Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG HUBUNGAN SEKSUAL SELAMA KEHAMILAN Shafira Nadifa; Legina Anggraeni; Mella Yuria RA
Binawan Student Journal Vol. 2 No. 3 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v2i3.172

Abstract

Hubungan seksual selama kehamilan seringkali menjadi hal yang tabu untuk dibahas karena kebanyakan ibu hamil belum paham tentang hal tersebut. Salah satu kebutuhan fisik paling dasar adalah seksual. Kebutuhan seksual juga harus diperhatikan bagaimana cara pemenuhannya seperti halnya dengan kebutuhan fisik lainnya meskipun seseorang dalam keadaan hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran distribusi frekuensi pengetahuan dan karakteristik ibu hamil tentang hubungan seksual selama kehamilan. Penelitian ini merupakan penelitian univariat yang dilakukan di Klinik Bidan Suryani Kabupaten, Bogor. Penelitian ini menggunakan data primer dengan cara mengumpulkan data dengan pengisian kuesioner dengan menggunakan platform Google Form. Sampel yang digunakan sebanyak 50 responden ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Tempat Praktik Bidan Mandiri S. Hasil Penelitian ini didapatkan tingkat pengetahuan baik sebanyak 30 Responden (60%) dan pengetahuan kurang sebanyak 20 Responden (40%) . Usia reponden mayoritas usia yang tidak beresiko sebanyak 45 responden (90%). Responden dengan tingkat pendidikan yang rendah sebanyak 38 reponden (76%), tingkat pendidikan tinggi sebanyak 12 (24%). Responden yang mendapat sumber informasi dari nakes sebanyak 41 (82%) dan yang non-nakes 9 (18%). Responden dengan persepsi tabu tentang hubungan seksual sebanyak 16 (32%) dan tidak tabu 34 (68%).
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG MANFAAT ULTRASONOGRAFI (USG) DALAM PEMERIKSAAN KEHAMILAN Lady Tioro Coilal; Legina Anggraeni; Irwanti Gustina
Binawan Student Journal Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.696 KB) | DOI: 10.54771/bsj.v2i2.125

Abstract

Ultrasonografi (USG) adalah salah satu upaya pemeriksaan kandungan atau Ante Natal Care (ANC) pada ibu hamil untuk mengetahui kondisi janin dalam tubuh. USG merupakan moda pencitraan dengan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang menghasilkan gambaran irisan melintang dari janin. Pemeriksaan kandungan dengan USG dapat mengetahui ada atau tidaknya kehamilan, hidup atau tidaknya janin, lokasi dari plasenta, dan umur gestasi.USG merupakan moda pemeriksaan kehamilan yang aman bagi janin jika digunakan dengan baik. Pemeriksaan kandungan dengan USG merupakan pemeriksaan standar yang tidak wajib, namun dengan pemeriksaan tersebut diharapkan dapat mendeteksi lebih dini keadaan yang beresiko terhadap ibu dan janin. Penelitian ditujukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang manfaat USG dalam pemeriksaan kehamilan di wilayah Jakarta Timur. Teknik sampel yang digunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner from google. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan komputer dengan program Sistem pengolahan data komputer.Tidak ada hubungan tingkat pendidikan, pekerjaan dan usia dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang manfaat USG pada kehamilan dan adanya hubungan pengalaman dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang manfaat USG pada kehamilan di Wilayah Jakarta Timur Agustus Tahun 2020.
KARAKTERISTIK WANITA USIA SUBUR (WUS ) DALAM MELAKUKAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DENGAN METODE INSPEKSI VISUAL DENGAN ASAM ASETAT Anggi Dwi Putri; Dinni Lubis; Legina Anggraeni
Binawan Student Journal Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v3i2.137

Abstract

Kanker serviks adalah kanker paling umum kedua pada wanita yang tinggal di negara yang berpenghasilan rendah dan menengah sekitar 270.000 kasus, lebih dari 85% dari kematian ini disebabkan oleh kanker serviks. Kejadian kanker leher rahim di Indonesia yaitu sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan kematian rata-rata 13,9 per 100.000 penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi minat Wanita usia subur dalam melakukan deteksi dini kanker servik dengan IVA test. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Croos-Sectional. Pengumpulkan data menggunakan Google Form. Sampel dalam penelitian ini adalah kuota sampling dengan 50 responden wanita usia subur yang sudah menikah dan bersedia untuk menjadi responden. Data dianalisis dengan univriat dengan hasil penelitian dimana maoritas responden dari hasil penelitian ini ditemukan variabel Mayoritas responden berpendidikan Tinggi sebanyak 90 %, Mayoritas responden memiliki akses dekat kurang dari 3 km menuju tempat pelayanan kesehatan sebesar 68%, Mayoritas responden mendapatkan dukungan suami dalam melakukan deteksi dini Ca servik melalui IVA test sebesar 72 %, Mayoritas responden memiliki akses informasi kurang baik sebesar 62%. Kesimpulan pendidikan, jarak, dukungan suami, sumber informasi merupakan beberapa determinan wanita Usia Subur untuk melakukan pemeriksaan IVA Test dalam upaya deteksi dini terhadap Ca Cervik.
PIJAT OKSITOSIN TERHADAP KUANTITAS PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI YANG MEMILIKI BAYI BERUSIA 0-6 BULAN Dinni Randayani Lubis; Legina Anggraeni
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i3.3501

Abstract

Background. Breast milk is the best food given to babies especially when the baby is 0-6 months old. Many of the benefits felt by one of them is getting the nutrients needed by the baby in his golden period. In nutrition status monitoring shows that the coverage of exclusive breastfeeding during the first 6 months by mothers is still very low, one of the reasons is the inadequacy of breast milk production. Oxytocin massage is a useful therapy in increasing the hormone prolactin so that the production of breast milk in mothers will also increase.Purpose. To find out the effect of oxytocin massage on the increase in the production of breast milk in nursing mothers who have babies aged 0-6 months.Method.This study uses a quasi-experimental design using one group pre-post test. The number of samples was 33 people, with the inclusion criteria being that the mother did not use drugs to increase the production of breast milk/milk booster and was willing to follow the treatment in the study, while the exclusion criteria were that the mother did not exclusively breastfeed her baby, had an areola inverter breast anatomy structure, had a history of open wounds in the back area. Prior to the oxytocin massage, respondents were measured for signs of breast milk adequacy through questionnaires filled out before and after the intervention, then the baby's weight was measured before and after the intervention using a baby's weight measurement after 4 weeks of oxytocin massage.Results. Oxytocin massage intervention can increase the production of breast milk by 0.52 which from before the intervention by 1.12 to 1.64 after intervention. Based on the results of dependent T Test obtained P-value 0.0001 which means there is a meaningful relationship between the administration of oxytocin massage to the increase in the production of breast milk in nursing mothers.Conclusion. There is an influence of occult massage on the increase of breast milk production in nursing mothers who have babies aged 0-6 months.Suggestion. Researchers are then expected to use more samples and longer periods of intervention Keywords: Oxytocin massage, Breast Milk, Breastfeeding ABSTRAK Latar belakang. Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang terbaik diberikan kepada bayi terlebih saat bayi tersebut berusia 0-6 bulan. Banyak manfaat yang dirasakan salah satunya adalah mendapatkan zat gizi yang dibutuhkan oleh bayi di periode keemasannya. Pada pemantauan status gizi menunjukan bahwa cakupan pemberian ASI Ekslusif selama 6 bulan pertama oleh ibu masih sangat rendah, salah satu alasannya adalah ketidakcukupan produksi ASI. Pijat oksitosin merupakan terapi yang bermanfaat dalam meningkatkan hormone prolaktin sehingga produksi ASI pada ibu juga akan meningkat.Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh pemberian pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui yang memiliki bayi berusia 0-6 bulan.Metode. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan menggunakan one group pre-post test. Jumlah sampel sebanyak 33 orang, dengan kriteria inklusi adalah Ibu tidak menggunakan obat untuk meningkatkan produksi ASI/booster ASI dan bersedia mengikuti treatmen pada penelitian, sedangkan kriteria eklusi adalah ibu tidak menyusui bayinya secara eksklusif, memiliki struktur anatomi payudara aerola inverter, memiliki riwayat luka terbuka di area punggung. Sebelum dilakukan pijat oksitosin, responden diukur tanda-tanda kecukupan ASI melalui kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah intervensi, selanjutnya pada bayinya akan diukur berat badan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan penimbangan berat badan bayi setelah 4 minggu pemberian pijat oksitosin.Hasil. Intervensi pijat oksitosin dapat meningkatkan produksi ASI sebesar 0,52 yang dari sebelum intervensi sebesar 1,12 menjadi 1,64 setelah dilakukannya intervensi.Berdasarkan hasil Uji T dependen didapatkan hasil P-value 0,0001 yang artinya terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu yang menyusui.Kesimpulan. Terdapat pengaruh pemberian pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu  menyusui yang memiliki bayi berusia 0-6 bulan.Saran. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan sampel yang lebih banyak dan jangka waktu pemberian Intervensi yang lebih lama. Kata kunci: Pijat oksitosin, ASI, Menyusui 
Hubungan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dengan indeks prestasi mahasiswa program studi kebidanan Legina Anggraeni; Dinni Randayani Lubis
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.033 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v5i1.137

Abstract

Latar belakang: Dalam menjalani proses belajar, banyak orang yang beranggapan bahwa untuk meraih prestasi yang baik harus memiliki kecerdasan intelektual (Intelligence Quotient/IQ) yang tinggi. Namun, kenyataannya kecerdasan intelektual bukan satu-satunya keberhasilam dalam mengukur prestasi akademik seseorang. Kecerdasan intelektual yang tinggi seyogyanya  harus diimbangi dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dengan indeks prestasi mahasiswa program studi kebidanan. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan studi cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 48 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengisian kuesioner dan data indeks prestasi mahasiswa program studi kebidanan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-September tahun 2020. Data dianalisis menggunakan uji chi-square Hasil: hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan p-value 0,001 dan OR 12,000 dan kecerdasan spiritual  dengan p-value 0,0001 dan OR 21,111. Simpulan: Ada hubungan antara kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dengan indeks prestasi mahasiswa program studi kebidanan.
PENINGKATAN STATUS GIZI BALITA DENGAN PROMOTIF KIE DAN SKRINING DI MASA PANDEMI COVID 19 MELALUI LAYANAN KETUK PINTU Mella Yuria R.A.; Royani Chairiyah; Legina Anggraeni
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 2: Februari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.169 KB)

Abstract

Nutritional status is very influential on the growth and development of toddlers and affects the intelligence of toddlers. An imbalance in nutritional intake can increase the fatality of COVID-19 infection. The limited service at the Posyandu has an impact on maternal and under-five health services and hampers the monitoring of under-five growth and development. Cadres take the initiative to monitor the growth of toddlers independently through home visits while still complying with the Covid-19 prevention health protocol. This community service aims to monitor the nutritional status of children under five and early detection of nutritional problems. The method used is by screening the nutritional status of children under five with anthropometric measurements of BB/TB then given IEC education. The result of this activity is that 5.71% of children under five are malnourished. This is because apart from parenting factors, it is also due to the fact that during the pandemic, parents' income has decreased so that the pattern of feeding their toddlers is only based on their child's preferences without paying attention to balanced nutritional food patterns
PENGARUH DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MINAT WUS DALAM DETEKSI DINI CA SERVIK MELALUI PEMERIKSAAN IVA TEST Legina Anggraeni; Dinni Randayani Lubis
Jurnal Education and Development Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.668 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i1.3640

Abstract

Kanker serviks disebut juga “silent killer” karena perkembangan kanker ini sangat sulit dideteksi. Perjalanan dari infeksi virus menjadi kanker membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 10-20 tahun. Proses ini seringkali tidak disadari hingga kemudian sampai pada tahap pra kanker tanpa gejala. Kanker serviks adalah kanker paling umum kedua pada wanita yang tinggal di negara yang berpenghasilan rendah dan menengah sekitar 270.000 kasus, lebih dari 85% dari kematian ini disebabkan oleh kanker serviks. Kejadian kanker leher rahim di Indonesia yaitu sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan kematian rata-rata 13,9 per 100.000 penduduk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dukungan suami dengan minat wanita usia subur (WUS) dalam melakukan pemeriksaan Inspeksi visual asam asetat (IVA). Metode Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan studi cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengisian kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi-square hasil dari penelitian ini diperoleh p-value 0,0001 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan minat wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan IVA test. Hasil analisis lainnya diperoleh Odd ratio (OR) sebesar 8,7 artinya responden yang mendapatkan dukungan yang baik dari suami berpeluang untuk berminat melakukan pemeriksaan Iva test yang baik 8,7 kali dibandingkan dengan responden yang mendapatkan dukungan yang kurang baik dari suam
Update Vaksinasi Covid-19: Ibu Hamil dan Menyusui Kenapa Harus Takut Vaksinasi Covid-19? Legina Anggraeni; Maryuni Maryuni
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v5i1.396

Abstract

Pandemi covid-19 menjadi sebuah ancaman kesehatan bagi kelompok rentan terutama pada ibu hamil dan menyusui. Program vaksinasi yang dicanangkan oleh pemerintah untuk membentuk kekebalan kelompok nyatanya masih memiliki tantangan tersendiri terutama penerimaan terhadap vaksin dan berita hoax yang tersebar dikalangan masyarakat. Tujuan dilakukannya pengabdian masyarakat melalui edukasi kesehatan mengenai vaksinasi covid-19 bagi ibu hamil dan menyusui adalah memberikan pengetahuan terbaru tentang vaksin covid-19 bagi ibu hamil dan menyusui serta menepis berita negatif (mitos) seputaran vaksinasi. Metode yang digunakan dalam proses pemberian edukasi ini dilakukan secara virtual (daring) melalui zoom meeting dengan memaparkan materi menggunakan video dan presentasi power point. Total peserta yang mengikuti kegitan ini berjumlah 67 orang. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini didapati peserta kegiatan ini didominasi oleh jenis kelamin perempuan sebesar 70,15% dan tipe pekerjaan lebih banyak adalah ibu rumah tangga sebesar 25,5%. Tingkat pengetahuan baik sebelum pemberian edukasi sebesar 16,4% sedangkan tingkat pengetahuan baik sesudah dilaksanakan kegiatan meningkat menjadi 62,7%.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU MENYUSUI DENGAN TEKNIK PEMBERIAN ASI SECARA EKSLUSIF Legina Anggraeni; Windi Fatharani; Dinni Randayani Lubis
Jurnal Education and Development Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.652 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i2.4469

Abstract

Menyusui merupakan sebuah proses yang alami untuk memberikan asupan gizi imunitas dan memelihara emosional secara optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Namun seringkali ibu mengalami hambatan dalam proses tersebut yang berujung pemberian ASI tidak optimal atau bahkan menghentikan proses menyusui. Salah satu faktor yang menjadi penghambat adalah pengetahuan ibu tentang teknik pemberian ASI secara baik dan benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana tingkat pengetahuan ibu menyusui dengan teknik pemberian ASI secara eksklusif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional lokasi penelitian berada di salah satu Tempat Praktik Bidan Mandiri Jakarta Timur. Populasi adalah seluruh ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan sedangkan, sampel berjumlah 50 orang. Hasil penelitian diketahui bahwa tingkat pengatahuan ibu memiliki hubungan yang signifikan dengan teknik pemberian ASI (p-value 0,0001). Pengetahuan ibu menyusui terkait teknik pemberian ASI sangat bergantung kepada tingkat pendidikan ibu, usia, pekerjaan dan peran dukungan dari tenaga kesehatan serta keluarga terutama suami. Saran yang dapat diberikan dari hasil penelitian ini adalah agar setiap tempat pelayanan kesehatan dapat memberikan edukasi terkait proses pemberian ASI pada ibu nifas dan keluarganya.
PENGETAHUAN, SIKAP, DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA BERHUBUNGAN DENGAN KEBERSIHAN DIRI SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN Legina Anggraeni; Dinni Randayani Lubis; Lia Nurdini
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 14 No 1 (2023): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOLUME 14 NOMOR 1 TAHUN 2023
Publisher : IAKMI South Tangerang Branch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/jkr.v14i1.99

Abstract

Abstract Background: Undergoing menstruation cleanly and safely is a human right for every woman, including young women. Young women who attend Islamic boarding schools tend to behave less well in maintaining personal hygiene during menstruation so that they have the opportunity to get diseases related to the reproductive system. Purpose: This study examined the relationship between knowledge, attitudes, and peer support on personal hygiene behavior among young women at Islamic boarding schools during menstruation. Methods: The research was conducted at Islamic boarding schools in Bogor Regency in August-October 2022, while the design used was cross-sectional. Samples were obtained using a purposive sampling technique with a sample size of 124 young women. The univariate analysis determined the frequency distribution of independent (knowledge, attitude, peer support) and dependent (personal hygiene behavior). In contrast, bivariate analysis using chi-square was performed to determine the relationship between the independent and dependent variables. Results: The results showed that the hygiene behavior of young girls was classified as not good (20.1%), and the results of the chi-square test showed that there was a significant relationship between knowledge (p-value = 0.0001; OR = 8.0; 95% CI: 3.13 - 20.44), attitude (p-value = 0.0001; OR = 6.83; 95% CI: 2.47 - 18.85) and peer support (p-value = 0.0001; OR = 4.97; 95% CI: 2.19 - 11.29) with adolescent personal hygiene behavior during menstruation. Conclusion: Knowledge, attitudes, and peer support received by young women have a significant relationship with personal hygiene behavior during menstruation. Menstrual hygiene management needs to be given continuously by the pesantren to female students (girls). Keywords: Knowledge, Attitudes, Peer Support, Personal Hygiene Behavior, Menstruation   Abstrak Latar belakang: Menjalani menstruasi dengan bersih dan aman merupakan hak asasi bagi setiap perempuan termasuk remaja putri. Remaja putri yang bersekolah di Pondok Pesantren cenderung untuk berperilaku kurang baik dalam menjaga kebersihan diri saat menstruasi sehingga memiliki peluang untuk terkena penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan teman sebaya terhadap perilaku kebersihan diri saat menstruasi pada remaja putri di Pondok Pesantren. Metode: Penelitian dilaksanakan pada Pondok Pesantren di Kabupaten Bogor pada bulan Agustus-Oktober 2022, sedangkan desain yang digunakan adalah cross sectional. Sampel didapatkan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebesar 124 remaja putri. Analisa univariat dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi variabel independen (pengetahuan, sikap, dukungan teman sebaya) dan dependen (perilaku kebersihan diri) sedangkan analisa bivariat menggunakan chi-square dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil: Hasil penelitian menunjukan perilaku kebersihan remaja putri tergolong kurang baik (20,1%) dan hasil uji chi-square menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p-value = 0,0001; OR = 8,0; CI 95%: 3,13 - 20,44), sikap (p-value = 0,0001; OR = 6,83; CI 95%:  2,47 – 18,85) dan dukungan teman sebaya (p-value = 0,0001; OR = 4,97; CI 95%: 2,19 - 11,29 ) dengan perilaku kebersihan diri remaja saat menstruasi. Kesimpulan: Pengetahuan, sikap dan dukungan teman yang diterima oleh remaja putri memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku kebersihan diri saat menstruasi. Manajemen kebersihan menstruasi perlu diberikan terus menerus oleh pihak pesantren kepada santriwati (remaja putri). Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Teman Sebaya, Perilaku Kebersihan Diri, Menstruasi