Purnomo Raharjo
Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan, Jl. DR. Junjunan No. 236, Telp. 022 603 2020, 603 2201, Faksimile 022 601 7887, Bandung

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS GEOTEKNIK KELAUTAN PADA SISI KETAPANG (SELAT BALI) UNTUK PENGEMBANGAN PENGHUBUNG JAWA - BALI Ediar Usman; Franto Novico; Kris Budiono; Purnomo Raharjo
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 2, No 2 (2004)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.055 KB) | DOI: 10.32693/jgk.2.2.2004.113

Abstract

Daerah penelitian terletak di Perairan Ketapang, Selat Bali, ke arah timur dari pantai Banyuwangi. Di daerah ini akan dikembangkan jembatan penghubung Jawa dan Bali. Hasil penelitian geologi dan geofisika kelautan menunjukkan kondisi geologi dan geofisika yang komplek. Berdasarkan hasil pemboran inti dan nilai SPT memperlihatkan adanya sedimen tidak terkonsolidasi mencapai tebal 20 meter dari permukaan dasar laut yang tersusun dari fragmen terumbu koral dan cangkang foram. Analisis ini tanpa menggunakan metoda propertis keteknikan karena sedimen tak terkonsolidasi di dominasi oleh fragmen dan cangkang foram hampir 80%. Analisis nilai SPT menunjukkan kapasitas tiang pancang untuk diameter 50 cm mempunyai rata-rata 93.752 ton beban tekan dan 21.532 ton beban tarik. Untuk meningkatkan beban tersebut harus meningkatkan diameter tiang pancang lebih dari 50 cm dan kedalaman tiang pancang lebih dari 20 meter dari permukaan dasar laut. The area investigated is the Ketapang Waters of Bali Strait, easthward of the Banyuwangi Coast. This area will be developed a bredge between Java and Bali. Result of geological dan marine geophysical method shows the geologic and oseanograhic condition very complex. Based on coring data and Standard Penetration Test (SPT) value shows the unconsolidated sediments to reach 20 meters from seabed consist of coral fragments and foram shells. This analysis without engineering properties method because unconsolidated sediment is dominated by fragment and shell almost 80%. Analisys of Standard Penetration Test (SPT) value shows the bearingpile capacity of 50 cm of bearingpile diameters has avarage 93.752 ton of download and 21.532 ton of upload. For more then that value has to increasing the diameters more then 50 cm and ent bearingpile more then 20 meters thicknees in depth from seabed.
KETERKAITAN UNSUR TANAH JARANG TERHADAP MINERAL BERAT ILMENIT DAN RUTIL PERAIRAN PANTAI GUNDI, BANGKA BARAT Noor C.D. Aryanto; Joni Widodo; Purnomo Raharjo
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 1, No 2 (2003)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.481 KB) | DOI: 10.32693/jgk.1.2.2003.95

Abstract

Berdasarkan hasil analisa unsur terhadap 7 contoh sedimen permukaan dasar laut di Perairan Pantai Gundi, Bangka Barat, yang kemudian dianalisa dengan menggunakan metode Inductively Coupled Plasma (ICP) dapat diketahui konsentrasi kandungan unsur Niobium (Nb) dan unsur Tantalum (Ta). Selain itu dilakukan pula analisa mineral berat dengan menggunakan larutan pemisah bromoform (BJ 2,83) terhadap 15 contoh. Konsentrasi kandungan unsur jarang seperti Niobium dapat mencerminkan keberadaan mineral berat ekonomis, yaitu mineral berat yang resisten terhadap pelapukan dan mengandung unsur Titanium (Ti), seperti mineral Ilmenit (FeTiO3) dan rutil (TiO2). Juga dapat dibuktikan, di daerah selidikan bahwa keberadaan unsur Niobium dan Tantalum di alam hampir dapat dipastikan selalu berasosiasi. Di daerah selidikan asosiasi ini berupa mineral columbite-tantalite (Fe,Mn)Nb2O6-(Fe,Mn)Ta2O6 dan pyrochlore (Na, Ca, Ce…)2 Nb2O6F. Selain itu masih dengan memperhatikan asosiasi kedua unsur ini dapat diketahui pula asal batuan sumber dari sedimen-sedimen dimana mineral tersebut terakumulasi, karena asosiasi antara unsur Niobium dan Tantalum merupakan penciri untuk daerah pegmatis. Based on element analysis of 7 surface sediment samples from Gundi Waters, Western Bangka by using Inductively Coupled Plasm (ICP), the content of rare element Niobium (Nb) and Tantalum (Ta) can be identified. On the other hand heavy mineral analysis with float-sink method using bromoform as separator liquid has been applied for 15 samples. Based on observations the concentration of Niobium (Nb) element reflects the present of heavy minerals consisted of Titanium (Ti) element, such as Ilmenit (FeTiO2) and Rutil (TiO2). It is can also be proved that in the investigated area Niobium (Nb) and Tantalum (Ta) elements are occure in association. In the study area, this association shows as columbite-tantalite (Fe,Mn)Nb2O6-(Fe,Mn)Ta2O6 and pyrochlore (Na, Ca, Ce…)2 Nb2O6F minerals. Moreover, based on this association, it can be recognized the source rocks of the sediment where the minerals accumulate as association of these two elements are specific for pegmatic area.
STUDI PENURUNAN SEDIMEN KUARTER DI PERAIRAN CIREBON, PROPINSI JAWA BARAT Kris Budiono; Purnomo Raharjo
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1373.902 KB) | DOI: 10.32693/jgk.6.1.2008.150

Abstract

Penelitian ini lebih difokuskan dalam mengaplikasikan data geologi teknik untuk menganalisis kemungkinan potensi penurunan sedimen Kuarter apabila didirikan suatu bangunan laut. Secara umum litologi daerah penelitian diperkirakan terdiri dari sedimen berumur Plistosen sampai Kuarter Data yang dipergunakan adalah data hasil pemboran teknik di laut dengan uji SPT dan hasil analisa laboratorium mekanika tanah. Berdasarkan pada perhitungan nilai SPT untuk setiap tiang pancang menunjukkan bahwa nilai daya dukung dijinkan (Qa) adalah 83,726 ton. Perkiraan nilai penurunan (St) adalah 0,992 cm atau 0,390 inci. Hasil perhitungan untuk dimensi dermaga yang direncanakan memperlihatkan bahwa beban total yang terjadi pada dermaga (q) adalah 2,18 ton/m2. Potensi penurunan lapisan tanah berdasarkan hasil uji laboratorium adalah 2,35 cm. Lamanya penurunan untuk terjadinya konsolidasi 10% adalah 94,81 hari (3,16 bulan), konsolidasi 20% adalah 367,41 hari (1,06 tahun), konsolidasi 50% adalah 2334,81 hari (6,39 tahun) dan konsolidasi 90% adalah 100503,7 hari (27,54 tahun). Berdasarkan kondisi tersebut di atas, menunjukan bahwa daerah penelitian memiliki potensi penurunan kecil dan dalam dalam waktu yang relatif lama. Kata kunci : geologi teknik, penurunan, bangunan laut, perairan Cirebon The aim of the study is mainly to apply the engineering geological data for analyzing the settlement potency of Quaternary sediments if the sea construction is built. In general, the litology in the study area consist of Plistocene to Recent sediments. The data used in this study are the offshore cores, namely, the SPT test and soil mechanic analyses. The SPT values of each pile shows that the allowable bearing capacity value is 83,726 ton. The estimation of settlement value ((St) is 0,992 cm or 0,390 inches. The total sediment loaded at the port (q) is 2,18 ton/m2, whereas based on the laboratory test analysis, it shows that the potential of soil settlement layer is 2,35 cm. The settlement period for 10% of consolidation is 94,81 days (3,16 months), 20% of consolidation is 367,41 days (1,06 years), 50% of consolidation is 2334,81 days (6.39 years), and 90% of consolidation is 100503,7 days (27.54 years). The above conditions indicate that the settlement in the study area is under going subsidence in small potential and in relatively long period. Key word : engineering geology, settlement, offshore structur, Cirebon waters
ESTIMASI KECEPATAN SEDIMENTASI DI PERAIRAN ASTANAJAPURA, KABUPATEN CIREBON, JAWA BARAT (DALAM KAITANYA DENGAN RENCANA PENGEMBANGAN PELABUHAN) Purnomo Raharjo; Faturachman Faturachman
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 1, No 3 (2003)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.479 KB) | DOI: 10.32693/jgk.1.3.2003.100

Abstract

Perencanaan dan pengembangan Pelabuhan Cirebon merupakan kegiatan strategis kerena letak kabupaten dan kota Cirebon merupakan sisi penghubung antara beberapa kabupaten di bagian barat (DKI dan Jawa Barat) dan beberapa kabupaten di bagian timur (Jawa Tengah dan Jawa Timur). Demikian juga wilayah perairannya, merupakan bagian dari perairan Laut Jawa yang menghubungkan beberapa pulau di depannya, seperti Kalimantan, Sulawesi dan kepulauan di Kawasan Timur Indonesia.Salah satu kendala bagi perencanaan Pelabuhan Cirebon yaitu masalah sedimentasi yang cukup aktif di perairan ini, hal ini dimungkinkan karena banyaknya sungai-sungai besar yang membawa sedimen dari daratan disamping itu faktor oseanografi juga berperan. Metoda yang diterapkan pada penelitian ini yaitu dengan melakukan pengamatan pasang surut dan pengukuran arus, membandingkan beberapa peta dasar, menghitung kecepatan sedimentasi pada material halus (suspended sediment) dengan penentuan umur absolut berdasarkan radioaktif 210Pb. Kedudukan muka air laut rata-rata (mean sea level) sebesar 139 cm dan kedudukan air rendah (LWS) sebesar 59.93 cm dibawah duduk tengah, tipe pasang surutnya adalah “pasang campuran yang condong ke harian ganda”, berdasarkan bilangan Formzal F sebesar 0.51. Kondisi arus pada saat pasang kecepatan arus permukaan rata-rata mencapai 0,072 m/detik dan arus menengah mencapai 0,056 m/detik. Pada saat surut kecepatan arus permukaan rata-rata mencapai 0,075 m/detik dan arus menengah mencapai 0,055 m/detik. Pada daerah dekat pantai pola arus permukaan relatif sama dengan pola arah angin dominan yaitu berarah timurlaut – baratdaya. Faktor lain yang mempengaruhi pola arus adalah banyaknya sungai besar serta adanya Tanjung Dleweran yang menjorok ke laut sehingga terjadi pola arus yang menutup (louping current). Kecepatan sedimentasi rata-rata di perairan Astanajapura berdasarkan penentuan umur unsur radioaktif 210Pb berkisar antara 1,37 – 1,5 cm/tahun dengan muatan sedimen rata-rata berkisar antara 30,44 – 36,1 kg/m2/tahun. Planning and development of Cirebon Port is a strategic activity, because some district in the west part (DKI and West Java) and the east part (Central Java and East Java) is connected by the Cirebon district. Cirebon waters isbelonging to the Java Sea and also as a connecting same island in front of, such as Kalimantan, Sulawesi and the eastern part of Indonesia islands. Once of constrain for port development in Cirebon district is a sedimentationrate, this problem due to much sediment are carried by the big rivers from the land. In this research the method are used such as tide observation, current measurement, complied some base map, sediment rate accounting with determining of age absolute base on 210Pb radioactive.Mean sea lavel is 139 cm and low water sea is 59,93 cm below mean sea lave, base on Fromzal unit 0.51 type oftide is mixed tide to predominantly semi diurnal. Mean surficial current velocity is 0.072 m/sec and medium current velocity is 0.055 m/sec in the tide, meansurficial current velocity is 0.075 m/sec and medium current velocity is 0.055 m/sec in the ebb. In the near shore the surficial current relative same with the dominant wind direction that is notheast-southwest. There are many big river and Dleweran cape which extends into the sea cause the louping current are the other factor which influence the current. The average of sedimentation rate in the Astanajapura waters base on radioactive 210Pb dating is 1,37 – 1,5 cm/yr and the average of sediment mass flux is 30,44 – 36,1 kg/m2yr-1.