Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Kajian Hubungan Tegangan dan Regangan pada Beton dengan Metakaolin sebagai Pengganti Sebagian Semen Widodo, Satrio Kiat; Wibowo, Wibowo; Safitri, Endah
Action Research Literate Vol. 7 No. 10 (2023): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v7i10.189

Abstract

Faktor kemajuan pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak lepas dari pembangunan insfrastruktur. Pembangunan infrastruktur bertujuan untuk memudahkan mobilisasi orang maupun barang. Infrastruktur yang dibutuhkan seperti pembangunan gedung bertingkat, jalan, dan jembatan yang memiliki material beton, yaitu bahan bangunan yang terbuat dari campuran agregat halus, agregat kasar, semen, air dan bahan tambah lainnya untuk meningkatkan kemampuannya. Penggunaan beton dapat memudahkan pengerjaan karena beton merupakan solusi untuk membuat bangunan secara kuat dan awet. Penelitian ini mengkaji pengaruh penambahan Metakaolin dari penggunaan sebagian semen untuk mengetahui hubungan tegangan dan regangan pada beton. Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah eksperimental dengan benda uji silinder dengan ukuran 15×30 cm dengan jumlah 20 benda uji dan menggunakan alat uji Compression Testing Machine Digital. Pengujian dilakukan saat benda uji berumur 28 hari. Hasil pengujian ini diperoleh nilai tegangan beton normal dengan variasi kadar metakaolin 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% senilai 15,18 MPa; 16,07 MPa; 18,19 MPa; 15,79 MPa; dan 15,56 MPa. Regangan beton normal dengan variasi metakaolin 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% senilai 0,0034; 0,0036; 0,0034; 0,0037; dan 0,0028. Pada penelitian ini beton mengalami nilai tegangan dan regangan secara optimum pada saat variasi metakaolin 10% dengan masing-masing nilai 18,19 MPa dan 0,0034.
STUDY OF STRESS-STRAIN RELATIONSHIP OF CONCRETE WITH SILICA FUME ADDED AS PARTIAL REPLACEMENT FOR CEMENT Luthfiana, Haya; Wibowo, Wibowo; Safitri, Endah
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 1 (2024): Vol 24, No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jts.v24i1.75323

Abstract

This study investigates the stress-strain relationship of concrete with silica fume used as a partial replacement for cement, aiming to enhance concrete quality and durability. Silica fume, acting as a cement substitute, fills voids between cement particles, reducing pore size and enhancing concrete properties. Concrete specimens were prepared with varying silica fume content (0% to 20%) and subjected to rigorous testing using Compression Testing Machines (CTM). Results indicate a significant 55.91% increase in compressive strength with 10% silica fume, compared to conventional concrete. Beyond this optimal point, compressive strength diminishes due to reduced pore volume. Moreover, silica fume influences stress and strain characteristics, with higher maximum stress and strain observed in silica fume concrete. The research employs polynomial equations to model the stress-strain relationship post-peak stress, revealing valuable insights for concrete design and performance prediction. This study underscores the importance of silica fume as a beneficial additive, contributing to concrete strength and durability. Further investigation is needed to fully understand the mechanical properties and optimize the use of silica fume in concrete construction, ensuring improved performance and longevity of concrete structures.
PERJANJIAN BAKU DAN KEADILAN KONTRAKTUAL DALAM PERSPEKTIF HUKUM PERDATA INDONESIA Safitri, Endah; Suroso, Teguh; Wardani, Susilo
ANDREW Law Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : ANDREW Law Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61876/alj.v4i2.144

Abstract

Perjanjian baku telah menjadi instrumen dominan dalam transaksi komersial modern, khususnya di era ekonomi digital. Fenomena ini sering kali menimbulkan ketimpangan posisi tawar antara pembuat dan pihak yang menerima perjanjian, yang berpotensi menabrak prinsip keadilan kontraktual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi konsep keadilan kontraktual dalam perspektif Hukum Perdata Indonesia, khususnya terkait perjanjian baku. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan analisis kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip Pacta Sunt Servanda dalam Pasal 1338 KUH Perdata tidak dapat lagi diterapkan secara absolut. Keadilan kontraktual dalam perjanjian baku mensyaratkan adanya intervensi dari itikad baik subyektif maupun objyektif. Perlindungan hukum terhadap pihak yang lemah diatur eksplisit dalam UU Perlindungan Konsumen, namun implementasinya masih menghadapi tantangan dalam bentuk “kesepakatan sepihak” yang disamarkan dalam click-wrap agreements. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Hukum Perdata Indonesia perlu mereinterpretasi doktrin kebebasan berkontrak menuju kebebasan yang bertanggung jawab, di mana klausula baku yang tidak seimbang dapat dinyatakan batal demi hukum karena bertentangan dengan sifat objektif perjanjian.
Reconstruction of Criminal Policy in Combating Crimes of Disinformation and Hate Speech in the Digital Space Safitri, Endah
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 2 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i2.52928

Abstract

The development of digital technology has brought an ambivalent impact on Indonesia’s criminal justice system. On one hand, advancements in information technology have expanded the space for public expression and the democratization of information; on the other hand, various forms of misuse have emerged, such as the dissemination of disinformation (hoaxes) and hate speech, which threaten public order and social cohesion. This study aims to examine the urgency of reconstructing criminal policy in combating disinformation and hate speech crimes in the digital space and to formulate policy strategies that can balance the protection of public order with the guarantee of freedom of expression. This article examines the urgency of reconstructing criminal policy in addressing such crimes through a normative–critical approach. The analysis reveals that current criminal policies—particularly under the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE) and the 2023 National Criminal Code (KUHP)—remain predominantly repressive and fail to prioritize proportionality, communicative justice, and human-rights protection. A reconstruction of criminal policy is therefore required to balance the need to maintain public order with the guarantee of freedom of expression in digital spaces. This reconstruction should be oriented toward restorative justice, legal transparency, and digital literacy as integral components of a socially just approach to combating cybercrime.
Kajian Kuat Tarik Belah dan Modulus Of Rupture (MOR) pada Beton dengan Variasi Abu Batu sebagai Substitusi Parsial Agregat Halus Ramadhani, Muhammad Rizky; Safitri, Endah; Wibowo, Wibowo
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 9, No 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jrrs.v9i2.108236

Abstract

The increase in infrastructure development in Indonesia has directly impacted the high demand for concrete. The increased use of concrete has the potential to cause negative effects on the environment. To support sustainable infrastructure development, innovative concrete has been developed by utilizing stone dust as a partial substitute for fine aggregate. This study aims to determine the optimum content of stone dust as a partial substitute for fine aggregate on the tensile strength and modulus of rupture of concrete. The research method used is the experimental method. The concrete mix design uses variations of stone ash at 0%; 5%; 10%; 15%; and 20% of the weight of the fine aggregate. The test specimens for the split tensile strength test are cylindrical with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm, while the test specimens for the modulus of rupture test are beam-shaped with a width of 10 cm, height of 10 cm, and length of 40 cm, and all specimens are tested at 28 days old. Hardened concrete testing for split tensile strength uses a Compression Testing Machine, and modulus of rupture testing uses a Universal Testing Machine. The results of the split tensile strength test were 2,45 MPa; 2,57 MPa; 2,64 MPa; 2,78 MPa; and 2,71 MPa, with R² = 0,923. The results of the modulus of rupture test were 4,00 MPa; 4,32 MPa; 4,62 MPa; 5,10 MPa; and 4,85 MPa, with R² = 0,909. The split tensile strength and modulus of rupture reached their optimum values at stone ash contents of 17,83% and 19,31%, respectively. 
KAJIAN KARBONASI PADA BETON MUTU TINGGI MEMADAT MANDIRI DENGAN VARIASI KOMPOSISI METAKAOLIN Wibowo, Wibowo; Safitri, Endah; Deni, Delista Putri
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2020): September 2020
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.041 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v4i1.44632

Abstract

The construction industry is an important thing to support the development of a country. In concrete construction, quality, strength, and durability of concrete are the main requirements of all. In urban tropical countries, carbonation is one of the essential factors that affect the durability of concrete, and it may cause corrosion of reinforced steel in concrete. Therefore, high strength self-compacting concrete may be expected as the solution, improved by pozzolanic additions, metakaolin with substitution dosage at 10%; 12,5%; 15%; 17,5%; and 20%. This study purposed to determine the effect of metakaolin and its optimum dosage to improve high strength self-compacting concrete quality on its carbonation rates. This study was done by using experimental methods. It needs a plain cylindrical concrete with 75 mm diameter and 150 mm height, and testing by SNI 03-6468-2000, EFNARC 2002, and SEM-PUPR 25-2015. The carbonation test is done using accelerated laboratory carbonation in Structures and Materials Laboratory, Faculty of Engineering, Universitas Sebelas Maret by soaking the specimens in a 4% carbonate solution for 15 days, 37 days, and 51 days, proceeded by splitting using CTM, and spray it using a 1% phenolphthalein indicator to determine its carbonation depth. Based on the results, metakaolin might improve concrete quality by reducing its carbonation rates by 15% substitution dosage of cement content, with a nominal atmospheric carbonation coefficient 3,71 mm/year½, reduced 44,41% from HSSCC without metakaolin substitution. Metakaolin addition might reduce fresh concrete's workability and fulfill self-compacting concrete requirements specified by EFNARC 2002.
KAJIAN PENERAPAN PERSAMAAN FUNGSI LOGARITMIS UNTUK MEMPREDIKSI KUAT TEKAN BETON DI BAWAH UMUR 28 HARI Wibowo, Wibowo; Safitri, Endah; Baihaqi, Teuku Rafi
Matriks Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v12i2.77202

Abstract

The use of the maturity method to predict the actual compressive strength of concrete in construction projects is limited to same concrete mix designs that have undergone laboratory calibration tests. In the application of this method logarithmic equations are commonly used as model predictions because of their ease of use. Several studies has been done to compare logarithmic equation with other prediction model on concrete with binder subtitute. This experimental study aims to determine the suitability of using logarithmic equations in describing the compressive strength-maturity relationship in conventional concrete design mixes with different water-cement ratio (0.4; 0.45; 0.5; 0.55; 0.6) and with use of admixture in the form of 10% fly ash. The test object used is a concrete cylinder with a height of 30 cm and a diameter of 15 cm. Temperature measurements and concrete compressive strength tests were carried out at the ages of 1, 3, 7, 14, 21, and 28 days. The test data is depicted in the logarithmic equation curve and compared with the hyperbolic equation. The results showed that the logarithmic equation resulted in a higher coefficient of determination or lower error in 5 of the 6 mix designs used. Thus, the logarithmic equation has a good suitability for data testing and can be used to predict the compressive strength of concrete for the mix design used in this study.
Kajian Serapan CO2 dan Karbonasi pada Beton Mutu Tinggi Memadat Mandiri dengan Metakaolin 12,5% dan Variasi Agregat Limbah Pecahan Keramik Raharjo, Mahendra Paramanandana; Wibowo, Wibowo; Safitri, Endah
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i2.64520

Abstract

Pembangunan infrastrukur yang semakin masif menyebabkan meningkatnya limbah kosntruksi. Hal itu yang akhirnya melahirkan suatu inovasi beton ramah lingkungan, salah satunya adalah inovasi beton berkualitas tinggi memadat mandiri dengan penggunaan metakaolin sebagai subtritusi semen dan agregat limbah pecahan keramik sebagai substitusi agregat kasar tanpa mengurangi kekuatan beton. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan melakukan pengujian secara langsung di laboratorium. Benda uji yang digunakan untuk pengujian serapan CO2 dan karbonasi berupa silinder beton dengan diameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm. Berdasarkan hasil pengujian, penggantian metakaolin 12,5% dari berat semen dan variasi agregat  limbah pecahan keramik telah memenuhi parameter beton memadat mandiri seperti yang tercantun dalam EFNARC 2002. Pada pengujian serapan CO2 dan karbonasi didapatkan hasil minimum pada substitusi agregat limbah pecahan keramik kadar 20%. Penambahan limbah pecahan keramik dapat meningkatkan kuat tekan beton, tetapi mengurangi serapan CO2 dan karbonasi pada beton karena agregat limbah pecahan keramik memiliki bentuk bersudut dan tidak seragam yang dapat mengisi beton dengan baik dan menjadikan beton semakin padat. Selain itu agregat limbah pecahan keramik mengandung CSH sehingga menambah kekuatan antar partikel beton.Kata Kunci: agregat limbah pecahan keramik, beton mutu tinggi memadat mandiri, karbonasi, metakaolin, serapan CO2.
Kajian Kuat Lekat Beton Memadat Mandiri Mutu Tinggi dengan Metakaolin 12,5% dan Variasi Agregat Limbah Pecahan Keramik Wibowo, Wibowo; Safitri, Endah; Nurdhyanti, Dinda Imas
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i4.64241

Abstract

Pelaksanaan konstruksi berkelanjutan berkaitan erat dengan adanya teknologi beton, sehingga perlu dikembangkannya penelitian inovasi beton yang memiliki mutu tinggi dan memiliki kemampuan mengalir yang baik dalam melewati tulangan namun tetap ramah terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek subtitusi metakaolin dan variasi agregat limbah pecahan keramik pada kualitas beton memadat mandiri mutu tinggi khususnya kuat lekat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Metakaolin berperan sebagai bahan subtitusi semen sedangkan agregat limbah pecahan keramik berperan sebagai bahan subtitusi agregat kasar. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini berupa kubus dengan panjang sisi 15 cm serta tulangan ulir diameter 10 mm. Uji kuat lekat dilaksanakan pada beton berumur 28 hari dengan cara menarik tulangan serta mencatat beban dan displacement yang terbaca pada Universal Testing Machine (UTM) dan sensor LVDT yang disambungkan pada alat digital load meter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metakaolin dan subtitusi agregat kasar dengan agregat limbah pecahan keramik mampu meningkatkan mutu beton. Penggantian variasi agregat limbah pecahan keramik dengan kadar 0%; 20%; 30%; dan 40% menghasilkan nilai kuat lekat berturut-turut 5,14 MPa; 8,03 MPa; 7,56 MPa; dan 5,73 MPa. Kuat lekat beton semakin menurun seiring bertambahnya subtitusi agregat limbah pecahan keramik saat melebihi penggantian kadar agregat limbah pecahan keramik sebanyak 20%.
KAJIAN KUAT LENTUR PADA BETON MEMADAT MANDIRI MUTU TINGGI DENGAN METAKAOLIN 12,5% DAN VARIASI SILICA FUME Safitri, Endah; Wobowo, Wibowo; Fatahillah, Agus
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i4.76579

Abstract

Pada era infrastruktur ini kontruksi sangat mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Bahan utama kontruksi yang mudah didapatkan adalah beton sehingga kebutuhan beton terus meningkat dan dibutuhkan inovasi beton antara lain adalah beton memadat mandiri dan mutu tinggi. Pembuatan beton HSSCC dengan bahan tambah silica fume dan metakaolin dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi metakaolin dan variasi silica fume terhadap parameter beton SCC dan kuat lentur beton dengan metakaolin 12,5% dengan variasi silica fume 0%;9%;11%;13%;15% dari total berat binder, dan digunakan superplasticizer sika viscocrete 1003 sebanyak 1,5% dari total berat binder. Benda uji yang digunakan merupakan balok dengan ukuran 10 x 10 x 40 cm diuji menggunakan mesin uji UTM. Dilakukan pengujian beton segar untuk mengetahui apakah beton segar sudah memenuhi standard SCC yang mengacu pada standar EFNARC 2005 (segregation resistance, passing ability, dan filling ability). Berdasarkan hasil penelitian substitusi metakaolin 12,5% dan variasi silica fume meningkatkan workabilitas pada beton segar memenuhi parameter segregation resistance, passing abilitiy, dan filling ability berdasarkan EFNARC 2005 dan meningkatkan kuat lentur beton pada umur beton 28 hari untuk kadar silica fume 0%;9%;11%;13% dan 15% dengan nilai 5,17 MPa; 5,96 MPa; 6,41 Mpa; 6,27 MPa dan 6,09 MPa.