Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Penerapan Dashboard Persediaan dengan Mempertimbangkan Umur Hidup Produk dalam Optimalisasi Biaya Persediaan pada UMKM Produk Olahan Labu di Kota Bandung Nia Novitasari; Prafajar Suksessanno Muttaqin; Erlangga Bayu Setyawan; Adam Wiradharma; Hasbi Aditya Affa Rizki; Nala Lalita Dwi Ayu Diana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 3 (2025): JPMI - Juni 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3408

Abstract

CV XYZ merupakan UMKM yang bergerak dibidang makanan dan minuman yang memiliki tiga produk andalan yaitu brownies labu, stik labu, dan kerupuk labu. Permasalahan yang dihadapi oleh UMKM ini yaitu jumlah persediaan yang melebihi kebutuhan persediaan yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan yang masuk. Tingginya jumlah persediaan menunjukkan bahwa perusahaan mengalami overstock yang mengakibatkan banyaknya jumlah produk yang rusak. Adanya overstock dan kerugian akibat produk outdate berdampak terhadap biaya persediaan yang dikeluarkan oleh CV XYZ. Biaya persediaan yang dikeluarkan melebihi 45% dari batas anggaran yang sudah ditetapkan. Solusi dari permasalahan tersebut adalah perancangan dashboard pengelolaan persediaan dengan mempertimbangkan umur hidup produk. Pada pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu UMKM dalam perancangan kebijakan persediaan untuk menentukan jumlah pemesanan optimal serta menentukan reorder point melalui implementasi dashboard pengelolaan persediaan. Solusi tersebut dipilih karena dapat menyelesaikan akar masalah yang menjadi penyebab tingginya biaya persediaan. Metode pelaksanaan yaitu perancangan dashboard dalam rangka menciptakan solusi berbasis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta memberikan pelatihan dalam penggunaan dashboard. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukan adanya penyelesaian solusi atas permasalahan pengelolaan persediaan produk labu yang ditunjukan dengan kuesioner evaluasi secara rata-rata menunjukan 82% peserta merasakan dampak positif dari penerapan dashboard persediaan. Pelaksanaan kegiatan berikutnya dapat dilanjutkan dengan mempertimbangkan aspek pengiriman produk olahan labu kepada konsumen.
Implementasi Produk Portabel Berbasis IoT dan Renewable Energy untuk Pengawasan Kandungan Tanah Iphov Kumala Sriwana; Prafajar Suksessanno Muttaqin; Seto Sumargo; Muhamad Ferdin; Aliyus Hedri; Bagas Sudanasto; Hilaliyah Ayu Faoziyah; Nadhif Althafu Rutama; Shira Nur Aisyah
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 8, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v8i1.5081

Abstract

Kelompok Tani Hutan Mencil Lestari, mempunyai anggota 30 petani dan merupakan salah satu kelompok tani di Desa Cihawuk yang berkontribusi sebesar 70% terhadap perekonomian masyarakat dengan komoditas unggulannya adalah Kentang. Beberapa tahun terakhir, kualitas hasil panen petani mengalami penurunan karena terjadinya penurunan tingkat kesuburan tanah. PH lahan pertanian di desa cihawuk memiliki tingkat kemasaman cukup tinggi sehingga berdampak terhadap rendahnya penyerapan kandungan unsur NPK. Tujuan pelaksanaan kegiatan abdimas adalah untuk meningkatkan kemampuan petani hortikultura di Desa Cihawuk agar mampu meningkatkan kualitas panennya dengan mengukur analisis unsur hara tanah menggunakan produk inovatif TOMOT yang sangat mudah digunakan dan ramah lingkungan. Tahapan yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan keberlanjutan program. Berdasarkan hasil penerapan TOMOT, dapat diperoleh kesimpulan bahwa TOMOT sangat mudah digunakan di wilayah Kelompok Tani Hutan Mencil Lestari,mampu membantu petani untuk mengetahui kadar kesuburan tanah sehingga mampu mengukur besarnya penggunaan pupuk NPK. Penggunaan TOMOT juga membantu petani dalam pemahaman dan keterampilan mengoperasikan teknologi IoT menuju Smart Farming. Dengan demikian, kegiatan ini dapat memberikan dampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani serta kontribusi pada pembangunan pertanian cerdas di Indonesia. Kata kunci: Hortikultura, IoT, Smart Farming, TOMOT