Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Meta-Analysis: Learning Model to Increase HOTS of High School Students in Biology Subject Farras Khirzi Khanifah; Ismail Ismail; Elina Lestariyanti
Bioeducation Journal Vol 7 No 1 (2023): Bioeducation Journal
Publisher : Universitas Negeri Padang Address: Biology Education Study Program Faculty Mathematics and Natural Science (FMIPA) Jl. Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat, Padang-West Sumatera-Indonesia Telp. +62751-7057420 - Fax.+62751-7058772 - Ph. +6281363229286

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bioedu.v7i1.387

Abstract

Higher order thinking skills are one of the skills needed by students in 21st century learning. Many studies have shown that Indonesian students' higher thinking skills are still low. One way to empower students' higher order thinking skills is to choose the right learning model so that learning objectives can be achieved properly. This research is a quantitative study using descriptive methods and analyzing 15 articles written by researchers or students where the learning model research was conducted in Indonesia. The research method used in the articles was quasi-experimental and supported by data needed to calculate the effect size, including mean data, standard deviation, sample size, and hypothesis testing. The articles focused on the influence of the learning model on HOTS of high school students in biology subjects from 2013-2022, which were sourced from journals accredited by Arjuna. The conclusion drawn was that the learning model can empower HOTS students based on the effect size. This research is quantitative research with descriptive method so that it can be concluded that in general the learning model can empower students' HOTS based on effect size. The learning model that is considered to be able to empower students' HOTS with the greatest effect is the jigsaw cooperative type with an effect size value of 1.5. Followed by the multimedia-assisted discovery learning model with an effect size value of 0.72 having a medium effect category. The next moderate effect is a two problem solving cycles model with an effect size value of 0.67.
PENTINGNYA LITERASI MEDIA ERA DISRUPSI DIGITAL DAN POST TRUTH Khotimah, Khusnul; Ekasari, Siti Rosyidah; Kholifah, Eva Nur; Triyanti, Neni Agus; Tafsir, Tafsir; Ismail, Ismail; Hidayatullah, Ahmad Fauzan
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v15i2.10637

Abstract

Pada era disrupsi digital dan post truth, setiap individu perlu menguasai akan keterampilan literasi media. Literasi media ialah hal penting dan dibutuhkan agar dapat berpartisipasi di zaman sekarang ini, agar tidak salah dalam menggunakan media digital. Literasi media saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini ialah untuk menyadarkan masyarakat era digital akan pentingnya literasi media. Penelitian ini mengkaji berbagai jurnal, buku, dan artikel ilmiah. Pendekatan pada penulisan ilmiah ini yaitu pendekatan secara kualitatif deskriptif, termasuk jenis penelitian studi literatur untuk sumber data langsung. Metode studi pustaka di mana diarahkan pada pencarian data melalui dokumen-dokumen yang ada, baik dokumen tertulis, foto, gambar, maupun dokumen elektronik yang tentunya mendukung proses penulisan. Hasil studi menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang menggunakan media sosial dalam komunikasi. Banyak berita serta informasi yang menyebar dari media tersebut. Akan tetapi, banyak pula yang tidak memiliki kemampuan literasi media yang baik. Sehingga perlu sosialisasi kepada selurh masyarakat akan pentingnya literasi media. Fakta yang objektif pada post truth ini sering diabaikan bahkan tidak memiliki pengaruh pada terbentuknya pandangan masyarakat. Hal tersebut dapat terjadi karena perasaan emosional yang ada pada diri yang akhirnya mempengaruhi persepsi masyarakat dalam menerima fakta yang ada. Menghadapi era Post-Truth yang semakin berkembang khususnya disaat digitalisasi begitu pesat. Sangat penting masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan literasi digital. Adanya generasi muda sangat membantu dalam proses verifikasi objektifitas informasi. Berdasarkan har tersebut, dengan adanya literasi digital sangat diperlukan seseorang ketika menyaring, memverifikasi, dan mengggunakan informasi secara bijak dengan digitalisasi perangkat digital.