Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

TOOLS MANAJEMEN KAMPUNG HIJAU: SARANA PEMULIHAN LINGKUNGAN MENGHADAPI PANDEMI DI PERKOTAAN Suprobo, F. Priyo; Mutfianti, Ririn Dina
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 5 No 1 (2021): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2021
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.63 KB)

Abstract

Tatanan kehidupan baru di semua sektor membutuhkan persiapan yang matang dalam tidak hanya di aspek kesehatan publik. Pondasi yang terkuat justru pada relasi manusia dan alam melalui kesadaran ekologis. Kesadaran ini perlu dibangun sejak dini melalui pendidikan ekologis yang benar. Masyarakat kampung perkotaan dapat menjadi rujukan sekaligus sasaran awal yang tepat bagi pertumbuhan kesadaran ekologis. Rumusan dan implementasi praktis tools manajemen kampung hijau dapat menjadi sarana efektif bagi pemulihan lingkungan dalam menghadapi pandemi Covid-19 di perkotaan. Tools ini bisa berperan lebih apabila melibatkan peran akademisi mampu berkolaborasiefektif bersama para warga kampung kota. Kampung kota menjadi lebih berdaya dinamis dalam menghasilkan inovasi lingkungan bagi kampung kota Hasil pengujian menunjukkan bahwa kelompok warga dan akademisi lebih memberikan kinerja tinggi dibandingkan aktifitas warga saja (p-value Mann-Whitney: 0.036). Kampung kota merupakan pertahanan kota yang layak diperjuangkan.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARENA OLAHRAGA EKSTREM DENGAN PENERAPAN ARSITEKTUR METAFORA DI KOTA SURABAYA Sukamto, Cecilia Evitha; Mutfianti, Ririn Dina; Risma, Risma
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 5 No 1 (2021): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2021
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.578 KB)

Abstract

Kegiatan yang berkaitan dengan gerakan jasmani, bermain , dan rekreasi merupakan Olahraga. Objek dari perencanaan ini adalah olahraga rekreasi .Salah satu yang termasuk kegiatan rekreasi yaitu olahraga ekstrem. Kategori yang termasuk olahraga ekstrem itu adalah skateboard dan sepeda BMX. Olahraga ekstrem ini sangat kental anak remaja keberadaan olahraga ekstrem ini tidak jauh dengan adanya permasalahan. Hal ini disebabka kegiatan olahraga ekstrem ini biasanya di lakukan di jalan raya dan menggunakan fasilitas umum. Dengan adanya permasalahan ini muncul sebuah perencanaan dan perancangan untuk memenuhi kebutuhan olahraga ekstrem sehingga menggangu pengguna jalan raya maka olahraga ini akan ditampung menjadi satu wadah yaitu arena bermain berupa skatepark indoor. Dengan adanya sebuah skatepark indoor permasalahan untuk olahraga ekstrem dapat teratasi. Skatepark yang ada di Kota Surabaya provinsi Jawa Timur saat ini adala skatepark outdoor yang berada di taman bungkul dan di monkasel. Keadaan kedua skatepark ini masih apa adanya dan luas areanya masih kurang luas sehingga masih belum mencakup jumlah skateboarder yang ada di Kota Surabaya. Karena skatepark sat ini yang dimiliki Kota Surabaya itu outdoor banyak skateboarder merasa kurang nyaman dan aman karena saat ini kota Surabaya memasuki musim hujan. Tema yang diambil yaitu Arsitektur Metafora. Arsitektur metafora adalah kiasan yang diwujudkan dalam bentuk bangunan sehingga mendapatkan tanggapan. Arsitektur Metafora akan mengambil dari gerakan atraksi skateboarder saat melakukan teknik dasar bermain skateboard.
PENATAAN RUANG TERBUKA HIJAU SEBAGAI STRATEGI OPTIMALISASI STRAIN SUNGAI STUDI KASUS STRAIN KALI LAHAR-BLITAR Mutfianti, Ririn Dina; Utomo, Slamet Budi
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 5 No 1 (2021): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2021
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1273.182 KB)

Abstract

Ruang Terbuka Hijau merupakan isu terbesar dalam Perancangan Kota. Hal itu terkait isu penyelamatan Bumi terhadap Pemanasan Global. Pemerintah telah mengaturnya dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor : 05/PRT/M/2008, tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan. Tepi sungai adalah kawasan yang rawan penyalahgunaan oleh masyarakat yang hidup di tepiannya. Hal itu terjadi di sungai Kali Lahar-Blitar. Kesalahan masyarakat dalam memahami keberadaan sungai dan tepian sungainya telah mengakibatkan sungai dan tepian sungai menjadi rusak. Kerusakan itu menjadi sumber permasalahan permukiman di tepian sungainya. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat no. 28/PRT/m/2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau telah memberikan aturan yang jelas tentang jarak minimal bangunan terhadap sungai. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia no. P.59/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019, tentang Penanaman dalam Rangka Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai telah memebrikan arahan yang jelas tentang pemanfaatan sempadan sungai atau tepi sungai. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang diterjemahkan secara deskriptif, hasil pengamatan dan survey lapangan serta wawancara dengan masyarakat setempat menjadi data yang kemudian dianalisis. Hasil analisis adalah strategi dengan beberapa arahan dan skenario yang ditawarkan kepada masyarakat. Melalui FGD, masyarakat memilih jenis ruang terbuka hijau yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GELANGGANG PEMUDA SEBAGAI RUANG PENGEMBANGAN BAKAT PEMUDA DI KABUPATEN NGANJUK DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU Amalia, Khisnatul; Mutfianti, Ririn Dina; Andarini, Risma
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 8 No 1 (2024): Vol 8 No 1 (2024): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2024
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The planning and design of the Youth Center in Nganjuk Regency as a space for youth talent development are motivated by the issue of juvenile delinquency, which arises due to a lack of environments that cater to their interests. Additionally, existing facilities in Nganjuk Regency do not fully address these needs. To achieve an appropriate design, Donna P. Duerk's design methodology is utilized to ensure a structured and efficient design process. The selected site for the project is located at Jalan Gatot Subroto 99-97, Ringin Anom, Kauman, Nganjuk District, Nganjuk Regency, Indonesia. The data analysis produced both macro and micro concepts, applied through a behavioral architecture approach. The analysis recommends the implementation of the macro concept of Youth Dynamization. The micro concept, rooted in behavioral architecture theory, focuses on personal space and territoriality, resulting in a spatial layout and mass organization that align with these principles. The design outcome features two primary structures: the Youth Center and the Community Building, supported by additional facilities such as a management office, café, parking area, and service buildings. The spatial arrangement is designed to make the youth feel that the spaces are intentionally created for their activities, while the mass organization emphasizes territoriality, allowing visitors to experience an environment that fosters social interaction based on their needs. This Youth Center's planning and design process is guided by extensive studies and analysis to ensure its optimal functionality.