Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Meta-Analysis: Effect of Social Media on Anxiety Disorders in Adolescents Rizki Aqsyari D; Hendra Dwi Kurniawan; Retno Dewi Prisusanti; Julhan Irfandi
Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Vol. 4 No. 2 (2024): Proceeding of The International Conference of Inovation, Science, Technology, E
Publisher : Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/icistech.v4i2.97

Abstract

As technology develops, technology also has an impact on every aspect of life, including the psychology of every human being. The imbalance created by excessive social media use is of great concern to parents, researchers, and society regarding the mental health of individuals experiencing anxiety. Social media is ubiquitous among teens, who are also at high risk for anxiety disorders. This research aims to conclude that social media has an effect on anxiety disorders. This research uses a systematic review and meta-analysis using PICO. Population: teenagers. Intervention: social media. Comparison: not social media. Outcome: anxiety. The articles used in this research come from 1 database, namely Google Scholar. The keywords of the article are “teenager” AND “social media” AND “anxiety” AND “multivariate”. The articles included in this research are full paper articles, cross-sectional study design, publication year range 2017-2024 and the magnitude of the Adjusted Odds Ratio relationship. Articles were analyzed using the Review Manager 5.4 application. Five cross-sectional studies showed that social media can increase the risk of anxiety disorders by 1 times greater than not using social media, and the results were statistically (aOR=1.00; 95% CI= 0.63 to 1.57; p= 0.01). Teenagers who use social media increase anxiety disorders.
ANALISIS FASILITAS DAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP MINAT KUNJUNGAN ULANG PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT Fitri Nur Befika Aulia; Hendra Dwi Kurniawan; Lilik Sriwiyati; Anastasia Lina Dwi Nursanti
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/prntd516

Abstract

Fasilitas dan kualitas pelayanan merupakan faktor utama yang memengaruhi keputusan pasien dalam memilih layanan kesehatan. Kekurangan fasilitas maupun pelayanan yang kurang memuaskan dapat menurunkan loyalitas dan minat kunjungan ulang pasien. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang bervariasi, namun belum banyak yang menjelaskan faktor mana yang lebih dominan memengaruhi minat kunjungan ulang pasien rawat inap di rumah sakit Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Ruang Kawung RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Kota Surakarta pada 24 Oktober–24 November 2024. Sebanyak 69 responden dipilih dengan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji Chi-Square serta regresi logistik berganda dengan tingkat kepercayaan 95%. Fasilitas berhubungan signifikan dengan minat kunjungan ulang (OR = 6,691; CI 95%: 1,895–23,627; p = 0,002), demikian pula kualitas pelayanan (OR = 6,111; CI 95%: 1,867–19,999; p = 0,002). Hasil analisis multivariat menunjukkan fasilitas (B = 2,141) memiliki hubungan yang sedikit lebih kuat dibandingkan kualitas pelayanan (B = 2,060). Fasilitas dan kualitas pelayanan terbukti memengaruhi minat pasien untuk melakukan kunjungan ulang. Fasilitas yang baik meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan, sedangkan kualitas pelayanan yang baik meningkatkan kepuasan dan loyalitas pasien. Fasilitas menunjukkan pengaruh yang lebih dominan, sehingga rumah sakit perlu memprioritaskan peningkatan sarana fisik disertai dengan pelayanan yang berkualitas. Fasilitas dan kualitas pelayanan berhubungan signifikan terhadap minat kunjungan ulang pasien, dengan fasilitas memiliki pengaruh yang lebih dominan.