Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelestarian Tari Indang Padusi  pada Masyarakat Nagari Jawi-Jawi  Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat Pardo Bima Saputra; Ninon Syofia; Susas Rita Loravianti; Auliana Mukhti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/y7c06r55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelestarian tari Indang Padusi pada masyarakat di Nagari Jawi-Jawi Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis yaitu untuk memaparkan data yang diperoleh di lapangan, selanjutnya dideskripsikan yang kemudian dianalisis sesuai dengan kebutuhan yang berrdasarkan landasan teori terkait. Dalam penelitian ini menggunakan pendapat dari Edi Sedyawati tentang pelestarian dan perkembangan, selanjutnya pendapat Y Sumandiyo Hadi tentang bentuk pertunjukan tari. Hasil penelitian ini menunjukkaan bahwa terwujudnya tari indang padusi ber awal karena menurunnya minat generasi muda terutama kaum laki-laki untuk mempelajari tari indang di nagari jawi-jawi. Sehingga munculnya inisiatif dan minat dari para ibu-ibu yang tergabung dalam sanggar Bintang barat untuk melestarikan tarian indang ini di Tengah masyarakat nagari jawi-jawi. Dengan demikian tari indang padusi pada sanggar Bintang barat nagari jawi-jawi merupakan kelompok kesenian yang memberi warna kehidupan tari tradisi yang terkenal di lingukungan masyarakat setempat, sebab kelompok tarian ini sering tampil memberi hiburan dalam berbagai acara di daerah tersebut.
Perubahan Bentuk dan Dampak Tari Kebagh Terhadap Perkembangan Wisata Daerah Kota Pagar Alam  Provinsi Sumatera Selatan Putri Zeinica; Anak Agung Istri Agung Citrawati; Ernida Kadir; Ninon Syofia
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/4naxv754

Abstract

This study aims to examine the changes in the form and impact of the kebagh Dance on the development of tourism in the Besemah community in Pagar Alam City, South Sumatra Province. The kebagh Dance is a traditional dance of the Besemah community which was originally sacred and functioned in traditional ceremonies, but over time has undergone changes in form, function, and performance context. This study uses a qualitative method with data collection techniques in the form of observation, interviews, documentation, and literature studies. Research informants include artists, studio owners, and community supporters of the Besemah culture. Data analysis focused on changes in elements of the dance performance, such as movement, costume, musical accompaniment, and performance venue, and their impact on the regional tourism sector. This study uses Herbert Spencer's theory of social change, Y. Sumandiyo Hadi's theory of dance form, and Soedarsono's theory of performing arts and tourism. The results show that changes in the form of the kebagh Dance have a positive impact on increasing the cultural tourism appeal of Pagar Alam City, although it has the potential to cause shifts in traditional values and meanings. Therefore, the development of the kebagh Dance needs to be carried out in a balanced manner between preserving cultural values and regional tourism interests.  
Kreativitas Musrizal Pada Sanggar Seni Karang Taruna Dalam Mengembangkan Tari Piring Arak-Arakan Pada Masyarakat Nagari Batu Banyak Kabupaten Solok  Provinsi Sumatera Barat Monicha Antoni; Ninon Syofia; Hardi Hardi; Eva Riyanti
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/6r15vr65

Abstract

This study aims to discuss Musrizal's Creativity at the Karang Taruna Art Studio in Developing the Arak-arakan Plate Dance in the Batu Banyak Nagari Community, Solok Regency, West Sumatra Province. The method used in this study is a qualitative method with a descriptive-analytical approach, namely describing real data as found in the field and then analyzing it in depth. This study uses theories or expert opinions including the opinion of Y Sumandiyo Hadi about dance forms, and the opinions of Conny R Semiawan and Surya Pena Gemilang about creativity. The results of this study indicate that this Arak-arakan plate dance as a form of entertainment developed by Tri Murni, agreed by traditional leaders and community leaders of Batu Banyak Nagari, to be performed during the bridal procession either from the house of the groom's bako (marapulai) or from the house of the bride's bako, (anak daro), can also be performed at the procession from the bride's house to the groom's house (marapulai).