Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN JERUJU (Acanthus ilicifolius) TERHADAP Vibrio harveyi SECARA IN VITRO Saptiani, Gina; Prayitno, Slamet Budi; Anggoro, Sutrisno
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 7, No 1 (2013): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v7i1.558

Abstract

Untuk mengetahui potensi antibakteri dan konsentrasi optimal jeruju (Acanthus ilicifolius), dilakukan uji daya hambat ekstrak dan fraksidaun terhadap pertumbuhan Vibrio harveyi, bakteri penyebab penyakit pada udang. Daun yang sudah dikeringanginkan diekstraksi dengan metanol, sehingga didapatkan ekstrak kasar (crude). Sebagian dari ekstrak kasar dilakukan fraksinasi dengan metode kolom silika gel dengan pelarut n-heksan, etil asetat, n-butanol, etanol, dan metanol. Uji daya hambat dilakukan dengan agar disc diffusion method. Perlakuan yang diberikan adalah ekstrak kasar, fraksi n-heksan, etil asetat, n-butanol, etanol, dan metanol yang masing-masing konsentrasinya 50-1000 ppm, yang diberikan pada kultur V. harveyi pada media Triptic Soy Agar (TSA). Fraksi etil asetat menunjukkan daya hambat terbaik (12 mm), diikuti ekstrak (11,33 mm), dan fraksi n-butanol (11 mm).
Supplementation of red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) peels flour as a prebiotic in tilapia (Oreochromis niloticus) Fadillah, Riska; Agustina, Agustina -; Pagoray, Henny; Saptiani, Gina; Reynalta, Ricko
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 11: No. 3 (December, 2024)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v11i3.12190

Abstract

Red dragon fruit peels (Hylocereus polyrhizus) are an organic waste that has not been widely used with nutrients such as fibre, carotene, calcium phosphorus, vitamin B and vitamin C as antibacterial and antioxidant. This research was conducted to analyze the addition of red dragon fruit peel flour as a prebiotic for tilapia (Oreochromis niloticus). Fingerling of tilapia with an average size of 17.76 ± 1.35 g were reared for 30 days in an aquarium with a volume of 30 L. The fish were fed three times a day at satiation with treated feed, namely P0 0%; P1 5%; P2 10%; and P3 15% dragon peel flour kg-1 of feed. Each treatment was repeated three times. Parameters observed included the number of lactic acid bacteria in the gut of fish, growth performance, survival rate and haematological parameters. The results showed that the highest number of lactic acid bacteria at P3 was 5.38 log CFU mL-1, the absolute weight growth was 12.60 g, and the specific growth rate was 1.87% day-1. Supplementation of red dragon fruit peel flour did not affect the survival rate of tilapia, which ranged from 73.33- 80.00% and the haematological parameters showed a normal range. Based on this, red dragon fruit peel flour has the potential as a prebiotic in tilapia up to a dose of 15% kg-1 of feed.Keywords: Dragon Fruit Peels Flour; Growth Performance; Hematological Parameters; Prebiotics; Tilapia
POTENSI BAKTERI ASAM LAKTAT SEBAGAI PROBIOTIK PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DALAM MENGHADAPI PENYAKIT BERCAK MERAH Agustina, Agustina; Saptiani, Gina; Hidayat, Sundari
Jurnal Riset Akuakultur Vol 17, No 4 (2022): (Desember 2022)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.17.4.2022.205-214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan tiga isolat bakteri asam laktat (BAL) dari usus ikan repang (Puntioplites waandersi), dalam meningkatkan kinerja pertumbuhan dan ketahanan benih ikan nila (Oreochromis niloticus) terhadap infeksi Aeromonas hydrophila. Benih ikan nila sebanyak 10 ekor dengan berat rata-rata 3,38 ± 0,09 g dipelihara dalam akuarium volume 30 L serta diberi Enterococcus faecalis, Lactiplantibacillus plantarum, dan Lactococcus lactis dengan dosis 0.1 mL g-1 pakan dengan konsentrasi 106 CFU mL-1 dan larutan phosphate buffer saline sebagai kontrol, secara ad satiation sebanyak tiga kali sehari selama 14 hari, perlakuan diberikan pada pagi hari. Pada hari ke-15, ikan diuji tantang dengan A. hydrophila pada konsentrasi 106 CFU mL-1 secara injeksi intramuscular dengan dosis 0,1 mL kemudian dipelihara hingga hari ke-21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian BAL berpengaruh nyata terhadap kinerja pertumbuhan meliputi pertumbuhan berat sebesar 7,12-7,47 g; laju pertumbuhan spesifik sebesar 3,61-3,73 % hari-1, rata-rata pertumbuhan harian sebesar 1,80-1,93 g hari-1. Aktivitas fagositik berkisar antara 24,44-67,78%; jumlah bakteri patogen dalam darah ikan nila pada hari ke-20 lebih rendah dibanding kontrol, yaitu berkisar 0,44-0,51x104 CFU mL-1 dan tingkat kelangsungan hidup berkisar antara 86,67-93,33%. Berdasarkan hasil tersebut, BAL berpotensi sebagai probiotik dalam budidaya ikan nila dalam mengendalikan penyakit bercak merah.This study aimed to evaluate the ability of three isolates of lactic acid bacteria (LAB) from the intestines of Repang fish (Puntioplites waandersi) in increasing the growth performance and resistance of tilapia (Oreochromis niloticus) fry against Aeromonas hydrophila infection. Ten tilapia seeds with an average weight of 3.38 ± 0.09 g were reared in an aquarium with a volume of 30 L and given Enterococcus faecalis, Lactiplantibacillus plantarum, and Lactococcus lactis at a dose of 0.1 mL g-1 feed with a concentration of 106 CFU mL-1 and phosphate buffer saline as a control, ad satiation three times a day for 14 days, the treatment was given in the morning. On the 15th day, the fish were challenged with A. hydrophila at a concentration of 106 CFU mL-1 by intramuscular injection at a dose of 0.1 mL and then maintained until the 21st day. The results showed that BAL significantly affected the fish’s growth performance, including weight growth of 7.12-7.47 g, specific growth rate of 3.61-3.73 % day-1, average daily growth of 1.80-1.93 g day-1. Phagocytic activity ranged from 24.44-67.78%; the number of pathogenic bacteria in the blood of tilapia on the 20th day was lower than the control, which ranged from 0.44-0.51x104 CFU mL-1, and the survival rate ranged from 86.67-93.33%. Based on these results, LAB has the potential as a probiotic in tilapia aquaculture in controlling red spot disease.
The effectiveness of Solanum ferox and Zingiber zerumbet extracts on the survival of Penaeus monodon in different salinity levels of the cultivation media Hardi, Esti Handayani; Zaidan Fadhilah, Raviv; saptiani, Gina; Fujaya, Yushinta; suwinarti, wiwin
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 25 No. 1 (2026): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.25.1.119-128

Abstract

Decreasing the salinity of the water in the cultivation shrimp disease outbreaks, sluggish development, and mortality. Rainfall, water pollution, and climate change lower salinity. Thus, efforts to enhance tiger shrimp that can survive high salinity changes must be anticipated. This study will examine the effect of adding Solanum ferox and Zingiber zerumbet extracts to diet to improve tiger shrimp adaption at 10, 15, and 20‰ salinities. Penaeus monodon (0.017 ± 0.005 g) were randomly dispersed into nine boxes (1×0.5×0.8 m3) with 200 shrimp per container and three replicates per group. The shrimp were fed 1:1 extract, S. ferox (400 ppm), and Z. zerumbet (200 ppm) for 40 days. The study found that adding 5 mL of extract to the feed significantly increases shrimp body weight, weight gain, and specific growth rate at different salinities (P<0.05). The difference in salinity remained 100% in all treatments on the 40th day of culture (P>0.05). At salinities of 10 and 15‰, the total bacteria and Vibrio bacteria in culture media and shrimp were lower than at 20‰ (P<0.05). Administration of the extract enhances P. monodon adaption at difference salinities. Research suggests that adding 5 mL of a S. ferox and Z. zerumbet extract to shrimp feed improves growth, survival, and reduces bacteria and Vibrio in media and shrimp bodies at salinities of 10-20‰. Keywords: tiger shrimp, adaptation, salinities, S. ferox, Z. zerumbet   Abstrak Penurunan salinitas air media budidaya memicu terjadinya penyakit, perkembangan yang lambat, dan kematian pada udang budidaya. Curah hujan, polusi air, dan perubahan iklim menurunkan salinitas. Oleh karena itu, upaya untuk memperkuat ketahanan udang windu yang dapat hidup dari perubahan salinitas tinggi perlu diantisipasi. Studi ini akan menguji pengaruh penambahan ekstrak Solanum ferox dan Zingiber zerumbet ke dalam pakan untuk meningkatkan adaptasi udang windu pada salinitas 10, 15, dan 20‰. Penaeus monodon (0.017 ± 0.005 g) didistribusikan secara acak ke dalam sembilan kotak container (1×0,5×0.8 m3) dengan 200 udang per wadah dan tiga ulangan per kelompok. Udang diberi makan ekstrak gabungan S. ferox (400 ppm), dan Z. zerumbet (200 ppm) perbandingan 1:1, selama 40 hari. Studi ini menghasilkan data, bahwa penambahan 5 mL ekstrak ke pakan secara signifikan meningkatkan berat badan udang, pertambahan berat badan, dan laju pertumbuhan spesifik udang yang dipelihara pada salinitas yang berbeda (P<0.05). Perbedaan salinitas tetap menghasilkan kelangsungan hidup 100% pada semua perlakuan pada hari ke-40 budidaya (P>0.05). Pada salinitas 10 dan 15‰, jumlah bakteri total dan bakteri Vibrio dalam media kultur dan tubuh udang lebih rendah dibandingkan pada salinitas 20‰ (P<0.05). Pemberian ekstrak meningkatkan adaptasi P. monodon pada berbagai salinitas. Penelitian menunjukkan bahwa penambahan 5 mL ekstrak gabungan S. ferox dan Z. zerumbet ke pakan udang meningkatkan pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan mengurangi total bakteri serta bakteri Vibrio dalam media dan tubuh udang yang dipelihara pada salinitas 10-20‰. Kata kunci: udang windu, adaptasi, salinitas, S. ferox, Z. zerumbet