Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Gender Differences in the Influence of Family Background on Internet Addiction and Environmental Behaviour:  Does Islamic Elementary School Matter? Syarifah Salmah; Nur Inayah Syar; Rahmad; Ahmad Juhaidi
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 23 No. 3 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pro-environmental behaviour is a critical global issue across all sectors, including education. This study examines how family socioeconomic background influences internet addiction and pro-environmental behaviour among elementary school students, investigates the effects of school type and grade level, and explores gender as a moderating variable in these relationships. Using a quantitative approach with Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), data were collected from 210 parents (150 females, 60 males) through convenience sampling. The findings reveal that family economic status and family structure significantly and positively influence children's internet addiction, with students from affluent and two-parent families being more prone to smartphone or internet overuse. Internet addiction, in turn, has a significant negative impact on students’ pro-environmental behaviour. The effect of maternal education on pro-environmental behaviour is more pronounced among male students, whereas family economic status has a stronger influence on female students.. Islamic education was found to have no significant effect on either internet addiction or pro-environmental behaviour. This study contributes to the theoretical discourse in Islamic education and offers practical implications for curriculum and instructional development within Islamic educational settings. ABSTRAK Perilaku pro-lingkungan merupakan isu global yang penting di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh latar belakang sosial ekonomi keluarga terhadap kecanduan internet dan perilaku pro-lingkungan pada siswa sekolah dasar, meneliti pengaruh jenis sekolah dan tingkat kelas, serta mengeksplorasi peran moderasi gender dalam hubungan-hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data diperoleh dari 210 orang tua siswa (150 perempuan, 60 laki-laki) melalui teknik convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status ekonomi dan struktur keluarga secara signifikan dan positif memengaruhi kecanduan internet pada anak. Siswa dari keluarga mampu dan keluarga dengan dua orang tua cenderung lebih rentan terhadap kecanduan smartphone atau internet. Kecanduan internet secara signifikan berdampak negatif terhadap perilaku pro-lingkungan siswa. Perilaku pro-lingkungan siswa perempuan lebih dipengaruhi oleh status ekonomi keluarga dan sedangkan pengaruh pendidikan ibu lebih besar pada siswa laki-laki. Pendidikan Islam tidak ditemukan berpengaruh signifikan terhadap kecanduan internet maupun perilaku pro-lingkungan. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi literatur pendidikan Islam dan menawarkan implikasi praktis bagi pengembangan kurikulum dan pembelajaran di lingkungan pendidikan Islam.
Integrasi Nilai Pendidikan Islam dalam Program Rehabilitasi Sosial untuk Pemenuhan Hak Pendidikan dan Kemandirian Penyandang Disabilitas Salmah, Syarifah; Shapiah, Shapiah
Muallimun : Jurnal Kajian Pendidikan dan Keguruan Vol 4 No 2 (2024): MUALLIMUN
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/muallimun.v4i2.11125

Abstract

Blind people are a vulnerable group. Much literature states that their economic level is still not prosperous. One of their needs is adequate housing. One of the efforts made by the Banjarbaru City Government is to lend decent housing in the same area on Jalan Trikora. This area is known as the Banjarbaru City complex for the blind. The forms of attention provided include adequate housing, compassion, skills training and fulfillment of other basic rights. The religious aspect is a priority emphasized by the Banjarbaru City Government for the residents of the complex. Ta'lim assembly activities, learning the Al Qur'an in braille, birthday activities are routinely carried out at this place. The adaptability of the residents has also been carried out well. Ability to adapt to progress over time. Adaptation or social mobility has also been implemented well. The residents in the complex are blind people. The use rights are granted for life to selected blind people in Banjarbaru City. 
Pembelajaran pada Masa Pandemic Covid 19 dan Implikasi Pada Hasil Belajar Perguruan Tinggi Syarifah Salmah
TADRIBUNA: Journal of Islamic Education Management Vol. 2 No. 2 (2022): Januari - Juni
Publisher : Institut Agama Islam Hidayatullah Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61456/tjiec.v2i2.17

Abstract

Penerapan kebijakan belajar mengajar jarak jauh atau belajar dari rumah seperti yang diinstruksikan pemerintah bukan menjadi sebuah hal yang baru bagi Pascarjana UIN Antasari. Pembelajaran tidak langung atau pembelajaran jarak jauh telah dirintis oleh Pascasarjana melalui pelatihan bagi dosen dan mahasiswa Pascasarjana UIN Antasari. Pascasarjana UIN Antasari telah melaksanakan uji coba pembelajaran blended learning di tahun 2019, dengan menggunakan aplikasi e-learning: Learning Management System (LMS) dalam proses perkuliahan. Namun, tingkat partisipasi dosen masih cukup rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada masa pendemi Covid 19 yang dilaksanakan oleh Dosen serta mahasiswa pada Prodi Magister PAI Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin. Penelitian ini adalah pendekatan evaluasi, yaitu melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran masa pandemic covid 19 di Prodi Magister PAI Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin. Survey yang dilakukan dengan mengunakan google form dengan link yang telah disebar kepada para mahasiswa Magister PAI angkatan 2019/2020 yang diisi oleh 83 responden. Berdasarkan hasil Analisis data tentang Proses belajar mengajar dengan menggunakn LMS, wawancara dengan dosen dan mahasiswa di Prodi Magister PAI, dapat disimpulkan bahwa semua dosen homebase dan dosen pengampu mata kuliah pada prodi Magister PAI, pada awal semester ganjil 2020/2021 masih semangat dan aktif dalam menggunakannya. namun, secara umum data pada semester Genap 2020/2021 menunjukkan adanya penurunan. Beberapa saran serta keluhan mahasiswa magister PAI diantaranya: pembelajaran daring kurang efektif dikarenakan ada beberapa tugas yang kurang dimengerti adanya kesulitan dalam berkomunikasi atau menghubungi dosen, terkadang Dosen slow respond karena memiliki kesibukan serta beberapa kendala lainnya.