Julia Rottie
Universitas Sam Ratulangi

Published : 40 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : e-NERS

HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SOASIO KOTA TIDORE KEPULAUAN Salim, Saiful; Warouw, Sarah M.; Rottie, Julia
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ens.v1i1.1765

Abstract

Abstract: One of the fundamental efforts to ensure the achievement of the highest quality of child development is the provision of breast milk (milk) from birth until the age of two years. Mother's Milk (Air Susu Ibu, ASI) is the most perfect food for babies because it contains many nutrients that are high-value required for the growth and development of the nerves and brain and gives substances immunity against some diseases. Breast milk can meet the nutritional needs of infants during the first six months (exclusive breastfeeding). The government up until now continues to promote the program through the promotion of increased use of exclusive breastfeeding, but unexpectdly still there are mothers, who do not exclusively breastfeed their babies. The purpose of this study is to know the relationship between maternal characteristics and the successfulness of exclusive breastfeeding. The desaigned study  was Analytic Observational, with cross sectional approach, with a sample of 65 people. Determination of the samples was done by using a non-probability (purposive sampling). Data collection was accomplished by using questionnaires. Processing data using the computer program SPSS version 20 was presented in narrative form and table. Statistical test used was chi-square with significance level α = 0.05. The results of statistical tests showed that the obtained maternal characteristics values ​​are as follows: for Age characteristic the p-value = 0.25 (p > α), the education characteristic p-value = 0.04 (p < α), a job characteristic p-value = 0.015 (p < α), and the knowledge characteristic p-value = 0.042. (P < α). There is no relationship or association between the age and the exclusive breastfeeding success. There is a relationship of education, employment, knowledge of the mother and the success of exclusive breastfeeding. However the relationship obtained is a significant negative relationship because highly educated mothers, mother who work or carier women and mothers who are actually more knowledgeable are there who fail to braestfeed exclusively. From this this study it can be suggested to the clinic to have to do counseling/ training or dairy feeding for working mothers (Pegawai Negeri Sipil / Swasta), proposed to the Government, the mayor and the head of private institutions to be able to grant permission or instructions to all employees mothers who have a six months old baby to be given permission to go home for breastfeeding while still on the working hours. Keywords: Maternal characteristic, exlusive breastfeeding.   Abstrak: Salah satu upaya mendasar untuk menjamin pencapaian tertinggi kualitas tumbuh kembang anak adalah dengan pemberian Air Susu Ibu (ASI) sejak lahir hingga usia dua tahun. Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang paling sempurna bagi bayi karena mengandung banyak zat-zat gizi yang bernilai tinggi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan saraf dan otak, memberikan zat-zat kekebalan terhadap beberapa penyakit. Air susu ibu dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi selama enam bulan pertama (ASI eksklusif). Sampai sekarang pemerintah terus berupaya mempromosikan program ASI eksklusif melalui gencarnya promosi peningkatan penggunaan ASI eksklusif, namun masih saja didapatkan ibu menyusui bayinya tidak secara eksklusif sesuai yang diharapkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Desain penelitian yang digunakan adalah Analitik Observasional dengan pendekatan Cross Sectional, dengan jumlah sampel 65 orang. Penentuan besar sampel dengan menggunakan Non probability (purposive Sampling). Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan komputer dengan program SPSS versi 20 yang disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square dengan tingkat signifikasi α = 0,05. Hasil uji statistik menunjukan bahwa karakteristik ibu (umur) diperoleh nilai p-value = 0,25 (p > α), pendidikan diperoleh nilai p-value = 0,04 (p < α), pekerjaan diperoleh nilai  p-value = 0,015 (p < α), dan pengetahuan diperoleh nilai p-value = 0,042. (p < α). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan umur dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif dan ada hubungan pendidikan, pekerjaan, pengetahuan dengan  keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Namun hubungan yang didapatkan adalah hubungan yang bermakna negatif dikarenakan ibu yang berpendidikan tinggi, ibu yang bekerja dan ibu yang berpengetahuan baik justru lebih banyak yang tidak berhasil memberikan ASI eksklusif. Dari penelitian ini dapat disarankan kepada pihak puskesmas untuk perlu dilakukannya penyuluhan/pelatihan tentang pemberian ASI perah kepada ibu-ibu pekerja (PNS/Swasta), mengusulkan  ke Pemerintah Daerah dalam hal Wali Kota dan pimpinan instansi swasta untuk dapat memberikan izin/intruksi kepada seluruh pegawai ibu-ibu yang mempunyai bayi enam bulan kebawah agar dapat diberi izin pulang ke rumah untuk menyusui bayinya meskipun masih jam kerja. Kata kunci: Karakteristik Ibu, ASI eksklusif.
TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PENGGUNAAN KB SUNTIK, IUD DAN IMPLANT DI DESA FIDY JAYA WILAYAH KERJA PUSKESMAS WEDA KECAMATAN WEDA KABUPATEN HALMAHERA TENGAH PROPINSI MALUKU UTARA ., Nurfaidah; Wantouw, Benny; Rottie, Julia
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ens.v1i1.1766

Abstract

Abstract: To optimize the health benefits of family planning, services should be combined with reproductive health services that have been provided. Prevention of maternal mortality and morbidity is the main reason the need for family planning services (KB). There are many other reasons, such as freeing women from anxiety to an unwanted pregnancy, physical or psychological disturbances due to unsafe abortion actions and the demands of social development to improving the status of women in society. With Research Objectives To determine the level of knowledge of mothers about family planning Injection, IUD and implants at the village health center Fidy Jaya Weda subdistrict middle of regency Halmahera province of North Maluku . Research of methods: The design used in this studyis a descriptive analytic with approachcross sectionala sample of 33 respondents, sampling techniques using total sampling. Data collection using questionnaires. Processing data using SPSS 20 are presented in the form of narrative and tables. Statistical test used was chi-square with the significant level of α = 0.05. Result of methods : knowledge level acceptor injection KB, IUD and Implant in category mother with good  knowledge used contraception injection there are 7 people (63,3%), contraception implant there are 2 people (18,2%) and contraception IUD 2 people (18,2). Be base on result test Chi-Square the result value p = 0,436 (p > 0,05). Conclusion: There is no relationship between level knowledge mother with used contraception device. Suggestion: specially midwife need to increase within give illumination according comprehensive to acceptor KB (family planning) injection, IUD and Implant. And at to acceptor KB within choose and used contraception that will choosy and used and active for follow illumination health for add to knowledge about health specially knowledge about KB. Keywords: mother’s knowledge, injection KB, IUD, implant.   Abstrak: Untuk mengoptimalkan manfaat KB bagi kesehatan, pelayanannya harus digabungkan dengan pelayanan kesehatan reproduksi yang telah tersedia. Pencegahan kematian dan kesakitan ibu merupakan alasan utama diperlukannya pelayanan KB. Masih banyak alasan lain, misalnya membebaskan wanita dari rasa khawatir terhadap kehamilan yang tidak diinginkan, terjadinya gangguan fisik atau psikologik akibat tindakan abortus yang tidak aman serta tuntutan perkembangan social terhadap peningkatan status perempuan di masyarakat. Dengan Tujuan Penelitian Diketahui tingkat pengetahuan ibu tentang KB Suntik, IUD dan Implant di Puskesmas Desa Fidy Jaya Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara. Metode Penelitian : Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 33 responden, tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data dengan menggunakan SPSS 20 yang disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-square dengan tingkat signifikan α = 0,05. Hasil Penelitian: Tingkat pengetahuan akseptor KB suntik, IUD dan Implant pada kategori baik yang menggunakan kontrasepsi suntik sebanyak 7 orang (63,3%), kontrasepsi implant sebanyak 2 orang (18,2%) dan kontrasepsi IUD 2 orang (18,2). Berdasarkan hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p = 0,436 (p > 0,05). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan penggunaan alat kontrasepsi. Saran: Khususnya Bidan perlu meningkatkan dalam memberikan penyuluhan secara komprehensif kepada Akseptor KB suntik, IUD dan Implant. Dan pada para akseptor KB dalam memilih dan menggunakan kontrasepsi sebaiknya mencari informasi sebanyak mungkin tentang kontrasepsi yang akan dipilih dan digunakan dan aktif untuk mengikuti penyuluhan kesehatan untuk menambah pengetahuan tentang kesehatan khususnya pengetahuan tentang KB.Kata kunci: Pengetahuan Ibu, KB Suntik, IUD, Implant.
GAMBARAN UNGKAPAN MARAH TERHADAP KEMAMPUAN MENGONTROL PERILAKU KEKERASAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUANGAN WARANEY RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. V.L RATUMBUYSANG PROPINSI SULAWESI UTARA Pontoh, Debby Dianetrice; Bawotong, Jeavery; Rottie, Julia
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ens.v1i1.1793

Abstract

Abstract: Schizophrenia is a severe mental disorder types of most commonly found with the main symptoms the most easily recognized and the reason for families to bring the client to treated at the hospital that is violence behavior. Violent behavior is a mal adaptive response of anger.when expressed in correctly may lead to hostility and aggression are not able to assertively expressed, extends to the most maladaptive response. The purpose of this study was to describe the expression o fangry at the ability to control violent behavior of schizophrenia clients in psychiatric hospital Prof. Dr. V. L Ratumbuysang Propinsi Sulawesi Utara. This study uses descriptive Survey in go n= 30 patients with schizophrenia in the room Waraney. The results showed that the response appropriately expressed of anger impact on ability to control violence behavior in patients with schizophrenia. It isassociated with the abilityof patients affected by a lack of confidence against disclosure angrily of patients experienced. angrily expressi on that can express precisely in behavior can reduce the frustration that is caused by the response failed to reach the goal.So that it is advisable to improve training for example disclosure of appropriately angrily with pillow batting practice, chatted with others so that patients capable of ondoing on their own which impact on the ability to control violence behavior. Keywords: BehaviorViolence, AngerExpression, Schizophrenia.     Abstrak: Skizofrenia merupakan salah satu jenis gangguan jiwa berat yang paling banyak ditemukan dengan gejala utama yang paling mudah dikenali dan menjadi alasan keluarga membawa klien untuk berobat ke rumah sakit yaitu perilaku kekerasan. Perilaku kekerasan merupakan respon maladaptif  dari marah. apabila diungkapkan secara tidak tepat dapat menimbulkan permusuhan dan agresi yang tidak mampu diungkapkan secara asertif, dapat memanjang hingga respon yang paling maladaptif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan ungkapan marah terhadap kemampuan mengontrol perilaku kekerasan pada klien skizofrenia di ruang Waraney Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V.L Ratumbuysang Propinsi Sulawesi Utara. Metode : Penelitian ini menggunakan desain Survei Deskriptif  terhadap 30 klien Skizofrenia di ruangan Waraney. Hasil penelitian: Menunjukan bahwa ungkapan marah yang diungkapkan secara tepat berdampak pada  kemampuan mengontrol perilaku kekerasan pada klien Skizofrenia. Hal ini dihubungkan dengan kemampuan klien yang dipengaruhi oleh kurangnya percaya diri klien terhadap pengungkapan marah yang dialami. Kesimpulan : Ungkapan marah yang mampu di ungkapkan secara tepat mampu menunjukankan perilaku frustasi yang merupakan respons yang terjadi akibat gagal mencapai tujuan. Saran : Untuk meningkatkan latihan pengungkapan marah secara tepat misalnya dengan latihan memukul bantal, bercakap-cakap dengan orang lain sehingga klien mampu untuk melakukan secara mandiri yang berdampak pada kemampuan dalam mengontrol perilaku kekerasan. Kata Kunci: Perilaku Kekerasan, Ungkapan Marah, Skizofrenia.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, NILAI DAN SIKAP KELUARGA DENGAN PEMBERIAN DUKUNGAN PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI POLIKLINIK PSIKIATRI RSJ PROF. DR. V. L. RATUMBUYSANG PROPINSI SULAWESI UTARA Makaghee, Marshaly; Bawotong, Jeavery; Rottie, Julia
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ens.v1i1.1776

Abstract

Abstract: Mental disorder is a disturbance in the way of thinking, will, emotion and action, where individuals are not able to adjust themselves to others and the environment. Familiy is the closest to the patient, can be a big influence for the healing process of mental patients, which can contribute to patient care, either at home or in the hospital, support provided has several functions : informational support, appraisal support, instrumental support and emotional support. To provided support needed good knowledge, positif value and good attitude within any family members of patients in order to apply to the purpose. Purpose of this study was to find correlation between knowledge, value and family attitude in providing support to patients with mental disorders. Number of samples obtained as many as 40 people, using purposive sampling technique. Study design used is descriptive correlatif with Cross Sectional approach. The result of chi square statistical test obtained ρ = 0,002 for family knowledge, ρ = 0, 014 for the value of the family and ρ = 0,007 for a family attitude. The third factor has a value of  ρ <α, in other words there is  an influence between knowledge, value and family attitude in supporting the mental disorder patients at the Psychiatric Clinic RSJ Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang North Sulawesi Province. Conclusion of this study is the knowledge, values and attitudes of the family had an influence on the motivation of the family in providing support for inspection at mental disorder patients. Suggesting that health is expected to be more active providing counseling to families of the patients in the context of patient care, in order to prevent the recurrence of a mental disorder. Key Words: Mental Disorder, Family Support, Knowledge, Value and Attitude.     Abstrak: Gangguan jiwa merupakan gangguan dalam cara berpikir, kemauan, emosi dan tindakan dimana individu tidak mampu menyesuaikan diri sendiri, orang lain serta lingkungan. Keluarga merupakan pihak yang terdekat dengan pasien yang dapat memberi pengaruh yang besar bagi proses penyembuhan pasien gangguan jiwa, yang mendukung dalam setiap proses perawatan pasien, baik di Rumah Sakit maupun di rumah, seperti dapat mengurangi stress dan meningkatkan penyesuaian diri pasien terhadap kejadian-kejadian dalam kehidupan. Dalam memberikan dukungan diperlukan pengetahuan yang baik, nilai yang positif dari anggota keluarga serta sikap yang positif dari tiap anggota keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, nilai dalam keluarga serta sikap keluarga dengan pemberian dukungan pada pasien gangguan jiwa. Jumlah sampel yang didapatkan yaitu sebanyak 40 orang responden, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan Cross Sectional. Hasil Uji statistic Chi-Square yang dilakukan, diperoleh nilai ρ = 0,002 untuk pengetahuan keluarga, ρ = 0, 014 untuk nilai dalam keluarga dan ρ = 0,007 untuk sikap keluarga. Ketiga factor tersebut memiliki nilai ρ < α, dengan kata lain terdapat hubungan antara pengetahuan, nilai dan sikap keluarga dengan pemberian dukungan pada pasien gangguan jiwa di Poliklinik Psikiatri RSJ Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Propinsi Sulawesi Utara. Kesimpulan/saran dari pelaksanaan penelitian ini yaitu diharapkan kepada para petugas kesehatan agar dapat lebih meningkatkan pengetahuan yang perlu diketahui keluarga dalam perawatan pasien gangguan jiwa di rumah agar dapat mencegah kekambuhan kembali penderita gangguan jiwa. Kata kunci: Gangguan jiwa, Dukungan Keluarga, Pengetahuan, Nilai, Sikap.
HUBUNGAN PENGETAHUAN SIKAP DENGAN INISIASI MENYUSU DINI PADA IBU POST PARTUM DI RUANG VK IRINA D BLU RSUP PROF R.D. KANDOUMANADO Wowiling, Fransisca M.A.; Wantouw, Benny; Rottie, Julia
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ens.v1i1.1795

Abstract

Abstract: Early Initiation of Breastfeeding is the baby starts to suckle his own soon after birth, as long as the skin is left in contact with his mother, at least 1 hour after birth. How to initiate early breastfeeding baby was named after the breast crawl or crawl seek his own breast. This study aims to gain an overview of the relationship between knowledge and attitude of mothers VK (maternity) Prof Dr Irina D BLU. R.D. Kandou Manado. Design of this study used cross sectional method where the entire population is a normal post partum mothers in space VK (Maternity) Prof Dr Irina D BLU. R.D. Kandou Manado with a sample size of 30 responden. Data responde collected using questionnaires and observation sheets then the data presented preformance cross tabulation tables and chi square test with a significance level of 0.05. Based on the results of the study showed that of the chi square test results obtained ρ value ​> 0.05. It states that there is no correlation between knowledge and attitude with the implementation of early breastfeeding initiation (IMD) in mothers post partum in space VK (maternity) Prof. Dr Irina D BLU R.D. Kandou Manado. Keywords: Knowledge and Attitude Post Partum Mom, Implementation of Early Initiation of Breastfeeding (IMD).     Abstrak: Inisiasi Menyusu Dini adalah bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir, asalkan dibiarkan kontak dengan kulit ibunya, setidaknya 1 jam setelah lahir. Cara bayi melakukan inisiasi menyusu dini ini dinamakan the breast crawl atau merangkak mencari payudara sendiri. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran mengenai hubungan pengetahuan dan sikap ibu post partum dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) di Ruang VK (bersalin) Irina D BLU RSUP Prof. R.D. Kandou Manado. Desain penelitian ini menggunakan metode cross sectional dimana populasinya adalah keseluruhan ibu post partum secara normal di Ruang VK (Bersalin) Irina D BLU RSUP Prof. R.D. Kandou Manado dengan besar sampel 30 responden.Data dikumpulkan dari responde dengan menggunakan lembar kuisioner dan observasi kemudian data disajikan dalm tabel tabulasi silang dan uji chi square dengan derajat kemaknaan 0,05. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil uji chi square didapatkan nilai ρ > 0,05. Ini menyatakan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) pada ibu post partum di Ruang VK (bersalin) Irina D BLU RSUP Prof.Dr. R.D. Kandou Manado. Kata kunci: PengetahuandanSikapIbuPost Partum, Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA DENGAN KEMANDIRIAN KEBERSIHAN PERORANGAN PADA ANAK PRA SEKOLAH DI TAMAN KANAK-KANAK KARTIKA MANADO Matfikih, Nurfiana; Warouw, Sarah M.; Rottie, Julia
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ens.v1i1.1782

Abstract

Abstract: Independence of self is one of the most important aspects that should be possessed by each individual and the child, because in addition to affect performance, it also serves to help achieve the goal of life, achievements, success and earn rewards. Without the support of an independent nature, the individual and the child will be difficult to reach something in the maximum, and it will also be difficult to achieve succes. The  support of parents and the right of parenting, in accordance with conditions expected to establish children in pre-school indepedence in the exercise of an daily personal hygiene. This research to know the relationship of parenting parents with personal hygiene independence to children in pre-school at Kindergarten of Kartika Manado. The design of this study using the cross sectional approach. The method of sampling in this study is a total sampling way that some 50 parents/guardians of students. This study used a questionnaire instrument and analys Chi-Square statistical test at a significance level of 95 %: (α 0,05). The result showed there were 19 samples that had authotitarian parents, 12 samples didn’t have the independence in maintaining personal hygiene and 7 samples are independent. There are 31 samples that have parents democratic, 7 samples don’t have the independence in maintaining personal hygiene and 24 samples are independent. Result of Chi-Square test (X2) at 95 % confidence level (α 0,05), showed an association with parenting parents with personal hygiene independence to children in pre-school at Kindergarten of Kartika Manado, where the value of ρ=0,004, smaller than α=0,05. Democratic parenting was able to indepedence to children to maintain personal hygiene, it’s expected that managers at Kindergarten of Kartika Manado to promote democratic parenting to parents, so that parents can implement it in the family life. Keywords: The Parenting Parents, personal hygiene independence to children in pre-school.     Abstrak: Kemandirian merupakan salah satu aspek terpenting yang harus dimiliki setiap individu dan anak, karena selain dapat mempengaruhi kinerja, juga berfungsi untuk membantu mencapai tujuan hidup, prestasi, kesuksesan serta memperoleh penghargaan. Tanpa didukung oleh sifat mandiri, maka individu maupun anak akan sulit untuk mencapai sesuatu secara maksimal, dan akan sulit pula untuk meraih kesuksesan. Dukungan orangtua serta pola asuh yang tepat, sesuai dengan keadaan anak diharapkan mampu membentuk kemandirian anak pra sekolah dalam pelaksanaan kebersihan perorangan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orangtua dengan kemandirian kebersihan perorangan pada anak pra sekolah di Taman Kanak-Kanak Kartika Manado. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan cara total sampling yaitu sejumlah 50 orangtua/wali siswa. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner dan dianalisa menggunkan uji statistic Chi-Square pada tingkat kemaknaan 95 %: (α 0,05). Hasil penelitian menunjukkan dari 19 sampel yang memiliki orang tua otoriter, 12 sampel tidak memiliki kemandirian dalam menjaga kebersihan perorangan dan 7 sampel memiliki kemandirian. Dari 31 sampel yang memiliki orang tua demokratis, 7 sampel tidak memiliki kemandirian dalam menjaga kebersihan perorangan dan 24 sampel memiliki kemandirian. Hasil uji Chi Square (X2) pada tingkat  kepercayaan 95% (α 0,05), menunjukkan ada hubungan hubungan pola asuh orangtua dengan kemandirian kebersihan perorangan pada anak pra sekolah di Taman Kanak-Kanak Kartika Manado, dimana nilai ρ= 0,004, lebih kecil dari α=0,05. Pola asuh demokratis ternyata mampu memandirikan anak pra sekolah untuk menjaga kebersihan perorangan, diharapkan agar pengelola Taman Kanak-Kanak Kartika Manado mensosialisasikan pola asuh demokratis kepada orang tua, agar orang tua dapat mengimplementasikannya di dalam kehidupan berkeluarga. Kata Kunci: Pola Asuh Orangtua, Kemandirian Kebersihan Perorangan Anak Pra Sekolah.