Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Konseling Penggunaan dan Pembagian Multivitamin Gratis pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelurahan Piai tangah Kota Padang Rosiana Rizal; Helmice Afriyeni; Sefrianita Kamal; Sara Surya; Mesa Sukmadani Rusdi; M. Rifqi Efendi; Nofrizal; Afriyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 2 (2022): JPMI - April 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.383

Abstract

Indonesia telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PPKM) sebagai respon terhadap peningkatan kasus Covid-19. Menurut tim tracing kelurahan Piai tangah dari bulan Juli tahun 2021, terjadi peningkatan jumlah kasus reaktif dan positif Covid-19 di kelurahan Piai Tangah yang terletak di Kota Padang. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk mencegah penyebaran infeksi covid-19 di wilayah ini. Metode pengabdian yang dilakukan di masyarakat antara lain pembagian multivitamin, pemberian informasi tentang Covid-19, seperti gejala infeksi dan cara pencegahannya, serta penyuluhan penggunaan multivitamin untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Piai Tangah di kecamatan Pauh yang terletak di kota Padang. Hasil kegiatan pengabdian ini sangat diminati masyarakat karena memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Piai Tangah yang terpapar Covid-19 dengan mendapatkan multivitamin sebagai peningkatan sistim imun terhadap covid-19. Selain itu, terdapat respon positif dari masyarakat yang meyakini bahwa kegiatan pengabdian diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dimana mayoritas (75%) memahami gejala dan tindakan pencegahan Covid-19, serta cara mengkonsumsi multivitamin dengan tepat dan benar dari konseling yang dilakukan.
Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Gel AHA (Alpha Hydroxy Acid) Kombinasi BHA (Beta Hydroxy Acid) Sebagai Ekspolieting dalam Penanganan Melasma Sara Surya; Rosiana Rizal
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.285 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i3.2303

Abstract

Melasma adalah hiperpigmentasi simetris kelainan dengan etiopatogenesis multifaktor diduga akibat interaksi antara faktor genetik, lingkungan, dan juga fototipe kulit. Terapi yang sering digunakan dalam penangganan melasma salah satunya yaitu chemical peeling. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi AHA (Alpha Hydroxy Acid) Kombinasi BHA (Beta Hydroxy Acid) dalam sediaan gel dan untuk mengetahui stabilitas gel selama penyimpanan pada suhu 40±2o C. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. AHA yang digunakan Glycolic Acid 10% dan BHA yang digunakan adalah Salicylic Acid 1% diformulasi menjadi sediaan gel dengan basis karbopol. Sediaan gel dilakukan uji stabilitas selama 21 hari dan dilakukan stabilitas dipercepat metode cycling test dengan menyimpan sediaan gel pada suhu 5±2 oC selama 24 jam, lalu dipindahkan ke dalam oven yang bersuhu 40±2oC selama 24 jam. Perlakuan ini terhitung 1 siklus dan dilakukan sebanyak 6 siklus (12 hari). Selanjutnya dilakukan pengamatan organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, daya tercuci dan viskositas. Hasil uji stabilitas menunjukkan sediaan gel kombinasi AHA dengan BHA baik secara fisik, homogenitas, daya sebar, daya tercuci, viskositas dan pH selama 21 hari penyimpanan, tetapi tidak stabil pada pengujian cycling test karena terjadi perubahan stabilitas sediaan pada parameter viskositas dan pH. Pengaruh kombinasi konsentrasi pada sediaan gel terhadap stabilitas sediaan gel mempengaruhi pH dan viskositas.
Peningkatan Produktivitas Serbuk Jahe Instan Dengan Metode Mesin Parut Listrik Pada Kelompok Tani Kelurahan Bungus Barat Kota Padang Rosiana Rizal; Helmice Afriyeni; Islahuddin Islahuddin; Sefrianita Kamal; Sara Surya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Dharma Andalas Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Dharma Andalas
Publisher : LPPM Universitas Dharma Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.392 KB) | DOI: 10.47233/jpmda.v2i1.646

Abstract

This Community Service activity aims to provide information about ginger plants that have the best quality that can be processed into instant ginger powder, a method that can increase the productivity of instant ginger powder. This community service activity in alam mintanak farmer group, West Bungus sub-district, Padang city was carried out in 3 stages for 1 month. From the beginning of March to the 2nd week of May 2022, the preparation stage which consisted of meetings with related parties, preparation of proposals, and surveys were carried out. The next stage is Implementation which is the main agenda, including counseling and how to choose quality ginger plants and how to process ginger into instant ginger powder. The last stage is reporting as outlined in the form of this Community Service Journal. From this service activity, it is hoped that the people of Bungus Barat sub-district, Padang city will receive education on processing ginger into instant ginger powder and how to increase productivity.
Public Therapeutic Communication Analysis on Kanker_Fighter’s Instagram Account Rulinawaty; Achmad Daengs GS; Sulistyo Andarmoyo; Sara Surya; Rachmat Susanto
Jurnal Komunikasi Profesional Vol. 6 No. 6 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.27 KB) | DOI: 10.25139/jkp.v6i6.5874

Abstract

Cancer disease is a devastating disease that could change someone’s life and relationship drastically. Cancer have been seen as a disease that revolves around strong donation interest. By donating to certain organization or community, the cancer patient could get a help from them. Using social media is their strong method to communicate their purpose and agenda to reach the donation candidate or those who can help and expand the attention of cancer disease. In Indonesia, disease is strongly influenced by religious and mystical figure and myths, thus, their method still crossing each other with actual medical workers, it is why Kanker_Fighter account still also has some PR blunder in their Instagram account. These phenomenon serves as Therapeutic Communication interference for actual medical worker in the field. With the strong donation biased method, lack of research, and Therapeutic Communication interference, it could stagnate the cure for cancer patients.
Formulasi Sediaan Hair Tonic Ekstrak Daun Katuk (Sauropus Androgynous (L.) Merr) Dan Uji Efektivitas Terhadap Pertumbuhan Rambut Tikus Sara Surya; Sefrianita Kamal; Lusia Eka Putri
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.815 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i10.9869

Abstract

Hair tonic digunakan untuk menstimulasi pertumbuhan rambut yang digunakan dengan dioleskan pada kulit kepala. Salah satu bahan aktif yang digunakan untuk pembuatan sediaan hair tonic yaitu daun katuk. Bahan alam seperti daun katuk memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid dan saponin yang mempunyai aktivitas dalam meningkatkan pertumbuhan rambut, selain itu daun katuk juga mengandung vitamin A, E, seng dan mineral yang juga baik dalam membantu pertumbuhan rambut. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan hair tonic ekstrak daun katuk dan melakukan uji efektivitas terhadap pertumbuhan rambut tikus. Daun katuk di ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Konsentrasi ekstrak daun katuk yang digunakan untuk formulasi adalah 10%, 15% dan 20%. Hasil evaluasi pada uji organoleptis sediaan hair tonic ekstrak daun katuk berbentuk cairan dengan bau khas daun katuk, warna hijau kehitaman, memiliki pH secara keseluruhan berkisar antara 5,3 sampai 6,3 dan bersifat homogen. Nilai viskositas berkisar antara 0,93 mPa.s sampai 2,63 mPa.s. Bobot jenis sediaan sebesar 0,970 g/ml sampai 1,019 g/ml. Hasil pengukuran pertumbuhan rambut tikus selama 28 hari dengan konsentrasi ekstrak 0%, 10%, 15%, 20% dan k(+) secara berturut-turut yaitu 11,08mm, 13,11mm, 13,82mm,15,03mm, 17,30mm. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa ekstrak daun katuk dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan hair tonic dan sediaan yang paling baik digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan rambut adalah formula dengan konsentrasi 20%.
Effect of Giving Celecoxib on Uric Acid Level on Mice Sara Surya
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2018): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v1i2.371

Abstract

Celecoxib is a breakthrough for pain relievers under the trade name Celebrex®, which is a Non-Steroid Anti-Inflammatory drug with its activity as an analgesic, antipyretic and anti-inflammatory. The purpose of this study was to find out the effect of celecoxib on blood uric acid levels of female white mice was induced with fresh cow liver extract. Experimental animals were divided into five groups, namely the control group (-), the control group (+) and the three dose groups, respectively 0.26, 0.52 and 1.04 mg/20 g. Observations were made on 7, 14 and 21 days with the Enzymatic Photometric method. The results showed that administration of celecoxib suspension at a dose of 0.26, 0.52 and 1.04 mg/20 g did not affect blood uric acid levels when compared with controls (P> 0.05).
Evaluation of Patient Satisfaction Towards Pharmacy Services at Hospital Outpatient Pharmacies in Padang Sara Surya; Sefrianita Kamal; Lusia Eka Putri
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2019): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v2i1.571

Abstract

Patient satisfaction with the quality of pharmaceutical services is an essential indicator in the variety of health services in hospitals. Service quality is said to be enjoyable and satisfying if the services received are by or exceeding expectations. Otherwise, service quality is supposed to be inadequate or unsatisfactory if the service received is lower than expected. This study aims to determine the percentage level of patient satisfaction with pharmacy services at hospital outpatient pharmacies in Padang and to find out the pharmaceutical service system carried out by pharmacists on duty at hospital outpatient pharmacies that were located in Padang. This study used descriptive data collection. Satisfaction was assessed by giving questionnaires to respondents, and then the surveys were analyzed descriptively. Assessment of patient satisfaction was conducted by taking data through a poll of 100 respondents. Satisfaction analysis was carried out using a Likert scale, and then the data was displayed in the cartesian form.
Utilization Of Family Medicinal Plants (TOGA) In Health Improvement Efforts Syaiful Bachri; Rahmat Pannyiwi; Sara Surya
International Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v4i1.1151

Abstract

Family Medicinal Plants (TOGA) is a form of natural resource utilization that plays a role in public health promotion and prevention efforts. Utilization of TOGA can increase family independence in maintaining health and reduce dependence on synthetic drugs for minor complaints. This study aims to analyze the level of TOGA utilization and its impact on improving family health. The study used a descriptive analytical design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 60 heads of families who have TOGA plants in region X. Data were collected through questionnaires and direct observation. The results showed that 75% of respondents utilized TOGA for minor complaints such as coughs, fevers, and digestive disorders. Utilization of TOGA is associated with increased healthy living behavior and decreased use of chemical drugs for minor complaints (p < 0.05). It is concluded that TOGA plays an important role in supporting efforts to improve family health.
Pemberdayaan Masyarakat Kampung dalam Pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Upaya Preventif Kesehatan Sara Surya; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Household medicinal plants (TOGA) represent an initiative to utilize plants with medicinal properties to improve public health through self-reliance. The use of medicinal plants can serve as an easily accessible and relatively safe alternative to traditional medicine for addressing various minor health complaints. However, the utilization of medicinal plants in the community remains suboptimal due to a lack of knowledge regarding the types of medicinal plants and how to use them. This community service activity aims to improve the community’s knowledge and skills in developing family medicinal plants as a preventive measure to maintain health. Implementation methods include health education on the benefits of medicinal plants, training in planting and maintaining TOGA, and community assistance in managing TOGA gardens. The results of the activity indicate an increase in community knowledge regarding medicinal plants as well as increased community participation in the utilization of family medicinal plants. The TOGA development program can serve as a strategy to enhance community self-reliance in maintaining health. Keywords: Family Medicinal Plants, Community Empowerment, Preventive Health, Public Health. ABSTRAK Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya pemanfaatan tanaman yang memiliki khasiat obat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara mandiri. Pemanfaatan tanaman obat dapat menjadi alternatif pengobatan tradisional yang mudah diperoleh serta relatif aman digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan ringan. Namun, pemanfaatan tanaman obat di masyarakat masih belum optimal karena kurangnya pengetahuan mengenai jenis tanaman obat serta cara pemanfaatannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan tanaman obat keluarga sebagai upaya preventif dalam menjaga kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan mengenai manfaat tanaman obat, pelatihan penanaman dan pemeliharaan TOGA, serta pendampingan masyarakat dalam pengelolaan kebun TOGA. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai tanaman obat serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga. Program pengembangan TOGA dapat menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan. Kata Kunci: Tanaman Obat Keluarga, Pemberdayaan Masyarakat, Kesehatan Preventif, Kesehatan Masyarakat
Analisis Drug Related Problems (DRPs) pada Pasien Hipertensi di Instalasi Rawat Jalan Sara Surya; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a chronic disease with a high prevalence in the community and often requires long-term therapy. Inappropriate use of antihypertensive medications can lead to Drug-Related Problems (DRPs), which can potentially reduce the effectiveness of therapy and increase the risk of side effects in patients. This study aims to analyze the incidence of DRPs in hypertensive patients in outpatient settings. This study used a descriptive, observational method with a retrospective approach through a review of the medical records of hypertensive patients in outpatient settings. Data collected included patient characteristics, the type of antihypertensive medication used, and the incidence of DRPs, including inappropriate medication selection, inappropriate dosage, drug interactions, and side effects. The results showed that several DRPs were still found in hypertensive patients, including inappropriate medication dosages, potential drug interactions, and inappropriate medication use based on the patient's clinical condition. These DRPs have the potential to impact the success of hypertension therapy. The conclusion of this study indicates that DRPs still occur in hypertensive patients in outpatient settings. Therefore, the role of healthcare professionals, particularly pharmacists, in monitoring drug therapy is needed to improve the safety and effectiveness of patient treatment. Keywords: Hypertension, Drug-Related Problems, Antihypertensive, Outpatient ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang memiliki prevalensi tinggi di masyarakat dan sering memerlukan terapi jangka panjang. Penggunaan obat antihipertensi yang tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya Drug Related Problems (DRPs) yang berpotensi menurunkan efektivitas terapi serta meningkatkan risiko efek samping pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian DRPs pada pasien hipertensi di instalasi rawat jalan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif melalui penelaahan rekam medis pasien hipertensi di instalasi rawat jalan. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik pasien, jenis obat antihipertensi yang digunakan, serta kejadian DRPs yang meliputi pemilihan obat yang tidak tepat, dosis yang tidak sesuai, interaksi obat, dan efek samping obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ditemukan beberapa kejadian DRPs pada pasien hipertensi, di antaranya dosis obat yang tidak sesuai, potensi interaksi obat, serta penggunaan obat yang tidak tepat berdasarkan kondisi klinis pasien. Kejadian DRPs tersebut berpotensi mempengaruhi keberhasilan terapi hipertensi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa DRPs masih terjadi pada pasien hipertensi di instalasi rawat jalan, sehingga diperlukan peran tenaga kesehatan, khususnya apoteker, dalam melakukan pemantauan terapi obat untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas pengobatan pasien. Kata Kunci: Hipertensi, Drug Related Problems, Antihipertensi, Rawat Jalan