Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Kepemimpinan Kepala Sekolah Kurniati
el-Idarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2021): el-Idarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Institut Parahikma Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The existence of leaders is needed in an organization, this is because leaders who will determine the direction of the organization will be brought to where. Leadership itself is a person's activity in influencing and moving all its members to be able to achieve the stated goals. leadership is understood as the power to move and influence people. The leader in the educational institution is the principal. the principal must be able to mobilize all citizens of the school to achieve educational goals. Educational leadership is carried out at educational institutions, with the aim of influencing all school citizens to carry out their duties and work properly and correctly in accordance with their respective responsibilities which ultimately aims to develop all the potential possessed by students.
Pemikiran Hasbi Ash-Shiddiqy Tentang Fiqh Zakat Di Indonesia Herman; Abdul Halim Talli; Kurniati
Asy-Syari’ah : Jurnal Hukum Islam Vol 8 No 1 (2022): Asy-Syari'ah: Jurnal Hukum Islam, Januari 2022
Publisher : Fakultas Syariah Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/assyariah.v8i1.639

Abstract

Muhammad Hasybi adalah seorang otodidak, ia menempu pendidikan hanya birkisar satu tahun lebih di bangku sekolah Al-Irsyad (1926). Namu, melalui pendidikan formal yang singkat tersebut ia mampu menojolkan dirinya menjadi seorang pemikir. Keahlian Hasybi dalam ijtihad ia mampu memperkenalkan diri sebagai intelektul yang tekenal di dunia internasional. Terkait dengan hasil ijtihad Hasybi mennggambarkan keadaan fiqh ke-Indonesiaan dapat dilihat pada ijtihad Hasbi tentang zakat dengan mengacu pada pandangan Abu Hanifah yang berbeda dengan pendapat jumhur ulama – Hasybi bependapat bahwa mesin-mesin produksi di pabrik besar wajib di zakati. Pandangan ini cukup relevan dengan konteks pembangun negara yang membutuhkan banyak modal. Pendapat Hasybi mengenai zakat diserahkan kepada pemerintah untuk mengelolanya. Sebab, bagi Hasybi zakat tersebut sepaket dengan pengebangan untuk kemakmuran masyarakat, baik non muslim maupun muslim. Oleh karena itu, pungutan zakat seharusnya juga tidak hanya ditujukan kepada kaum muslimin, akan tetapi juga kepada kaum nonmuslim. Kemudian, prinsip zakat, yaitu diambil pada jenis harta yang berkembang, harta yang sudah cukup nishabnya, dan zakat harta.
AKTUALISASI TA’AQQULĪ DAN TA’ABBUDĪ DALAM PENENTUAN BATASAN HUKUM ISLAM Misruki Misruki; Kurniati; Lomba Sultan
Shar-E : Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah Vol. 8 No. 2 (2022): Shar-E: Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/shar-e.v8i2.1563

Abstract

Islam adalah agama yang universal dan integral yang ajarannya mencakup segala aspek kehidupan manusia, bahkan lebih luas dari itu bahwa Islam ajarannya bisa dirasakan dan dinikmati oleh tumbuhan, hewan, dan alam semesta. Di antara kesempurnaan ajaran Islam ini adalah adanya teori ta’aaquli dan ta’abbudi, yang dijadikan dasar pengambilan ijtihad oleh para ulama dalam menentukan suatu hukum. Ta’aqquli adalah suatu syariat yang diturunkan oleh Allah SWT yang hikmah, sebab, atau tujuannya bisa dipahami dan dicerna oleh akal dan nalar manusia. Sedangkan ta’abbudi adalah ajaran syariat yang diturunkan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya yang hikmah, sebab, atau tujuannya tidak dapat dinalar oleh logika manusia namun bersifat penghambaan. Karena itu ta’abbudi tidak dapat diqiyaskan (dianalogikan) dengan permasalahan lainnya. Dilihat dari jenis hukum Islam, pendekatan ijtihad para ulama biasanya mengacu pada konsep ta’aqquli dan ta’abbudi. Semua hukum punya peluang untuk dicari hikmah dan tujuannya, tapi tidak semua hukum bisa tergali hikmah dan tujuannya. Hal itu karena keterbatasan akal manusia dan juga bertingkatnya pemahaman dan analisa dari para ulama. Oleh sebab itu, penting kiranya menjadikan ta’aqquli dan ta’abbudi menjadi dasar menentukan dan membatasi suatu hukum. Berdasarkan kajian ini diperoleh bahwa aktualisasi kaidah ta’aqquli dan ta’abbudi memiliki beberapa kaidah antara lain ta’aqquli bersifat ibadah yang dapat dinalar dan diketahui hikmahnya, sedangkan ta’abbudi tidak dapat dinalar dan diketahui hikmahnya, hukum dilaksanakan dari maksud dan substansinya, asal dari ibadah adalah haram sampai ada dalil yang mewajibkannya, dan asal dari suatu hukum adalah hingga ada dalil yang mengharamkannya.
Measuring the Sociological Roots of the Emergence of the Phenomenon of Terrorism in Indonesia Hidayatussalam; Misbahuddin; Kurniati; Abu Sahman Nasim
Formosa Journal of Sustainable Research Vol. 2 No. 1 (2023): January, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjsr.v2i1.2586

Abstract

This study aims to analyze efforts to measure sociologically the emergence of terrorism in Indonesia, as well as the development of terrorism and its prevention. As well as aiming to see in more detail the formation of the National Counterterrorism Agency (BNPT) has more comprehensive steps in preventing terrorism in Indonesia. This research uses descriptive qualitative. The research approach uses library research which obtains secondary data which includes literature books, laws and regulations, official documents and others. The results of this study indicate that, apart from making arrests, the BNPT also conducts research, coaching and integration of former terrorists into society, with a deradicalization program for both former perpetrators and potential potential perpetrators. Anti-terrorism campaigns are also carried out in schools. In this writing, the writer uses an empirical juridical approach and a sociological approach to understand the culture of society. The results of this paper are that terrorism has many dimensions, namely local dimensions, regional dimensions and global dimensions. To overcome the sociological roots of the emergence of terrorism in Indonesia, to overcome this requires the cooperation of all parties, the government, the community and the international world, because the action to overcome it is not by using repression so that it can violate human rights, but also using a socio-cultural approach by inviting all components including religious leaders so that the seeds of terrorism that exist in society can be minimized, and cutting the roots of its development, the growth of understanding of radicalism in common life
Consequences for Counterfeiting and Distributing of Counterfeit Vaccines under Jināyah and Criminal Law: A Comparative Study Abdul Syatar; Achmad Abubakar; Ahmad Fauzan; Kurniati; Darhan Sutradi Hukpar
Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : Sharia Faculty of State Islamic University of Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/mnh.v17i1.7654

Abstract

The proliferation of counterfeit vaccinations was producing significant public health problems and was related with legal issues. This article compared the sanctions imposed by Islamic criminal law and national legislation on counterfeiters and distributors of fake vaccines. Several rules and regulations control the use and distribution of vaccinations in Indonesia. In accordance with Articles 196 and 197 of Law Number 36 of 2009 on Health, the criminal act of distributing counterfeit vaccines is punishable by a maximum prison sentence of ten years and a maximum fine of one billion in IDR. As opposed to Article 197, which stipulates a maximum punishment of 15 years in prison and a maximum fine of Rp. 1,500,000,000,000. counterfeiting and distributing counterfeit vaccines are considered serious crimes in both Islamic criminal law and Jināyah. The punishment for these crimes varies depending on the severity of the offense and the harm caused to society. In both systems of law, the punishment can range from fines and imprisonment to the death penalty. It is important to note that these punishments are intended to deter individuals from engaging in these crimes and protect public health and safety. It was believed that the government would increase legislation addressing the punishment of counterfeiters and drug dealers, who can harm the Indonesian national character.
Pandangan Ibn Taimiyah Tentang Konsep Ibadah dan Muamalah (Tinjauan Normatif dan Historis Sosiologis) Ni'man Samad; Kurniati; Misbahuddin
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.v1i3.58

Abstract

Ibn Taymiyyah is known as the inspiration of the Wahhabi movement that aims to the purification of the teachings of Islam. This movement departs from the separation between the ‘ubūdiyyah and un-‘ubūdiyyah teachings, which are also inspired by Ibn Taymiyyah's thought. In 'ibādah, Ibn Taymiyyah holds the rule that as long as there is no ordered argument it should not be done. However, the notion of ibādah according to Ibn Taymiyyah is not limited to mahdlah worship but more broadly. Whereas in mu'āmalah, he holds the rule of allowing doing anything as long as there is no prohibition against it. In shaping the concept of 'ibādah and mu'āmalah, at first, Ibn Taymiyyah accepted it as something normative from the thought of Ahmad ibn Hanbal. But when he saw the social reality with the number of deviations' in ibādah done by Muslims, the concept that has been obtained normatively from the thought of Ahmad ibn Hanbal is reaffirmed and expanded to become a sociological concept, in addition to being normative.
PENDAMPINGAN BELAJAR MELALUI MEDIA AJAR QUIZIZZ TERKAIT DENGAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MAN 1 KOTA BANDUNG Kurniati; Fathiyah Marsya Tilawah; Andi Ika Prasasti Abrar
Jurnal Ilmiah Matematika Realistik Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ILMIAH MATEMATIKA REALISTIK
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/ji-mr.v6i2.859

Abstract

Pendidikan adalah pondasi utama yang berperan penting dalam mengoptimalkan potensi peserta didik, khususnya pada era yang menuntut inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Motivasi belajar siswa kelas XE-2 MAN 1 Kota Bandung pada materi logaritma cenderung rendah karena penggunaan media pembelajaran yang kurang bervariasi, sehingga menimbulkan kejenuhan dan menurunkan partisipasi aktif. Untuk mengatasi hal tersebut, Quizizz sebagai media pembelajaran interaktif diperkenalkan melalui kegiatan pendampingan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan Quizizz dalam meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar peserta didik. Metode yang digunakan adalah pendampingan belajar dengan tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Model pembelajaran yang diterapkan adalah Student Teams Achievement Division (STAD) dengan pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Quizizz mampu meningkatkan antusiasme dan keterlibatan peserta didik, dengan capaian rata-rata hasil belajar sebesar yang termasuk dalam kategori Baik. Meskipun masih terdapat kesalahan akibat keterbatasan pemahaman dan kecerobohan, sebagian besar siswa berada pada kategori Sangat Baik. Dengan demikian, Quizizz direkomendasikan sebagai media ajar yang efektif untuk menciptakan suasana belajar yang lebih variatif, menyenangkan, serta meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika.