Claim Missing Document
Check
Articles

Ground Motion Modeling Wilayah Sumatera Selatan Berdasarkan Analisis Bahaya Gempa Probabilistik Samsul Aprillianto; Bagus Jaya Santosa; Bambang Sunardi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.024 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20163

Abstract

Ground motion modeling dapat dipergunakan untuk menentukan besarnya bahaya gempa pada batuan dasar di suatu site dan untuk menentukan sumber gempa yang memberikan dampak paling dominan pada suatu site. Dengan menggunakan prinsip Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) dan dengan menggunakan software USGS akan didapatkan nilai peak ground acceleration (PGA) pada batuan dasar, yang kemudian dengan menggunakan Nonlinear Earthquake site Response Analyses (NERA) akan didapatkan ground motion modeling pada permukaan. Dengan melakukan metode tersebut pada suatu site di wilayah Sumatera Selatan, BH-01 dan BH-08 didapatkan hasil nilai PGA pada site BH-01 sebesar 0.248g dan pada BH-08 sebesar 0.2711g dengan masing masing memiliki maksimum kekuatan gempa sebesar 7.2 SR dan 7 SR serta sumber gempa yang memberikan dampak bahaya paling dominan adalah sumber gempa background. Dan untuk ground motion modeling pada permukaan untuk site BH-01 sebesar 0.41g dan pada site BH-08 sebesar 0.49g.
Analisis Bahaya Kegempaan di Wilayah Malang Menggunakan Pendekatan Probabilistik Pambayun Purbandini; Bagus Jaya Santosa; Bambang Sunardi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.383 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25221

Abstract

Studi mengenai bahaya kegempaan dilakukan untuk meminimalisasi dampak dari bencana gempabumi di wilayah rawan bencana gempa. Penelitian ini mempresentasikan analisis bahaya kegempaan dengan menggunakan pendekatan probabilistik untuk wilayah Malang, Jawa Timur. Analisis PSHA yang dilakukan yaitu pada T=0 detik (PGA), T=0.2 detik (periode pendek), dan T=1 detik (periode panjang). Digunakan model sumber gempa regional dan persamaan atenuasi standar terpublikasi untuk menghitung percepatan puncak tanah dengan probabilitas 2% dalam 50 tahun di batuan dasar. Software yang digunakan pada analisis ini adalah Crisis 2007. Data gempabumi yang digunakan untuk analisis ini adalah historis gempabumi dari tahun 1900 hingga 2017 dengan kedalaman 0-300 km, magnitudo ≥ 5 Mw, dan batas koordinat 3,6o - 12.65o LS dan 108.2o - 117.2o BT dari katalog gempabumi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia dan Katalog United States Geological Survey (USGS). Hasil menunjukkan rentang nilai percepatan 0.31 – 0.43 g untuk PGA, 0.62 – 0.88 g untuk periode pendek (T = 0.2 detik), dan 0.22 – 0.28 g untuk periode panjang (T = 1 detik). Rentang bahaya wilayah Malang bagian selatan didominasi oleh sumber gempa megathrust dan untuk wilayah Malang bagian utara didominasi oleh sumber gempa fault. Hal ini menunjukkan perbedaan dengan SNI 1726:2012.
Pemodelan Tsunami di Sekitar Laut Banda dan Implikasi Inundasi di Daerah Terdampak Nisrina Ikbar Rahmawati; Bagus Jaya Santosa; Wiko Setyonegoro; Bambang Sunardi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.032 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25864

Abstract

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa 67% tsunami terjadi di Indonesia timur, salah satunya di sekitar laut Banda. Penelitian terbaru membuktikan adanya palung terdalam Indonesia di Laut Banda, yang pernah memicu tsunami besar pada tahun 1674. Oleh karena itu, pemodelan tsunami di wilayah tersebut penting dilakukan sebagai upaya mitigasi tsunami di masa datang. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan sumber, penjalaran dan run-up tsunami di sekitar Laut Banda serta menganalisis inundasi di area terdampak menggunakan software L2008. Pemodelan tsunami dilakukan menggunakan skenario gempabumi 26 Desember 2009 dengan memodifikasi kekuatan menjadi Mw=8.3, kedalaman 33 km dan mekanisme sumber gempabumi ditentukan dengan software ISOLA. Dimensi patahan dan slip diperkirakan menggunakan persamaan empiris dari Papzachos (2004), Hanks and Kanamori (1979) dan Wells & Coppersmith (1984). Analisis inundasi mengacu pada persamaan Hills, J. G. & Mader, C. L., 1997. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan nilai vertical displacement maksimal sekitar 7,7 m, penjalaran tsunami ke segala arah dan  pertama kali memasuki daerah Seram bagian timur pada menit ke 05.40. Run up tertinggi dijumpai di Tual sekitar 7,71 m dan inundasi tsunami berkisar antara 64,18 m di Kepulauan Aru hingga 1.009,49 m di Kota Tual.
Implikasi Sesar Kendeng Terhadap Bahaya Gempa dan Pemodelan Percepatan Tanah di Permukaan di Wilayah Surabaya Vidya Amalia Harnindra; Bambang Sunardi; Bagus Jaya Santosa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27603

Abstract

Kota Surabaya merupakan ibukota propinsi Jawa Timur Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Surabaya dapat dikategorikan sebagai kota yang cukup padat. Salah satu bahaya gempa di wilayah Surabaya berasal dari sesar Kendeng yang terbukti aktif dengan pergerakan 5 milimeter per tahun. Implikasi sesar kendeng terhadap bahaya gempa di wilayah Surabaya dapat dilakukan salah satunya dengan metode Deterministic Seismic Hazard Analisis (DSHA). Perhitungan bahaya gempa dengan metode DSHA dilakukan menggunakan modifikasi software CRISIS 2007 yang akan menghasilkan percepatan tanah di batuan dasar. Hasil dari DSHA selanjutnya dipergunakan untuk memodelkan percepatan tanah di permukaan pada lokasi (site) yang ditinjau di wilayah Surabaya dengan menggunakan software Nonlinear Earthquake site Response Analyses (NERA). Nilai percepatan tanah di batuan dasar untuk wilayah Surabaya dengan memperhitungkan keberadaan sesar Kendeng memiliki nilai berkisar antara 0.26g - 0.71g. Model percepatan tanah di permukaan untuk lokasi yang ditinjau pada koordinat 112,74830 BT dan 7,2890 LS memiliki nilai maksimum sekitar 0.34g.
Analisa Momen Tensor dan Mekanisme Pusat Gempa Bumi Wilayah Maluku Utara Sepanjang Tahun 2016 dengan Magnitude ≥ 5 Sr Memanfaatkan Program ISOLA-GUI Hardiansyah Pratama; Bagus Jaya Santosa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.063 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i1.29571

Abstract

Penelitian dengan fokus analisa momen tensor dan pola bidang patahan dilakukan pada gempa bumi Wilayah Maluku Utara pada tahun 2016 magnitude ≥ 5SR dengan memanfaatkan program ISOLA-GUI. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menentukan nilai momen tensor gempa bumi tektonik dan bentuk pola bidang patahan pada Wilayah Maluku Utara dengan program ISOLA-GUI. Prinsip program ini mengolah tiga komponen gelombang seismik yang terekam dalam seismogram. Data berupa gelombang diolah sesuai masing-masing event gempa yang terjadi dan digunakan perhitungan fungsi Green serta inversi. Pada tahap inversi digunakan 4 filter f1, f2, f3, f4 yang diisi sesuai event. Plotting untuk hasil dilakukan setelah tahap inversi dan didapatkan nilai variance reduction 0.87, 0.99, 0.53, 0.82, 0.92, dan 0.62. Plot selanjutnya berupa nilai momen tensor beserta pola bidang patahan yang disimbolkan dengan beachball. Pengolahan tersebut dilakukan pada seluruh event gempa.
Relokasi Gempa Low Frequency pada Gunungapi Papandayan menggunakan Optimasi Very Fast Simulated Anneling Muhammad Mifta Hasan; Hetty Triastuty; Bagus Jaya Santosa; Amien widodo
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.747 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v12i2.1332

Abstract

Gunungapi Papandayan merupakan gunungapi bertipe stratovolcano dengan aktivitas hidrotermal sebagai aktivitas utamanya yang ditunjukkan dengan adanya aktivitas seismik, salah satunya adalah gempa low frequency (LF). Untuk mengetahui lokasi hiposenter, menggunakan optimasi Very Fast Simulated Anneling (VFSA) yang berbasis random process. Pencarian parameter model didasarkan pada distribusi probabilitas Cauchy yang memungkinkan untuk mendapatkan parameter model yang fit dengan cepat. Hasil relokasi gempa LF pada gunungapi Papandayan menunjukkan bahwa distribusi hiposenter berada di kawasan kawah Mas dan Nangklak dengan kedalaman rata-rata berkisar 0,56 km dengan besar misfit maksimum mencapai 6,4297.AbstractPapandayan which is stratovolcano mountain has high seismic activity especially low frequency event that associate with hydrothermal activity. Calculation of hypocenter used VFSA optimization with basis of randomprocess. Searching of model parameters following Cauchy probability distribution has found the best fit model parameters rapidly. Location of low frequency event at Papandayan volcano concentrate beneath Mas crater and Nangklak crater with around 0.56 km depth and maximum misfit reach 6.4297.
Pengujian Model Bumi Referensi dan Solusi CMT gempa C081097A dan B122500C melalui Perbandingan Seismogram 3-Komponen di Stasiun-stasiun Observasi di Australia Bagus Jaya Santosa
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.574 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v6i2.921

Abstract

Dalam penelitian ini seismogram observasi dengan sintetiknya dari dua gempa yaitu C081097A, Australia Barat dan gempa B122500C, Australia Selatan dibandingkan dalam domain waktu dan komponen ruang 3 dimensi. Stasiun pengamat terletak di WRAB, NWAO, CTAO dan TAU, Australia. Seismogram sintetik dihitung dari sebuah model bumi standard PREMAN dan IASPEI91 dan solusi CMT dari gempa-gempa tersebut. Seismogram dikenakan filter lolos rendah 30 mHz. Perbandingan seismogram dijumpai diskrepansi yang sangat kuat dan tidak sistimatis pada waktu tempuh dan waveform milik fase-fase gelombang utama. Terlihat gelombang Love ternyata sangat peka terhadap perubahan ketebalan kulit bumi, namun gelombang Rayleigh terpengaruh sedikit. Ini menjadi petunjuk, bagaimana menginterpretasikan ketebalan kulit bumi. Diskrepansi yang kuat juga diamati pada perbandingan seismogram untuk gelombang-gelombang body. Ini menunjukkan adanya kesalahan / kekuranglengkapan pada model struktur bumi elastik yang sering diacu oleh seismolog lainnya.
Relokasi Hypocentre Gempa Bumi Dengan Velest (JHD) dan Estimasi Sesar Daerah Sumatra Selatan Irwansyah Ramadhani; Bagus Jaya Santosa
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2148.479 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v13i2.2744

Abstract

Gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak terduga kehadirannya. Dalam magnitude yang besar dapat menimbulkan bencana lainnya yaitu tsunami yang menyebabkan kerusakan infrastruktrur dan korban jiwa. Manusia tidak dapat memastikan kapan bencana gempabumi terjadi, tetapi dapat memperkirakan zona yang rawan akan gempabumi, daerah yang berdampak kerusakan besar, dan perkiraan-perkiraan mengenai waktu terjadinya gempa berikutnya. Cara untuk mengetahui hal tersebut dengan menentukan lokasi pusat gempa (hypocentre) sesungguhnya, model dan karakteristik (sesar maupun patahan) bawah permukaan bumi. Velest merupakan metode JHD (Join Hypocentre Determination) dengan menggunakan banyak event gempa yang diinversisekaligus (simultan) untuk mendapatkan hypocentre yang sebenarnya. Penentukan model bumi satu dimensi dari velest ini berdasarkan kecepatan gelombang P dan gelombang S. Karakteristik bawah permukaan dilakukan dengan ISOLA yang mampu memberikan gambaran mengenai sesar maupun patahan di suatu daerah. Kedua program tersebut digunakan untuk merelokasi event-event gempa di daerah Sumatra Selatan dan mengetahui karakteristik bumi yang ditentukan melalui momen tensor. Selain dua program tersebut, digunakan algoritmaSTFT dan CWT untuk analisis gelombang P. Hasil penelitian ini didapatkan metode JHD mampu merelokasi hypocetre gempa serta didapatkannya model bumi 1 dimensi dan momen tensor untuk 4 event menyatakanbahwa pola sesar yang terdapat pada daerah laut Sumatera Selatan merupakan dip-slip.ABSTRACTEarthquake is an unpredictable natural phenomena in occurance which has harmfull consequences. In high magnitude, it can cause other disaster i.e. tsunami which result in hard demage infrastructure and loss of population.One can not determine earthquake presence exactly, however can estimate earthquake prone zone, major hard demage zone, and next earthquake presence. They can be estimated through hypocentre determinationand earths model. Velest is an JHD ((Join Hypocentre Determination) based method which applies all events to inverted simultaneously and results true hypocentre of earthquake. In other hand, Velest can determine one dimensional earths model based P and S wave travel time data. Then, earths characteristic can be determined by ISOLA. It is able to provide an imaging of fault in a research area through moment tensor. Both Velestand ISOLA applies in this research. Arrival time of P wave is analized by STFT and CWT algorithm. Then, Velest applies to earthquake events relocation while ISOLA applies to determine earths characteristic (fault) inSouthern Sumatra. This research note that velest is able to determine true hypocentre of earthquake well and one dimensional earth model of South Sumatra. In other hand, moment tensor of 4 events show geometry offault in Souther Sumatra is dip-slip.
Struktur Bumi di bawah Australis melalui Analisis dan Pencocokan Seismogram Gempa Intra Plate C081097A pada Stasiun Observasi TAU, CTAO and NWAO Bagus Jaya Santosa
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.725 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v4i1.949

Abstract

Dalam penelitian ini struktur bumi di bawah Australia diinvestigasi melalui analisis seismogram observasiakibat gempa C081097A, Western Australia, dan seismogram sintetik milik stasiun observasi TAU, CTAO dan NWAO, dalam domain waktu dan ketiga komponen Kartesian secara simultan. Seismogram sintetik dihitung dengan program GEMINI, dimana input awalnya adalah model bumi IASPEI91 dan PREMAN. Selain itu pada kedua seismogram dikenakan low-pass filter dengan frekuensi corner pada 20 mHz. Hasil analisis menunjukkan penyimpangan yang sangat kuat tentang tidak sistimastisnya waktu tiba, jumlah osilasi dan tinggi amplitudo, pada gelombang P, S dan gelombang permukaan Rayleigh dan Love. Dengan metoda ini terlihat bagaimana pekanya waveform terhadap struktur perlapisan bumi.Untuk menyelesaikan diskrepansi yang dijumpai diperlukan koreksi atas struktur bumi meliputi ketebalan kulit bumi, gradient kecepatan h dan besar koefisien-koefisien untuk h dan v di Upper Mantle, dan sedikit perubahan pada kecepatan P dan S struktur pada lapisan-lapisan bumi hingga CMB. Pencocokan (fitting) seismogram diperoleh dengan baik pada waveformfase gelombang, baik waktu tempuh osilasi utama dan jumlah osilasi. Walaupun panjang gelombang adalah sekitar 150 km, tomografi waveform pada gelombang body dan gelombang permukaan dalam domain waktu menunjukkan kepekaan terhadap perubahan ketebalan kulit bumi dan struktur kecepatan.
Petunjuk Sistem Perlapisan Bumi Dangkal melalui Analisis Seismogram Bagus Jaya Santosa
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.779 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v7i2.908

Abstract

Dalam penelitian ini telah diperbandingkan seismogram observasi dengan kurva waktu tempuh dari sebuah gempa dalam komponen ruang 3 dimensi. Data seismogram berasal dari Hokaido, Jepang yang terjadi pada tanggal 8 Oktober 1997, direkam oleh stasiun pengamat yang terletak di HIA, Propinsi Neimenggu, China. Untuk mengidentifikasikan fase gelombang dalam seismogram digunakan kurva travel time, yang dihitung dengan program TTIMES, yang didasarkan pada sebuah sebuah model bumi elastik, simetri radial dan isotrop, yaitu model bumi IASPEI91. Pada model bumi ini, hingga kedalaman 100 km, bumi diperkirakan mempunyai dua antarmuka, yaitu antarmuka pada kedalaman 20 km antara kulit bumi atas dan bawah, dan pada kedalaman 35 km, dikenal sebagai antarmuka Mohorivicic, sebagai batas antara mantel bumi dengan kulit bumi. Antarmuka kedua bertindak sebagai reflektor gelombang yang sangat kuat. Penelitian ini memberikan petunjuk, bagaimana sebenarnya sistem perlapisan tanah dangkal pada model bumi elastik. Dijumpai diskrepansi yang nyata pada berbagai fase gelombang, yang tidak tertera, baik dalam segmen waktu gelombang ruang langsung dan terpantul, dan segmen waktu gelombang dalam, dimana gelombang diskrepansi tersebut datang pada jendela waktu diantaranya. Ini menunjukkan, bahwa model bumi harus dilengkapi dengan antarmuka pemantul-pemantul dangkal.sistem perlapisan yang lebih halus/tipis juga dinyatakan oleh adanya gejala difraksi pada segmen waktu gelombang langsung. Meskipun jenis gelombang yang digunakan dalam penelitian ini adalah Long Period, namun terbukti dapat menunjukkan resolusi yang sangat peka.