Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

THE EFFECT OF CULTURAL IDENTITY REPRESENTATION IN BRITISH LITERARY WORKS ON CROSS-CULTURAL UNDERSTANDING AMONG INDONESIAN STUDENTS Hidayati; Misla Geubrina; Petra Eklesia; Winanda Salvira
Vernacular: Linguistics, Literature, Communication and Culture Journal Vol. 5 No. 2 (2026): January Edition 2026
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the effect of cultural identity representation in selected British literary works on the cross-cultural understanding of Indonesian undergraduate students. The research is motivated by the limited ability of students to interpret cultural identity represented in literary texts and to relate those representations to broader social and cultural contexts. A mixed-methods approach was employed by integrating qualitative literary analysis with quantitative investigation of students' responses. The participants consisted of twenty undergraduate students enrolled in an English Literature program who participated in a literature-based instructional intervention. Data were collected through literary text analysis, pre-test and post-test questionnaires, classroom observations, reflective journals, and semi-structured interviews. Qualitative data were analyzed using thematic analysis, while quantitative data were examined using descriptive and inferential statistical techniques. The findings indicate that prior to the intervention, students demonstrated a moderate level of cross-cultural understanding, with a mean pre-test score of 62.45. Following the implementation of literature-based learning activities, the participants showed noticeable improvement in recognizing cultural identity representation, appreciating cultural diversity, developing empathy, and strengthening intercultural communication skills. Qualitative findings further revealed that collaborative discussions, reflective reading, and critical literary analysis encouraged students to construct broader perspectives on cultural diversity and intercultural relationships. The study concludes that cultural identity representation in British literary works has a positive influence on Indonesian undergraduate students' cross-cultural understanding when supported by structured, reflective, and student-centered instructional strategies. These findings contribute to the advancement of literary studies, cultural studies, and intercultural communication while providing practical implications for the development of English literature curricula and literature-based intercultural learning in Indonesian higher education.
A SYNTACTIC ANALYSIS OF ENGLISH NEWS ARTICLES IN THE JAKARTA POST AND ITS IMPLICATIONS FOR ENGLISH LANGUAGE TEACHING IN INDONESIA Zuindra; HIdayati; Misla Geubrina; Vinya Hafizah Arini; Siti Aisyah
Vernacular: Linguistics, Literature, Communication and Culture Journal Vol. 4 No. 2 (2025): January edition 2025
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing use of authentic English materials in Indonesian English as a Foreign Language (EFL) classrooms has highlighted the need to understand the syntactic characteristics of newspaper discourse. However, limited studies have comprehensively examined the syntactic features of English news articles and their implications for English language teaching in Indonesia. This study aimed to analyze the syntactic features employed in The Jakarta Post news articles and explore their pedagogical implications for English language teaching. A qualitative descriptive design was adopted using document analysis. The data consisted of twenty news articles selected through purposive sampling from The Jakarta Post. The collected data were analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing following the interactive model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña. The findings revealed that all four major sentence types—simple, compound, complex, and compound-complex—were identified, with complex sentences occurring most frequently. The analysis also indicated the extensive use of coordination and subordination to organize information effectively in authentic journalistic discourse. These findings suggest that The Jakarta Post provides authentic linguistic input that can support the teaching of English syntax, reading comprehension, and academic writing. Consequently, authentic newspaper texts can serve as valuable instructional resources for enhancing students' syntactic awareness and bridging the gap between grammatical knowledge and real-world language use
Pelatihan Komunikasi Bahasa Inggris Berbasis Hospitality bagi Pelaku Pariwisata Tangkahan untuk Meningkatkan Kepuasan Wisatawan Mancanegara dan Citra Destinasi Wisata Zuindra; Hidayati; Hendra Mulia; Muhammad Royaat Haq; Jean Qathrunnada
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 02 (2024): EDISI SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Ekowisata Tangkahan merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Langkat yang memiliki potensi besar dalam menarik wisatawan mancanegara. Namun, keterbatasan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris dan penerapan prinsip hospitality di kalangan pelaku pariwisata masih menjadi kendala dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada wisatawan asing. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi Bahasa Inggris berbasis hospitality bagi pelaku pariwisata Tangkahan guna meningkatkan kepuasan wisatawan mancanegara dan memperkuat citra destinasi wisata. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pre-test, pelatihan, simulasi (role play), pendampingan lapangan, post-test, serta monitoring dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang yang terdiri atas pemandu wisata, pengelola homestay, pelaku UMKM, operator wisata, dan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 59,45 pada pre-test menjadi 84,30 pada post-test atau meningkat sebesar 41,8%. Distribusi kemampuan peserta juga mengalami perubahan, di mana sebelum pelatihan sebanyak 50% peserta berada pada kategori rendah dan 50% pada kategori sedang, sedangkan setelah pelatihan 85% peserta mencapai kategori tinggi dan 15% berada pada kategori sedang. Survei kepuasan menunjukkan bahwa 90% peserta menyatakan sangat puas dan 10% menyatakan puas terhadap pelaksanaan program. Selain meningkatkan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris, kegiatan ini juga meningkatkan kepercayaan diri peserta, kualitas pelayanan berbasis hospitality, serta kemampuan berinteraksi dengan wisatawan mancanegara. Program pengabdian ini terbukti efektif sebagai model pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pariwisata, memperkuat citra destinasi wisata Tangkahan, serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat.
Pelatihan Pengembangan Materi Promosi Wisata Berbasis Multimodal Berbahasa Inggris bagi Generasi Muda Berastagi untuk Meningkatkan Branding Destinasi Berkelanjutan dan Daya Saing Pariwisata Internasional Hidayati; Mayasari; Misla Geubrina; Petra Eklesia; Winanda Salvira
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan promosi destinasi wisata pada era digital menuntut kemampuan masyarakat dalam menghasilkan konten yang kreatif, komunikatif, dan mampu menjangkau wisatawan global. Namun demikian, generasi muda di Berastagi masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan kemampuan menyusun materi promosi wisata berbahasa Inggris, rendahnya pemahaman mengenai komunikasi multimodal, serta belum optimalnya pemanfaatan media digital untuk membangun branding destinasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi generasi muda Berastagi dalam mengembangkan materi promosi wisata berbasis multimodal berbahasa Inggris guna memperkuat branding destinasi berkelanjutan dan meningkatkan daya saing pariwisata internasional. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan modul pelatihan, pre-test, pelatihan interaktif, praktik pengembangan konten digital, pendampingan, serta evaluasi menggunakan post-test dan survei kepuasan peserta. Sebanyak 20 peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang terdiri atas anggota komunitas pemuda, mahasiswa, dan kelompok sadar wisata. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta yang ditunjukkan oleh perubahan kategori kemampuan dari 60% peserta berada pada kategori rendah sebelum pelatihan menjadi 70% berada pada kategori tinggi setelah pelatihan. Selain itu, 75% peserta menyatakan sangat puas terhadap pelaksanaan kegiatan. Luaran program berupa video promosi wisata, poster digital, konten media sosial, dan narasi promosi berbahasa Inggris menunjukkan peningkatan kualitas dari aspek visual, komunikasi, kreativitas, serta penyampaian pesan destinasi. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media promosi, tetapi juga memperkuat partisipasi generasi muda sebagai agen branding destinasi wisata berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal sekaligus mendukung penguatan citra dan daya saing pariwisata Berastagi di tingkat nasional maupun internasional.