Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kajian Hubungan Tegangan dan Regangan pada Beton dengan Metakaolin sebagai Pengganti Sebagian Semen Widodo, Satrio Kiat; Wibowo, Wibowo; Safitri, Endah
Action Research Literate Vol. 7 No. 10 (2023): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v7i10.189

Abstract

Faktor kemajuan pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak lepas dari pembangunan insfrastruktur. Pembangunan infrastruktur bertujuan untuk memudahkan mobilisasi orang maupun barang. Infrastruktur yang dibutuhkan seperti pembangunan gedung bertingkat, jalan, dan jembatan yang memiliki material beton, yaitu bahan bangunan yang terbuat dari campuran agregat halus, agregat kasar, semen, air dan bahan tambah lainnya untuk meningkatkan kemampuannya. Penggunaan beton dapat memudahkan pengerjaan karena beton merupakan solusi untuk membuat bangunan secara kuat dan awet. Penelitian ini mengkaji pengaruh penambahan Metakaolin dari penggunaan sebagian semen untuk mengetahui hubungan tegangan dan regangan pada beton. Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah eksperimental dengan benda uji silinder dengan ukuran 15×30 cm dengan jumlah 20 benda uji dan menggunakan alat uji Compression Testing Machine Digital. Pengujian dilakukan saat benda uji berumur 28 hari. Hasil pengujian ini diperoleh nilai tegangan beton normal dengan variasi kadar metakaolin 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% senilai 15,18 MPa; 16,07 MPa; 18,19 MPa; 15,79 MPa; dan 15,56 MPa. Regangan beton normal dengan variasi metakaolin 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% senilai 0,0034; 0,0036; 0,0034; 0,0037; dan 0,0028. Pada penelitian ini beton mengalami nilai tegangan dan regangan secara optimum pada saat variasi metakaolin 10% dengan masing-masing nilai 18,19 MPa dan 0,0034.
STUDY OF STRESS-STRAIN RELATIONSHIP OF CONCRETE WITH SILICA FUME ADDED AS PARTIAL REPLACEMENT FOR CEMENT Luthfiana, Haya; Wibowo, Wibowo; Safitri, Endah
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 1 (2024): Vol 24, No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jts.v24i1.75323

Abstract

This study investigates the stress-strain relationship of concrete with silica fume used as a partial replacement for cement, aiming to enhance concrete quality and durability. Silica fume, acting as a cement substitute, fills voids between cement particles, reducing pore size and enhancing concrete properties. Concrete specimens were prepared with varying silica fume content (0% to 20%) and subjected to rigorous testing using Compression Testing Machines (CTM). Results indicate a significant 55.91% increase in compressive strength with 10% silica fume, compared to conventional concrete. Beyond this optimal point, compressive strength diminishes due to reduced pore volume. Moreover, silica fume influences stress and strain characteristics, with higher maximum stress and strain observed in silica fume concrete. The research employs polynomial equations to model the stress-strain relationship post-peak stress, revealing valuable insights for concrete design and performance prediction. This study underscores the importance of silica fume as a beneficial additive, contributing to concrete strength and durability. Further investigation is needed to fully understand the mechanical properties and optimize the use of silica fume in concrete construction, ensuring improved performance and longevity of concrete structures.
PERJANJIAN BAKU DAN KEADILAN KONTRAKTUAL DALAM PERSPEKTIF HUKUM PERDATA INDONESIA Safitri, Endah; Suroso, Teguh; Wardani, Susilo
ANDREW Law Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : ANDREW Law Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61876/alj.v4i2.144

Abstract

Perjanjian baku telah menjadi instrumen dominan dalam transaksi komersial modern, khususnya di era ekonomi digital. Fenomena ini sering kali menimbulkan ketimpangan posisi tawar antara pembuat dan pihak yang menerima perjanjian, yang berpotensi menabrak prinsip keadilan kontraktual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi konsep keadilan kontraktual dalam perspektif Hukum Perdata Indonesia, khususnya terkait perjanjian baku. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan analisis kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip Pacta Sunt Servanda dalam Pasal 1338 KUH Perdata tidak dapat lagi diterapkan secara absolut. Keadilan kontraktual dalam perjanjian baku mensyaratkan adanya intervensi dari itikad baik subyektif maupun objyektif. Perlindungan hukum terhadap pihak yang lemah diatur eksplisit dalam UU Perlindungan Konsumen, namun implementasinya masih menghadapi tantangan dalam bentuk “kesepakatan sepihak” yang disamarkan dalam click-wrap agreements. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Hukum Perdata Indonesia perlu mereinterpretasi doktrin kebebasan berkontrak menuju kebebasan yang bertanggung jawab, di mana klausula baku yang tidak seimbang dapat dinyatakan batal demi hukum karena bertentangan dengan sifat objektif perjanjian.
Reconstruction of Criminal Policy in Combating Crimes of Disinformation and Hate Speech in the Digital Space Safitri, Endah
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 2 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i2.52928

Abstract

The development of digital technology has brought an ambivalent impact on Indonesia’s criminal justice system. On one hand, advancements in information technology have expanded the space for public expression and the democratization of information; on the other hand, various forms of misuse have emerged, such as the dissemination of disinformation (hoaxes) and hate speech, which threaten public order and social cohesion. This study aims to examine the urgency of reconstructing criminal policy in combating disinformation and hate speech crimes in the digital space and to formulate policy strategies that can balance the protection of public order with the guarantee of freedom of expression. This article examines the urgency of reconstructing criminal policy in addressing such crimes through a normative–critical approach. The analysis reveals that current criminal policies—particularly under the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE) and the 2023 National Criminal Code (KUHP)—remain predominantly repressive and fail to prioritize proportionality, communicative justice, and human-rights protection. A reconstruction of criminal policy is therefore required to balance the need to maintain public order with the guarantee of freedom of expression in digital spaces. This reconstruction should be oriented toward restorative justice, legal transparency, and digital literacy as integral components of a socially just approach to combating cybercrime.