Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Media Akuakultur

PROBIOTIK: PEMANFAATANNYA UNTUK PAKAN IKAN BERKUALITAS RENDAH Abdul Mansyur; Abdul Malik Tangko
Media Akuakultur Vol 3, No 2 (2008): (Desember 2008)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.735 KB) | DOI: 10.15578/ma.3.2.2008.145-149

Abstract

Probiotik mempunyai prospek yang cerah dalam membantu memperbaiki pakan berkualitas rendah pada budidaya ikan sehingga akan ikut meningkatkan produktivitas perikanan budidaya. Salah satu jenis probiotik yang telah dicoba adalah probiotik dengan merek dagang H-S dicampurkan ke dalam pakan dengan menggunakan hewan uji ikan bandeng dalam keramba jaring apung (KJA) di laut ukuran 1 m x 1 m x 1,2 m. Dari hasil ujicoba menunjukkan bahwa dengan konsentrasi 0,2%/kg pakan yang diberikan pada hewan uji ikan bandeng memberikan respons yang terbaik terhadap laju pertumbuhan harian, rasio konversi pakan, dan kecernaan pakan baik bahan kering, protein, maupun energi.
RUMPUT LAUT JENIS CAULERPA DAN PELUANG BUDI DAYANYA DI SULAWESI SELATAN Petrus Rani Pong-Masak; Abdul Mansyur; Rachmansyah Rachmansyah
Media Akuakultur Vol 2, No 2 (2007): (Desember 2007)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9085.858 KB) | DOI: 10.15578/ma.2.2.2007.80-85

Abstract

Caulerpa merupakan salah satu komoditas rumput laut yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat secara langsung sebagai makanan dalam bentuk lalapan dan sayuran. Di Sulawesi Selatan, Caulerpa yang dipanen dari laut sangat digemari bahkan telah diproduksi melalui usaha budi daya pada tambak-tambak terlantar di pinggir pantai. Produksi Caulerpa telah menjadi komoditas yang bernilai ekonomi dan diperjualbelikan di pasarpasar lokal dan telah menjadi sajian menu khas di sejumlah restoran menengah. Studi awal telah dilakukan di wilayah pesisir Sulawesi Selatan, yaitu untuk pengamatan lahan budi daya serta analisis proksimat terhadap spesies Caulerpa lentillifera, Caulerpa recemosa var macrophysa, dan Caulerpa sp. di tambak dan pantai. Terlihat bahwa kandungan air 3,09±1,03; abu 60,67±2,62; lemak 0,39±0,33; protein 7,93±2,32; serat kasar 13,33±8,33; dan BETN 17,67±3,88. Tekstur tanah dengan debu berpasir atau pasir berdebu cocok untuk budi daya Caulerpa, di mana budi daya dengan penerapan metode long-line kurang produktif.
POTENSI DAN KENDALA PENGEMBANGAN BUDIDAYA UDANG VANAMEI DI SULAWESI SELATAN Abdul Mansyur; Nur Ansari Rangka
Media Akuakultur Vol 3, No 1 (2008): (Juni 2008)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.845 KB) | DOI: 10.15578/ma.3.1.2008.11-14

Abstract

Udang vanamei merupakan udang introduksi yang masuk ke Indonesia pada tahun 2001 dan diresmikan pada tahun 2002 oleh Menteri Kelautan dan Perikanan sebagai komoditas alternatif dengan maksud untuk membangkitkan kembali usaha pertambakan udang selama budidaya udang windu masih banyak menemui kendala. Udang vanamei ini cukup potensial untuk dikembangkan di Sulawesi Selatan, bukan saja pembudidaya bermodal besar tetapi pembudidaya bermodal kecilpun dapat mengembangkannya. Namun banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama yang menyangkut masih lambatnya dan belum sepenuhnya dikuasai oleh sumber daya manusia perikanan bahkan masih adanya anggapan bahwa udang vanamei hanya dapat dibudidayakan secara intensif. Di lain pihak belum terwujudnya pembinaan kelembagaan kelompok pembudidaya yang profesional, tangguh, dan memiliki visi ke depan dan dukungan permodalan yang masih minim.
ANALISIS BAHAN DAN MANFAATNYA DALAM MENYUSUN FORMULASI PAKAN IKAN BUDI DAYA Abdul Mansyur; Kamaruddin Kamaruddin
Media Akuakultur Vol 1, No 3 (2006): (Desember 2006)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1113.913 KB) | DOI: 10.15578/ma.1.3.2006.113-117

Abstract

SELENGKAPNYA LIHAT PADA FILE pdf
MEMBANGKITKAN KEMBALI GAIRAH PETAMBAK MELALUI BUDI DAYA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei ) DENGAN KEPADATAN RENDAH Abdul Mansyur; Markus Mangampa
Media Akuakultur Vol 2, No 2 (2007): (Desember 2007)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7740.901 KB) | DOI: 10.15578/ma.2.2.2007.62-66

Abstract

Perkembangan budi daya udang vannamei sudah menyebar di sentra-sentra budi daya udang seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jogjakarta, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, NTB, Bali, dan Sulawesi Selatan. Namun masih didominasi oleh petambak intensif yang bermodal besar, padahal jumlah petambak yang bermodal kecil mencapai 80%. Pada saat masih bangkitnya petani udang windu, produksi udang nasional umumnya berasal dari petambak yang bermodal kecil, sehingga berdampak nyata kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat petambak terutama di sentra-sentra produksi udang vannamei. Diharapkan dengan adanya dukungan penelitian, petambak bermodal kecil dapat bangkit dan bergairah kembali mengelola tambaknya demi peningkatan produksi, peningkatan pendapatan, dan kesejahteraan.