Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

THE DIFFERENCE BETWEEN THE EFFECT OF OXYTOCIN MASSAGE AND BREAST CARE ON THE BREAST MILK PRODUCTION IN POSTPARTUM MOTHERS Ismiyati, Atik; Santi, Mina Yumei; Setya Arum, Dyah Noviawati; Sari, Nuriana Kartika
Kesmas Indonesia Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2025.17.1.9774

Abstract

Rekomendasi UNICEF dan WHO untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi (AKB) adalah dengan memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja selama enam bulan pertama kehidupan, kemudian dilanjutkan sampai umur dua tahun. Data statistik WHO tahun 2017 menunjukkan bahwa cakupan ASI eksklusif dibeberapa negara di bawah 50 %. Sedangkan UNICEF menyampaikan data rata-rata cakupan pemberian ASI eksklusif di dunia hanya sebesar 38 %. Data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019 cakupan ASI eksklusif sebesar 67,74 %. Selanjutnya Data Profil Kesehatan Kabupaten Sleman tahun 2019 adalah 82, 25 %; namun angka tersebut belum mencapai target renstra Kabupaten Sleman yaitu 84 %. Mengetahui perbedaan pengaruh pijat oksitosin dan perawatan payudara terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu nifas di Klinik Kedaton. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimen murni (true experimentation). Jenis penelitian ini digunakan untuk membuktikan adanya hubungan sebab akibat. Desain penelitian menggunakan post-test-only control design, yaitu untuk mengetahui perbedaan pengaruh pijat oksitosin dan perawatan payudara terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu nifas. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu nifas di klinik Kedaton 15 sampel untuk kelompok perlakuan dan 15 sampel untuk kelompok kontrol. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden pada kelompok perlakuan (86.6%) termasuk dalam kategori lancar pengeluaran ASI-nya, dengan rerata 17.27 dan pada kelompok kontrol sebagian besar responden (73.4%) termasuk dalam kategori lancar pengeluaran ASI-nya, dengan rerata 13.73. Hasil uji beda menunjukkan sig.(2-tailed) adalah sebesar 0,243 < 0,05; maka H0 diterima dan Ha ditolak. Tidak terdapat perbedaan efektifitas antara kelompok perlakuan yaitu ibu yang dilakukan pijat oksitosin dengan kelompok kontrol yaitu ibu yang dilakukan perawatan payudara. Diharapkan pada petugas kesehatan yang terkait terutama bidan, untuk dapat memberikan edukasi melakukan pijat oksitosin dan perawatan payudara pada ibu nifas supaya produksi ASI lancar.
Determinants of underweight among children under five years in Sungai Malang Community-Health Center Tunggal, Tri; Ariyani, Eka; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Prihatanti, Nur Rohmah; Santi, Mina Yumei
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol. 13 No. 4 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2025.13(4).456-470

Abstract

Background: The most common nutritional problem in Indonesia is malnutrition. Children under five years are the age group that most often suffers from malnutrition. Underweight is a condition when a child's weight is below the normal range, indicated by a weight for age index of <-2 SD. Data from the health report for children under five years in North Hulu Sungai Regency, the percentage of underweight in Sungai Malang Community-Health Centers was 15.38% and in 2023 increase to 15.87%. Objectives: The aims of this research to determine the determinants of underweight among children under five years in Sungai Malang Community-Health Center, North Hulu Sungai Regency, South Kalimantan Province.Methods: A cross-sectional study was conducted involving 106 respondents selected through simple random sampling. Data were analyzed using univariate, bivariate (Chi-square), and multivariate (binary logistic regression) methods.Results: The prevalence of underweight was 33.96%. Significant determinants included low family income (OR=12.74; p=0.006), medium household size (OR=7.98; p=0.023), history of infectious diseases (OR=13.84; p=0.001), and low meal frequency (OR=47.19; p<0.001). Maternal education, child’s age, and sex were not significantly associated.Conclusions: Meal frequency emerged as the strongest determinant of underweight among children under five, followed by low family income, medium household size, and history of infectious diseases. The study recommends prioritizing efforts to improve meal frequency through community-based education, while encouraging health centers to actively promote early detection and prevention of underweight