Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ED IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER EKO ENZIM LIMBAH BUAH DAN SAYUR : IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER EKO ENZIM LIMBAH BUAH DAN SAYUR Bawanda, Edward Melfin; Umarudin Umarudin; Syukrianto; Galuh Gondo Kusumo; Ramadhan Renaisansa; Widya Dara Anindya; Silvi Ayu Wulansari; Vika Ayu Devianti
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organic waste, in the form of fruit and vegetable peels from Ketintang, Surabaya City, East Java, can be processed into an eco enzyme through fermentation using a mixture of sugar and water over a period of 30 days. During this process, glucose is broken down into pyruvic acid, which, under anaerobic conditions, undergoes decarboxylation to form ethanol and carbon dioxide. This study aims to identify the secondary metabolites present in eco enzymes derived from fruit and vegetable waste. This research employed an accurate experimental method, observing colour changes in the tests for flavonoids and tannins, the presence of froth in the saponin test, the formation of rings in the steroid and terpenoid tests, and the appearance of precipitate in the alkaloid test. The analysis results indicated that the eco-enzyme from fruit and vegetable waste tested positive for flavonoids, tannins, and saponins, while alkaloids, terpenoids, and steroids were not detected (negative).
Pelatihan Keterampilan Pronunciation Siswa-Siswi SMK Farmasi Surabaya Melalui Tongue Twister Lusiyani, Ria; Anindya, Widya Dara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i2.4177

Abstract

Pronunciation menjadi salah satu materi yang paling sulit dalam pelajaran Bahasa Inggris. Pronunciation dalam bahasa Inggris cenderung tidak konsisten yang akhirnya membuat siswa EFL kesulitan mempelajari. Selain itu, metode pengajaran juga mempengaruhi keberhasilan pengajaran pronunciation. Sehubungan dengan hal tersebut, beberapa ahli menyakini penggunaan tongue twisters mampu membantu siswa untuk meningkatkan keterampilan pronunciation siswa. Tongue twisters melibatkan beberapa kata yang hampir sama pengucapannya dalam sebuah frasa maupun kalimat, sehingga sulit untuk diucapkan dengan bersamaan. Meskipun begitu, penggunaan tongue twisters dapat membantu menciptakan suasana yang menyenangkan dalam kegiatan pengajaran karena fokus utamanya pengulangan. Pengulangan dilakukan untuk membuat siswa lebih familier dengan pengucapan kata-kata dalam tongue twisters tersebut. Selain itu, kegiatan pelatihan lebih banyak melibatkan permainan yang memungkinkan siswa untuk bisa langsung mempraktikkan pronunciation dari kata-kata yang disediakan. Dengan demikian, siswa akan lebih termotivasi untuk terlibat dalam kegiatan pelatihan. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta PkM mengenai pronunciation pada minimal pairs dalam Bahasa Inggris. Hal ini menunjukkan hasil yang positif untuk kemudian dapat dilanjutkan ke pelatihan yang lebih dalam untuk mencapai peningkatan keterampilan pada pronunciation pada siswa.