Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Rancang Bangun Alat Pengukur Body Mass Index (bmi) Berbasis Komunikasi Bluetooth Low Energy (ble) Ke Ponsel Pintar Sebagai Display Bayu Priambodo; Suwandi Suwandi; Endang Rosdiana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Body Mass Index (BMI) adalah salah satu indikator pengukur obesitas. Bagi sebagian orang berat badan dapat menjadi hal yang privasi. Hal tersebut yang melatarbelakangi penelitian pembuatan instrumen BMI yang tampil di ponsel pintar. Sensor ultrasonik untuk mengukur tinggi badan, load cell untuk mengukur berat badan, dan rangkaian pembagi tegangan untuk mengukur status baterai. Semua data dari sensor-sensor tersebut ditransmisikan melalui komunikasi Bluetooth Low Energy (BLE) menggunakan mikrokontroler ATMega328 (Arduino Nano). Aplikasi pada ponsel pintar menerima, mengolah, dan menghitung semua data menjadi nilai BMI. Kinerja BLE mentransmisikan data adalah 28~33 ms. Akurasi sensor ultrasonik terhadap alat ukur standard adalah 99,71%, error ±0,29%. Akurasi sensor loadcell terhadap alat ukur standard adalah 99,38%, error ±0,62%. Validasi hasil pengukuran setelah diintegrasi menunjukkan error rata-rata untuk pengukuran berat badan adalah 0,12%, tinggi badan adalah 0,2%, dan BMI adalah 0,48%. Kinerja aplikasi untuk mencari, menemukan, dan terkoneksi dengan instrumen adalah 3,22 detik dan mengirim perintah, menerima data, dan menghitung data pengukuran adalah 4,89 detik. 89,5% pengguna merasa privasi lebih terjamin jika hanya tampil di ponsel pintar 94,7% pengguna yakin hasil pengukuran memberikan hasil yang benar, menjadi sadar akan pentingnya menjaga bentuk tubuh, dan tampilan aplikasi sudah user-friendly. 100% pengguna setuju semua informasi yang ditampilkan informatif. Kata kunci: Bluetooth Low Energy, Body Mass Index, Ponsel Pintar, Obesitas, Xamarin, Firebase ABSTRACT Body Mass Index (BMI) can be one of method to measuring obesity. Body weight information can be some privacy information for a few people. These are the reasons to make a BMI instrument that can displayed on smartphone. Voltage divider circuit to measure battery status, ultrasonic sensor to measure body height, and load cell to measure body weight. The data from these sensors are processed in microcontroller ATMega328 (Arduino Nano) and transmitted via Bluetooth Low Energy (BLE) communication to the smartphone. After data received, smartphone application calculating and processing the data and shown it to the screen. Ultrasonic sensor has 99.71% of accuracy and 0.29% of error. Loadcell has 99.38% of accuracy and 0.62% of error. BLE performance to do data transmitting is about 28~33ms. After integration, it has 0.12% of body weight measuring error, 0.2% of body height measuring error, and 0.48% of BMI measuring error. Android application needs 3.22s to search, found, and connect to instrument and 4.89 s to send, receive, and calculate the data. 89.5% of user have a good feel of their privacy if it just displayed on their smartphone. 94.7% of user agreed result of measuring is correct, it has user-friendly interface, and more aware about their body shape. 100% of user agree that it’s very informative. Keywords: Bluetooth Low Energy, Body Mass Index, Smartphone, Obesity, Xamarin, Firebase
Analisa Pengaruh Intensitas Cahaya Lampu Light Emitting Diode Pada Pertumbuhan Tanaman Bayam (amaranthus Tricolor) Di Dalam Ruangan Nanda Salsabila Nadhifa; M. Ramdlan Kirom; Endang Rosdiana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBayam merupakan tanaman hijau yang ditanam untuk dikonsumsi daunnya. Di beberapa negaraberkembang, bayam memiliki banyak peminat karena terdapat banyak kandungan gizi yang baik untuktubuh. Akan tetapi , keterbatasan jumlah lahan dan cuaca yang tidak menentu menjadi kendala dalammemenuhi tingkat kebutuhan bayam. Solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menanamtanaman bayam di dalam ruang dengan lampu LED sebagai alternatif pengganti cahaya matahari agartanaman tetap bisa melakukan proses fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhdari perbedaan intensitas cahaya lampu yang diterima oleh tanaman pada pertumbuhan tanaman bayamdi dalam ruangan. Penelitian ini, dilakukan di dalam 10 ruang penanaman dengan intensitas cahaya yang berbeda-bedamenggunakan lampu LED berwarna merah dan biru. Proses pengamatan harian meliputi pengamatanintensitas cahaya LED, kelembaban udara, suhu ruang, tinggi tanaman, panjang daun dan jumlah daun.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika menggunakan penggabungan cahaya merah dan biru, kualitastanaman lebih baik daripada menggunakan cahaya merah dan biru secara terpisah dan intensitas optimalyang dapat digunakan yaitu 68 Lux dengan rentang hidup 22 hari.Kata Kunci: bayam, LED, intensitasAbstract Spinach is greenery planted for the consumption of the leaves. In some developing countries, spinach hasmany enthusiasts because there is a lot of good nutrient for the body. However, the limitations of land anderratic weather are becoming constraints in meeting the needs of spinach. The solution to overcome thisproblem is to plant spinach plants in the room with LED lights as an alternative to sunlight so that plantscan still carry out a photosynthesis process. This research aims to determine the effect of differences in lightintensity received by plants on the growth of spinach plants in the room. This research was carried out in 10 planting rooms with different light intensities using red and blue LEDlights. Daily observation process includes observation of LED light intensity, humidity, room temperature,plant height, leaf length and the number of leaves. The results showed that when using a combination of redand blue light, the quality of the plant is better than using red and blue light separately and the optimalintensity that can be used is 68 Lux with a life span of 22 days.Keywords: spinach, LED, intensity
Rancang Bangun Sistem Pengukuran Konduktivitas Listrik Larutan Hidroponik Berbasis Mikrokontroler Faizal Ghearama Girindra; Endang Rosdiana; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Budidaya hidroponik adalah metode cocok tanam dengan menggunakan media air yang dicampur dengan nutrisi sebagai perantara pertumbuhan tanamannya. Budidaya hidroponik sedang diminati oleh masyarakat karenatidak menggunakan media tanah dan tidak memerlukan lahan yang luas untuk media tanamnya. Konsentrasilarutan nutrisi sangat mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman, sehingga perlu alat ukur untuk mengetahui nilaikonsentrasi dari larutan tersebut. Konsentrasi dari larutan dapat ditinjau dari nilai konduktivitas listriknya(electrical conductivity). Pada penelitian ini dibuat alat ukur konduktivitas listrik atau EC meter berbasismikrokontroler dengan menggunakan dua buah plat sejajar sebagai sensornya. Alat ukur yang dirancang memilikinilai kesalahan pembacaan sebesar 1,54 %. Tingkat ketelitian (presisi) sebesar 90,10 % dengan ketepatan (akurasi)sebesar 88.15 %. Pada kondisi pengukuran satu larutan yang diubah nilainya secara bertahap dengan kondisi probeEC direndam terus-menerus didapatkan kesalahan pembacaan sebesar 5,38 %.Kata kunci : Electrical Conductivity, Probe EC, Mikrokontroler.Abstract Hydroponic cultivation is a method of planting using water mixed with nutrients as an intermediary for plantgrowth. Hydroponic cultivation is in demand by public because it does not use soil media and extensive land forplanting media. The concentration of nutrient solution greatly affects the growth of plants, so a measuringinstrument is needed to determine the concentration of the solution. The concentration of the solution can bemonitored from its electrical conductivity value (electrical conductivity). In this study, an electric meter or ECmeter based microcontroller was made using two parallel plates as the sensor. The designed measuring instrumenthas a reading error value of 1.54%. The device has the precision percentage of 90.10% with accuracy percentageof 88.15%. A method used is soaking the EC probe continuously in a gradually changing value of solutionconcentration. From this method, the device reading error is found to be 5.38%.Keywords: Electrical Conductivity, EC Probe, Microcontroller. 
Perbandingan Kinerja Sensor Gerak, Sensor Suhu Dan Kombinasinya Pada Sistem Pengontrolan Lampu Ruanagan F. Timothy Siregar; Endang Rosdiana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Listrik merupakan hal yang sangat penting di kehidupan kita. Setiap pekerjaan kita pastidibantu dengan adanya listrik, mulai dari penerangan hingga pengaturan suhu ruangan. Banyakorang terkadang membiarkan terjadi suatu peralatan elektronik hidup terutama pada lampu ruangan.Beban lampu penerangan dalam suatu ruangan lazimnya dioperasikan secara manual oleh manusia.Dengan kemajuan teknologi saat ini , campur tangan manusia dalam operasional berusaha dikurangi.Saklar otomatis akan dapat memudahkan operasional. Efektif dan efisien untuk menghindari lampumenyala sia-sia tanpa aktifitas. Penelitian ini mengambil topik tentang penggunaan sensor suhu dan sensor gerak PIR padasebuah ruangan. Saklar otomatis ini menggunakan masukan berupa sensor gerak PIR, termasuksensor pyroelectric yang mempunyai respon saat ada perubahan panas sumber panas dan sensorMLX 90614 ESF. Sensor tersebut kemudian akan mengaktifkan relay yang akan mengatur kondisihidup atau mati dari lampu tersebut. Kata kunci :Sensor PIR, Sensor MLX 90614 ESF, RelayABSTRACKElectricity is very important in our lives. Each of our jobs must be supported byelectricity, starting from lighting to setting the room temperature. Many people put it out onelectronic equipment that lives on indoor lights. The burden of indoor lighting is usually operatedmanually by humans. With current technological advances, human intervention in operations hasbeen increased. An automatic switch will facilitate operation. Effective and efficient to avoid thelights from running in vain without activities. This study took the topic of the use of temperature sensors and PIR motion sensors in aroom. Automatic switches using this input consist of PIR motion sensors, including pyroelectricsensors that have a response when there is a change in heat source and MLX 90614 ESF sensor. Thesensor will then activate a relay that will provide life or death from the lamp.KEYWORDS: PIR sensor, MLX90614ESF sensor, Relay
Studi Pengaruh Besar Sudut Antara Koil Transmitter Dan Receiver Dengan Metode Induksi Medan Magnet Siti Rokhani; Dudi Darmawan; Endang Rosdiana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMetode Non Destructive Testing (NDT) yaitu pemeriksaan atau pengujian yang dilakukan tanpamerusak atau mengubah benda yang akan diuji. Salah satu metode NDT yang digunakan pada pengujian ini adalah metode induksi medan magnet. Pada pengujian ini digunakan sensor koil yaitu koil transmitterdan koil receiver. Koil transmitter (koil primer) digunakan untuk sumber induksi yang dihubungkandengan function generator. Koil receiver (koil sekunder) digunakan untuk menerima hasil induksi yangberupa tegangan (potensial) yang akan ditampilkan pada osiloskop. Sensor koil yang digunakan yaitusolenoida menggunakan kawat dengan diameter 0,8 mm dengan total 50 lilitan (single layer). Pengujiandilakukan dengan tiga kondisi yaitu besar sudut yaitu sudut antara koil transmitter dan receiver yangmembentuk sudut 60°, 120°, dan 180°. Dengan objek pengujian yang dipakai yaitu besi, kayu danalumunium. Pada pengujian dilakukan tiga keadaan yaitu tanpa objek, hanya objek dan objek denganair. Input yang dipakai yaitu 5 Volt. Hasil yang didapatkan yaitu besar sudut yang menghasilkantegangan yang paling maksimum yaitu sudut 60°. Semakin besar sudut antara koil transmitter danreceiver, tegangan yang terukur semakin kecil. Hasil beda tegangan yang didapatkan saat kondisi hanyaobjek dan objek dengan air kondisi sudut 60° mempunyai beda tegangan yang paling tinggi objek yaitupada besi 1,02993 V, kayu 0,0413 V dan alumunium 0,2813 V. Hasil beda tegangan pada kondisi tanpaobjek dan hanya objek pada sudut pandang 60° menghasilkan tegangan yang paling tinggi yaitualumunium, besi dan kayu. Beda tegangan pada alumunium yaitu 2,0107 V, besi 0,1747 V dan kayu0,1427 V.Kata kunci: koil, arus eddy.AbstractNon Destructive Testing (NDT) method is an examination or testing carried out without Non DestructiveTesting (NDT) method is an examination or testing carried out without damaging or changing the objectto be tested.One of the NDT methods used in this test is the magnetic field induction method. In this test, coil sensors, transmitter coil, and receiver coil are used. Transmitter coil (primary coil) is used forinduction sources that are diverted by the generator function. The coil receiver (secondary coil) is usedto receive the induction results containing the voltage (potential) that will be needed on the oscilloscope.The coil sensor used is solenoid using a wire with a diameter of 0.8 mm with a total of 50 windings(single layer). The test is carried out with three conditions, namely the angle requirements between thetransmitter and receiver coils which form an angle of 60 °, 120 °, and 180 °. Test objects used are iron,wood, and aluminum. In the test three conditions are carried out namely without objects, only objects,and objects with water. The input used is 5 Volts. The results obtained are Large Angles which producethe maximum stress that is the angle of 60 °. The greater the angle between the transmitter and receivercoil, the smaller the rated voltage. The results of different stresses obtained at this time only objects andobjects with water at an angle of 60 ° have the highest voltage differences for superiors namely iron1.02993 V, wood 0.0413 V with aluminum 0.2813 V. in conditions without objects and only objects ata 60 ° viewpoint produce the highest stress, namely aluminum, iron, and wood. The voltage differencein aluminum is 2.0107 V, iron 0.1747 V, and wood 0.1427 V.Keywords: coil, eddy current.
Sistem Monitor Dan Kontrol Listrik Secara Real Time Berbasis Mikrokontroler Fikri Muhammad Farhan; Endang Rosdiana; Indra Wahyudin Fathonah
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energi listrik adalah suatu energi yang tidak akan bisa lepas dari kebutuhan manusia sehari – hari. Dalam penggunaannya, masih jarang orang yang memperhatikan penggunaan energi listrik yang dikonsumsi oleh beban dikarenakan kurangnya pemantauan energi dan biaya yang terpakai oleh perangkat elektronik, serta biaya yang harus dikeluarkan. Di samping itu pemakaian energi listrik akan boros bilamana pemakaian perangkat elektronik tidak terpantau dan terkendali. Untuk itu telah dilakukan pembuatan alat yang dapat memonitor sekaligus mengontrol penggunaan energi dan biaya listrik yang dikeluarkan melalui LCD dan smartphone. Dari proses penelitian diperoleh data error % dengan, arus 2.6%, daya 2.36% energi 0.3% dan biaya 0.3%. Kata kunci: daya, energi, biaya, listik, monitor, smartphone, LCD Abstract Electrical energy is an energy that cannot be separated from human daily needs. In its use, there are still few people who pay attention to the use of electrical energy consumed by the loads, due to lack of energy and costs monitoring used by electronic devices, and costs to be paid. Besides, the use of electrical energy will wasteful when the use of electronic devices is not monitored and controlled. For this reason, a tool for monitoring and controlling energy usage and electricity costs has been developed through LCD and smartphone. Several data were obtained from the results of the research process. Including % error data, 2.6% current, 2.36% power, 0.3% energy, and 0.3% costs. Keyword: power, energy, cost, electrical, monitoring, smartphone, LCD
Rancang Bangun Alat Ukur Massa Jenis Zat Cair Portabel Menggunakan Load Cell Dan Sensor Ultrasonik Pada Pipa U Nanda Aulan Tamami; Endang Rosdiana; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Alat ukur massa jenis zat cair portable ini menggunakan prinsip hukum Pascal sebagai cara kerja dari alat ukur ini, dimana hukum Pascal tersebut bekerja pada pipa U yang di dalam pipa tersebut terdapat cairan dan dibuat system nya tertutup, selain itu alat ukur ini juga menggunakan load cell dan ultrasonik sebagai pengukur massa dan ketinggian air yang terdapat dalam alat ukur massa jenis tersebut. Dimana untuk sensor ultrasonik memiliki rentang pengukuran 3 cm sampai 400 cm sedangkan load cell yang digunakan dapat mengukur beban sampai 2 kg. system pengolah data dari sensor tersebut menggunakan mikrokontroller Atmega 328 dengan driver Arduino uno dan data hasil pengukuran ditampilkan oleh display 16x2. Untuk kalibrasi sensor ultrasonik digunakan penggaris yang diletakkan di dinding alat ukur sehingga kenaikan air dapat dilihat melalui penggaris yang telah diletakkan tersebut, sedangkan massa dari cairan telah diukur sebelum mmasuk alat ukur sebagai kalibrasi dari dari load cell. Untuk sampel yang diukur adalah minyak goreng, oli, air, gliserin, dan tepung gandum. Alat ukur ini memiliki akurasi sekitar 80 sampai 98%, memiliki presisi sekitar 0.031 sampai 0.14, dan memiliki error sebesar 0.025 atau 2.84% Kata kunci : hukum Pascal, massa jenis, ultrasonik, load cell, pipa U Abstract This portable liquid density measuring instrument uses the principles of Pascal law as the workings of this measuring instrument, where Pascal's law works on the U pipe in which there is liquid and the system is closed, besides this measuring instrument also uses load cell and ultrasonik as a measure of the mass and height of water contained in the density meter. Where for ultrasonik sensors has a measurement range of 3 cm to 400 cm while the load cell used can measure loads up to 2 kg. Data processing system from the sensor uses the Atmega 328 microcontroller with the Arduino uno driver and the measurement data is displayed by a 16x2 display. To calibrate the ultrasonik sensor a ruler is placed on the wall of the measuring device so that the increase in water can be seen through the ruler that has been placed, while the mass of the liquid has been measured before entering the measuring instrument as a calibration of the load cell. The samples measured were cooking oil, oil, water, glycerin, and wheat flour. This measuring instrument has an accuracy of around 80 to 98%, has a precision of about 0.031 to 0.14, and has an error of 0.025 or 2.84% Keywords: Pascal law, density, ultrasonik, load cell, pipe U
Analisis Pengaruh Intensitas Cahaya Led (light Emitting Diode) Dengan Warna Merah, Biru, Dan Putih Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau (brassica Rapa Var Parachinensis) Di Dalam Ruang Valentisa Zulviana; M Ramdlan Kirom; Endang Rosdiana
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jumlah lahan yang semakin berkurang serta cuaca yang tidak menentu menjadi hambatan untuk mendapatkan hasil panen yang berkualitas baik. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah dengan cara menanam tanaman di dalam ruangan. Namun, salah satu kendalanya yaitu tidak ada sinar matahari yang menjadi sumber cahaya. Oleh karena itu, sumber cahaya yang digunakan diganti dengan lampu LED. Sistem penanaman yang dibuat terdiri dari 10 ruang penanaman yang diberi lampu LED dengan intensitas dan spektrum warna cahaya berbeda-beda. Jenis tanaman yang digunakan pada penelitian ini adalah sawi hijau (Brassica rapa var parachinensis) sebanyak tiga bibit di setiap ruangnya. Proses pengamatan akan dilakukan setiap hari selama 20 hari dengan parameter yang diukur adalah tinggi tanaman dan jumlah daun. Data dari setiap ruang penanaman akan dibandingkan dengan tanaman yang terkena cahaya matahari langsung untuk mengetahui bagaimana pengaruh intensitas lampu LED dengan warna merah, biru, putih, dan ungu terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau agar dapat membantu proses penanaman di dalam ruang lebih baik lagi. Pada penelitian ini dilakukan percobaan sebanyak dua kali. Tanaman di ruang ungu 32 lux memiliki rata-rata pertambahan tinggi paling besar yaitu 3.451 cm dan rata-rata jumlah daun paling banyak yaitu 9.111 helai daun. . Kata kunci : sawi hijau, intensitas, LED, spektrum warna The decreasing amount of land and unpredictable weather are obstacles to get good quality crop. One alternative solution that can be used is to plant crops indoor. However, there is no sunlight which is the source of light. Therefore, the light source used is replaced with an LED lamp. The planting system is made up of 10 planting rooms that are given LED lights with varying intensity and color spectrum of light. The type of plant used in this research is mustard greens (Brassica rapa var parachinensis) that consist of three seeds in each planting room. The observation process will be carried out every day for 20 days with parameters measured are plant height and number of leaves. Data from each planting room will be compared with plants that are exposed to direct sunlight to find out how the effect of the intensity of LED lights in red, blue, white, and purple on the growth of green mustard plants in order to help the planting process in the room even better. In this reserach two experiments were carried out. The plants in the 32 Lux purple room had the highest average height, which was of 3.451 cm and the average number of leaves was 9.111 leaves. . Keywords: mustard green, intensity, LED, color spectrum
Analisis Produksi Energi Listrik Sistem Sedimen Sel Tunam Mikroba Dengan Menggunakan Limbah Cair Tahu Sebagai Substrat Elza Anggia Putri; M. Ramdlan Kirom; Endang Rosdiana
eProceedings of Engineering Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energi fosil membutuhkan alternatif berupa energi yang dapat diperbarui. Saat ini energi terbarukan yang sedang dikembangkan yaitu sel tunam mikroba (STM) yang merupakan sistem yang dapat menghasilkan listrik dari substrat dengan kandungan bahan organik yang dioksidasi oleh mikroorganisme sebagai katalis. Di Indonesia banyak tersebar industri kecil pembuatan tahu yang tidak memiliki saluran pembuangan limbah yang memenuhi standar baku mutu, sehingga pembuangan limbah secara langsung ke sungai atau badan air dapat menimbulkan pencemaran. Penggunaan limbah cair tahu selain untuk mengurangi pembuangan limbah yang dapat menjadi polutan dipilih karena masih mengandung bahan organik berupa protein, karbohidrat, dan lemak yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk metabolisme bakteri. Penelitian kali ini menggunakan tipe reaktor single chamber yang berjenis sedimen sel tunam mikroba. Sedimen terdiri dari lumpur sawah disekitar Telkom University yang dicampur dengan bahan organik berupa limbah cair tahu dari Pabrik Tahu Jl. Nyalindung di daerah Dago, Bandung. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa reaktor I yang berisi lumpur sawah sebanyak 800 ml memiliki rata rata tegangan, arus, dan rapat daya yang paling besar selama 15 hari penelitian yaitu dengan nilai masing masing 0,573 V, 0,306 mA, dan 745,762 mW/m2. Pada penelitian ini adaptasi mikroorganisme pada lumpur sawah sebagai sumber bakteri akan lebih lama apabila volume limbah cair tahu yang ditambahkan lebih banyak dibandingkan volume lumpur sawah, karena penambahan limbah cair tahu memiliki pH rendah sehingga mikroorganisme membutuhkan waktu beradaptasi dengan kondisi baru agar didapatkan kondisi optimum untuk aktivitas metabolisme berlangsung sehingga dapat menghasilkan elektron. Kata kunci: sel tunam mikroba, sedimen, lumpur sawah, limbah cair tahu. Abstract Fossil energy needs an alternative which can be renewable. Currently, the renewable energy that is being developed is the microbial fuel cell (MFC), which is a system that can generate electricity from a substrate containing organic material which is oxidized by microorganisms as a catalyst. In Indonesia, a lot of small industries of tofu factory do not have sewage drains which meet quality standards, so their direct disposal of waste into rivers or water bodies can cause pollution. The use of tofu wastewater in addition to reduce the disposal of waste which can become pollutants was chosen because tofu wastewater still contains organic materials which are protein, carbohydrates and fats which can be used as an energy source for bacterial metabolism. This research used a single chamber reactor type, which is a type of sediment microbial fuel cell. The sediment consists of paddy mud around Telkom University mixed with organic material in the form of tofu wastewater from the Tofu Factory Jl. Nyalindung in Dago, Bandung. The results of the study showed that reactor I containing 800 ml of paddy mud had the greatest average voltage, current, and power density during the 15 days of the research, with respective values of 0.573 V, 0.306 mA, and 745.762 mW/m2. In this research, the adaptation of microorganisms in paddy mud as the source of bacteria will take longer time if the added volume of tofu wastewater is more than the volume of paddy mud, because the addition of tofu liquid waste has a low pH, so microorganisms need time to adapt to new conditions in order to obtain the optimum conditions for metabolism activity so that it can produce electrons. Keywords: microbial fuel cell, sediment, paddy mud, tofu wastewater
Perangkat Dan Metoda Kalibrasi Sensor Universal Otin Khotimah; Dudi Darmawan; Endang Rosdiana
eProceedings of Engineering Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKalibrasi sensor sangat perlu untuk dilakukan dalam kegiatan pengukuran suatu besaran fisis agar nilai yang dikeluarkan oleh alat ukur atau sensor tersebut akurat dan sesuai dengan standar. Penelitian ini berkaitan dengan alat dan metoda yang dilakukan untuk melakukan kalibrasi pada suatu sensor dalam alat ukur. Proses kalibrasi umumnya hanya melakukan penyesuaian nilai awal dan linierisasi saja. Dimana proses linierisasi ini terbatas dan terikat pada daerah kerja sensor tertentu dan dapat dipengaruhi oleh kondisi elemen perasa sensor yang bisa berubah. Pada penelitian ini, memberikan solusi proses kalibrasi yang dapat digunakan beberapa sensor berbasis keluaran elektrik, mengakomodir hubungan non linier antara besaran terukur dan besaran keluaran sensor yang sebenarnya, dan memberikan kemudahan untuk melakukan kalibrasi melalui komunikasi dengan PC/Laptop sebagai perangkat pengolah data dengan tujuan untuk menghasilkan pencocokan kurva serta membentuk model persamaan yang sesuai dengan pola data sensor. Dengan adanya model persamaan non linier ini maka daerah kerja sensor dapat diperlebar. Pada penelitian ini dilakukan perancangan alat kalibrasi menggunakan dua sampel sensor yaitu sensor suhu LM35 dan sensor cahaya LDR, hasil penelitian menunjukan pada sensor suhu LM35 dan sensor cahaya LDR didapatkan kurva yang paling baik yaitu kurva eksponensial dengan nilai error terkecil 0,9-2% untuk sensor suhu LM35.Kata Kunci – Kalibrasi, alat ukur, pengukuran, sensor, model persamaan