angkatan 2010, sebesar 64% berkategori sangat baik dan 36% berkategori baik.
STRATEGI COOPERATIVE LEARNING SEBAGAI PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS Sudrajat, Sudrajat; Suparmini, Suparmini; Wibowo, Satriyo
JIPSINDO Vol. 2 No. 2 (2015): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.633 KB) | DOI: 10.21831/jipsindo.v2i2.7778

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan kualitas pembelajaran dan hasi belajar IPS di SMP denga menggunakan pendekatan cooperative learning. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode CAR (Classroom Action Research) yang dilaksanakan di SMPN 4 Wates dan SMP Negeri 1 Manisrenggo. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan tes. Analisis data menggunakan teknik analisis data interaktif model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan Penerapan metode think pair share di SMP Negeri 4 Wates terbukti mampu meningkatkan kemampuan berfikir kritis. Penerapan metode Buzz Group dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII C di SMP Negeri 1 Manisrenggo dapat disimpulkan baik karena rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I siswa yang mengelami peningkatkan hasil belajar sebanyak 23 siswa dengan persentase sebesar 74,19 %. Pada siklus II siswa yang mengalami peningkatan hasil belajar sebanyak 12 siswa dengan persentase sebesar 38,71 %, dan terdapat 9 siswa dengan persentase sebanyak 29,03% yang hasil belajarnya tetap, namun berhasil menjawab semua butir soal dengan benar pada soal pre-test maupun post-test. Pada siklus II juga terjadi peningkatan hasil belajar dari 8 siswa yang memiliki hasil belajar tetap dan menurun pada siklus I. Dari 8 siswa tersebut 7 siswa mengalami kenaikan hasil belajar sedangkan 1 siswa tidak hadir sehingga tidak mengikuti pembelajaran pada siklus II.
TRADISI REWANG SEBAGAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT PALIYAN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA Romli, Muhammad; Wibowo, Satriyo
JIPSINDO Vol. 7 No. 2 (2020): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v7i2.11648

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) tradisi rewang sebagai kearifan lokal masyarakat Desa Mulusan Paliyan Gunungkidul; 2) hambatan tradisi rewang di Desa Mulusan Paliyan Gunungkidul. Penelitian dilakukan di Desa Mulusan, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul. Data diperoleh dengan menggunakan metode observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik, sedangkan analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tradisi rewang memenuhi empat indikator kearifan lokal: a) khazanah pengetahuan yang didasarkan pada pengetahuan lokal; b) mengalami perubahan dari waktu ke waktu; c) hidup dan dikenal dalam masyarakat tertentu; d) bersifat dinamis. Keempat indikator tersebut dipenuhi tradisi rewang dalam hal: a) latar belakang tradisi rewang merupakan pengetahuan lokal yang berupa gotong royong; b) perubahan-perubahan tradisi rewang; c) proses dan tata cara pelaksanaan yang unik dan berbeda dari daerah lain; d) sifat tradisi rewang yang mudah menyesuaikan dengan keadaan; 2) Tradisi rewang memiliki hambatan-hambatan yang bersifat ringan, dalam arti hambatan-hambatan yang belum sampai menimbulkan kekhawatiran akan hilangnya tradisi rewang. Hambatan yang muncul disikapi dengan bijak oleh masyarakat dan tokoh adat hingga ditemukan jalan keluar.