- Sardiyatmo
Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan,Universitas Diponegoro

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PEMANFAATAN UMPAN ALTERNATIF LIMBAH KEPALA UDANG DAN WAKTU IMMERSING BUBU LIPAT TERHADAP HASIL TANGKPAAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN KARIMUNJAWA KABUPATEN JEPARA (Utilization of Alternative Shrimp Head Waste Feed and Immersing Time of Pot on the Catch of Swimming Crab (Portunus Pelagicus) in Karimunjawa Waters of Jepara District) Martiana Neilirrohmah; Aristi Dian Purnama Fitri; Sardiyatmo Sardiyatmo
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 14, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.767 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.14.2.91-95

Abstract

Bubu lipat adalah alat tangkap yang digunakan untuk menangkap rajungan di Perairan Karimunjawa. Umpan yang biasa digunakan yaitu ikan segar (Damselfish), namun memiliki kendala sehingga peneliti memberikan solusi menggunakan umpan limbah kepala udang (Paneus merguensis) karena murah, bisa didapat dari limbah rumah tangga, serta mengandung protein yang dapat merangsang indera penciuman Rajungan (Portunus pelagicus). Tujuan penelitian adalah menganalisis hasil tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) dengan bubu lipat umpan limbah kepala udang (Penaeus merguensis) dan umpan ikan segar (Damselfish), serta perbedaan waktu immersing (6 jam dan 12 jam). Metode penelitian yang digunakan adalah experimental fishing dengan 8 kali pengulangan. Penelitian dilakukan di Perairan Karimunjawa, Kabupaten Jepara pada bulan Februari 2018. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t. Hasil tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) dengan umpan limbah kepala udang lebih sedikit dibandingkan dengan umpan ikan segar (Sig. 0,538). Hasil tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) pada waktu immersing 6 jam lebih banyak dibandingan waktu immersing 12 jam (Sig. 0,512). Tidak terdapat interaksi antara umpan dan waktu immersing terhadap hasil tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) pada penangkapan bubu lipat di Karimunjawa. Trap is one of the fishing gear used to catch a swimming crabs in Karimunjawa. Usually the bait is used fresh baits (Damselfish), but have constraints so the researcher giving a solution to use shrimp head waste (Penaeus merguensis) because cheap, can get from household waste, and contains protein that can stimulate the sense of swimming crabs’s smell. The research purposes to analyze the ratio of the catches between pot using shrimp head waste (Penaeus merguensis) with fresh baits (Damselfish) and immersing time difference (6 hours and 12 hours). The research method used in this study was the experimental fishing with 8 times repetition. The research held at Karimunjawa waters of Jepara District on February 2018. The data analysis used were the normality test, the homogenity test and t-test. The resulted of swimming crabs on the pot with shrimp head waste is less more than fresh baits (Sig. 0,538) . The resulted of swimming crabs on pot with 6 hours of immersing time is in the largest number of catch (Sig. 0,512). Fresh fish baits and shrimp head waste feed and immersing time between 6 hours and 12 hours no interaction the catch of swimming crabs in Karimunjawa 
KELAYAKAN FINANSIAL UNIT USAHA PENANGKAPAN MULTIGEAR (JARING RAMPUS DAN JARING UDANG) DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TAWANG KABUPATEN KENDAL (Financial Analysis of Multigear Fishing Bussiness In Tawang Fishing Port, Kendal Regency) Nova Puspita Rini; Trisnani Dwi Hapsari; Sardiyatmo Sardiyatmo
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 12, No 2 (2017): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.319 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.12.2.124-133

Abstract

 Peningkatan jumlah alat tangkap multigear (jaring rampus dan jaring udang) berbanding terbalik dengan  penurunan jumlah produksi hasil tangkapan utamanya yaitu, ikan  Kembung dan Udang Putih sejak tahun 2014 hingga tahun 2015. Sulitnya pembiayaan investasi dan pengembangan usaha penangkapan multigear di Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang membuat sebagian besar Nelayan terikat pada sistem ijon (Patron-Klien), sehingga menyebabkan penerimaan Nelayan tidak maksimal karena harga jual yang ditetapkan rendah dari pihak Bakul (Patron) selaku pemberi pinjaman modal. Untuk itu, perlu adanya analisis finansial apabila Nelayan tidak terikat sistem ijon.Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah, menganalisis kelayakan finansial untuk mengatahui apakah hingga saat ini usaha penangkapan multigear terikat sistem ijon masih layak untuk dilanjutkan, serta menganalisis bagaimana kelayakan finansial usaha apabila Nelayan tidak terikat sistem ijon.Hasil perhitungan analisis finansial usaha penangkapan multigear terikat sistem ijon discount rate 5%  ialah, R/C ratio 1,79, PP 3,112, NPV Rp. 340.654.823,79., Net Net B/C ratio 1,41 dan IRR 13,26%. Sedangkan, hasil  analisis finansial usaha penangkapan multigear memanfaatkan lembaga keuangan  discount rate  9% ialah, R/C ratio 1,99, PP2,388, , NPVRp. 384.956.100,17., Net Net B/C ratio3,50 dan  IRR 50,10% Berdasarkan nilai-nilai tersebut usaha penangkapan multigear terikat sistem ijon masih layak untuk dilanjutkan, namun usaha ini akan lebih layak untuk dijalankan apabila memanfaatkan lembaga keuangan.  The increasing number of using multi-fishing gear (rampus net and trammel net) was inversely with the amount of decreasing production of each target catch, these were long jowed mackerel (restrelliger sp.) and white shrimp (paneaus sp.), since 2014 till 2015.  The difficulty of financial and development business investment arrest multi-fishing gear makes most of the fishermen attached to small seller ( patron-client system).  This condition makes fisherman couldn’t get maximum revenue cause of the selling low price from small seller as the Lender of Capital. Based on these problems, the aims of it research are,  analysis the feasibility financial to find out weather till today its business still feasible to continue, and how is the analysis business feasibility if the fishermen not bound  to ijon system (patron-client).The calculation result of financial analysis multi-fishing gear business bound to ijon system by discount rate 5% are, R/C ratio 1,79, PP 3,112, NPV Rp. 340.654.823,79.,, Net Net B/C ratio 1,41, and  IRR 13,26%. Whereas, the result of financial analysis multi-fishing gear business use financial institution discount rate 9% are, R/C ratio 1,99, PP2,388, , NPVRp.384.956.100,17.,  Net Net B/C ratio3,50 and  IRR 50,10%. According to those values multi-fishing gear business that bound to ijon sytem is still feasible to continue, But this business will be recognised to run better when use financial institutions.  
ANALISIS ALAT PENANGKAP IKAN BERBASIS CODE OF CONDUCT FOR RESPONSIBLE FISHERIES (CCRF) DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) TAWANG, KENDAL (Analysis of Fishing Gears Based on Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) at Tawang Fish Auction, Kendal) Ihtisyamul Firdaus; Aristi Dian Purnama Fitri; Sardiyatmo Sardiyatmo; Faik Kurohman
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 13, No 1 (2017): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.813 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.13.1.65-74

Abstract

 Pengelolaan sumberdaya ikan sangat erat kaitannya dengan pengelolaan operasi penangkapan ikan dan sasaran penangkapan ikan yang dilakukan. Perkembangan kegiatan penangkapan ikan di dunia terus meningkat dan telah menunjukkan gejala overfishing salah satunya di perairan TPI Tawang. Alat penangkap ikan yang ada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang adalah alat tangkap pasif (gill net, trammel net, dan trap) dan aktif (purse seine waring, mini trawl dan boat seine). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis unit penangkapan yang sesuai dengan Code of Conduct Responsible for Fisheries (CCRF) di TPI Tawang, Kendal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik sampling quota sampling, pada bulan Maret-April 2017. Rentang nilai 4 kategori alat tangkap ramah lingkungan, yaitu nilai 1 – 9 diaktegorikan sangat tidak ramah lingkungan, nilai 10 – 18 dikategorikan tidak ramah lingkungan, nilai 19 – 27 dikategorikan ramah lingkungan, dan nilai 28 – 36 dikategorikan sangat ramah lingkungan. Hasil yang dipereroleh dari penelitian ini yaitu alat tangkap yang masuk kategori sangat ramah lingkungan di TPI Tawang adalah gill net, trammel net dan trap dengan masing-masing nilai 32,8; 32,4 dan 34,1 sedangkan boat seine dan purse seine waring termasuk alat tangkap ramah lingkungan dengan masing-masing nilai 25,1 dan 22,9. Alat tangkap mini trawl termasuk alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dengan nilai 15,3.  The management of fish resources is closely related to manage of fishing operations and fishing targets. According to WWF (2013), the development of world fishing activities continues to increase and has shown overfishing one of them in Tawang Fishing Auction Place. Fishing equipment in Tawang Fishing Auction House is Gill net, Trammel net, Purse Seine type Waring, Trap, Small Bottom Trawl and Boat Seine. The fishing gear has 2 kinds of the operation that was passive and active catching tool. The purpose of this study is to analyze fishing gear unit according to the Code of Conduct Responsible fisheries in Tawang Fishing Auction House, Kendal. The method used in this research is descriptive method with quota sampling technique, in March-April 2017. Data collection is done by interview to fisherman and direct observation in the field. Range of values of 4 categories of environmentally friendly gear tools as follows: 1- 9 were not very environmentally friendly, 10 - 18 is not environmentally friendly, 19 - 27 environmentally friendly, 28 - 36 is very environmentally friendly. The results obtained from this research are fishing gear that is categorized as very environmentally friendly in Tawang Fishing Auction House is Gill net, Trammel net and Trap with each score 32.8; 32.4 and 34.1 while Boat Seine and Purse Seine type Waring are environmentally friendly fishing gear with each score 25.1 and 22.9. Meanwhile, Mini Trawl including fishing gear that not environmentally friendly with score 15.3.  
Karakteristik Perikanan Gill Net di Kabupaten Pati Faik Kurohman; Dian Wijayanto; Sardiyatmo Sardiyatmo; Indradi Setiyanto
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2018
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.522 KB)

Abstract

Perikanan gill net merupakan perikanan artisanal yang memiliki peranan penting dalam perekonomian pesisir, termasuk di Kabupaten Pati. Perikanan artisanal berkontribusi dalam ketahanan pangan, sosial dan ekonomi di berbagai wilayah pesisir. Oleh karena itu, diperlukan penelitian karakteristik perikanan gill net di Kabupaten Pati penting untuk dilaksanakan. Pengumpulan data dilakukan dengan survei, observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji karakteristik perikanan gill net di Kabupaten Pati. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perikanan gill net di Kabupaten Pati didominasi perikanan skala kecil dengan investasi perahu rata-rata sebesar Rp. 27.924.731, investasi mesin Rp.  6.827.957, dan investasi alat tangkap Rp.  8.072.043. Rata-rata biaya per trip Rp. 114.364 untuk perbekalan dan bahan bakar. Operasi penangkapan bersifat one day fishing, dengan hasil tangkapan diantaranya udang, rajungan, kembung, and layur yang memiliki nilai jual relatif tinggi.
ANALISIS CPUE DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL TANGKAPAN TUNA MADIDIHANG (Thunnus albacares) DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP Sri Lestari; Abdul Kohar Mudzakir; Sardiyatmo Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.551 KB)

Abstract

Perairan Cilacap masuk wilayah WPP 573 yang memiliki potensi hasil tangkapan Tuna Madidihang yang ditangkap dengan menggunakan tuna longline. Permasalahan yang ada perlu dikaji dari segi eksploitasi kegiatan penangkapan dan faktor yang mempengaruhi hasil tangkapan Tuna Madidihang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai CPUE Tuna Madidihang di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap dan mengetahui faktor yang mempengaruhi hasil tangkapan Tuna Madidihang yang didaratkan di PPS Cilacap secara simultan dan parsial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang bersifat studi kasus dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier sederhana, uji asumsi klasik, dan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukan nilai CPUE sebesar 248,71 kg/trip dan faktor-faktor yang berpengaruh nyata pada unit penangkapan tuna longline ada empat faktor dari tujuh variabel yang diamati, diantaranya bahan bakar (X1), ukuran kapal (X5), daya mesin (X6), dan lama trip (X7). Hubungan antara faktor-faktor produksi dengan produksi unit penangkapan tuna longline dapat direpresentasikan dalam model fungsi Cobb-Douglas, yaitu: Ln Y = 314,427 + 2,236 ln X1 + 5,217 ln X5 – 1,568 ln X6 + 0,475 ln X7. Terlihat bahwa elastisitas produksi dari penjumlah koefisien regresi (Σbi = 2,236 + 5,217 – 1,568 + 0,475 = 6,360), elastisitas menunjukkan nilai sebesar 6,360 yang berarti setiap penambahan 1 persen faktor-faktor produksi secara bersama-sama akan meningkatkan produksi sebesar 6,360 persen