Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI (KIE) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TENANG BAHAYA MENGKONSUMSI ALKOHOL PADA REMAJA PUTRI USIA 15-20 TAHUN DI LINGKUNGAN X KELURAHAN TANGKIL KECAMATAN WLINGI BLITAR Anja Silja Indiana Spenser; Roni Yuliwar; Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.274 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.868

Abstract

Minuman keras adalah semua minuman yang mengandung alkohol (zat psikoaktif) bersifat adiktif yang bekerja secara selektif, terutama pada otak, sehingga dapat menimbulkan perubahan pada perilaku, emosi, dan kognitif, serta bila dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus dapat merugikan dan membahayakan jasmani, rohani maupun bagi kepentingan perilaku, cara berfikir dan kejiwaan.Komunikasi, Informasi dan Edukasi cara yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan merubah sikap remaja putri tentang bahaya mengkonsumsi alkohol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh Komunikasi, Informasi dan Edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap tentang bahaya mengkonsumsi alkohol pada remaja putri usia 15-20 tahun di Lingkungan X Kelurahan Tangkil Kecamatan Wlingi Blitar.Desain penelitian ini menggunakan Quasi-eksperimentalone group pre test-post test design, dengan teknik total sampling sejumlah 20 orang. Analisis data menggunakan uji statistik paired t test. Hasil uji statistik di dapatkan sebelum diberikan intervensi berupa Komunikasi, Informasi dan Edukasi remaja putri mempunyai tingkat pengetahuan baik sebanyak 75%,dan sikap negatif 60%. Setelah diberikan intervensi menjadi baik 95%danmempunyai sikap positif terhadap bahaya mengkonsumsi alkohol 90%. Didapatkan hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri dengan p = 0,00; α=0,2. Disarankan kepada remaja putri untuk mencari informasi tentang bahaya mengkonsumsi alkohol sebanyak-banyaknya untuk menambah pengetahuan melalui media massa seperti internet, TV dan media massa lainnya.
HUBUNGAN ANTARA SENAM TERA DENGAN KUALITAS DAN KUANTITAS TIDUR LANSIA WANITA PADA KELOMPOK SENAM TERA DI STADION GAJAYANA MALANG Richi Da Silva; Roni Yuliwar; Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.239 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1372

Abstract

Senam Tera mempunyai banyak manfaat, salah satunya dari setiap gerakannya mempunyai manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Periode lansia merupakan periode penutup bagi rentang kehidupan seseorang. Terjadi kemunduran fisik dan psikologis secara bertahap.Beberapa senam yang dapat dilakukan oleh lansia yaitu senam tera, yoga, senam kegel, dan senam ergonomis.Usia harapan hidup perempuan lebih panjang dibandingkan laki-laki, maka jumlah penduduk lanjut usia perempuan lebih banyak dibanding laki-laki (11,29 juta jiwa berbanding 9,26 juta jiwa). Pemasalahan lanjut usia secara umum di Indonesia didominasi oleh perempuan. Semakin bertambahnya usia berpengaruh terhadap penurunan dari periode tidur. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara senam tera dengan kualitas dan kuantitas tidur lansia wanita. Desain dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kolerasi.Pendekatan case control yang menyangkut bagaimana faktor risiko dipelajari dengan menggunakan pendekatan retrospective. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 134 lansia dengan 50 lansia pada kelompok senam tera di Stadion Gajayana Malang dan 84 lansia di Posyandu Permadi RW 02 Dinoyo Kelurahan Tlogomas Malang. Sampel pada penelitian ini 30 orang. Dengan pembagian yang melakuan senam tera 15 orang dan yang tidak melakukan senam tera 15 orang. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil uji chi-square didapatkan p = 0,000< α = 0,05 maka H0 ditolak sehingga dapat dikatakan terdapat hubungan antara kuantitas tidur dengan senam tera. Hasil analisa menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara nilai kualitas dan kuantitas tidur setelah lansia wanita yang melakukan senam tera dan lansia wanita yang tidak melakukan senam tera. ABSTRACT Tera Gymnastics has many benefits, one of which is that each of its movements has benefits for physical and mental health. The period of the elderly is a closing period for a person's life span. Physical and psychological setbacks occur gradually. Some exercises that can be done by the elderly are tera gymnastics, yoga, kegel gymnastics, and ergonomic exercise. The life expectancy of women is longer than that of men, so the number of elderly women is more than men (11.29 million compared to 9.26 million). The problem of aging in general in Indonesia is dominated by women. Increasing age increases the decrease in sleep period. Based on these considerations, the researchers wanted to examine and find out the relationship between tera gymnastics and the quality and quantity of sleep for elderly women. The design in this study used descriptive correlation research. The case control approach concerns how risk factors are studied using a retrospective approach. The population in this study were 134 elderly with 50 elderly in the tera gymnastics group at Gajayana Stadium Malang and 84 elderly at Posyandu Permadi RW 02 Dinoyo, Tlogomas Malang District. The sample in this study was 30 people. With a division that does tera gymnastics of 15 people and those who do not do tera gymnastics are 15 people. The instrument in this study used a questionnaire. After the research was done, the results of the chi-square test showed that p = 0.000
EFEKTIVITAS RELAKSASI NAFAS DALAM DAN RELAKSASI AROMATERAPI BUNGA MAWAR TERHADAP PERUBAHAN NYERI PADA REMAJA YANG MENGALAMI DYSMENORRHEA PRIMER DI KECAMATAN LOWOKWARU MALANG Meita Ardela; Roni Yuliwar; Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.644 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i1.158

Abstract

Dysmenorrhea atau nyeri menstruasi merupakan salah satu gangguan dalam siklus menstruasi yang sering dialami oleh wanita dari berbagai kalangan usia. Dysmenorrhea primer merupakan nyeri haid tanpa disertai dengan gangguan patologis dan lebih sering terjadi dibanding dysmenorrhea sekunder. Efek tidak nyaman akibat dysmenorrhea primer dapat diatasi dengan terapi medis dan nonmedis. Terapi medis dalam waktu lama dapat menimbulkan efek samping sehingga terapi non medis lebih banyak dipilih dalam mengatasi nyeri haid. Contoh terapi non medis yaitu relaksasi nafas dalam dan pemberian aromaterapi bunga mawar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas antara relaksasi nafas dalam dan relaksasi aromaterapi bunga mawar terhadap perubahan nyeri pada remaja yang mengalami dysmenorrhea primer. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan total subyek sebanyak 30 remaja putri yang terbagi menjadi tiga kelompok penelitian yaitu kelompok kontrol, kelompok 1 (perlakuan relaksasi nafas dalam), dan kelompok 2 (relaksasi aromaterapi bunga mawar) dengan jumlah sampel sama besar tiap kelompok. Dilakukan pretest pada ketiga kelompok untuk mengetahui intesitas nyeri sebelum perlakuan, kemudian diadakan pengukuran kembali (post test) 20 menit setelah pemberian perlakuan. Hasil uji statistik menggunakan anava tunggal menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan intensitas nyeri pada ketiga kelompok sebelum perlakuan (p=0,564) sedangkan setelah perlakuan terdapat perbedaan signifikan antara ketiga kelompok (p=0,000). Penelitian ini menunjukkan bahwa aromaterapi bunga mawar memiliki efek paling efektif dalam meredakan nyeri dysmenorrhea primer. Kata kunci: Aromaterapi bunga mawar, dysmenorrhea primer, Malang, nafas dalam, relaksasi.
PERBEDAAN STATUS GIZI PADA BAYI USIA 4-6 BULAN YANG MENDAPATKAN ASI EKSKLUSIF DAN NON EKSKLUSIF DI RW 02 DAN RW 06 DI WILAYAH KELURAHAN TLOGOMAS MALANG Weni Ardila; Roni Yuliwar; Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.1066

Abstract

Status gizi adalah keadaan tubuh yang diakibatkan oleh konsumsi penyerapan dan penggunaan makanan, status gizi dipengaruhi oleh faktor-faktor konsumsi makanan dan faktor kesehatan. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif mendapatkan status gizi yang baik karena nutrisi yang di butuhkan bayi dapat terpenuhi dan bayi yang mendapatkan non eksklusif mendapatkan gizi yang kurang, karena tidak mendapatkan nutrisi gizi yang memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan status gizi pada bayi usia 4-6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif dan non eksklusif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi usia 4-6 bulan di RW 02 dan RW 06 Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Malang berjumlah 53 responden, dengan teknik Purposive sampling didapatkan sampel berjumlah 34 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah Uji Mann-Whitney. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Status gizi bayi yang mendapatkan ASI eksklusif dalam kategori gizi lebih yaitu sebanyak 8 bayi (47%), status gizi bayi yang mendapatkan non eksklusif dalam kategori gizi kurang yaitu sebanyak 9 bayi (52%), hasil Uji Mann-Whitney didapatkan nilai Signifikansi sebesar 0,034 sehingga H1 diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara status Gizi bayi usia 4-6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif dan non eksklusif. Saran untuk peneliti selanjutnya meneliti pengaruh fase-fase dalam tumbuh kembang terhadap status gizi bayi yang mengalami gizi kurang. ABSTRACT Nutrition status is the state of the body caused by the consumption of absorption and the use of food, nutritional status is influenced by the factors of food consumption and health factors. Infants who get exclusive breastfeeding get good nutritional status because the nutrients needed by infants can be met and babies who get non-exclusive get less nutrition, because they do not get adequate nutrition nutrition. The purpose of this study was to analyze differences in nutritional status in infants aged 4-6 months who get exclusive and non exclusive breastfeeding. The population in this study were all infants aged 4-6 months in RW 02 and RW 06 Tlogomas Village Kecamatan Lowokwaru Malang amounted to 53 respondents, with purposive sampling technique got sample amounted to 34 respondents. Data collection in this study using questionnaire and observation. The data analysis used is Mann-Whitney Test. From the results of this study it can be concluded that: The nutritional status of infants who get exclusive breastfeeding in the category of more nutrition that is as many as 8 babies (47%), nutritional status of infants who get non-exclusive in the category of malnutrition that is as many as 9 babies (52%), -Whitney got significance value of 0,034 so that H1 accepted. This means that there is a significant difference between the nutritional status of infants aged 4-6 months who get exclusive and non exclusive breastfeeding. Suggestions for the researchers further examined the effect of phases in growth and development of nutritional status of infants with less nutrition. Keywords : Eexclusive breastfeeding; non-exclusive breastfeeding; nutritional status.
HUBUNGAN KEPATUHAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK USIA 1-2 TAHUN DI PUSKESMAS DINOYO Hartinah Hartinah; Roni Yuliwar; Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.91 KB) | DOI: 10.33366/nn.v1i2.426

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan pemberian ASI dengan kejadian diare pada anak usia 1-2 tahun di Puskesmas Dinoyo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitati dengan desain penelitian case control. Variabel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kepatuhan pemberian ASI sebagai variabel independen dan kejadian diare pada anak sebagai variabel dependen. Sampling yang digunakan adalah purposif sampling dengan sampel berjumlah 35 orang di Puskesmas Dinoyo. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 16 Oktober sampai 1 November 2014 dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji odds ratio. Hasil penelitan ini menunjukan bahwa terdapat asosiasi atau hubungan antara kepatuhan pemberian ASI dengan kejadian diare pada anak usia 1-2 tahun di Puskesmas Dinoyo. Anak yang diare menunjukan sebagian besar (74%) tidak patuh diberi ASI, sedangkan anak yang tidak diare menunjukan (100%) patuh diberi ASI. Patuh memberikan ASI dapat memperkecil kejadian diare pada anak, sedangkan tidak patuh memberikan ASI dapat mempertinggi kejadian diare pada anak. Diharapkan kepada ibu agar terus meningkatkan pemberian ASI sampai umur dua tahun pada anak, dan memberikan ASI dengan cara atau posisi menyusui yang baik dan benar, serta diharapkan kepada ibu agar memberikan ASI kepada anaknya dengan frekwensi 8 kali dalam 24 dan 10-15 menit pada masing-masing puting payudara. Kata kunci: Kepatuhan Pemberian ASI, Kejadian Diare, Anak Usia 1-2 Tahun
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN GAYA HIDUP PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENDALSARI KELURAHAN TULUSREJO KECAMATAN LOWOKWARU MALANG Zeni M.Y. Ukat; Roni Yuliwar; Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.296 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1373

Abstract

Diabetes adalah suatu penyakit dengan peningkatan kadar glukosa darah di atas normal. Salah satu faktor resiko penyakit diabetes mellitus yaitu gaya hidup. Dengan gaya hidup yang serba modern seperti mengkomsumsi makanan yang berkalori tinggi, manis, merokok, beralkohol, dan kurangnya aktivitas menyebabkan seseorang menderita penyakit diabetes mellitus. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan mengenai penyakit diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan gaya hidup penderita diabetes mellitus. Metode ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan menggunakan jenis desain penelitian cross sectional. Populasi sebanyak 105 orang, dan dengan sampel penderita diabetes mellitus yang berobat di Puskesmas Kendalsari sebanyak 30 responden, dan dengan tehnik sampling purposive sampling. Data dianalisa menggunakan uji Coeffisien Continenty. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebanyak 53.3% penderita diabetes mellitus mempunyai pengetahuan yang cukup, sebanyak 86.7% penderita diabetes mellitus mempunyai gaya hidup tidak sehat. Jadi ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan penderita diabetes mellitus dengan gaya hidup penderita diabetes mellitus di Puskesmas Kendalsari (p-value (0,002)
HUBUNGAN PERILAKU MINUM-MINUMAN BERALKOHOL DENGAN EMOSI PADA REMAJA DI TLOGO INDAH KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU MALANG Geovani Murpalang; Roni Yuliwar; Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.094 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i1.196

Abstract

Alkohol merupakan cairan bening, mudah menguap dan mudah bergerak, tidak berwarna, berbau khas, rasa panas, mudah terbakar dan nyala berwarna biru tidak berasap. Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku minum-minuman beralkohol dengan emosi pada remaja. Desain dalam penelitian ini adalah Cross Sectional. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan retrospektif. Teknik sampling menggunakan teknik “Total Sampling’’. Sampel sebanyak 33 responden. Pengumpulan data dengan cara kuisoner. Analisa data menggunakan Uji Spearman Rank a 0,05. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perilaku minum-minuman beralkohol tingkat berat adalah 20 orang (61%) dan sedang adalah 13 orang (39%) sedangkan emosi pada remaja dengan tingkat tinggi adalah 8 orang (24%), tingkat sedang 18 orang (55%) dan tingkat rendah 7 0rang (21%) di RT 03/ RW 01 Tlogo Indah Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Malang. Berdasarkan hasil pengujian statistik diperoleh hubungan antara perilaku minum-minuman beralkohol dengan emosi pada remaja dengan nilai signifikan 0,760 atau 76%. Bagi penelitian selanjutnya dapat dikembangkan pengkajian lebih lanjut mengenai hubungan yang mempengaruhi faktor-faktor yang mendorong perilaku remaja minum-minuman beralkohol dengan emosi pada remaja. Kata Kunci : Perilaku minum-minum beralkhol, emosi pada remaja.
Jus Apel Manalagi dan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih yang Mengalami Hiperglikemia roni yuliwar
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v(3)i(2)y(2017).page:145-157

Abstract

Abstract: The general objective of this research is studying the effect of apple manalagi juice to bloodglucose profiles Rat (Rattus norvegicus) Wistar strain, experiencing hyperglycemia. The study populationwas White Rat (Rattus norvegicus) adult male Wistar strain, taken from the captivity in Malang. Thesample in this study Rats (Rattus norvegicus) Wistar strain adult male weighing 135-200 g, ± 3 monthsold, healthy physical condition, were taken randomly from captivity units, as many as 24 tails weredivided into 4 groups randomly complete (randomized allocation). Animals measured blood glucoselevels (GD) rats were taken at the beginning (for all groups), after induction (for all groups), aftertreatment day 3, 7, 14, 21 and 28 (group 2, 3 and 4). The data is processed by descriptive method andanalyzed using one-way ANOVA Test. These results indicate that administration of apple manalagi juicecan lower blood glucose levels.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEBERHASILAN TOILET LEARNING PADA ANAK USIA TODDLER DI RW 02 DAN RW 06 KELURAHAN TLOGOMAS MALANG Ela Ela; Roni Yuliwar; Novita Dewi
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.555 KB) | DOI: 10.33366/cr.v2i3.141

Abstract

The successful of toilet learning is the child's ability to control the pattern of elimination as well as learning to use the toilet properly. The purpose of this study was to analyze the relationship between parenting with successful of toilet learning for the children of toddler age in RW 02 and RW 06 Village of Tlogomas Malang Year 2013. This research design is descriptive correlation. Total population: 65 people with cross sectional approach using purposive sampling technique. The number of samples 40 parents who have the children of toddler age and 40 children of toddler age. This study was conducted in July 2013. Research uses the chi square test. From the results of study showed 31 (77.5%) included in the democratic category, while for the successful of toilet learning for the children of toddler age in success category as many as 31 people (77.5%). The result of statistical test is known the p value 0.000 < 0.05 means that H0 is rejected, H1 was accepted means there is a significant relationship between parenting with the successful of toilet learning for the children of toddler age in RW 02 and RW 06 Village of Tlogomas Malang. It is suggested for the parents to apply the good (suitable) parenting so the children do not experience the late (delaying) in development especially toilet learning. For the further research, researcher recommend to study the factors that affect the successful of toilet learning for the children of toddler age
Foot Reflexology Improves Intestinal Peristalsis in Postoperative Caesarean Patients Tri Johan Agus Yuswanto; Eko Adi Putra; Roni Yuliwar
Aloha International Journal of Health Advancement (AIJHA) Vol 4, No 1 (2021): January
Publisher : Alliance oh Health Activists (AloHA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/aijha40104

Abstract

The recovery of intestinal peristalsis in post cesarean section patients shows the recovery of digestive system function after receiving spinal anesthesia, so it should be restored as soon as possible. This study aims to analyze the effect of foot reflexology on increasing intestinal peristalsis in postoperative sectio caesarea patients. This study applied a non-equivalent control group design, involving 30 patients. Data on intestinal peristalsis were collected by auscultation, then analyzed using the Mann-Whitney U test. The mean value of the frequency of intestinal peristalsis in the group that received the intervention in the form of reflexology on the soles of the feet was 3.67 times/minute; while for the control group, the mean frequency of intestinal peristalsis was 1.67 times per minute. The results of the Mann-Whitney U test resulted in a p-value = 0.000. This shows that there was a difference in the frequency of intestinal peristalsis in postoperative cesarean section patients between the intervention group and the control group; So it is concluded that reflexology on the soles of the feet is effective in increasing the frequency of intestinal peristalsis in post-cesarean section patients. Keywords: foot reflexology massage; intestinal peristalsis; post sectio caesarea