Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perkuatan Tanah Gambut Ambarawa dengan Cerucuk Menggunakan Pemodelan Finite Element Method Chyntia Helmalia Br S. Milala; Dora Melati Nurita Sandi; Mirza Ghulam Rifqi
Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 7 No 2 (2026): Desember 2026
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaceit.v7i2.973

Abstract

Peat soils, which are mainly composed of semi-decayed plant remains, usually have high compressibility and low bearing capacity. The high compressibility and low bearing capacity mean that peat soil must be improved if construction is to be built on it. Research was conducted to find a method for soil improvement. Improvements were made by reinforcing the peat with bamboo stakes using the finite element method modeling. In the results of modeling and calculations using software based on the finite element method, the Ambarawa peat soil, before reinforcement with a bamboo stakes at a 5-day time interval, obtained a total deformation value of 7.18 m. After a 5-day interval, the soil collapsed due to its low bearing capacity, preventing further calculations and leaving the safety number unknown. In the Ambarawa peat soil after reinforcement with a bamboo stakes planned 8 m long bamboo stakes and a distance of 1 m between bamboo stakes based on calculations using finite element method modeling at a time interval of 5 days, the total deformation value was obtained at 3.98 m, a time interval of 10 days at 4.46 m, a time interval of 15 days at 4.46 m. Based on the known deformation value, the maximum safety value of this modeling was obtained at a time interval of 30 days, with a value of 1.173.
Perbandingan Kemampuan Menahan Beban Aksial Kolom Pendek Berlubang Dengan Variasi Jarak Sengkang Muhamad Iqbal Dafa Pratama; Mohamad Galuh Khomari Khomari; I Ketut Hendra Wiryasuta; M. Shofi'ul Amin; Mirza Ghulam Rifqi
Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 7 No 2 (2026): Desember 2026
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaceit.v7i2.1271

Abstract

This study investigates the effect of stirrup spacing variation on the axial load capacity of short reinforced concrete columns with openings. The research focuses on square cross-section short columns measuring 12 cm × 12 cm × 45 cm, incorporating a pipe opening that reduces the cross-sectional area by 5.58%. The objective is to determine whether varying the stirrup spacing can enhance the axial compressive strength of perforated columns, which typically experience strength reduction due to the decreased cross-sectional area. The study was conducted experimentally in a laboratory using 20 MPa concrete, with longitudinal reinforcement of ø10 mm and stirrups of ø6 mm. Two types of columns were tested: solid columns (with 19 cm stirrup spacing) and perforated columns (with 8 cm stirrup spacing). Test results indicate that reducing stirrup spacing in perforated columns was not sufficiently effective to equal or surpass the axial strength of solid columns. The solid columns had an average axial compressive strength of 296.71 kN, while the perforated columns with 8 cm stirrup spacing showed a slightly lower strength of 288.92 kN, representing a decrease of 2.62%.
Perbandingan Kemampuan Menahan Beban Aksial Kolom Pendek Berlubang Dengan Variasi Diameter Tulangan Utama Handi Abdul Halim Pangestu; Mohamad Galuh Khomari; I Ketut Hendra Wiryasuta; Mirza Ghulam Rifqi
Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 7 No 2 (2026): Desember 2026
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaceit.v7i2.1274

Abstract

Tuntutan estetika dari sisi arsitektural dalam sebuah bangunan sering dijadikan sebagai alasan utama pemasangan pipa-pipa drainase ataupun instalasi mekanikal elektrikal di dalam kolom. Penambahan lubang tersebut mengakibatkan terjadi pengurangan luas penampang kolom yang akan mempengaruhi kekuatan tekan kolom. Dalam peraturan SNI 2847-2013 pasal 6.3.4 sudah di jelaskan penempatan saluran atau pipa di dalam kolom diperbolehkan dengan syarat tidak boleh melebihi 4% dari luas penampang kolom, namun dalam praktik di lapangan sering melebihi batas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kemampuan kuat tekan kolom normal dengan kolom berlubang dalam memikul beban tekan dengan mutu yang sama dan dimensi yang sama. Metode yang digunakan untuk menentukan kuat tekan beton dilakukan perencanaan, pembuatan, dan pengujian kuat tekan pada kolom normal dan kolom berlubang variasi diameter tulangan utama dengan diameter pipa PVC 5,58% dari luas penampang kolom. Pengujian dilakukan setelah beton berumur 28 hari. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa kolom beton berlubang dengan variasi diameter tulangan utama memiliki kuat tekan rata-rata sebesar 311,610 kN, lebih besar 4,98% dibandingkan kolom beton normal yang memiliki kuat tekan rata-rata sebesar 296,713 kN. Hasil penelitian ini merekomendasikan penggunaan kolom berlubang dengan variasi diameter tulangan utama sebagai alternatif pada kolom yang membutuhkan ruang instalasi pipa, tanpa menurunkan kekuatan tekan secara signifikan. Hasil ini dapat dimanfaatkan oleh industri konstruksi untuk meningkatkan efisiensi ruang dan material pada struktur bangunan.