Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT METAKOGNITIF (CSM) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMP DI MANADO Warouw, Zusje W.M.
Bioedukasi Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2010): Nopember 2010
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research developed learning package, which could improve learning result of the students, Cooperative Script (CS) strategy that was integrated with Metacognitive (M) in the form of self assessing or CSM. Results of such development were experimented to eighth grade students of State Junior High Schools in Manado. Results of the analysis showed that average score of the students who have high-academic capability (AT), and low-academic capability (AR) who applied CSM strategy, have beyond the learning result of the students who have high-academic capability and low-academic capability by applying conventional strategy (Konv):1) average score of the group of CSM-AT strategy, 18,72% higher than Konv-AT, and 26,33% higher than Konv-AR, 2) average score of CSM-AR group, 12,08% higher than Konv-AT, and 19,27% higher than Konv-AR. The improved percentage occurred on CSM-AR group 595,10% for learning result of the students Kata kunci: Cooperative Script, Metacognitive, Hasil Belajar
PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT METAKOGNITIF (CSM) YANG MEMBERDAYAKAN KETERAMPILAN METAKOGNITIF DAN HASIL BELAJAR SISWA W.M Warouw, Zusje
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.143 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengembangkan paket pembelajaran yang dapat memberdayakan keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa, yakni strategi Cooperative Script (CS) yang dipadukan dengan strategi Metakognitif (M) berupa self assessing disingkat CSM. Hasil pengembangan itu dieksperimenkan pada siswa kelas VIII SMP Negeri di Kota Manado. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor siswa berkemampuan akademik tinggi (AT), dan rendah (AR) yang belajar dengan strategi CSM memang melampaui keterampilan metakognitif siswa berkemampuan AT dan AR yang belajar dengan strategi konvensional (Konv):1) rata-rata skor kelompok strategi CSM-AT, lebih tinggi 17,78% dari Konv-AT, dan 23,87% dari konv-AR, 2) rata-rata skor kelompok CSM-AR, lebih tinggi 11,57% dari konv-AT, dan 17.34% dari konv-AR. Demikian pula dengan hasil relajar siswa. 1) rata-rata skor kelompok CSM-AT, lebih tinggi 18,72% dari konv-AT, dan 26,33% dari konv-AR, 2) rata-rata skor kelompok CSM-AR, lebih tinggi 12,08% dari konv-AT, dan 19,27% dari konv-AR. Presentase peningkatan terjadi pada kelompok CSM-AR untuk keterampilan metakognitif 468,479% dan untuk hasil relajar 595,10%.  Keywords: Cooperative Script, Metakognitif, hasil belajar
PERSEPSI GURU BIOLOGI TERHADAP PEMBELAJARAN YANG MEMBERDAYAKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI DAN SWASTA TONDANO W.M Warouw, Zusje; O. Raturandang, Jefry; Sumakul, Jemy
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.475 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian survei yang menggunakan angket ini diberikan pada 27 guru Biologi di 12 SMP Negeri dan Swasta di Tondano Kabupaten Minahasa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan respon guru biologi terhadap strategi yang mampu memberdayakan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Berdasarkan jawaban responden, yang mengemukakan sangat penting melibatkan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran (11,11%), penting (51,85%), dan jawaban kurang penting (0%), serta sisanya (37,04%) tidak memberikan jawaban. Responden yang menjawab telah mengembangkan strategi berpikir kritis dalam pembelajaran (62,96%), yang belum (3,70%), sedangkan (33,33%) tidak menjawab. Dalam pemberdayaan kemampuan berpikir kritis siswa, responden menjawab: sangat penting ( 14,81%), penting (48,15%), dan kurang penting (0%), serta tidak dijawab (37,04%). Lebih lanjut, yang menjawab benar bagaimana langkah-langkah memberdayakan kemampuan berpikir kritis siswa 48,15%, sedangkan sisanya (51,85%) tidak menjawab. Hal ini mengindikasikan sangat perlu lebih dikembangkan suatu strategi yang mampu memberdayakan kemampuan berpikir kritis, meskipun terdapat (59,26%) responden menjawab adanya kendala dalam memberdayakannya. Hal ini terkait pula dengan penilaian hasil belajar terkait cakupan tiap domain kognitif, afektif dan psikomotorik, di mana (7,41%) responden menjawab benar cakupan tiap domain, dan (44,44%) menjawab tidak benar, sedangkan (48,15%) tidak menjawab.   Kata Kunci : Berpikir Kritis, Hasil Belajar.
Identifikasi Jenis Hewan Dominan di Ekosistem Hutan Sekitar Unima Sebagai Referensi Bahan Pembelajaran Eksploratif Sasinggala, Metilistina; Warouw, Zusje M.; Rahayu, Ayu Sri
JSME (Jurnal Sains, Matematika & Edukasi) Vol 8, No 2 (2020): MARET - APRIL
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui jenis hewan dominan di ekosistem hutan sekitar Unima serta mengekspolrasi proses dan konsep sains yang selanjutnya dijadikan sebagai referensi dalam proses pembelajaran eksploratif. Objek penelitian ini adalah hewan dominan yang ada di ekosistem hutan sekitar kampus Unima. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan observasi langsung dan dokumentasi.  Hasil penelitian di lahan bagian depan workshop Unima ditemukan 11 macam hewan yang tergolong dalam 3 kelas yaitu 9 kelas Insecta, 1 macam kelas Aves dan 1 kelas Oligochaete. Di lahan kedua bagian bawah Auditorium Unima ditemukan 8 macam hewan yang tergolong dalam 3 kelas yaitu 6  kelas insecta, 1 kelas Gastropoda dan 1 kelas Oligochaete. Setelah jenis hewan dominan diketahui, selanjutnya dirumuskan konsep dan proses sains berdasarkan fakta dan fenomena mengenai hewan dominan tersebut dalam bentuk matriks yang selanjutnya dijadikan sebagai referensi pembelajaran eksploratif. Data hasil penelitian menunjukan bahwa jenis hewan yang dominan di kedua lokasi penelitian adalah jenis Insecta.   Kata Kunci: Identifikasi, Hewan Dominan, Pembelajaran Eksploratif, EkosistemAngelina. 2018.Identifikasi Masalah Lingkungan Danau Tondano Di Area Lour Restoran Dan Perumusan Kerangka Pembelajaran Sains Di Smp.Skripsi, 21.Fathoni, A. (2005). Metodologi Penelitian Dan Teknik Penyusunan Skripsi. Garut: Pt.Rineka Cipta.Medellu. C. (2019). BELAJAR TENTANG LINGKUNGAN Wadah Berinteraksi Demokratis Dan Belajar Berpikir Tingkat TinggiNurnikmat. (2016). Keanekaragaman Serangga Nokturnal Di Kawasan. Skripsi, 8-14.Rohmat, I. (2017). Penerapan pembelajaran eksploratif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis siswa SMP. Seminar Nasional Indonesia, 55. Ruslan, Hasni. (2009). Komposisi dan Keanekaragaman Serangga Permukaan Tanah  pada habitat Hutan Homogen dan Heterogen Di pusat Pendidikan Konservasi Alam (PPKA) Bodogol. Sukabumi, Jawa Barat. Jurnal Vis Vitalis. 2(1), 43-53.Wijana, N. 2014. Biologi dan Lingkungan. Singaraja: Plantaxia.Yusuf. 2017. dalam Tatang. (2009, Mei04). Penelitian Eksploratif. Retrieved  Februari  2019,  from Wordpress.om: https://tatangmanguny.wordpress.om/2009/05/04/penelitian-eksploratorieksploratif/
PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT METAKOGNITIF (CSM) YANG MEMBERDAYAKAN KETERAMPILAN METAKOGNITIF DAN HASIL BELAJAR SISWA W.M Warouw, Zusje
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengembangkan paket pembelajaran yang dapat memberdayakan keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa, yakni strategi Cooperative Script (CS) yang dipadukan dengan strategi Metakognitif (M) berupa self assessing disingkat CSM. Hasil pengembangan itu dieksperimenkan pada siswa kelas VIII SMP Negeri di Kota Manado. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor siswa berkemampuan akademik tinggi (AT), dan rendah (AR) yang belajar dengan strategi CSM memang melampaui keterampilan metakognitif siswa berkemampuan AT dan AR yang belajar dengan strategi konvensional (Konv):1) rata-rata skor kelompok strategi CSM-AT, lebih tinggi 17,78% dari Konv-AT, dan 23,87% dari konv-AR, 2) rata-rata skor kelompok CSM-AR, lebih tinggi 11,57% dari konv-AT, dan 17.34% dari konv-AR. Demikian pula dengan hasil relajar siswa. 1) rata-rata skor kelompok CSM-AT, lebih tinggi 18,72% dari konv-AT, dan 26,33% dari konv-AR, 2) rata-rata skor kelompok CSM-AR, lebih tinggi 12,08% dari konv-AT, dan 19,27% dari konv-AR. Presentase peningkatan terjadi pada kelompok CSM-AR untuk keterampilan metakognitif 468,479% dan untuk hasil relajar 595,10%.  Keywords: Cooperative Script, Metakognitif, hasil belajar
PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT METAKOGNITIF (CSM) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMP DI MANADO Zusje W.M. Warouw
Bioedukasi Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2010): Nopember 2010
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/bioedukasi.v1i2.187

Abstract

This research developed learning package, which could improve learning result of the students, Cooperative Script (CS) strategy that was integrated with Metacognitive (M) in the form of self assessing or CSM. Results of such development were experimented to eighth grade students of State Junior High Schools in Manado. Results of the analysis showed that average score of the students who have high-academic capability (AT), and low-academic capability (AR) who applied CSM strategy, have beyond the learning result of the students who have high-academic capability and low-academic capability by applying conventional strategy (Konv):1) average score of the group of CSM-AT strategy, 18,72% higher than Konv-AT, and 26,33% higher than Konv-AR, 2) average score of CSM-AR group, 12,08% higher than Konv-AT, and 19,27% higher than Konv-AR. The improved percentage occurred on CSM-AR group 595,10% for learning result of the students Kata kunci: Cooperative Script, Metacognitive, Hasil Belajar
PERSEPSI GURU BIOLOGI TERHADAP PEMBELAJARAN YANG MEMBERDAYAKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI DAN SWASTA TONDANO Zusje W.M Warouw; Jefry O. Raturandang; Jemy Sumakul
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian survei yang menggunakan angket ini diberikan pada 27 guru Biologi di 12 SMP Negeri dan Swasta di Tondano Kabupaten Minahasa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan respon guru biologi terhadap strategi yang mampu memberdayakan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Berdasarkan jawaban responden, yang mengemukakan sangat penting melibatkan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran (11,11%), penting (51,85%), dan jawaban kurang penting (0%), serta sisanya (37,04%) tidak memberikan jawaban. Responden yang menjawab telah mengembangkan strategi berpikir kritis dalam pembelajaran (62,96%), yang belum (3,70%), sedangkan (33,33%) tidak menjawab. Dalam pemberdayaan kemampuan berpikir kritis siswa, responden menjawab: sangat penting ( 14,81%), penting (48,15%), dan kurang penting (0%), serta tidak dijawab (37,04%). Lebih lanjut, yang menjawab benar bagaimana langkah-langkah memberdayakan kemampuan berpikir kritis siswa 48,15%, sedangkan sisanya (51,85%) tidak menjawab. Hal ini mengindikasikan sangat perlu lebih dikembangkan suatu strategi yang mampu memberdayakan kemampuan berpikir kritis, meskipun terdapat (59,26%) responden menjawab adanya kendala dalam memberdayakannya. Hal ini terkait pula dengan penilaian hasil belajar terkait cakupan tiap domain kognitif, afektif dan psikomotorik, di mana (7,41%) responden menjawab benar cakupan tiap domain, dan (44,44%) menjawab tidak benar, sedangkan (48,15%) tidak menjawab.   Kata Kunci : Berpikir Kritis, Hasil Belajar.
Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPA Materi Sistem Pencernaan Manusia Ni Wayan Sri Parwasih; Zusje W. M. Warouw
SCIENING : Science Learning Journal Vol. 1 No. 1: Juni 2020
Publisher : Jurusan Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/slj.v1i1.29

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem pencernaan manusia kelas VIII SMP Swadharma Mopugad. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-posttest control-group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Swadharma Mopugad yang terdiri dari 2 kelas. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan random sampling yaitu 1 kelas sebagai kelas kontrol dan 1 kelas sebagai kelas eksperimen dengan jumlah masing-masing kelas 25 siswa. Uji prasyarat menggunakan uji normalitas dan homogenitas, teknik analisis data menggunakan uji-t, dalam pengujian tersebut diperoleh thitung = 10,70 > ttabel = 1,708. Kesimpulannya yaitu model CTL berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Example Non Example Pada Materi Zat Aditif dan Zat Adiktif Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa SMP Negeri 2 Pusomaen Fitri Laode; Zusje W. M. Warouw
SCIENING : Science Learning Journal Vol. 2 No. 1: Juni 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/slj.v2i1.855

Abstract

Minat dan motivasi belajar siswa yang masih kurang dalam mengikuti proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPA dan rendahnya hasil belajar serta siswa kurang berperan aktif masih menjadi masalah dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran example non example pada materi zat aditif dan zat adiktif terhadap hasil belajar IPA siswa SMP Negeri 2 Pusomaen. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, menggunakan rancangan penelitian pretest posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII di SMP Negeri 2 Pusomaen dan sampel penelitian ini terdiri atas 2 kelas, yaitu kelas VIII A sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 19 siswa dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol yang berjumlah 21 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan pretest sebelum diberikan perlakuan dan posttest sesudah diberikan perlakuan. Data hasil penelitian yang diperoleh berupa selisih nilai rata-rata hasil pretest dan posttest pada kelas eksperimen adalah 57,10 sedangkan pada kelas kontrol adalah 51,14. Setelah diuji statistik melalui uji-t, diperoleh thitung = 4,180 > ttabel = 1.685. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran example non example pada materi zat aditif dan zat adiktif terhadap hasil belajar IPA siswa SMP Negeri 2 Pusomaen.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Pada Materi Sistem Gerak Pada Tumbuhan Chritstofel A. L. Mananeke; Zusje W. M. Warouw
SCIENING : Science Learning Journal Vol. 2 No. 2: Desember 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/slj.v2i2.964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat keaktifan siswa selama pelaksanaan pembelajaran IPA materi sistem gerak pada tumbuhan serta meningkatkan hasil belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Likupang Barat yang terdiri dari 2 kelas yakni VIII-A dan VIII-B. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan selama pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek terlihat keaktifan siswa yakni 13 peserta didik (43,33%) dikategorikan sangat aktif (keberanian untuk mengajukan pertanyaan atau mengemukakan pendapat serta kreatifitas belajar dalam kelompok terlihat sangat tinggi), 11 peserta didik (36,66%) dikategorikan aktif (mengajukan pertanyaan atau menjawab pertanyaan serta mengemukakan pendapat dikategorikan aktif meskipun melakukan dengan dorongan dari guru) dan 6 peserta didik (20%) dikategorikan cukup aktif (meskipun terlibat dalam proses pembelajaran namun meraka masih malu atau sibuk dengan kegiatan masing-masing) dan untuk hasil belajar 24 (80%) peserta didik dinyatakan tuntas dan hanya 6 (20%) siswa hasil belajarnya belum tuntas.