Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN ORIENTASI MASA DEPAN TERHADAP QUARTER LIFE CRISIS PADA MAHASISWA DI KOTA PONTIANAK Nurhadi Ramadhan; Nur Kur’ani; Widya Lestari
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 12 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i12.2025.%p

Abstract

Mahasiswa berada pada tahap perkembangan dewasa awal yang sarat akan tuntutan seperti menentukan arah karier, membangun kehidupan mandiri, hingga merancang masa depan. Tuntutan tersebut kerap menimbulkan tekanan psikologis yang dikenal sebagai quarter life crisis (QLC), ditandai dengan kecemasan, kebingungan arah hidup, serta rendahnya penilaian terhadap diri. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menurunkan risiko quarter life crisis (QLC) adalah orientasi masa depan, yaitu kemampuan individu dalam merencanakan dan mempersiapkan masa depannya secara terarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara orientasi masa depan dan quarter life crisis pada mahasiswa di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian merupakan mahasiswa dari beberapa universitas di Pontianak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala orientasi masa depan dan skala quarter life crisis. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment.Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara orientasi masa depan dan quarter life crisis (r = -0,919; p 0,05). Artinya, semakin tinggi orientasi masa depan seseorang, maka semakin rendah kecenderungannya mengalami krisis seperempat abad. Orientasi masa depan memberikan kontribusi sebesar 84,4% terhadap variasi quarter life crisis, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini menunjukkan pentingnya memperkuat orientasi masa depan dalam upaya pencegahan quarter life crisis pada mahasiswa.
PENGARUH REGULASI DIRI TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF PADA PENGGEMAR K-POP DI KOTA PONTIANAK Hanna Amalia; Widya Lestari; Sri Nugroho Jati
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 9 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i9.2025.3871-3882

Abstract

Indonesia yang saat ini merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia merupakan rumah bagi jutaan K-popers atau pecinta K-Pop. Penggemar K-Pop yang dimana kebanyakan adalah dewasa awal seringkali membeli barang secara spontan tanpa memikirkan fungsi dari barang yang dibelinya, bahkan terkadang pembelian ini tanpa adanya rencana. Perilaku dorongan secara berlebihan bisa mengarah pada perilaku impulsive buying. Fenomena ini membuat peneliti ingin mengetahui apakah terdapat pengaruh  antara impulsive buying terhadap regulasi diri individu. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan informasi berdasarkan data faktual untuk membuktikan bahwa adanya pengaruh regulasi diri terhadap impulsive buying pada penggemar K-Pop di Kota Pontianak. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampling yaitu purposive sampling. Subjek pada penelitian ini berjumlah 70 orang dewasa awal di Kota Pontianak. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi liner sederhana dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics v.25. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa impulsive buying memiliki pengaruh terhadap regulasi diri. Hal ini disimpulkan nilai koefisien determinasi atau R Square adalah sebesar 0,441 nilai ini berarti bahwa sumbangan efektif regulasi diri terhadap impulsive buying sebesar 44,1 % dan sisanya 55,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
PERBEDAAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MENGHADAPI PERMASALAHAN INTERAKSI SOSIAL PADA REMAJA DAN DEWASA MADYA DI ERA DIGITAL Widhea Zahwa Burhasan Putri; Widya Lestari; Risna Hayati
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 12 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i12.2025.4749-4754

Abstract

Komunikasi interpersonal merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, dimana setiap manusia pasti memerlukan interaksi dengan orang lain di sepanjang rentang kehidupannya. Kebiasaan berkomunikasi pada remaja dan dewasa madya memiliki perbedaan yang berpengaruh juga pada bagaimana seseorang menyelesaikan masalah dalam berinteraksi dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan komunikasi interpersonal yang dimiliki remaja dan dewasa madya dalam menghadapi permasalahan interaksi sosial di era digital. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan menetapkan jumlah sebesar 100 orang remaja dan 100 orang dewasa madya di Kota Pontianak. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data berbasis skala likert komunikasi interpersonal. Data yang terkumpul dianalisis dengan program komputasi SPSS V25 dengan menggunakan uji t-test Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pada komunikasi interpersonal remaja dan dewasa madya. Hasil kategorisasi menunjukkan komunikasi interpersonal remaja berada pada kategori sedang (82%) dan komunikasi interpersonal dewasa madya berada pada kategori tinggi (67%).
SENSORY PLAY DI RUMAH: MEMBANTU ANAK DENGAN HAMBATAN SENSORI Risna Hayati; Widya Lestari; Mahwar Qurbaniah; Deswita Ayu Namira
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i1.9936

Abstract

Sensory play merupakan intervensi dini berbasis keluarga yang dapat membantu orang tua dalam mengenali dan menangani hambatan sensori anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan orang tua dalam memahami pemrosesan sensori, mengidentifikasi kebutuhan sensori, dan menerapkan sensory play di rumah. Program dilaksanakan melalui enam sesi pelatihan interaktif kepada 11 orang tua, bekerja sama dengan Klinik Tumbuh Kembang Anak Mandiri Indonesia (AMI) Pontianak, diawali dengan screening dan dievaluasi menggunakan instrumen pre-post test pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Hasil menunjukkan peningkatan pada pengetahuan (4,4%), sikap (10,7%), dan keterampilan (22,6%), dengan peningkatan terbesar pada aspek keterampilan. Disimpulkan bahwa pelatihan sensory play efektif meningkatkan kapasitas orang tua sebagai agen intervensi dini dalam mendukung perkembangan anak dengan hambatan sensori.