Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGUATAN KESEHATAN DAN PENDIDIKAN ANAK-ANAK IMIGRAN INDONESIA DI KAMPUNG BARU, KUALA LUMPUR: INISIATIF BERBASIS KOMUNITAS Nuniek Nizmah Fajriyah; Irnawati Irnawati; Leni Susanti; Titis Aji Wicaksono; Hanny Lenggang Dwi Buana; Haifan Tri Buwono Joyo Pangestu; Safira Khoirina; Lukman Abdul Aziz
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 6 No 3 (2024): DedikasiMU September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v6i3.8281

Abstract

Anak-anak imigran Indonesia di Kampung Baru, Kuala Lumpur, seringkali kurang mendapatkan akses terhadap pendidikan kesehatan dan layanan pendidikan yang memadai. Pengabdian masyarakat ini berupaya mengatasi permasalahan tersebut dengan metode memberikan pendidikan kesehatan dasar, seperti cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar, serta bimbingan belajar membaca dan berhitung pada anak-anak di sanggar bimbingan Muhammadiyah Kampung Baru Kuala Lumpur. Hasil pengabdian masyarakat ini, anak-anak di sanggar bimbingan menunjukkan peningkatan dalam mempraktikkan kebiasaan hidup sehat dan kemampuan dasar literasi numerasi. Kesimpulan program pengabdian masyarakat di sanggar bimbingan Muhammadiyah Kampung Baru Kuala Lumpur ini telah membantu anak imigran dalam peningkatan kebiasaan hidup sehat dan kemampuan dasar literasi numerasi. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak imigran dan mempersiapkan mereka untuk masa depan yang lebih baik.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Pencegahan Stunting dan Pemenuhan Gizi Anak pada Kader Nasyiatul ‘Aisyiyah Sisca Windy Prastika; Nida Alfatwa; Puput Lisandra; Kholifatul Khikmah; Ayu Ferina; M. Arsyi Maulvi; Dwiky Pramana; Wulan Agustin Ningrum; Nuniek Nizmah Fajriyah
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol4.iss2.267

Abstract

Nutritional problems in Indonesia are still a serious problem. Nutritional problems in children are still ranked number one worldwide, especially in Indonesia, such as stunting. Stunting is a chronic malnutrition problem caused by insufficient nutritional intake for a long time resulting from the provision of food that is not in accordance with nutritional needs. One of the main causes is the poor economic situation and limited knowledge about nutrition. Nutritional status is a measure of success in meeting the nutritional needs of children and the use of nutrients indicated by the child's weight and height. The purpose of this community service is to increase mothers' knowledge about stunting prevention and fulfilling child nutrition. The methods used were: (1) Counseling, (2) Video showing the making of pumpkin pudding, (3) Pre Test, (4) Post Test. The results of this counseling show an increase in mothers' knowledge and understanding regarding stunting prevention and nutritional fulfillment in toddlers which is know from the pos test result of 55%..
Optimization of a Healthy Learning Environment through Waste Management and Greening Programs in the Madrasah Area Nuniek Nizmah Fajriyah; Herni Rejeki; Firman Faradisi; Adi Sulistyo; Husna Nur Afdila; Nabila Nabila
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 6 No 2 (2026): Juni-November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v6i2.2775

Abstract

Optimal environmental conditions and domestic waste accumulation at MI Pakumbulan, Pekalongan, have hindered a conducive learning atmosphere. Additionally, insufficient water infiltration areas cause puddles during the rainy season, requiring integrated intervention. This community service activity aimed to optimize a healthy learning environment through waste management education, reforestation, and biopore infiltration holes. The program was implemented in three stages: socialization of 3R (Reuse, Reduce, Recycle) principles, practical planting of ornamental and productive flora, and technical training for installing biopores in flood-prone areas. Results indicated a significant increase in ecological awareness, established through an independent waste sorting system and expanded green spaces. The installation of 10 biopore points effectively improved groundwater absorption and provided organic composting sites. Both students and teachers demonstrated enhanced skills in plant care and productive waste management. This program successfully transformed the madrasah into a greener, healthier, and more educational environment. It is recommended that the school forms a "Green Guard" student team to ensure sustainability and integrates environmental values into the curriculum.
Peningkatan Adopsi Teknologi Dome Pengering melalui Pelatihan Partisipatif pada Kelompok Tani "Tani Maju" Desa Bantarkulon Alfa Yuliana Dewi; Imam Prasetyo; Ghoni Musyahar; R. Kurniawan Dwi Septiady; Firman Faradisi; Achmad Vandian Nur; Urmatul Waznah; Nuniek Nizmah Fajriyah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan adopsi teknologi dome pengering oleh Kelompok Tani "Tani Maju" di Desa Bantarkulon. Permasalahan yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah rendahnya pemanfaatan teknologi pengeringan modern yang dapat meningkatkan kualitas dan nilai tambah hasil panen petani. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif aktif, yang melibatkan 25 anggota petani secara langsung melalui tanya jawab dan penjelasan mendalam mengenai manfaat dan prinsip kerja dome pengering. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga sesi yang meliputi pemaparan materi, demonstrasi penggunaan alat, dan diskusi kelompok. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan minat petani terhadap teknologi dome pengering. Berdasarkan evaluasi pasca pelatihan, 80% peserta menunjukkan peningkatan pemahaman yang baik mengenai prinsip kerja dome pengering, dan 75% menyatakan minat yang tinggi untuk mengimplementasikannya. Sebanyak 60% peserta menjadi lebih terampil dalam mengoperasikan alat setelah sesi praktik. Tingkat partisipasi aktif petani selama pelatihan mencapai rata-rata 90% kehadiran, yang menunjukkan adanya penerimaan positif terhadap teknologi baru ini. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan partisipatif aktif efektif dalam meningkatkan adopsi teknologi dome pengering pada Kelompok Tani "Tani Maju". Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membangun kesadaran akan manfaat ekonomi dan kualitas yang dapat dicapai melalui penggunaan teknologi modern dalam pengelolaan hasil panen. Inovasi teknologi dome pengering yang diadaptasi dengan kondisi lokal memberikan solusi alternatif yang efektif untuk mengatasi masalah pengeringan hasil panen.
PEMBUATAN BIOPORI SEBAGAI MEDIA PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DAN RESAPAN AIR DI KELURAHAN PASIRKRATONKRAMAT Arditya Briliansyah; Trias Ayu Rahmadani; Maisal Ardi Maulana; Atikah Dwiyani; Fikky Aryudha; Susi Amalia Andini; Afiana Khusnul Rizkika; Fitroh Fazarima; Fenda Ramadhani Atmanegara; Nuniek Nizmah Fajriyah; Imam Prasetyo
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPermasalahan sampah masih menjadi isu serius di Indonesia, termsuk di kelurahan Pasirkratonkramat, Kota Pekalongan, yang juga menghadapi risiko banjir akhibat curah hujan yang tinggi, banjir rob, dan berkurangnya lahan resapan air. Kondisi ini menuntut adanya solusi yang tepat guna dalam pengelolaan sampah organik sekaligus peningkatan kapsitas masyarakat. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan praktik langsung mengenai pengelolaan sampah organik mengenai penerapan teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB), sehingga masyarakat dapat mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan daya resap tanah. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan untuk mengidentifikasi permasalahan lingkungan, serta pelatihan praktik pembuatan biopori. Mitra sasaran kegiatan adalah warga Kelurahan Pasirkratonkramat, khususnya ibu-ibu rumah tangga dan pengurus lingkungan. Jumlah peserta yang terlibat aktif dalam sosialisasi dan pelatihan mendapai sekitar 30 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah organik menjadi kompos serta kemampuan membuat lubang biopori secara mandiri. Selain itu, masyarakat juga lebih peduli terhadapa kelestarian lingkungan dengan adanya kesadaran menjaga dan memelihara biopori. Dengan demikian, program ini memberikan manfaat ekologis dan soisal yang berkelanjutan bagi masyarakat.Kata kunci:Biopori; Resapan Air; Sampah OrganikABSTRACTWaste remains a serious issue in Indonesia, including in Pasirkratonkramat Village, Pekalongan City, which also faces flood risks due to high rainfall, tidal floods, and reduced water catchment areas. These conditions demand effective solutions for organic waste management and community capcity building. This Community Service Program (KKN) aimed to provide education and hands-on training on rganic waste management through the application of Biopore Infiltration Holes (LRB), enabling residents tp reduce organic waste while improving soll infiltration capacity. The method included field surveys to identify environmental issues, socialization on eco-friendly waste management, and practical training in biopore construction. The target partners were residents of Pasirkratonkramat Village, particulary housewives and community leaders, with approximately 30 participants actively involved in the socialization and training sessions. The results indicated increased community knowledge and participation in processing organic waste into compost, as well as the ability to independently construct and maintain biopores. In addition, there was a growing awareness among residents to preserve the environment. Therefore, the program provided both ecological and social benefits, ensuring long-term sustainability.Keywords: Biopore; Infiltration.; Organic Waste
EDUKASI, PRAKTIK PENANGANAN KEBAS DAN SENAM KAKI DIABETES DI PUSKESMAS KEDUNGWUNI 2 KECAMATAN KEDUNGWUNI PEKALONGAN Nuniek Nizmah Fajriyah; Farida Suryani; Muhamad Rendi Maarifuddin; Yudi Syuhada
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34321

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang menimbulkan komplikasi sarap, salah satunya adalah kebas atau neuropati perifer yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Di Kabupaten Pekalongan, terutama di Puskesmas Kedungwuni 2 Kecamatan Kedungwuni Pekalongan, terdapat pasien diabetes yang belum memahami penanganan kebas sehingga berisiko mengalami komplikasi akibat neuropati tersebut. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien DM peserta Prolanis dalam melakukan senam kaki dan penanganan kebas secara mandiri.Pengabdian Masyarakat ini diikuti 30 pasien Diabetes anggota prolanis puskesmas Kedungwuni 2 kecamatan Kedungwuni Pekalongan. Metode pengabdian masyarakat adalah ceramah interaktif, praktik perawatan mandiri penanganan kebas, diskusi tanya jawab dan praktik senam kaki Diabetes. Hasil pengabdian masyarakat dievaluasi menggunakan kuesioner sebelum  dan setelah edukasi untuk mengukur peningkatan pengetahuan, terdapat peningkatan pemahaman tentang penyebab, gejala, cara penanganan kebas pasien DM, serta observasi kemampuan praktik senam kaki. Hasil test sebelum edukasi, skor pengetahua rata-rata   50%, hasil test setelah  kegiatan meningkat 85%. Peserta menunjukkan semangat tinggi dalam praktik perawatan mandiri penanganan kebas dan senm kaki Diabetes yang diajarkan. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat ini  efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien dalam mengelola kebas atau neuropati. Diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat menurunkan risiko komplikasi neuropati atau kebas sehingga dapat  meningkatkan kualitas hidup pasien. Kata kunci: Diabetes melitus; edukasi kebas; penanganan kebas; senam kaki diabetes ABSTRACTDiabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that causes nerve complications, one of which is numbness or peripheral neuropathy, significantly reducing patients' quality of life. In Pekalongan Regency, especially at Kedungwuni 2 Health Center in Kedungwuni District, there are diabetic patients who lack understanding of how to manage numbness, putting them at risk for serious complications due to neuropathy. This community service aims to improve knowledge and skills among diabetic patients participating in the Prolanis program in performing foot exercises and managing numbness independently. The community service involved 30 diabetic patients registered in the Prolanis program at Kedungwuni 2 Health Center. The methods used included interactive lectures, practice of self-care for numbness management, question-and-answer sessions, and diabetic foot exercise practice. The outcomes were evaluated by questionnaires conducted before and after the educational sessions to assess participants’ knowledge improvement. Results showed increased understanding of the causes, symptoms, and management of numbness in diabetic patients, along with improved ability to practice foot exercises. The average pre-education knowledge score was 50%, which increased to 85% post-activity. Participants demonstrated high enthusiasm in practicing self-care techniques and foot exercises provided. In conclusion, this community service effectively enhanced patients’ knowledge and skills in managing numbness or neuropathy. It is expected that such efforts will reduce the risk of neuropathy complications, thereby improving patients’ quality of  life. Keywords: Diabetes mellitus; diabetic foot exercise; numbness education; numbness management.