Lukman Arifin
Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan, Jl. DR. Junjunan No. 236, Telp. 022 603 2020, 603 2201, Faksimile 022 601 7887, Bandung

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENAFSIRAN GEOLOGI PERAIRAN PULAU MENJANGAN-BALI DARI DATA SEISMIK Lukman Arifin; Delyuzar Ilahude
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 2, No 3 (2004)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.36 KB) | DOI: 10.32693/jgk.2.3.2004.116

Abstract

Hasil penafsiran rekaman seismik pantul dangkal menunjukkan adanya sesar-sesar aktif di bagian barat dan bagian timur daerah selidikan. Diduga morfologi tinggian bagian timur merupakan bagian daratan Pulau Bali dan bagian barat adalah bagian daratan Pulau Jawa. Adanya onggokan di permukaan dasar laut di sekitar Tanjung Pasir Putih ditafsirkan sebagai carbonat build-up. Bentuk ini banyak ditemukan di sekitar Pulau Menjangan. yang merupakan kawasan wisata bawah laut. Kondisi geologi dari penafsiran rekaman seismik ini diharapkan dapat merupakan masukan untuk pengembangan pembangunan di kawasan wisata Pulau Menjangan. Results of shallow seismic reflection interpretation records show the present of active faults in the western and eastern part of the study area. The morphological hight in the western part is suggested as part of the Bali island and the western part is of Java island. The height at the sea floor surface around Tanjung Pasir putih is interpreted as a carbonat build-up. This form was found around the Menjangan island of marine tourism area. Geological condition interpreted from seismic records is hoped can contribute to the development of the Menjangan island tourism area.
POTENSI OBJEK WISATA PANTAI DAN BAHARI DI PERAIRAN UTARA LOMBOK DITINJAU DARI ASPEK GEOLOGI KELAUTAN Wayan Lugra; Lukman Arifin
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 6, No 2 (2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.727 KB) | DOI: 10.32693/jgk.6.2.2008.153

Abstract

Daerah penelitian dengan latar belakang Gunung Rinjani yang indah, memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata pantai seperti Karang Bedil, Sesait, Desa Salangan, Sukadana, Tanjung Batu, Sungian, Labuhan Pandan, serta pantai timur Pulau Gili Sulat dan Gili Lawang. Untuk kegiatan wisata snorkling, diving dan surfing tempat yang baik adalah di Tanjung Awar-awar, Tanjung Menangis dan Tanjung Batu. Olah raga surfing (selancar air) disarankan sebaiknya dilakukan antara Bulan Oktober – Mei. Dalam membangun sarana penunjang di kawasan wisata pantai dan bahari faktor yang penting adalah memberikan perhatian khusus dalam menjaga kelestarian lingkungan daerah tujuan wisata, agar keaslian alam yang ditawarkan kepada wisatawan tetap asli. Kata kunci: Karakteristik pantai, sebaran sedimen permukaan dasar laut, batimetri, dan perubahan garis pantai. The study area, with the background of the beautiful Mount Rinjani, has a potency to develop as a coastal tourism such as Karang Bedil, Sesait, Desa Salangan, Sukadana, Tanjung Batu, Sungian, Labuhan Pandan, and the east coast of Gili Sulat and Gili Lawang Islands. For snorkling, diving and surfing the nice place is in Tanjung Awar-awar, Tanjung Menangis and Tanjung Batu. The right time for snorkling sport should be conducted between October - May. To build the supporting facilities in the coastal and venerable tourism objects, the important factor is to pay a special attention for keeping the everlasting environment of the tourism object destination, so that the original of nature which is offering to the tourists is still pristine. Keywords: coastal characteristic, sea floor surficial sediment, bathymetry and coastline chnges
INTRUSI VULKANIK DI PERAIRAN SEKOTONG LOMBOK BARAT Lukman Arifin; Dida Kusnida
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 2, No 2 (2004)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.458 KB) | DOI: 10.32693/jgk.2.2.2004.112

Abstract

Rekaman seismik pantul dangkal menunjukkan adanya terobosan batuan ke permukaan dasar laut. Terobosan batuan tersebut berupa intrusi vulkanik seperti yang terdapat di darat, yaitu di bagian barat dan timur daerah telitian. Disekitar intrusi batuan vulkanik ini dapat diamati adanya sesar sesar yang berkembang. Adanya intrusi vulkanik dan sesar sesar di daerah telitian ini, perlu diwaspadai sebagai bahaya geologi yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan dan pembangunan di sekitar pantai. Shallow seismic reflection record indicate an intrusion body to sea floor surface. This intrusion suggested to be a vulcanic rock that occur in the western and eastern part of study area. Around in this intrusion vulcanic rock, the development of faults can be observed. The occurrence of this vulcanic intrusion should be paid attention as geological hazard that have to be consider for coastal development.
IDENTIFIKASI ALUR PURBA BERDASARKAN SEISMIK PANTUL DANGKAL DI PERAIRAN BANGKA UTARA LEMBAR PETA 1114 Purnomo Raharjo; Lukman Arifin
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 5, No 3 (2007)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.376 KB) | DOI: 10.32693/jgk.5.3.2007.144

Abstract

Kondisi tektonik dan tatanan geologi yang kompleks di Indonesia menghasilkan pembentukan bermacam-macam mineral. Salah satu mineral adalah timah pada wilayah Paparan Sunda, membentang dari Semenanjung Malaya, Kepulauan Riau, Kepulauan Singkep, Pulau Bangka, Kepulauan Tujuh, dan Pulau Belitung. Jalur timah ini umumnya telah mengalami erosi kuat pada waktu yang lama. Timah letakan adalah salah satu sumber daya mineral lepas pantai yang dapat ditambang. Umumnya mineral-mineral tersebut terperangkap di dalam lapisan sedimen permukaan berumur Kuarter. Pulau Bangka merupakan salah satu daerah yang dikenal sebagai kepulauan timah. Pusat Penelitian Pengembangan Geologi Kelautan (PPPGL) pada tahun 1994 telah melakukan penyelidikan geologi dan geofisika kelautan di daerah perairan Bangka Utara (Lembar Peta 1114), dengan sekala peta 1 : 250.000. Dengan teknologi khususnya seismik refleksi dan penafsirannya, diharapkan akan ada temuan-temuan cadangan timah baru. Morfologi dasar laut daerah penyelidikan digambarkan oleh pola kontur batimetri relatif rapat di bagian barat pantai. Pola ini mencerminkan suatu sisi punggungan (homoklin) dan berarah timur laut – barat daya. Diantara PulauTujuh dan Pulau Bangka pola kontur membentuk tutupan-tutupan (closure) dan membentuk suatu kelurusan berarah timur laut – barat daya berupa cekungan-cekungan kecil merupakan alur selat P. Tujuh dan P. Bangka. Hasil penafsiran rekaman seismik refleksi kondisi geologi bawah permukaan dasar laut dapat dipisahkan menjadi dua sekuen yaitu sekuen A dan sekuen B. Sekuen B adalah sekuen paling bawah (acoustic basement) yang terdiri dari subsekuen B1, B2 dan B3, tidak semua subsekuen ini terekam karena umumnya horizon reflektornya sulit diidentifikasi dan umumnya tertutup oleh pantulan ganda (multiple). Sekuen A adalah sekuen yang diendapkan diatas sekuen B, dibedakan dengan sekuen B yang berada dibawahnya oleh bidang erosi, sekuen A ini terdiri dari subsekuen A1 dan A2. Kedua subsekuen ini jika disebandingkan secara stratigrafi berdasarkan Mangga dan Jamal serta Aleva, merupakan “Young Sedimentary Complex” terbentuk pada Kala Holosen. Kata Kunci : Identifikasi Alur Purba, Seismik Pantul Dangkal, Perairan Bangka Utara, Lembar Peta 1114. In Indonesia minerals occurrence were controlled by tectonic process and regional geological setting. One mineral is tin in the Sunda shelf, area which stretch from Malaya Peninsula, Riau Islands, Singkep Islands, Bangka Island, Tujuh Islands and Belitung Island. This tin belt was strongly eroded in the long period of time. Tin placer is an offshore mineral resource which was already exploited. Generally the mineral is trapped in the surface sediment layers, of Quartenary age. Bangka Island is well known one of many tin archipelago. Marine Geological Institute (MGI) in 1994 has done geological and geophysical mapping in North Bangka waters (Map Sheet, 1114), with map scale 1 : 250.000. The technology used especially seismic reflection and its interpretation was expected discovery of new tin reserves. Sea bottom morphology of area investigation is depicted by bathymetric contour pattern relatively closed to the western coast. This pattern is a ridge (homoklin) of northeast - southwest direction. Between Pulautujuh and Bangka Islands contour pattern is closure and elongated northeast-southwest as small basins which formed a channel between P. Tujuh and P. Bangka. The interpretation of seismic reflection record showed subsurface geology condition divided in to two sequences A and B. Sequence B is a basement acoustic consisted of subsequence B1, B2 and B3, these subsequence were not all recognised due to generally its horizon reflector is difficult to be identified and is generally covered up multiple. Sequence A was deposited above sequence B and was differentiated by erosional truncation. Sequence A is consisted of subsequence A1 and subsequence A2. Both subsequences correlated to Mangga and Jamal, and also Aleva, stratigraphically representing " Young Sedimentary Complex" formed in Holocene. Keyword : Paleochannel Identification, Shallow Reflection Seismic, North Bangka Waters, Map Sheet 1114.
INDIKASI GUNUNGAPI BAWAH LAUT DI PERAIRAN SANGEANG SUMBAWA NUSA TENGGARA BARAT Lili Sarmili; Lukman Arifin
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8772.322 KB) | DOI: 10.32693/jgk.13.2.2015.263

Abstract

Penelitian dengan menggunakan metode seismik pantul saluran ganda (multichannel) dan geomagnet mengindikasikan adanya gunungapi bawah laut. Dari penampang rekaman seismik dapat ditafsirkan bahwa Gunungapi bawah laut ditandai dengan bentuk tonjolan atau terobosan menembus dasar laut. Dari data megnetik kelautan diperoleh bahwa pada lokasi gunungapi bawah laut diketahui nilai anomali intensitas magnet total cukup tinggi yaitu sekitar 124 nT. Umumnya anomali intensitas magnet tinggi terdapat di bagian selatan daerah penelitian yang ditafsirkan juga sebagai penipisan kerak atau adanya Gunungapi bawah laut. Bagian selatan memang banyak didapat Gunungapi seperti gunungapi Sangeang Api yang terdapat diujung timur dan rangkaian Gunungapi lainnya yang terdapat di pulau Sumbawa (Gunungapi Tambora dan lainnya).Kata kunci metode seismik dan geomagnet, gunungapi bawah laut, Perairan Sangiang The study is equipped by using multi-channel seismic reflection and marine geomagnetic method and it indicates a submarine volcano. The seismic reflection profile can be interpreted that the submarine volcano is characterized by the bulge or break shape penetrate the seabed. From the data obtained of marine geomagnetic, the location of submarine volcanoes known value of the total magnetic intensity anomalies is quite high which is about 124 nT. Generally, the intensity of high magnetic anomaly is located in the southern part of the study area. This anomaly is interpreted as a thinning crust or the presence of submarine volcanoes. The southern part is the area where volcanoes are found such as Sangeang Api volcano located at the eastern tip and other volcanoes series on the island of Sumbawa (volcano Tambora and others). Keywords: seismic and geomagnetic methods, submarine volcanoes, Sangiang waters
IDENTIFIKASI STRUKTUR PADA PROFIL MAGNET TOTAL DAN SEISMIK DANGKAL DI PERAIRAN TANJUNG SELOR KALIMANTAN TIMUR Delyuzar Ilahude; Lukman Arifin
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 2, No 3 (2004)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1236.228 KB) | DOI: 10.32693/jgk.2.3.2004.117

Abstract

From the total magnetic anomaly and single channel seismic data interpretation on the systematic mapping in the Tanjung Selor waters, east Kalimantan, are shows correlation almost similar between magnetic anomaly with the seismic data records. The magnetic anomaly value and seismic data profiles are show that the many fault and fold structures identification in the research area. The total magnetic anomaly result which are presented of the magnetic basement. Dari Anomali magnet total dan data seismik dangkal saluran tunggal pada pemetaan sistematik di perairan Tanjung Selor, Kalimantan timur, menunjukkan hubungan yang hampir mirip antara nilai anomali magnet total dengan data seismik. Profil anomali magnet dan data seismik dangkal menunjukkan banyaknya struktur sesar dan perlipatan teridentifikasi di daerah penelitian. Anomali magnet total hasil penelitian ini lebih cenderung menggambarkan intensitas magnet batuan dasar.
KAJIAN FISIK LINGKUNGAN GEOLOGI UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN PANTAI UTARA DI KABUPATEN/KOTA CIREBON JAWA BARAT Purnomo Raharjo; Lukman Arifin
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 8, No 3 (2010)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.169 KB) | DOI: 10.32693/jgk.8.3.2010.195

Abstract

Data yang digunakan untuk kajian ini adalah : kecepatan sedimentasi, daya dukung tanah, dan analisis besar butir. Kecepatan sedimentasi secara vertikal berkisar antara 1.023 sampai 3.835 cm/tahun dan pertumbuhan pantai dari tahun 1999 hingga tahun 2000 adalah 7,287 cm. Volume sedimen yang terendapkan selama tiga tahun adalah 266.621.000 m2 x 0,07287 meter = 19.428.672,27 m3. Daya dukung tanah diketahui dari hasil uji Standart Penetration Test (SPT) dari 0 m hingga kedalaman 24,45 m memiliki kepadatannya relatif agak kaku (stiff) yang merupakan endapan pantai. Kedalaman 24,00 sampai 41,00 meter memiliki kepadatannya relatif sangat kaku (very stiff) hingga keras (hard). Dari nilai indeks plastisitasnya dapat dikatakan bahwa semua jenis tanah lempung (CH) di daerah penelitian memiliki sifat plastisitas tinggi dan kohesif. Hasil analisis besar butir menunjukkan bahwa secara umum jenis tanah/sedimen di daerah penelitian terdiri dari sedimen yang memiliki fraksi halus berupa persentasi pasir sangat halus terbesar kemudian fraksi lanau. Berdasarkan uji konsolidasi dari contoh pemboran memperlihatkan pada tanah/sedimen di daerah penelitian yang berfraksi halus memiliki tingkat kompresibilitas tanah sedang hingga tinggi. Kata kunci : kecepatan sedimentasi, standard penetration test, besar butir, Cirebon Data used for this study are sedimentation rate, soil bearing capacity, and grain size analysis. Rate of sedimentation in vertical is among 1.023 to 3.835 cm/year and beach growth from years 1999 until year 2000 about 7,287 cm. Sediment are deposited to reach volume up to three year about 266.621.000 m 2 x 0,07287 m = 19.428.672,27 m 3 . Bearing capacity of soil from Standard Penetration Test (SPT) to the depth of 24,45 meters shows a stiff densities and constitute of beach sediment. From the depth of 24,00 to 41,00 meters shows densities a very stiff until hard densities. Their plasticity index of all clay in the study area are hingh plasticity (CH) and cohesive. From the grainsize analysis shows that all the soil/sediments in the study area are fine sediment which are very fine sand and silt. The fine sand are more dominant than the silt. Based on consolidation test from drilling samples those are also soil/sediments of fine fraction show a compressibility value from medium to high. Keywords: sedimentation rate, standard penetration test, grain size, Cirebon
APLIKASI KONSEP KRIGING PADA DATA SIMULASI GANGGUAN GEOMAGNET LOKAL John Maspupu; Lukman Arifin
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 12, No 3 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.801 KB) | DOI: 10.32693/jgk.12.3.2014.255

Abstract

Makalah ini membahas aplikasi konsep Kriging pada data simulasi gangguan geomagnet lokal dari 3 (tiga) stasion geomagnet (SG). Konsep ini asal mulanya dari geostatistik dan sekarang digunakan secara luas dalam analisis spasial. Metode ini juga dikenal sebagai regresi proses Gauss, prediksi Kolmogorov-Wiener atau prediksi ketakbiasan linier terbaik. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk melakukan estimasi atau interpolasi gangguan geomagnet di sekitar tiga stasion geomagnet (lokasi observasi) tersebut. Untuk merealisasikan tujuan di atas ini mengunakan metode punctual kriging. Kontribusi hasil estimasi atau interpolasi gangguan geomagnet ini nantinya digunakan sebagai dasar pembuatan peta atau kontur gangguan geomagnet di sekitar ketiga lokasi observasi tersebut. Dengan demikian informasi gangguan geomagnet akan berguna dalam survei geologi di sekitar lokasi pengamatan. Kata kunci : Konsep kriging, data simulasi, gangguan geomagnet lokal This paper discuss about the application of Kriging concept on simulation data of local geomagnetic disturbance at three geomagnet stations (SG). This concept was derived from geostatistic and now it is widely used in spatial analysis. This method is also well known as Gaussian process regression, Kolmogorov-Wiener prediction or Best Linear Unbiased Prediction. The aim of this paper is to estimate or interpolate the geomagnetic disturbances at three observation locations. In order to realize the above purpose, it uses punctual kriging method. The contribution of estimation result of this geomagnetic disturbances will be used as a basic for contour mapping of geomagnetic disturbance around these three observation locations. Hence, the information of these geomagnetic disturbances will be useful for geological survey around observation locations. Keywords: Kriging concept, simulation data, local geomagnetic disturbance
STRUKTUR GEOLOGI DI PERAIRAN PULAU BUTON SELATAN Lukman Arifin; Tommy Naibaho
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 13, No 3 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.989 KB) | DOI: 10.32693/jgk.13.3.2015.269

Abstract

Penelitian geofisika dengan metode seismik pantul dangkal dilakukan di perairan Pulau Buton bagian selatan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kondisi geologi di bawah permukaan dasar laut. Dari data rekaman seismik diinterpretasikan bahwa stratigrafi seismik dibagi menjadi dua runtunan yaitu runtunan A dan B. Bila disebandingkan dengan geologi daratnya maka runtunan A termasuk dalam Formasi Wapulaka yang berumur Tersier dan runtunan B termasuk Formasi Sampolakosa yang berumur Kuater. Data rekaman tersebut juga menunjukkan adanya beberapa struktur geologi seperti sesar, lipatan, dan pengangkatan. Diduga struktur geologi tersebut berkembang dengan masih aktifnya proses tektonik hingga sekarang. Implikasi aktifnya tektonik ini dapat memperkaya dan meningkatkan potensi sumberdaya alam yang ada seperti migas dan aspal. Kata kunci seismik pantul dangkal, struktur geologi, tektonik, Perairan Pulau Buton. Geophysical research with shallow reflection seismic method carried out in the waters of the southern part of Buton Island. The aim of research is to determine the geological conditions under the sea floor. Data from seismic recordings interpreted that seismic stratigraphy is divided into two sequences, that are sequence A and B. Ifthe land geology to be compared then the sequence A is Wapulaka Formation which is Tertiary age and sequence B is Sampolakosa Formation which is Kuarter age. The recording data also indicated a number of geological structures such as faults, folds, and uplift. It was alleged that the geological structure is developing with tectonic processes are still active until now. The implications of the active tectonic can enrich and enhance the existing natural resources such as oil and gas, and bitumen. Keywords: shallow seismicreflection, geology structure, tectonic, Buton Island Waters.
FENOMENA SEDIMENT CLOUD DI PERAIRAN TANJUNG PONTANG BANTEN Nyoman Astawa; Hananto Kurnio; Lukman Arifin
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2881.447 KB) | DOI: 10.32693/jgk.9.1.2011.196

Abstract

Penafsiran data rekaman strata box dari daerah penelitian menunjukkan 2 (dua) runtunan akustik yaitu runtunan A, dan runtunan B. Kontak antara runtunan A dengan B berupa kontak toplap atau pepat erosi. Runtunan B adalah runtunan termuda yang proses pengendapannya masih berlangsung sampai sekarang. Dalam rekaman strata box banyak ditemukan pantulan dalam bersifat keruh di dalam kolom air. Hal tersebut diperkirakan berupa gambaran reflektor sediment cloud (awan sedimen). Munculnya sediment cloud diperkirakan ada kaitannya dengan aktivitas gunung api yang ada di daerah penelitian (Gunung Karang). Sediment cloud terjadi akibat adanya tekanan fluida yang berasal dari bawah permukaan dasar laut, yang menerobos ke permukaan dasar laut, disertai dengan muatan material sedimen. Sebaran sediment cloud di daerah penelitian cukup luas, sehingga sangat menarik untuk diteliti lebih lanjut. Kata kunci : Rekaman strata box, penafsiran, sediment cloud, gunung api. Strata box records interpretation from the study area indicate two sequences, those are sequence A and sequence B. Sequence A is separated from sequence B by toplap contact. Sequence B is the youngest sequence in the study area is which its deposition still active until now. In the strata box records the chaotic reflection features are found in its water column. These features are assumed as sediment clouds. The appearance of these clouds in the study area is possibly related to volcano activities (Karang Volcano). This phenomenon is occurred due to fluid pressure derived from sub-seabottom, followed by sediment material blow out. The sediment clouds are widely distributed, thus it is interesting to be further studied. Key words : Strata box records, interpretation, sediment cloud, volcano.