Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Efektivitas Batuk Efektif dan Fisioterapi Dada pada Penyakit Paru Obstruktif Kronis: Studi Kasus Dina Nafianida; Resti Yulianti Sutrisno; Badriyah, Badriyah
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v4i2.1058

Abstract

Penyakit paru obstruktif kronis atau peradangan paru kronis merupakan penyakit yang bersifat irreversible. Mortalitas akibat penyakit ini mencapai hampir 90% pada usia di bawah 70 tahun di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Terapi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah batuk efektif dan fisioterapi dada untuk membantu mengeluarkan dahak pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas prosedur fisioterapi dada dan batuk efektif pada frekuensi napas atau respiratory rate (RR), saturasi oksigen (SpO2), suara napas, keluhan batuk serta sesak napas pasien. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan melakukan studi kasus pada lima pasien PPOK. Analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan deskripsi kondisi pasien. Penelitian dilakukan di bangsal dalam RSUD Tidar Kota Magelang selama tiga hari perawatan kepada lima pasien PPOK. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan RR sebanyak 5 – 7x/menit, peningkatan SpO2 menjadi sebanyak 3 – 4%, perbaikan suara napas, keluhan batuk serta sesak napas pasien. Frekuensi napas sebelum intervensi dalam rentang 26 – 35x/menit menurun menjadi dalam rentang 20 – 28x/menit setelah intervensi. Sementara itu, SpO2 sebelum intervensi dalam rentang 91% - 96% meningkat menjadi lebih dari atau sama dengan 95%. Dengan membandingkan data kondisi pasien sebelum dan setelah intervensi, pemberian prosedur fisioterapi dada dan batuk efektif memiliki pengaruh pada perbaikan kondisi pasien PPOK.
Pengaruh Progressive Muscle Relaxation terhadap Penurunan Tingkat Keletihan Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Monika Izza Nasrulloh; Resti Yulianti Sutrisno; Purnomo Widiyanto
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): May : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v2i3.414

Abstract

Chronic Kidney Failure (CKD) is a progressive and irreversible disease characterized by a decrease in the glomerular filtration rate (GFR). In this disease, uremia impairs the kidney's ability to maintain metabolism and water and electrolyte balance. Fatigue is one of the most common symptoms in patients undergoing hemodialysis which impacts quality of life. Progressive muscle relaxation is a type of non-pharmacological nursing intervention that can be used to treat fatigue in CKD patients undergoing hemodialysis. The aim of this research is to determine the application of progressive muscle relaxation therapy to fatigue in CKD patients undergoing hemodialysis therapy. The research design used is a case report. The instrument used to measure the level of fatigue is the Functional Assessment Chronic Illness Therapy (FACIT) fatigue scale. The intervention was carried out for ten to fifteen minutes over three days in the hospital hemodialysis unit and four days at the patient's home. Evaluation of respondents' level of fatigue was carried out on days 1, 5, and 8. The results of this study showed that the fatigue level score after intervention on day 1 was 16 (severe category), the score on day 5 was 20 (moderate category), and day 8 was 24 (moderate category). It can be concluded that progressive muscle relaxation therapy can reduce fatigue in CKD patients undergoing hemodialysis. The results of this research can be applied independently by nurses for CKD patients undergoing hemodialysis to reduce fatigue levels.
EFEKTIVITAS FOOT MASSAGE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI DAN KECEMASAN POST LAPARATOMI PADA PASIEN CANCER SIGMOID : STUDI KASUS Anggara, Eri Anggara; Resti Yulianti Sutrisno; Badriyah, Badriyah
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi kanker kolorektal dalam lima tahun terakhir mencapai 10,2% atau sekitar 104.235 orang. Dari masalah tersebut diperlukan tindakan laparatomi , tetapi setelah mendapatkan tindakan laparotomi, sering muncul keluhan nyeri dan kecemasan yang dapat mempengaruhi proses pemulihan, sehingga diperlukan intervensi non-farmakologis tambahan seperti foot massage. Foot massage adalah terapi pijat kaki yang memberikan stimulasi di area tertentu.  Tujuan: penelitian ini melihat bagaimana efek foot massage mengurangi rasa sakit dan kecemasan pasca-laparotomi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus 1 pasien dengan memberikan intervensi pijat kaki selama tiga hari dengan durasi 15 menit setiap hari dan evaluasi sebelum dan sesudah intervensi; kriteria pemilihan kasus adalah pasien dengan post laparotomi dengan kanker sigmoid. Intrumen digunakan pada penelitian ini adalah NRS (Numeric Rating Scale) terkait tingkat nyeri dan HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) terkait tingkat kecemasan  Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan bahwa setelah pijat kaki, terjadi perubahan intensitas nyeri sebelum dan sesudah tindakan dengan penurunan 2 atau 20% setelah intervensi dan evaluasi setelah tiga hari dari skala 8 (nyeri parah) ke skala 1 (nyeri ringan),  Pada skor kecemasan ada penurunan dari kecemasan sedang menjadi tidak cemas. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa pijat kaki dapat mengurangi intensitas rasa sakit dan kecemasan pasca-laparotomi.