Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pendampingan Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM) dengan Pendekatan Komunikasi Islami pada Usaha Online Mahasiswa PTKIN Muhammad Ardiansyah; Ahmad Salman Farid
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i3.598

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memperkuat karakter wirausaha mahasiswa melalui penerapan konsep Customer Relationship Management (CRM) berbasis komunikasi Islami dalam konteks usaha online di lingkungan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesadaran mahasiswa pelaku usaha digital terhadap pentingnya pengelolaan hubungan pelanggan yang tidak hanya efektif secara teknis, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai etika dan spiritual Islam. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan service learning yang mengintegrasikan pelatihan konseptual CRM, praktik e-CRM, dan refleksi nilai-nilai Islami. Sebanyak 20 mahasiswa peserta dilibatkan dalam pelatihan, pendampingan teknis, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test, ditambah wawancara mendalam untuk menilai perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap konsep CRM Islami sebesar 52% (dari 35% menjadi 87%). Sebanyak 16 mahasiswa (80%) berhasil mengimplementasikan sistem e-CRM sederhana dengan pendekatan komunikasi Islami yang terbukti memperkuat loyalitas pelanggan. Selain peningkatan kompetensi digital, kegiatan ini juga mendorong transformasi karakter peserta menjadi lebih profesional, komunikatif, dan berorientasi pelayanan. Sebagai bentuk keberlanjutan, terbentuk pula Komunitas Wirausaha Digital Islami (KWDI) di lingkungan STAIN Mandailing Natal. Integrasi CRM dengan komunikasi Islami terbukti efektif sebagai model pemberdayaan wirausaha muda berbasis nilai spiritual dalam ekosistem pendidikan tinggi keagamaan.
Toxic Relationship Representation and the Shifting Meaning of Love in TikTok Popular Culture Ahmad Salman Farid
Feedback International Journal of Communication Vol. 2 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : PT Agung Media Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62569/fijc.v2i2.189

Abstract

This study investigates how toxic romantic relationships are represented in TikTok videos and how these representations influence the evolving cultural meanings of love among young users. In the context of digital popular culture, TikTok has emerged as a key site for emotional storytelling and identity performance. Using a qualitative approach and Fairclough’s Critical Discourse Analysis (CDA), this study analyzed 50 viral TikTok videos and over 1,000 associated comments. Data were selected based on relational themes involving emotional manipulation, dependency, and conflict. The findings identify three dominant themes, (1) the romanticization of toxic behaviors, (2) the ironic or humorous reframing of emotional abuse, and (3) audience identification and normalization of harmful relationship dynamics. Users often interpret such content as relatable, aesthetic, or emotionally resonant. The study argues that TikTok functions not merely as a space of representation but as an emotional and cultural educator where toxic love is reframed and normalized. While some content invites critique, most contributes to shifting emotional norms. The research highlights the implications of these narratives on digital intimacy and the emotional expectations of youth.