Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Morfosintaksis Verba Predikatif Berunsur meN- D-kan dalam Kontruksi Kalimat Tunggal Siti Nurkhanifah; Cahyo Yusuf; Winasti Rahma Diani
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): REPETISI VOLUME 7 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v7i1.4467

Abstract

Fenomena bahasa dalam penelitian ini yaitu morfosintaksis verba predikatif berunsur meN-D-kan yang terdapat dalam konstruksi kalimat tunggal. Verba predikatif meN-D-kan yang menduduki konstruksi kalimat tunggal itu memiliki bentuk yang sama. Akan tetapi, di dalamnya terdapat fenomena karakteristik yang berbeda yaitu antara verba ektransitif dan dwitransitif. Teori dalam penelitian ini menggunakan teori Alwi, dkk. (2010), Alwi, dkk. (2017), dan Putrayasa (2017). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis verba predikatif berunsur meN-D-kan kalimat tunggal. Data penelitian bersumber dari tuturan, tulisan, dan peneliti. Penyajian data menggunakan metode simak-baca-semah (penyajian) dengan teknik catat dan pengodean data. Data dianalisis menggunakan metode agih dan teknik Beda Unsur Langsung (BUL). Hasil penelitian ini yaitu (a) bentuk afiks meN- -kan yang melekat pada morfem dasar dalam kalimat tunggal akan mengubah perilaku verba itu sendiri, sehingga verba itu menjadi verba predikatif yang menyatakan suatu perbuatan. (b) perubahan makna afiks meN-D-kan ditemukan empat macam, yaitu melakukan kegiatan sesuatu, menjadikan sesuatu, melakukan kegiatan untuk orang lain, dan memberikan sesuatu, (c) verba predikatif meN-D-kan dalam konstruksi kalimat tunggal terdapat dua jenis yaitu verba ekatransitif yang diikuti satu nomina ( non persona) dan dwitransitif yang diikuti dua nomina ( persona dan non persona). Kata kunci: kalimat tunggal, perubahan bentuk, perubahan makna, verba dwitransitif, verba ekatransitif, verba predikatif meN-D-kan.
Psikologi Tokoh Utama dalam Naskah Drama Sontoloyo Karya Indraswara Darmaputra Elma Marsitawanti; Astuty; Winasti Rahma Diani
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): REPETISI VOLUME 7 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v7i2.4473

Abstract

Penelitian psikologi tokoh utama dalam naskah drama Sontoloyo karya IndraswaraDarmaputra dilatarbelakangi oleh tokoh utama yang bernama Semadhi yang berubahkepribadiannya karena masalah yang tiba-tiba menimpanya. Tujuan penelitian ini untukmemperoleh deskripsi psikologi tokoh utama dalam naskah drama Sontoloyo karya IndraswaraDarmaputra. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan datayang digunakan yaitu teknik baca, menandai, dan catat. Teknik analisis data menggunakan teknikanlisis isi. Pendekatan yang digunakan berupa psikologi sastra dengan teori psikologi individualAlfred Adler, yaitu (1) finalisme semu, (2) superioritas, (3) inferioritas, (4) dorongankemasyarakatan, (5) gaya hidup, dan (6) diri yang kreatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwaaspek yang paling menonjol yaitu inferioritas, superioritas, dan diri yang kreatif. Melaluiinferioritas, superioritas, dan diri yang kreatif tersebut Semadhi dapat mencapai finalisme semuberupa ditampakkannya kebenaran untuk mencapai kebebasan menjadi terwujud. Dorongankemasyarakatan dan gaya hidup juga turut berpengaruh pada kepribadiannya saat berjuangmencapai tujuan. Hasil penelitian dapat diimplikasikan untuk pembelajaran Bahasa Indonesiamateri drama di Sekolah Menengah Atas (SMA) fase F (umumnya setara dengan kelas XI dan XIISMA) berdasarkan kurikulum merdeka. Kata kunci: psikologi individual Alfred Adler, psikologi tokoh utama, naskah drama Sontoloyo.
Gaya Bahasa Simile dalam Novel Tujuh Kelana Karya Nellaneva Dina Prayitiningrum; Astuty; Winasti Rahma Diani
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): REPETISI VOLUME 7 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v7i2.4480

Abstract

Penelitian yang berjudul “Gaya Bahasa Simile dalam Novel Tujuh Kelana Karya Nellaneva” dilatarbelakangi oleh adanya fenomena penggunaan gaya bahasa simile dalam novel bergenre fantasi. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) bagaimana gaya bahasa simile yang terdapat dalam novel Tujuh Kelana karya Nellaneva, dan (2) bagaimana makna gaya bahasa simile dalam novel Tujuh Kelana karya Nellaneva. Data penelitan ini berupa kalimat yang mengandung gaya bahasa simile pada novel Tujuh Kelana. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode simak dan teknik catat. Metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode agih dengan teknik bagi unsur langsung (BUL) dan metode padan dengan teknik pilah unsur penentu (PUP). Pada hasil penelitian ini, ditemukan 36 data yang mengandung gaya bahasa simile dengan delapan penanda, yaitu penanda seperti, menyerupai, seumpama, layaknya, bagaikan, bagai, mirip, dan ibarat. Data tersebut dianalisis komponen makna menjadi dua, yaitu komponen makna penyama dan komponen makna pembeda. Bagi pembaca dan peneliti selanjutnya, masih terdapat aspek lain yang dapat dikaji menggunakan teori dari sudut pandang yang berbeda. Kata kunci: gaya bahasa simile, makna, novel Tujuh Kelana.
Fenomena Penggunaan Bahasa Slang dalam Konten Youtube Qorygore Fuad Arsyad; Mursia Ekawati; Winasti Rahma Diani
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): REPETISI VOLUME 7 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v7i2.4481

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan mendeskripsikan bentuk bahasa slang dan tujuan penggunaan bahasa slang dalam konten Youtube Qorygore. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa berupa ujaran (perkataan), kata, ataupun kalimat yang menunjukkan bentuk bahasa slang dan tujuan penggunaan bahasa slang yang terdapat pada akun Youtube Qorygore. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak yang dilanjutkan dengan teknik catat. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ini menggunakan analisis deskriptif yaitu mendeskripsikan bentuk bahasa slang dan tujuan penggunaan bahasa slang dalam konten Youtube Qorygore dengan teknik lanjutan pilah unsur penentu (PUP). Hasil dan pembahasan yang ditemukan dalam penelitian adalah terdapat 4 bentuk slang yang terdiri dari abreviasi (singkatan, akronim, penggalan), bentuk pembalikan, bentuk plesetan, dan bentuk kata asing. Tujuan penggunaan bahasa slang yang ditemukan sesuai dengan teori Patridge (1950) ada 4 yaitu untuk memudahkan dalam berhubungan sosial, untuk memperhalus kata, untuk menjadi kosakata yang padat dan konkret, dan untuk terlihat berbeda atau kekinian. Kata kunci: Bahasa slang, bentuk bahasa slang, tujuan bahasa slang, Qorygore
Kohesi Leksikal Pidato Jokowi HUT RI 2019 2024 sebagai Bahan Ajar SMP Devi Putri Larasati; Winasti Rahma Diani; Arif Setyawan
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): REPETISI VOLUME 8 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v8i01.4596

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami penggunaan kohesi leksikaldalam teks pidato kenegaraan, khususnya pidato Presiden Joko Widodo pada peringatan HUT RIuntuk menganalisis kepaduan wacana dan efektivitas komunikasi politik. Tujuan penelitian iniadalah mendeskripsikan jenis kohesi leksikal, menganalisis fungsi kohesi leksikal, danmengimplementasikan hasil penelitian sebagai bahan ajar teks pidato. Metode penelitianmenggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat untuk pengumpulandata, serta metode agih dengan teknik dasar Bagi Unsur Langsung (BUL) dan teknik lanjutanbaca markah dan ganti untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam jeniskohesi leksikal yaitu repetisi (epizeuksis, tautotes, anafora, epistrofa, simploke, mesodiplosis,epanalepsis, anadiplosis), sinonimi, antonimi, kolokasi, hiponimi, dan ekuivalensi. Fungsi kohesileksikal meliputi penegasan gagasan, mempertahankan topik wacana, menciptakan kepaduanwacana, dan membangun kesan emotif. Kesimpulan penelitian menunjukkan kohesi leksikalberperan penting dalam membangun kepaduan dan efektivitas komunikasi dalam pidatokenegaraan. Kontribusi penelitian berupa pengembangan bahan ajar handout materi teks pidatountuk siswa kelas VIII SMP sesuai kurikulum merdeka. Kata kunci: Bahan Ajar, Kohesi Leksikal, Kurikulum Merdeka, Pidato Kenegaraan, Presiden Joko Widodo.
Bentuk dan Fungsi Lanskap Linguistik di Kawasan Keraton Yogyakarta serta Implementasinya sebagai Modul Ajar Teks Iklan Nurul Asiyah; Irsyadi Shalima; Winasti Rahma Diani
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): REPETISI VOLUME 8 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v8i01.4649

Abstract

Penelitian yang berjudul “Bentuk dan Fungsi Lanskap Linguistik di Kawasan Keraton Yogyakarta serta Implementasinya sebagai Modul Ajar Teks Iklan di SMP” dilatarbelakangi olehadanya fenomena keberagaman penggunaan bahasa yang terdapat pada papan lanskap linguistik(LL) di kawasan Keraton Yogyakarta. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apa saja variasi bahasa pada LL di kawasan Keraton Yogyakarta dan apa saja fungsi bahasa yang ditemukan pada LL di kawasan Keraton Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan variasibahasa pada LL di kawasan Keraton Yogyakarta dan mendeskripsikan fungsi variasi bahasa pada LL di kawasan Keraton Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penyediaan data adalah metode simak dengan menerapkan teknik catat dan teknik rekam. Untuk analisis data, digunakan metode padan dan metode agih dengan teknik analisis berupa Pilah Unsur Penentu (PUP) danBagi Unsur Langsung (BUL). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya variasi bahasa (1) monolingual berupa penggunaan tunggal bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Jawa,(2) bilingualisme bahasa Indonesia-bahasa Inggris-bahasa Jawa, dan (3) Multilingualisme bahasaIndonesia-bahasa Inggris-bahasa Jawa-bahasa Cina. Selain itu, ditemukan pula fungsi lanskaplinguistik yang mencakup fungsi informatif, seperti peringatan, penunjuk arah, dan penandatempat, serta fungsi simbolik yang berkaitan dengan aspek politik, ekonomi, budaya, agama, dansejarah. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diimplementasikan ke dalam Modul Ajarmateri teks iklan, poster, dan slogan SMP kelas VIII menggunakan Kurikulum Merdeka. Kata kunci: bentuk variasi bahasa, fungsi lanskap linguistik, lanskap linguistik.