Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

EDUKASI KESEHATAN TENTANG CARA MENGATASI OBESITAS PADA REMAJA DI SMAS BABUL MAGFIRAH DI LAM ALU CUT KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR Asmaul Husna; Ratna Willis; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset yang dilakukan oleh Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013 menunjukkan prevelensi untuk obesitas di usia remaja yaitu usia 16 –18 tahun sebesar 1.6% dan di tahun 2018 meningkat menjadi 4%. Negara Indonesia bahkan menempati urutan ke dua setelah Singapura dengan jumlah sebesar 12% remaja mengalami obesitas5.Obesitas ini terjadi karena ketidakseimbangan energi antara kalori yang dikonsumsi dengan kalori yang digunakan oleh tubuh. Ketidakseimbangan ini dapat terjadi karena peningkatan asupan makanan berenergi dengan kandungan lemak yang tinggi dan penurunan aktivitas fisik. Berkurangnya aktivitas fisik yang dilakukan juga berbanding lurus dengan semakin majunya teknologi mengingat di jaman sekarang anak-anak usia remaja lebih mengutamakan screentime dengan menonton TV atau bermasin game dengan gadged, sehingga lebih meningkatkan pola konsumsi makanan dibandingkan dengan aktivitas fisiknya6. Penyuluhan dilakukan dengan topik “Edukasi Kesehatan Tentang Cara Mengatasi Obesitas Pada Remaja Di SMAS Babul Magfirah Di Lam Alu Cut Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini mengambil lokasi di Di SMAS Babul Magfirah Di Lam Alu Cut Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Dengan 40 Siswi. Waktu peaksanaan 1 hari pada tanggal 05 September 2023.Kata kunci : Edukasi Kesehatan Tentang Cara Mengatasi Obesitas Pada RemajaResearch conducted by Basic Health Research in 2013 showed that the prevalence of obesity in adolescents, namely ages 16-18, was 1.6% and in 2018 it increased to 4%. Indonesia even ranks second after Singapore with 12% of teenagers experiencing obesity. This obesity occurs due to an energy imbalance between the calories consumed and the calories used by the body. This imbalance can occur due to increased intake of energy foods with high fat content and decreased physical activity. The reduction in physical activity carried out is also directly proportional to the increasingly advanced technology considering that nowadays teenage children prioritize screen time by watching TV or playing games with gadgets, thus increasing their food consumption patterns compared to their physical activity6. The counseling was carried out with the topic "Health Education on How to Overcome Obesity in Adolescents at Babul Magfirah High School in Lam Alu Cut, Kuta Baro District, Aceh Besar Regency. This community service activity took place at SMAS Babul Magfirah in Lam Alu Cut, Kuta Baro District, Aceh Besar Regency. With 40 female students. Peak time is 1 day on 05 September 2023.Keywords: Health Education about How to Treat Obesity in Adolescents   
EDUKASI KESEHATAN TENTANG BAHAYA MEROKOK PADA REMAJA DI SMAN 1 BAITUSSALAM Eva Rosdiana; Alfitri Wahyuni; Mira Abdullah; Febri Yusnanda; Ratna Willis; Ismail Ismail
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merokok pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin mengkhawatirkan. Aktivitas yang dahulu identik dengan orang dewasa kini telah merambah ke kalangan pelajar, bahkan pada usia sekolah dasar. Data global menunjukkan sekitar 38 juta remaja berusia 13–15 tahun merupakan perokok aktif, dengan tren peningkatan dari tahun ke tahun (Wijayanti & Ronoatmodjo, 2025). Di Indonesia, prevalensi perokok remaja mencapai lebih dari 20% dan menempatkan negara ini sebagai peringkat ketiga tertinggi di dunia (Fauziah et al., 2020; Vivy Maharani et al., 2021). Sebagian besar remaja mulai merokok pada usia sangat muda, yaitu 12–15 tahun (Rahayuwati & Castillo, 2020), yang meningkatkan risiko penyakit kronis di usia dewasa (Winelis, 2021). Melihat tingginya angka tersebut, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan tentang bahaya merokok. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai dampak negatif merokok terhadap kesehatan fisik, mental, dan masa depan mereka. Dengan pelaksanaan edukasi di SMA Negeri 1 Baitussalam Kabupaten Besar, diharapkan siswa mampu memahami risiko merokok serta menumbuhkan sikap menolak terhadap perilaku merokok sejak dini. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas kepada para siswa-siswi tentang merokok dan dampak negative yang dapat muncul akibat merokok sehingga siswa/i SMAN 1 Baitussalam terhindar dari perilaku merokok. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan cara memberikan edukasi kesehatan secara langsung ke pada siswa-siswi SMAN 1 Baitussalam pada tanggal 22 Februari 2025. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 30 siswa/i. Hasil pelaksanaan kegiatan terlihat bahwa siswa/i menjadi paham tentang bahaya merokok dan dampaknya bagi kesehatan. Hal ini terlihat dari hasil nilai pretes dan postes yaitu 78% remaja mengetahui tentang bahaya merokok saat pretes dan meningkat menjadi 98% pada saat dilakukan postest. Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian ini siswa/i terlihat antusias mendengarkan edukasi kesehatan yang disampaikan, dan mereka yang sudah terlanjur merokok menyatakan menyesal sudah mengenal rokok dan akan berusaha untuk berhenti merokok. Kata Kunci : Bahaya Merokok, Edukasi Kesehatan, Remaja