Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Bakti Sosial Dan Penyuluhan Tentang PHBS Dan Pengolahan Sampah Masra, Ferizal; Karbito, Karbito; Barus, Linda; Indarwati, Suami
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23454

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Bakti Sosial dan Penyuluhan Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Pengolahan Sampah merupakan salah satu upaya peningkatan kualitas kesehatan lingkungan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan diri serta lingkungan sekitarnya. Program ini dilaksanakan di Panti Asuhan Assalam, Natar, Lampung Selatan, yang merupakan lembaga sosial dengan jumlah penghuni cukup padat dan memiliki permasalahan dalam penerapan PHBS serta pengelolaan sampah organik. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan rendahnya kesadaran anak-anak panti terhadap kebersihan pribadi dan lingkungan, serta belum adanya sistem pemilahan dan pengolahan sampah yang berkelanjutan (Rahmawati et al., 2021).Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penghuni panti dalam menerapkan PHBS dan mengolah sampah organik menjadi kompos yang bernilai guna. Metode pelaksanaan meliputi observasi, wawancara, penyuluhan interaktif, dan praktik langsung. Mencakup penyampaian materi tentang PHBS, kebersihan lingkungan, serta demonstrasi pembuatan kompos dengan menggunakan bahan organik rumah tangga dan aktivator EM4. Materi PHBS yang diberikan meliputi cuci tangan pakai sabun, kebersihan makanan, pengelolaan air bersih, dan sanitasi lingkungan sesuai pedoman Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI, 2023).Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pengetahuan dan perubahan perilaku peserta dalam menerapkan PHBS dan pengelolaan sampah organik. Sebagian besar peserta mampu menjelaskan kembali langkah-langkah PHBS dengan benar serta menunjukkan keterampilan membuat kompos secara mandiri.Kegiatan bakti sosial dan penyuluhan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dalam pendidikan kesehatan efektif untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, sekaligus mengajarkan kemandirian dalam pengelolaan lingkungan melalui pengolahan sampah organik menjadi produk bermanfaat (Suwatanti & Widiyaningrum, 2017). Program ini dapat dijadikan model pengabdian masyarakat berkelanjutan dalam bidang kesehatan lingkungan dan pemberdayaan sosial. 
Bakti Sosial Dan Penyuluhan Tentang Kesehatan Kulit Dan Hygiene Sanitasi Makanan Barus, Linda; Indarwati, Suami; masra, Ferizal; Karbito, Karbito
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23453

Abstract

Panti asuhan merupakan lingkungan dengan tingkat kepadatan tinggi dan fasilitas sanitasi yang terbatas, sehingga rentan terhadap penularan penyakit menular seperti skabies dan gangguan kesehatan akibat pengelolaan makanan yang tidak higienis (WHO, 2022; Kemenkes RI, 2023). Rendahnya pemahaman anak-anak dan pengurus panti terhadap kebersihan pribadi, serta kurangnya penerapan prinsip hygiene dan sanitasi makanan menjadi faktor utama yang perlu mendapatkan perhatian (Wulandari & Sari, 2022).Metode kegiatan meliputi observasi awal, wawancara, penyuluhan interaktif, dan praktik langsung. Materi yang diberikan mencakup pengenalan penyakit kulit skabies, cara pencegahan dan perawatannya, serta pelatihan hygiene sanitasi makanan mulai dari kebersihan diri, pengolahan bahan pangan, hingga penyimpanan makanan yang aman (Jatmika & Fadila, 2019). Kegiatan ini melibatkan 2 petugas panti dan 20 anak asuh di Panti Asuhan Peduli Harapan Bangsa II, Bandar Lampung.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta tentang penyebab dan pencegahan skabies serta praktik hygiene dan sanitasi makanan. Peserta mampu mengidentifikasi gejala awal skabies, memahami pentingnya mencuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan tidur, serta menerapkan langkah-langkah dasar pengolahan makanan yang higienis. Kegiatan ini juga mempererat keakraban antara mahasiswa pelaksana, pengurus, dan anak-anak panti, sehingga menciptakan suasana edukatif yang menyenangkan dan efektif dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat (Putri & Nugraha, 2022).Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini efektif meningkatkan kesadaran dan perilaku higienis penghuni panti asuhan. Melalui edukasi dan praktik langsung, peserta mampu menerapkan PHBS serta hygiene sanitasi makanan secara mandiri guna mencegah penyakit kulit dan penyakit berbasis makanan. Program ini diharapkan dapat menjadi model edukatif berkelanjutan dalam peningkatan kesehatan lingkungan panti asuhan.