Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Determination of Total Phenolic Content and Antioxidant Activity of Epigallocatechin Gallate Rich Fraction from Tea Leaves (Camellia sinensis L.) Amelia, Puteri; Citraningsih, Kinanti; Dewi, Asri Kusuma; Anggia, Vivi; Anggraeni, Yuni
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 12 No 1 (2025): J Sains Farm Klin 12(1), April 2025
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.12.1.36-40.2025

Abstract

The tea plant, Camellia sinensis L., is a well-known natural product with significant health advantages. The main catechin found in green tea leaves is epigallocatechin gallate (EGCG), which has potent antioxidant properties. EGCG is a common active ingredient in products from the medical and cosmetics industries. This study examines the antioxidant properties and total phenolic content (TPC) of an EGCG-rich fraction (ERF) that is extracted from green tea leaves. TPC was quantified using the Folin-Ciocalteu method, with absorbance measured via UV-VIS spectrophotometry at 760.5 nm. Antioxidant activity was assessed using the 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) assay, with absorbance recorded at 516 nm. The findings indicated that the TPC of ERF was 437.18 mg GAE/g ± 5.54, while the IC50 value for antioxidant activity was 4.47 mg/L, This value was lower than that of the positive control, Vitamin C, which exhibited an IC₅₀ of 5.07 mg/L. These results suggest that ERF could be developed into a natural ingredient for cosmetics and dietary supplements.
Pembuatan Nutrisi dan Penyuluhan Penyakit Hipertensi pada Anggota PKK Delima Jakarta Timur Anggia, Vivi; Wiyati, Tuti; Wulandari, Nora
Jurnal SOLMA Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/solma.v8i1.3059

Abstract

Menurut data SUDINKES DKI Jakarta tahun 2016 menunjukkan bahwa kotamadya Jakarta Timur memiliki jumlah populasi yang hipertensi lebih banyak dibandingkan dengan daerah lainnnya yaitu sebanyak 98422 orang. Konsumsi buah dan sayur setiap hari memberikan banyak manfaat bagi tubuh kita, bukan saja rasanya yang enak tapi buah dan sayur kaya akan antioksidan yang bermanfaat untuk mencegah terjadinya stres oksidatif dan bisa menjadi salah satu upaya dalam mencegah dan mengobati hipertensi. Berbagai buah dan sayuran banyak yang telah diteliti memberikan khasiat antihipertensi. Pada pengabdian masyarakat ini kami mengadakan Pelatihan pembuatan nutrisi dan penyuluhan penyakit hipertensi pada anggota PKK RT. 014 Perumnas Klender Jakarta Timur. Buah-buahan dan sayur-sayuran yang kami gunakan adalah belimbing, semangka, lemon, seledri dan mentimun.
KERAGAMAN DAN POTENSI BAKTERI ENDOFIT MATOA (Pometia pinnata) SEBAGAI PENGHASIL AGEN ANTIMIKROBA Janatiningrum, Isra; Najah, Lailatun; Permatasari, Intan; Fitriyanti; Anggia, Vivi; Putri, Eka
Berita Biologi Vol 25 No 1 (2026): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2026.7177

Abstract

Bakteri endofit merupakan mikroorganisme yang hidup pada jaringan tanaman tanpa menimbulkan dampak negatif, namun memberikan manfaat bagi inangnya. Matoa (Pometia pinnata) diketahui memiliki senyawa antimikroba. Senyawa metabolit sekunder yang ada pada tanaman tidak terlepas dari interaksinya dengan mikroba endofit yang hidup di jaringan tanaman. Meningkatnya resistensi antibiotik menyebabkan pencarian senyawa antibiotik terus dilakukan. Bakteri endofit dari P. pinnata diharapkan dapat menjadi sumber senyawa antibiotik baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengetahui keanekaragaman bakteri endofit tanaman matoa yang dapat dikulturkan, dan mengetahui potensinya sebagai antimikroba. Metode skrining untuk mengetahui aktivitas antimikroba menggunakan metode agar plug dan metode difusi cakram. Hasil isolasi bakteri endofit dari tanaman matoa diperoleh 32 isolat bakteri. Karakterisasi morfologi dari 32 isolat bakteri endofit yang diperoleh menunjukkan bahwa warna koloni terbanyak adalah signal white, traffic yellow dan light pink. Uji skrining aktivitas antimikroba diperoleh 2 isolat yang mempunyai daya hambat terhadap seluruh mikroba uji yaitu DMS4 dan PK1. Ekstrak isolat DMS4 dan PK1 diuji antimikroba, hasilnya menunjukkan adanya penghambatan pada konsentrasi 1000 ppm pada ekstrak etil asetat. Berdasarkan analisis sekuensing gen 16S rRNA isolat PK1 mempunyai kemiripan 99,18% dengan Stenotrophomonas rhizophila dan DMS4 99,85% mirip dengan Brucella haematophila.