Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KAJIAN SERAPAN CO2 PADA BETON BUBUK REAKTIF DENGAN SILICA FUME 15% DAN VARIASI PASIR KUARSA Wibowo, Wibowo; Safitri, Endah; Wicaksono, Maulana Kangko
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 3 (2022): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i3.63652

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Indonesia merupakan prioritas pemerintah dalam beberapa tahun kedepan. Durabilitas beton merupakan faktor penting bagiĀ  dunia konstruksi.Beton dituntut memiliki mutu yang baik serta tahan terhadap berbagai kondisi. Jumlah pori pada beton merupakan faktor yang mempengaruhi durabilitas beton. Hal yang menyebabkan rendahnya durabilitas beton adalah besarnya jumlah pori pada beton. Bubuk beton reaktif merupakan inovasi terkini dibidang teknologi beton dengan memanfaatkan penggunaan partikel halus sebagai bahan penyusunya. Pasir kuarsa merupakan material penyusun bubuk beton reaktif yang dapat mengisi rongga pada campuran beton, memperkecil ukuran pori campuran beton, dan mengurangi permeabilitas beton. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui penggunaan variasi pasir kuarsa 0%; 15%; 20%; 25%; 30%; 35% dan 40% pada beton bubuk reaktif terhadap nilai serapan CO2. Metode eksperimental merupakan metode penelitian yang digunakan dengan sample uji beton tabung yang memiliki diameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm yang berjumlah 21 buah. Pengujian serapan CO2 dilaksanakan dengan merendam sample uji ke dalam larutan karbonat 4% selama 10+0,5 menit dan 24 jam lalu menimbang pada kondisi kering permukaan lalu membandingkan hasil tersebut dengan berat pada saat kering oven. Nilai serapan CO2 terendah yaitu pada kadar penggunaan pasir kuarsa 30% dari total berat agregat, mampu menurunkan serapan beton hingga 43,18% dalam perendaman selama 10+0,5 menit dan dapat mengurangi serapan beton sebesar 36,77% dalam perendaman selama 24 jam.
Kajian Kuat Tekan Beton Bubuk Reaktif Mutu Tinggi dengan Silica Fume 15% dan Variasi Pasir Kuarsa Wibowo, Wibowo; Safitri, Endah; Azizah, Tarisa
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i1.63690

Abstract

Beton dituntut untuk mempunyai kuat tekan yang tinggi dan kinerja yang baik, tahan di segala kondisi, ramah lingkungan, dan efisien. Beton bubuk reaktif merupakan salah satu inovasi beton yang tidak menggunakan agregat kasar sebagai komponen penyusunnya. Agregat kasar digantikan oleh agregat halus yang dapat meningkatkan homogenitas campuran, kepadatan beton, dan menghasilkan beton mutu tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi pasir kuarsa terhadap nilai kuat tekan beton bubuk reaktif mutu tinggi. Eksperimental merupakan metode pada penelitian ini. Rancangan campuran beton menggunakan variasi pasir kuarsa 0%; 15%; 20%; 25%; 30%; 35%; dan 40%. Benda uji adalah silinder diameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm. Uji kuat tekan beton menggunakan Compression Testing Machine. Pengujian dilakukan setelah benda uji berumur 28 hari. Benda uji memenuhi syarat sebagai beton mutu tinggi karena hasil kuat tekannya melebihi 41,4 MPa. Hasil pengujian kuat tekan beton bubuk reaktif dengan variasi pasir kuarsa 0%; 15%; 20%; 25%; 30%; 35%; dan 40% masing-masing sebesar 69,18 MPa; 75,18 MPa; 76,78 MPa; 79,98 MPa; 85,58 MPa; 82,78 MPa; dan 77,98 MPa. Nilai maksimum kuat tekan beton bubuk reaktif didapatkan pada kadar pasir kuarsa 30% dari berat agregat.
KAJIAN SERAPAN DAN PENETRASI KLORIDA PADA BETON MEMADAT MANDIRI MUTU TINGGI DENGAN METAKAOLIN 12,5% DAN VARIASI STEEL SLAG SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS Wibowo, Wibowo; Safitri, Endah; Barkah, Muhammad Hanifah
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i1.64419

Abstract

Perkembangan pembangunan yang sangat signifikan menjadikan dunia konstruksi diharapkan sanggup menciptakan inovasi yaitu salah satunya beton memadat mandiri mutu tinggi. Penggunaan metakaolin dapat menjadi inovasi sebagai pengganti semen. Pemanfaatan limbah sebagai usaha pelestarian alam salah satunya yaitu limbah steel slag yang melimpah dapat digunakan sebagai substitusi agregat halus. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimental dengan variasi kadar steel slag yaitu 0%; 15%; 17,5%; 20%; 22,5%; dan 25% dari berat agregat halus dan penggunaan metakaolin 12,5% dari berat binder. Pada pengujian serapan dan penetrasi klorida dengan benda uji berbentuk silinder dengan diameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm. Pengujian serapan klorida dilakukan dengan merendam benda uji 10+0,5 menit dan 24 jam didapatkan hasil yaitu semakin besar kadar steel slag yang digunakan akan menurunkan serapan klorida pada beton. Pada pengujian penetrasi dilakukan dengan merendam benda uji selama 7, 41, 28 hari didapatkan hasil yaitu semakin besar kadar steel slag yang digunakan akan semakin menurunkan penetrasi klorida pada beton.