Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS OBSERVASI KONDISI INFRASTRUKTUR BATAS PENGAMANAN DAN FASILITAS PADA PELABUHAN PARIT 21 Nabila Ramadani; Syafrizal Thaher Ds; Endy Sudeska; Achmad Isya Alfassa; Lukman Hakim; Samsul Bahri; Ramayani; Muhammad Rafli Eka Nugraha; Aji Subagja; Sofyan
ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : PT. ZIVANA CENDEKIAWAN BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Observasi merupakan salah satu metode untuk mengetahui kondisi aktual suatu infrastruktur secara langsung di lapangan. Kegiatan observasi ini dilakukan di Pelabuhan Parit Dua 21 dengan tujuan mengidentifikasi kondisi fisik infrastruktur, mengetahui berbagai bentuk kerusakan yang terjadi pada struktur utama maupun fasilitas pendukung, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penurunan kualitas infrastruktur tersebut. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah observasi lapangan secara visual dengan melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi bangunan dan fasilitas di kawasan pelabuhan. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan berbagai permasalahan pada infrastruktur pelabuhan, di antaranya kerusakan struktur beton berupa retak dan pengelupasan selimut beton, korosi pada tulangan baja, kerusakan pilar penyangga dermaga, genangan air akibat sistem drainase yang kurang optimal, kerusakan pagar pengaman, serta kondisi lingkungan yang kurang terawat akibat penumpukan sampah. Selain itu, fasilitas pendukung seperti mushola juga mengalami kerusakan pada kolom, plafon, instalasi lampu, dan tidak berfungsinya fasilitas pendingin ruangan. Secara umum, kerusakan yang terjadi dipengaruhi oleh faktor lingkungan perairan yang lembap dan korosif, usia bangunan, beban operasional, serta kurangnya pemeliharaan rutin. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi teknis, perawatan berkala, serta perbaikan terhadap elemen yang mengalami kerusakan agar infrastruktur dan fasilitas Pelabuhan Parit Dua 21 dapat berfungsi secara optimal dan aman dalam jangka panjang.
PERANCANGAN E-COMMERCE BERBASIS WEB SEBAGAI MEDIA PENJUALAN PADA TOKO NUWAIRA Agung Pratama Wiranata; Fitri Yunita; Endy Sudeska
TEKNOFILE : Jurnal Sistem Informasi Vol. 4 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : PT. ZIVANA CENDEKIAWAN BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan sistem digital dalam menunjang kegiatan penjualan. Toko Nuwaira masih menerapkan sistem penjualan secara konvensional yang menyebabkan keterbatasan dalam jangkauan pemasaran, efisiensi transaksi, serta pengelolaan data penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem e-commerce berbasis web sebagai media penjualan pada Toko Nuwaira dengan menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC). Metode SDLC meliputi beberapa tahapan, yaitu perencanaan, analisis, perancangan, implementasi, dan pengujian sistem. Pada tahap analisis dilakukan identifikasi kebutuhan pengguna, sedangkan tahap perancangan difokuskan pada perancangan struktur sistem dan antarmuka pengguna. Implementasi sistem dilakukan dalam bentuk website e-commerce yang dilengkapi dengan fitur katalog produk, pemesanan, transaksi, serta pengelolaan data penjualan. Tahap pengujian dilakukan untuk memastikan sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat membantu Toko Nuwaira dalam meningkatkan efektivitas penjualan, memperluas jangkauan pemasaran, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
MODEL PENGEMBANGAN KAPASITAS DIGITAL UMKM SEKTOR F&B STUDI KASUS PELATIHAN DESAIN CANVA PADA SIGMA COFFEE AND TEA Fitri Yunita; Ilyas; Syafrizal Taher; Achmad Isya Alfassa; Samsudin; Endy Sudeska
ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. ZIVANA CENDEKIAWAN BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi telah menciptakan pergeseran fundamental dalam strategi pemasaran, menuntut Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi agar tetap kompetitif. Salah satu tantangan krusial yang dihadapi oleh UMKM, khususnya SIGMA COFFEE AND TEA, adalah keterbatasan sumber daya dan pengetahuan dalam mengembangkan promosi visual yang kreatif dan inovatif, yang secara langsung menghambat daya saing produk mereka di pasar. Kurangnya keahlian product branding ini menyebabkan produk UMKM seringkali dianggap kurang berkualitas dibandingkan produk perusahaan besar. Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk mengatasi masalah tersebut melalui pelatihan intensif desain grafis digital menggunakan aplikasi Canva. Canva dipilih karena sifatnya yang user-friendly dan sangat mudah diakses, menjadikannya aset berharga bagi tim SIGMA COFFEE AND TEA yang memiliki keterbatasan keterampilan teknis. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberdayakan tim SIGMA COFFEE AND TEA agar mampu secara mandiri menghasilkan materi promosi yang profesional, konsisten, dan menarik, seperti menu digital, konten media sosial, dan desain kemasan takeaway. Metode yang digunakan bersifat partisipatif dan praktis, melibatkan tahap survei kebutuhan, penyusunan modul pelatihan yang relevan dengan sektor F&B (Food & Beverage), praktik langsung, dan evaluasi hasil. Pelaksanaan pelatihan ini berhasil mencapai peningkatan signifikan dalam kompetensi peserta: 90% tim kini memahami prinsip dasar desain F&B seperti komposisi, tipografi, dan psikologi warna branding kafe, serta 95% mampu menciptakan desain mandiri yang on-brand. Dampak langsung yang terukur adalah peningkatan engagement digital hingga 25% dan indikasi kenaikan penjualan sebesar 15% dalam kurun waktu satu bulan pasca-pelatihan, membuktikan bahwa peningkatan estetika visual secara fundamental meningkatkan persepsi kualitas di mata konsumen. Meskipun sukses, keberlanjutan program memerlukan perhatian terhadap tantangan, terutama terkait menjaga konsistensi visual merek (style guide) dan mengintegrasikan desain ke dalam strategi pemasaran digital yang komprehensif. Oleh karena itu, direkomendasikan adanya pendampingan rutin, pengembangan Brand Guideline, dan pelatihan lanjutan yang fokus pada manajemen merek digital. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model percontohan pengembangan kapasitas digital UMKM sektor F&B di wilayah lain, memastikan bahwa SIGMA COFFEE AND TEA dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan