Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pembelajaran pada Masa Pandemic Covid 19 dan Implikasi Pada Hasil Belajar Perguruan Tinggi Syarifah Salmah
TADRIBUNA Vol 2 No 2 (2022): Januari - Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hidayatullah Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61456/tjiec.v2i2.17

Abstract

Penerapan kebijakan belajar mengajar jarak jauh atau belajar dari rumah seperti yang diinstruksikan pemerintah bukan menjadi sebuah hal yang baru bagi Pascarjana UIN Antasari. Pembelajaran tidak langung atau pembelajaran jarak jauh telah dirintis oleh Pascasarjana melalui pelatihan bagi dosen dan mahasiswa Pascasarjana UIN Antasari. Pascasarjana UIN Antasari telah melaksanakan uji coba pembelajaran blended learning di tahun 2019, dengan menggunakan aplikasi e-learning: Learning Management System (LMS) dalam proses perkuliahan. Namun, tingkat partisipasi dosen masih cukup rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada masa pendemi Covid 19 yang dilaksanakan oleh Dosen serta mahasiswa pada Prodi Magister PAI Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin. Penelitian ini adalah pendekatan evaluasi, yaitu melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran masa pandemic covid 19 di Prodi Magister PAI Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin. Survey yang dilakukan dengan mengunakan google form dengan link yang telah disebar kepada para mahasiswa Magister PAI angkatan 2019/2020 yang diisi oleh 83 responden. Berdasarkan hasil Analisis data tentang Proses belajar mengajar dengan menggunakn LMS, wawancara dengan dosen dan mahasiswa di Prodi Magister PAI, dapat disimpulkan bahwa semua dosen homebase dan dosen pengampu mata kuliah pada prodi Magister PAI, pada awal semester ganjil 2020/2021 masih semangat dan aktif dalam menggunakannya. namun, secara umum data pada semester Genap 2020/2021 menunjukkan adanya penurunan. Beberapa saran serta keluhan mahasiswa magister PAI diantaranya: pembelajaran daring kurang efektif dikarenakan ada beberapa tugas yang kurang dimengerti adanya kesulitan dalam berkomunikasi atau menghubungi dosen, terkadang Dosen slow respond karena memiliki kesibukan serta beberapa kendala lainnya.
Egaliterianisme Dalam Pandangan Islam: Potret Pemenuhan Hak Sipil Penghayat Kaharingan Salmah, Syarifah; Shapiah, Shapiah
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v21i1.7260

Abstract

 Islam with its monotheistic teachings is very tolerant of differences in religious beliefs. We must show the equality to all people of all religions and beliefs. This article describes how Islam views egalitarianism by referring to the portrait of the fulfillment of rights for Kaharingan adherents in Palangka Raya City. This study used descriptive qualitative method. Kaharingan integration into Hindu Kaharingan provides convenience for its adherents. This convenience can be enjoyed by Kaharingan adherents because Hinduism is one of the religions recognized by the state, so that it has an impact on the ease of state administration. The fulfillment of the civil rights of adherents of the Kaharingan adherents cannot be separated from the role of the Kaharingan Hindu Religious Council (MBAHK) which is a bridge between its adherents and the government. With the integration process of Kaharingan into Hinduism, all basic rights of Kaharingan adherents can also be fulfilled by the state properly.   Islam dengan ajaran tauhidnya sangat toleran terhadap perbedaan keyakinan beragama. Kita harus menunjukkan kesetaraan kepada semua orang dari semua agama dan kepercayaan. Artikel ini memaparkan bagaimana Islam memandang egalitarianisme dengan merujuk pada potret pemenuhan hak bagi penganut Kaharingan di Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Integrasi Kaharingan ke dalam Hindu Kaharingan memberikan kemudahan bagi penganutnya. Kemudahan tersebut dapat dinikmati oleh penganut Kaharingan karena agama Hindu merupakan salah satu agama yang diakui oleh negara, sehingga berdampak pada kemudahan penyelenggaraan negara. Pemenuhan hak-hak sipil penganut Kaharingan tidak lepas dari peran Majelis Agama Hindu (MBAHK) Kaharingan yang menjadi jembatan penghubung antara penganutnya dengan pemerintah. Dengan proses integrasi Kaharingan ke dalam agama Hindu, semua hak dasar penganut Kaharingan juga dapat dipenuhi oleh negara dengan baik.  
PROBLEMATIKA PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DIKELAS IV MIN 9 BANJAR Karimah, Nurul; Salmah, Syarifah
DARRIS: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 7, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Program Studi PGMI STAI Al Falah Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/darris.v7i1.535

Abstract

Abstract: This research discusses the problems of implementing the independent curriculum in class IV MIN 9 Banjar. The aim of this research is to find out the problems of implementing the independent curriculum in class IV MIN 9 Banjar, to find out what the problems are in implementing the independent curriculum in class IV MIN 9 Banjar and to find out the solutions made by teachers in dealing with the problems of implementing the independent curriculum in class IV MIN 9 Banjar. The subjects in this research were the principal and homeroom teacher of class IV MIN 9 Banjar. Meanwhile, the object studied is the problem of implementing the independent curriculum at MIN 9 Banjar. Data collection techniques in this research used observation, interview and documentation techniques. Meanwhile, data processing techniques are carried out by reducing data, presenting data, drawing conclusions and analyzing data, then analyzing it descriptively qualitatively.Based on the research results, it is known that the implementation of the independent curriculum has been going on for 2 years, the implementation of the curriculum is being carried out in stages for classes I, II, IV and V. Meanwhile classes III and VI will adopt the independent curriculum in the following academic year. The problems felt by teachers in class IV are difficulties in compiling learning tools, choosing the right method, and determining the appropriate type of assessment. Efforts made by teachers to address problems in implementing the independent curriculum in class IV MIN 9 Banjar held meetings with the teacher working group (KKG), attended independent curriculum training, and coordinated with colleagues. Keywords: Implementation, Independent Curriculum, Problematic. Abstrak: Penelitian ini membahas tentang problematika penerapan kurikulum merdeka dikelas IV MIN 9 Banjar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui problematika penerapan kurikulum merdeka dikelas IV MIN 9 Banjar, untuk mengetahui apa saja problematika penerapan kurikulum merdeka dikelas IV MIN 9 Banjar dan untuk mengetahui solusi yang dilakukan oleh guru dalam menghadapi problematika penerapan kurikulum merdeka dikelas IV MIN 9 Banjar. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan wali kelas IV MIN 9 Banjar. Sedangkan objek yang diteliti adalah problematika penerapan kurikulum merdeka di MIN 9 Banjar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik pengolahan data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulanan dan analisis data, selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif.             Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan kurikululum merdeka telah berlangsung selama 2 tahun, implementasi kurikulum tersebut dilaksanakan secara bertahap untuk kelas I, II, IV dan V. sementara kelas III, dan VI akan mengadopsi kurikulum merdeka pada tahun ajaran berikutnya. Problematika yang dirasakan guru di kelas IV yaitu kesulitan dalam menyusun perangkat pembelajaran, memilih metode yang tepat, dan menentukan jenis penilaian yang cocok. Upaya yang dilakukan guru dalam problematika pada penerapan kurikulum merdeka dikelas IV MIN 9 Banjar mengadakan pertemuan dengan kelompok kerja guru (KKG), mengikuti pelatihan kurikulum merdeka, dan berkoordinasi dengan rekan sejawat.Kata Kunci: Kurikulum Merdeka, Penerapan, Problematika.
Ketersediaan dan Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Pendidikan Pada Proses Belajar Syarifah Salmah; Melly Wulandari; M. Adli Nurul Ihsan
Al Washliyah : Jurnal Penelitian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Washiliyah Barabai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70943/jsh.v1i1.27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan sarana dan prasarana di MIN 2 Tapin, bagaimana pemanfatan sarana dan prasarana di MIN 2 Tapin, Bagaimana proses belajar peserta didik pada ketersedian dan pemanfaatan sarana dan prasarana di mata pelajaran penjasorkes di MIN 2 Tapin. Metode yang digunakan metode kualitatif deskriptif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertilis atau lisan maupun perilaku yang diamati nantinya. Subjek objek penilitian ini adalah kepala sekolah dan dewan guru, ketersediaan dan premanfaatan sarana dan prasarana pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. ketersedeian dan pemanfaatan sarana dan prasarana penjasorkes tidak mencukupi standar sarana prasarana sekolah dasar dan keadaan sarana dan prasarana di MIN 2 Tapin dalam keadaan rusak yang seharusnya sudah ada pebaharuan untuk sarana dan prasarana. Pada proses belajar penjasorkes guru wali kelas merangkap menjadi guru pemegang mata pelajaran penjasorkes. Guru wali kelas juga dalam perencanaan pembelajaran penjasorkes tidak membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Program Tahunan, Program Semester, guru berpatokan pada Lembar Kerja Siswa (LKS). Dalam proses belajar guru membuat lembar tugas untuk mengevaluasi hasil belajar siswa, dan memodifikasi sarana dan prasarana yang keterbatasan di sekolah.
Pengaruh Reward Terhadap Motivasi Belajar Siswa Madrasah Syarifah Salmah; Diniyah Diniyah
Al Washliyah : Jurnal Penelitian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Washiliyah Barabai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70943/jsh.v1i2.45

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh reward terhadap motivasi belajar siswa di kelas V di MIN 10 Banjar. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu penelitian lapangan (field research). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Dengan populasi siswa kelas V di MIN 10 Banjar, dan sampel penelitian ini adalah siswa kelas VB berjumlah 22 orang di MIN 10 Banjar. Untuk teknik pengumpulan data yaitu berupa angket dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji t. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengaruh reward (X) terhadap motivasi belajar siswa (Y) dilihat dari nilai signifikan sebesar 0,013 yang kurang dari 0,05 (0,013 < 0,05). Sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara reward dan motivasi belajar siswa kelas V di MIN 10 Banjar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh reward terhadap motivasi belajar siswa kelas V di MIN 10 Banjar.
Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Scramble terhadap Hasil Belajar dalam Pembelajaran IPS pada Siswa Kelas V MI Nurul Huda Mantuil Banjarmasin Hamidah Hamidah; Syarifah Salmah
Al Washliyah : Jurnal Penelitian Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Washiliyah Barabai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70943/jsh.v3i1.79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode pembelajaran scramble terhadap hasil belajar dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas V MI Nurul Huda Mantuil Banjarmasin. Jenis penelitian kuantitatif metode Quasy Experiment dengan desain Nonequievalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V MI Nurul Huda Mantuil Banjarmasin sebanyak 41 siswa. Sampel ditentukan dengan teknik Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas V A sebanyak 21 siswa sebagai kelas eksperimen kelas V B sebanyak 20 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar IPS berupa tes objektif dalam bentuk pilihan ganda yang berjumlah 20 butir tes yang telah divalidasi. Teknik analisis data menggunakan uji Paired Samples T-Tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen mengalami peningkatan sebesar 37,62 setelah penerapan metode pembelajaran scramble, sedangkan kelas kontrol hanya meningkat sebesar 16,25 tanpa penerapan metode pembelajaran scramble. Berdasarkan hasil uji Paired Samples T-Test diperoleh nilai sig. 0,000 < 0,05 yang berarti ???????? diterima dan ????0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada hasil belajar IPS siswa dengan penerapan metode pembelajaran scramble.
Kemampuan Mahasiswa PPL Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dalam Pengelolaan Kelas Salmah, Syarifah
Dinamika Ilmu Vol 14 No 2 (2014): Dinamika Ilmu, 14(2), December 2014
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.456 KB) | DOI: 10.21093/di.v14i2.2

Abstract

This study was aimed to know the students’ ability in managing classroom in the internship program of teaching. As future teacher, the students are directed to master on the skills of teaching. One of the skills is pedagogical skill to manage the classroom. This study used a descriptive design. The data was collected by using observation. The population of the study was the internship program students of semester VI of Madrasah Ibtidaiyah study program. The sampling used random sampling with 11 students sample. The result of finding shows that the highest score was 75 and the lowest score was 50. The students who were in the category of “Very Good” or in the range of 71-85, was 18.2% (2 of 11 students), in the category of “Good” or in the range of 56-85 was 36.4% (4 of 11 students), in the category of “Good Enough” or in the range of 41-55 was 45.4% (5 of 1 students), and no students were in the category of “Poor” or in the range of 26-40.
PERAN GUGUS PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH REGIONAL KALIMANTAN DAN PROGRAM STUDI TERAKREDITASI UNGGUL DALAM PROSES PENJAMINAN MUTU Rahmad; Syahmidi; Syarifah Salmah
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 10 No 02 (2024)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jpm.v10i02.3257

Abstract

SPMI is a systemic activity to guarantee the quality of higher education by each university autonomously or independently to control and improve the implementation of higher education in a planned and sustainable. AMI is a systematic and independent audit activity carried out internally by educational institutions carried out by LPM together with auditors, on units and study. This article aims to describe the implementation of SPMI in universities in Central and South Kalimantan. The subjects selected are members of the selected LPM Campus and then proceed to the management of the PGMI study program. The results of this research are that universities that have a superior title, such as Lambung Mangkurat University, already use an international standard quality assurance system. This is through LPM ULM which has been certified ISO 9001:2015 by SAI Global. UIN Antasari has started implementing the same thing. This is due to the certification of ISO 21001:2018 and ISO 9001:2015 by PT Decra. IAIN Palangka Raya still has not implemented this. Another finding is that the Internal Quality Assurance Activities of the PGMI Study in South Kalimantan and Central Kalimantan have carried out monitoring and evaluation by GPM and carried out by AMI regularly and periodically. Then the Internal Quality Assurance System (SPMI) at IAIN Palangka Raya is on a good track but needs further improvement. For example, this increase was added to SPME in the form of implementing ISO at IAIN Palangka Raya.  
Social Learning Environment and Gadget Use As Determinants of Elementary School Students' Learning Motivation Salmah, Syarifah; Amilia, Hayatul; Mualimin, Mualimin
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 7 No. 3 (2025): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v7i3.7962

Abstract

This study investigates the relationship between the learning environment and gadget use on students’ learning motivation. The research employed a quantitative approach with a descriptive survey design, involving a population of 53 fifth-grade students at SDN Jelapat II-1, Mekarsari District, Barito Kuala Regency. A sample of 44 students was selected using simple random sampling based on the Isaac and Michael table, with a 5% margin of error. Data were collected through questionnaires and analyzed using correlation tests, after meeting the prerequisite assumptions of normality, linearity, multicollinearity, heteroscedasticity, and autocorrelation. The findings revealed a strong positive correlation between the learning environment and learning motivation (r = 0.732). In contrast, gadget use showed a moderate positive correlation with learning motivation (r = 0.429, P = 0.004). Multiple correlation analysis indicated a significant combined effect of the learning environment and gadget use on learning motivation (R = 0.561, Sig. F Change = 0.000), categorized as a moderate relationship. These results highlight the importance of both learning environment quality and responsible gadget use in enhancing students' motivation to learn.
Ability of Students in Media use in Practice Learning Experience in The Field II Madrasah Ibtidaiyah Muhajirin Banjarmasin salmah, syarifah
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v6i1.1008

Abstract

Learning media is an important factor in improving the quality of learning. In connection with the use of media in the learning process, teaching staff need to be careful in the selection of media that will be used. This study aimed to describe the use of a medium of learning by students on field practice II in Al-Muhajirin Government Elementary School Banjarmasin. Data collected by observation. The analysis used is descriptive qualitative approach. Based on the results of the study illustrated the ability of PPL student in utilizing instructional media included in either category that most or some 63.6% of the students can use the media in accordance with the general principles of the use of media.                                                                                                          Key Words: Media Learning, Practice Fields II