Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Kajian Hubungan Tegangan dan Regangan pada Beton dengan Metakaolin sebagai Pengganti Sebagian Semen Widodo, Satrio Kiat; Wibowo, Wibowo; Safitri, Endah
Action Research Literate Vol. 7 No. 10 (2023): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v7i10.189

Abstract

Faktor kemajuan pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak lepas dari pembangunan insfrastruktur. Pembangunan infrastruktur bertujuan untuk memudahkan mobilisasi orang maupun barang. Infrastruktur yang dibutuhkan seperti pembangunan gedung bertingkat, jalan, dan jembatan yang memiliki material beton, yaitu bahan bangunan yang terbuat dari campuran agregat halus, agregat kasar, semen, air dan bahan tambah lainnya untuk meningkatkan kemampuannya. Penggunaan beton dapat memudahkan pengerjaan karena beton merupakan solusi untuk membuat bangunan secara kuat dan awet. Penelitian ini mengkaji pengaruh penambahan Metakaolin dari penggunaan sebagian semen untuk mengetahui hubungan tegangan dan regangan pada beton. Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah eksperimental dengan benda uji silinder dengan ukuran 15×30 cm dengan jumlah 20 benda uji dan menggunakan alat uji Compression Testing Machine Digital. Pengujian dilakukan saat benda uji berumur 28 hari. Hasil pengujian ini diperoleh nilai tegangan beton normal dengan variasi kadar metakaolin 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% senilai 15,18 MPa; 16,07 MPa; 18,19 MPa; 15,79 MPa; dan 15,56 MPa. Regangan beton normal dengan variasi metakaolin 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% senilai 0,0034; 0,0036; 0,0034; 0,0037; dan 0,0028. Pada penelitian ini beton mengalami nilai tegangan dan regangan secara optimum pada saat variasi metakaolin 10% dengan masing-masing nilai 18,19 MPa dan 0,0034.
STUDY OF STRESS-STRAIN RELATIONSHIP OF CONCRETE WITH SILICA FUME ADDED AS PARTIAL REPLACEMENT FOR CEMENT Luthfiana, Haya; Wibowo, Wibowo; Safitri, Endah
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 1 (2024): Vol 24, No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jts.v24i1.75323

Abstract

This study investigates the stress-strain relationship of concrete with silica fume used as a partial replacement for cement, aiming to enhance concrete quality and durability. Silica fume, acting as a cement substitute, fills voids between cement particles, reducing pore size and enhancing concrete properties. Concrete specimens were prepared with varying silica fume content (0% to 20%) and subjected to rigorous testing using Compression Testing Machines (CTM). Results indicate a significant 55.91% increase in compressive strength with 10% silica fume, compared to conventional concrete. Beyond this optimal point, compressive strength diminishes due to reduced pore volume. Moreover, silica fume influences stress and strain characteristics, with higher maximum stress and strain observed in silica fume concrete. The research employs polynomial equations to model the stress-strain relationship post-peak stress, revealing valuable insights for concrete design and performance prediction. This study underscores the importance of silica fume as a beneficial additive, contributing to concrete strength and durability. Further investigation is needed to fully understand the mechanical properties and optimize the use of silica fume in concrete construction, ensuring improved performance and longevity of concrete structures.
PERJANJIAN BAKU DAN KEADILAN KONTRAKTUAL DALAM PERSPEKTIF HUKUM PERDATA INDONESIA Safitri, Endah; Suroso, Teguh; Wardani, Susilo
ANDREW Law Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : ANDREW Law Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61876/alj.v4i2.144

Abstract

Perjanjian baku telah menjadi instrumen dominan dalam transaksi komersial modern, khususnya di era ekonomi digital. Fenomena ini sering kali menimbulkan ketimpangan posisi tawar antara pembuat dan pihak yang menerima perjanjian, yang berpotensi menabrak prinsip keadilan kontraktual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi konsep keadilan kontraktual dalam perspektif Hukum Perdata Indonesia, khususnya terkait perjanjian baku. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan analisis kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip Pacta Sunt Servanda dalam Pasal 1338 KUH Perdata tidak dapat lagi diterapkan secara absolut. Keadilan kontraktual dalam perjanjian baku mensyaratkan adanya intervensi dari itikad baik subyektif maupun objyektif. Perlindungan hukum terhadap pihak yang lemah diatur eksplisit dalam UU Perlindungan Konsumen, namun implementasinya masih menghadapi tantangan dalam bentuk “kesepakatan sepihak” yang disamarkan dalam click-wrap agreements. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Hukum Perdata Indonesia perlu mereinterpretasi doktrin kebebasan berkontrak menuju kebebasan yang bertanggung jawab, di mana klausula baku yang tidak seimbang dapat dinyatakan batal demi hukum karena bertentangan dengan sifat objektif perjanjian.
Kajian Serapan CO2 dan Karbonasi pada Beton Mutu Tinggi Memadat Mandiri dengan Metakaolin 12,5% dan Variasi Agregat Limbah Pecahan Keramik Raharjo, Mahendra Paramanandana; Wibowo, Wibowo; Safitri, Endah
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i2.64520

Abstract

Pembangunan infrastrukur yang semakin masif menyebabkan meningkatnya limbah kosntruksi. Hal itu yang akhirnya melahirkan suatu inovasi beton ramah lingkungan, salah satunya adalah inovasi beton berkualitas tinggi memadat mandiri dengan penggunaan metakaolin sebagai subtritusi semen dan agregat limbah pecahan keramik sebagai substitusi agregat kasar tanpa mengurangi kekuatan beton. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan melakukan pengujian secara langsung di laboratorium. Benda uji yang digunakan untuk pengujian serapan CO2 dan karbonasi berupa silinder beton dengan diameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm. Berdasarkan hasil pengujian, penggantian metakaolin 12,5% dari berat semen dan variasi agregat  limbah pecahan keramik telah memenuhi parameter beton memadat mandiri seperti yang tercantun dalam EFNARC 2002. Pada pengujian serapan CO2 dan karbonasi didapatkan hasil minimum pada substitusi agregat limbah pecahan keramik kadar 20%. Penambahan limbah pecahan keramik dapat meningkatkan kuat tekan beton, tetapi mengurangi serapan CO2 dan karbonasi pada beton karena agregat limbah pecahan keramik memiliki bentuk bersudut dan tidak seragam yang dapat mengisi beton dengan baik dan menjadikan beton semakin padat. Selain itu agregat limbah pecahan keramik mengandung CSH sehingga menambah kekuatan antar partikel beton.Kata Kunci: agregat limbah pecahan keramik, beton mutu tinggi memadat mandiri, karbonasi, metakaolin, serapan CO2.
Kajian Kuat Lekat Beton Memadat Mandiri Mutu Tinggi dengan Metakaolin 12,5% dan Variasi Agregat Limbah Pecahan Keramik Wibowo, Wibowo; Safitri, Endah; Nurdhyanti, Dinda Imas
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i4.64241

Abstract

Pelaksanaan konstruksi berkelanjutan berkaitan erat dengan adanya teknologi beton, sehingga perlu dikembangkannya penelitian inovasi beton yang memiliki mutu tinggi dan memiliki kemampuan mengalir yang baik dalam melewati tulangan namun tetap ramah terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek subtitusi metakaolin dan variasi agregat limbah pecahan keramik pada kualitas beton memadat mandiri mutu tinggi khususnya kuat lekat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Metakaolin berperan sebagai bahan subtitusi semen sedangkan agregat limbah pecahan keramik berperan sebagai bahan subtitusi agregat kasar. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini berupa kubus dengan panjang sisi 15 cm serta tulangan ulir diameter 10 mm. Uji kuat lekat dilaksanakan pada beton berumur 28 hari dengan cara menarik tulangan serta mencatat beban dan displacement yang terbaca pada Universal Testing Machine (UTM) dan sensor LVDT yang disambungkan pada alat digital load meter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metakaolin dan subtitusi agregat kasar dengan agregat limbah pecahan keramik mampu meningkatkan mutu beton. Penggantian variasi agregat limbah pecahan keramik dengan kadar 0%; 20%; 30%; dan 40% menghasilkan nilai kuat lekat berturut-turut 5,14 MPa; 8,03 MPa; 7,56 MPa; dan 5,73 MPa. Kuat lekat beton semakin menurun seiring bertambahnya subtitusi agregat limbah pecahan keramik saat melebihi penggantian kadar agregat limbah pecahan keramik sebanyak 20%.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat dalam Upaya Mitigasi Bencana Gempa di Kelurahan Mangkubumen Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta Basuki, Achmad; Purwanto, Edy; Saifullah, Halwan Alfisa; Safitri, Endah; Santosa, Bambang; Budi, Agus Setiya; Supriyadi, Agus; Kristiawan, Stefanus Adi
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 3 (2022): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i3.56221

Abstract

Kota Surakarta merupakan wilayah yang berdekatan dengan jalur lempeng Eurasia dan Indo-Australia. Ada perkiraaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahwa jika terjadi gempa megathrust di pertemuan lempeng tersebut akan mengakibatkan gempa dengan kekuatan di atas 8 SR. Guna mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang terjadi maka diperlukan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, para pemangku kepentingan, dan tenaga kerja bidang konstruksi sehingga korban jiwa dan kerugian materi bisa ditekan seminimal mungkin. Waktu terjadinya gempa tidak dapat diperkirakan dengan pasti. Kota Surakarta pernah juga terdampak gempa Yogyakarta tahun 2006. Dari pengalaman tersebut tampak kesiapan mitigasi bencana gempa di beberapa wilayah terdampak sebagian besar masih kurang. Research Group SmartCrete, Program Studi Teknik Sipil, Universitas Sebelas Maret melakukan pengabdian masyarakat di Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta dalam rangka peningkatan kesadaran masyarakat dalam upaya mitigasi bencana gempa. Kegiatan pengabdian diawali dengan penggalian pengetahuan masyarakat tentang mitigasi bencana gempa, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian informasi yang berkaitan dengan pengetahuan gempa dan dampaknya pada infrastruktur. Upaya-upaya mitigasi bencana gempa bumi, termasuk penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) gempa pada pembangunan infrastruktur juga disampaikan dalam kegiatan ini. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan terjadi perbaikan pola pikir, pola tindak dan pola antisipasi serta aksi sigap dari masyarakat terhadap bahaya gempa bumi.
KAJIAN NILAI SUSUT KERING UMUR 28 HARI PADA BETON BUBUK REAKTIF DENGAN SILICA FUME 15% DAN VARIASI PASIR KUARSA Safitri, Endah; Kusmiwijayanti, Salma Putri; Wibowo, Wibowo
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i2.75237

Abstract

Beton bubuk reaktif tidak menggunakan agregat kasar dalam campurannya, material berukuran mikrometer digunakan sebagai pengganti dari agregat kasar sehingga campuran beton bersifat lebih homogen dan padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pasir kuarsa terhadap susut kering beton bubuk reaktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental. Rancangan campuran beton menggunakan silica fume 15% dengan variasi pasir kuarsa 0%; 15%; 20%; 25%; 30%; 35%; dan 40%. Benda uji berbentuk balok dengan dimensi 10 cm x 10 cm x 30 cm dengan jumlah benda uji 21 buah. Uji susut kering dilakukan menggunakan Demountable Mechanical Gauge 200MM selama 28 hari setelah beton berumur 1 hari. Hasil pengujian nilai susut kering setiap kadar pasir kuarsa selama 28 hari untuk variasi 0%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, dan 40% masing-masing adalah 387µ, 352µ, 302µ, 252µ, 208µ, 240µ, 263µ.
KAJIAN NILAI SUSUT KERING PADA BETON MEMADAT MANDIRI MUTU TINGGI DENGAN METAKAOLIN 12,5% DAN VARIASI LIMBAH PECAHAN KERAMIK Wibowo, Wibowo; Safitri, Endah; Wicaksana, Nanda Yusuf Pribadi
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i4.64359

Abstract

Perkembangan industri konstruksi perlu ditunjang dengan adanya inovasi untuk mengatasi permasalahan di dalamnya. Beberapa permasalahan yang muncul adalah sulitnya beton segar mengalir melalui tulangan dan melimpahnya limbah padat konstruksi. Penggunaan kembali limbah padat konstruksi khususnya limbah pecahan keramik sebagai inovasi substitusi agregat kasar alami pada beton mutu tinggi memadat mandiri dapat menjadi solusi permasalahn di atas. Metakaolin pada penelitian ini merupakan alternatif substitusi semen. Susut kering adalah berkurangnya volume beton akibat hilangnya air pada beton yang dapat menyebabkan rtak apada beton. Oleh karena itu perlu dikaji mengenai nilai susut kering pada beton. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini berupa balok berukuran 300x100x100 mm. Pengujian susut kering beton dilaksanakan mulai dari beton berumur 1 hari – 28 hari dengan menggunakan alat Demec Gauge. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa substitusi metakaolin 12,5% dari berat semen dan subtitusi agregat kasar alami dengan agregat limbah pecahan keramik memenuhi parameter beton memadat mandiri berdasarkan EFNARC 2005 dan mampu meningkatkan nilai susut kering beton. Penggantian variasi agregat limbah pecahan keramik dengan kadar 0%, 20%, 30%, dan 40% menghasilkan nilai susut kering berturut-turut 605,152; 643,238; 702,264; dan 778,750. Nilai susut kering beton semakin meningkat seiring bertambahnya subtitusi agregat limbah pecahan keramik.
KAJIAN KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS OF RUPTURE PADA BETON MEMADAT MANDIRI MUTU TINGGI DENGAN SUBSTITUSI METAKAOLIN 12,5% SEBAGAI SEMEN DAN VARIASI STEEL SLAG SEBAGAI AGREGAT HALUS Wibowo, Wibowo; Safitri, Endah; Manalu, Bernadeta Azaria
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i1.63882

Abstract

Tidak dapat dipungkiri bahwa pembangunan infrastruktur akan terus meingkat dimasa mendatang. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembuatan beton untuk menghasilkan beton berkualitas tinggi dengan waktu produksi yang singkat. Kebutuhan akan semen saat ini sangatlah banyak mengingat pembangunan yang meningkat pula, untuk mengurangi kerusakan lingkungan maka digunakan metakaolin sebesar 12,5% sebagai substitusi dari semen. Metakaolin memiliki sifat sebagai pozzolan yang dapat bereaksi secara pozzolanik. Dalam penelitian, steel slag digunakan sebagai substitusi dari agregat halus. Variasi steel slag yang diteliti yaitu 0%; 15%; 17,5%; 20%; 22,5%; dan 25%. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan metakaolin 12,5% dengan variasi steel slag terhadap parameter Self Compacting Concrete (SCC), kuat tarik belah dan modulus of rupture beton High Strength Self Compacting Concrete (HSSCC). Dari hasil pengujian, beton memenuhi syarat beton SCC yang didasarkan pada EFNARC 2005.
Kajian Waktu Ikat Beton dengan Variasi Retardex Cair sebagai Retarder Beton Wibowo, Wibowo; Safitri, Endah; Putri, Angela Ayu
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i2.75643

Abstract

Perkembangan di bidang konstruksi dapat didukung dengan perkembangan material yang digunakan, salah satunya beton. Beton ready-mix yang diproduksi di luar lokasi pengecoran memerlukan waktu distribusi yang akan berpengaruh pada workabilitas beton sehingga diperlukan retarder untuk memperlambat waktu ikat beton dan mempertahankan workabilitas beton segar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan variasi kadar Retardex cair terhadap waktu ikat beton. Kadar Retardex cair yang digunakan adalah 0%; 0,20%; 0,25%; 0,30%; 0,35%; 0,40%; 0,45%; dan 0,50% berat semen. Benda uji waktu ikat beton menggunakan mortar yang dituang ke dalam cetakan kubus berukuran 20 cm × 20 cm × 20 cm dengan ketinggian benda uji minimal 14 cm dan dilakukan penetrasi dengan alat penetrometer. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan Retardex cair dapat memperlambat waktu ikat (setting time) beton seiring dengan peningkatan kadar Retardex cair yang digunakan. Penggunaan Retardex cair dengan kadar 0,35%, 0,40%, 0,45%, and 0,50% berat semen memenuhi parameter waktu ikat beton sebagai bahan tambah Tipe B, Tipe D, dan Tipe G menurut ASTM C 494/494 M.