Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Degradation of fishing grounds in North Waters of Banten Province, Indonesia Limbong, Mario; Simbolon, Domu; Purbayanto, Ari; Yusfiandayani, Roza; Amri, Khairul
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 12, No 3 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.3.34934

Abstract

The high level of fishing activity with small fishing vessels has resulted in relatively high utilization of marine space in coastal areas, manifesting changes in fishing grounds. Thus, this research aimed to analyze water quality, fishing intensity and to determine the level of degradation of fishing grounds in the northern waters of Banten Province. This research was conducted from June to August 2023 in the northern waters of Banten Province. Data collection was carried out using survey, remote sensing, and interview methods. Water quality data consisting of sea surface temperature, brightness, salinity, light attenuation coefficient, total suspended solids, and chlorophyll-a were analyzed descriptively. Eco-friendly capture fisheries data were taken directly from 120 fishermen and analyzed based on the CCRF criteria. Degradation status was determined by combining weight of water quality conditions and eco-friendly capture fisheries. Based on the research results, the northern waters of Banten Province is in good condition for biota life. Fishing equipment is dominated by eco-friendly fishing gear. Nevertheless, several parts of northern waters in Banten Province have experienced light degradation of fishing areas (18.28%) and the heavy degradation (7.71%). The use of marine space for capture fisheries in the northern waters of Banten Province is relatively high, around 50 units of fishing gear for 1 hectare of water.Keywords:EnvironmentFishing intensityFishing gearSpatial mappingWater quality
Pemetaan daerah penangkapan Ikan Pelagis kecil di Perairan Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimatan Selatan: Mapping of small Pelagic fishing ground in the waters of Tanah Laut District, South Kalimantan Province Windharto, Widad; Limbong, Mario; Telussa, Riena F.
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 10 No. 1 (2024): JISM VOL. 10 NO. 1 Agustus 2024 - Januari 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Tanah Laut yang terletak di Provinsi Kalimantan Selatan merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki potensi perikanan laut cukup tinggi. Saat ini, proses penangkapan ikan masih dilakukan secara konvensional, sehingga membutuhkan biaya dan waktu yang lebih lama. Informasi mengenai keterkaitan parameter oseanografi belum diketahui banyak nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran suhu permukaan laut dan klorofil-a, hubungan parameter oseanografi dengan hasil tangkapan, dan memetakan sebaran daerah penangkapan ikan di perairan Kabupaten Tanah Laut. Pengambilan data dilakukan secara eksperimental fishing pada Maret sampai April 2024 dengan menggunakan kapal purse seine dan gill net, sedangkan data logbook sebagai data sekunder digunakan selama 1 tahun pada 2023. Data dianalisis menggunakan regresi linier dan menggunakan teknik sistem informasi geografis kelautan untuk memetakan sebaran daerah penangkapan ikan. Hasil kajian memperlihatkan suhu permukaan laut selama penelitian yang dilakukan berkisar antara 27,88 – 31,93 °C. Nilai suhu tahunan di perairan Kabupaten Tanah Laut pada 2023 memperlihatkan bahwa kisarannya berada pada 25,99 – 32,80 °C. Nilai konsentrasi klorofil- a sekitar selama penelitian dan nilai klorofil-a tahunan pada 2023 berada pada kisaran 0,03 – 9,16 mg/m3. Sebaran daerah penangkapan ikan yang sangat potensial hanya terdapat pada musim peralihan 2 (timur-barat) sebanyak 10 titik lokasi penangkapan.
Degradation of fishing grounds in North Waters of Banten Province, Indonesia Limbong, Mario; Simbolon, Domu; Purbayanto, Ari; Yusfiandayani, Roza; Amri, Khairul
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 12, No 3 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.3.34934

Abstract

The high level of fishing activity with small fishing vessels has resulted in relatively high utilization of marine space in coastal areas, manifesting changes in fishing grounds. Thus, this research aimed to analyze water quality, fishing intensity and to determine the level of degradation of fishing grounds in the northern waters of Banten Province. This research was conducted from June to August 2023 in the northern waters of Banten Province. Data collection was carried out using survey, remote sensing, and interview methods. Water quality data consisting of sea surface temperature, brightness, salinity, light attenuation coefficient, total suspended solids, and chlorophyll-a were analyzed descriptively. Eco-friendly capture fisheries data were taken directly from 120 fishermen and analyzed based on the CCRF criteria. Degradation status was determined by combining weight of water quality conditions and eco-friendly capture fisheries. Based on the research results, the northern waters of Banten Province is in good condition for biota life. Fishing equipment is dominated by eco-friendly fishing gear. Nevertheless, several parts of northern waters in Banten Province have experienced light degradation of fishing areas (18.28%) and the heavy degradation (7.71%). The use of marine space for capture fisheries in the northern waters of Banten Province is relatively high, around 50 units of fishing gear for 1 hectare of water.Keywords:EnvironmentFishing intensityFishing gearSpatial mappingWater quality
IDENTIFICATION OF ENVIRONMENTALLY FRIENDLY FISHING GEAR DEVELOPMENT STRATEGIES IN TANGERANG REGENCY WATERS Limbong, Mario; Syafrie, Hendrawan
Jurnal Ilmiah Universitas Satya Negara Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): November 2024 - April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi, & Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Satya Negara Indonesia (LP3M-USNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59408/jisni.v2i1.24

Abstract

The fishing industry plays a crucial role in Indonesia’s economy, particularly for coastal communities. Tangerang Regency has significant potential for capture fisheries; however, unsustainable exploitation practices threaten marine resources and ecosystems. This study aims to identify non-eco-friendly fishing gear, provide recommendations for policymakers, and determine strategies for developing sustainable fishing gear. The results indicate that garok and cantrang fishing gear are environmentally harmful as they damage seabed ecosystems and jeopardize fisheries sustainability. Additionally, bubu, jaring rampus, and bagan are classified as less environmentally friendly. Only handline fishing is considered environmentally sustainable. Developing this method can be achieved by modifying the number of fishing hooks to increase catch yields. Sustainable fisheries in Tangerang Regency require a diversification strategy, including replacing harmful fishing gear such as garok and cantrang, educating fishermen on sustainable fishing practices, and implementing strict monitoring to prevent destructive fishing activities.
IDENTIFIKASI DAN RESTOCKING IKAN ENDEMIK DI SUNGAI CITARUM, KABUPATEN KARAWANG PROVINSI JAWA BARAT Syafrie, Hendrawan; Ediyanto; Limbong, Mario
Jurnal Pengabdian Masyarakat Satya Widyakarya Vol. 2 No. 2 (2024): JASW Vol. 02 No. 02: April-September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi, & Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Satya Negara Indonesia (LP3M-USNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Citarum adalah sungai terpanjang dan terbesar yang terletak di Provinsi Jawa Barat yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan air bagi rumah tangga, irigasi, pertanian, peternakan, dan industri, khususnya bagi masyarakat yang ada di daerah Jabodetabek. Namun, perkembangan industri yang tidak ramah lingkungan di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Citarum menyebabkan kerusakan ekosistem yang serius. Sebagai respons terhadap masalah ini, Pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 yang mengatur pengendalian pencemaran dan kerusakan di wilayah sungai Citarum. Salah satu inisiatif yang diluncurkan adalah program "Citarum Harum" yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam upaya pemulihan lingkungan. Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), yang berada di wilayah DKI Jakarta, turut serta dalam upaya ini dengan berfokus pada pengelolaan ekosistem sungai Citarum. Salah satu langkah yang diambil adalah penebaran ikan endemik (restocking) sebagai bagian dari upaya pengembalian fungsi ekologis sungai Citarum yang berkelanjutan, untuk menjaga keseimbangan alam di sekitar kawasan tersebut.
PEMETAAN ZONA POTENSIAL PENANGKAPAN LOBSTER BERBASIS BIO-EKOLOGI DI TELUK PALABUHANRATU Simbolon, Domu; Yusfiandayani, Roza; Sabila, Fathiha Rizki; Limbong, Mario
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i1.1390

Abstract

Produktivitas tangkapan lobster di Teluk Palabuhanratu cenderung menurun. Kondisi ini diduga sebagai akibat keterbatasan informasi zona potensial penangkapan ikan. Pihak pengelola perikanan lobster dan nelayan sebagai pelaku penangkapan membutuhkan informasi yang lengkap dan akurat terkait dengan kriteria zona potensial penangkapan ikan. Indikator penentu zona potensial ini tidak hanya mempertimbangkan aspek produktivitas tetapi juga aspek bio-ekologi karena usaha penangkapan yang hanya berorientasi pada peningkatan produksi semata dapat menyebabkan degradasi sumber daya lobster dan penurunan potensi daerah penangkapan lobster. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik daerah penangkapan lobster berdasarkan aspek bio-ekologi dan memetakan zona potensial penangkapan lobster. Data yang dibutuhkan meliputi produksi lobster, jenis lobster, ukuran berat dan panjang karapas, dan titik lokasi penangkapan lobster. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terhadap responden, dan studi literatur. Data selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan studi komparatif. Panjang karapas lobster pasir, lobster mutiara dan lobster bambu yang dominan tertangkap masing-masing berkisar 60-85 mm, 60-111 mm, dan 60-111 mm. Persentase jumlah tangkapan lobster antara ukuran layak tangkap dengan layak tangkap untuk lobster pasir, lobster mutiara dan lobster bambu masing-masing 80:20, 60:40, dan 68:32. Daerah penangkapan lobster kategori potensial terdapat sekitar kawasan Cimaja, Samudera Beach Hotel, dan PPN Palabuhanratu, sedangkan kategori tidak potensial terdapat di sekitar Sungai Citepus, Pantai Batu Bintang dan Pantai Loji.
Komposisi Hasil Tangkapan Cantrang di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kronjo M. Yoga Ramadhan; Limbong, Mario; Telussa, Riena F
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 8 No. 1 (2022): JISM VOL. 8 NO. 1 Agustus 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53676/jism.v8i1.171

Abstract

Alat tangkap cantrang memiliki hasil tangkapan yang dinilai memiliki selektifitas yang rendah tetapi memiliki produktivitas yang tinggi. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini menganalisis komposisi hasil tangkapan cantrang di PPI Kronjo dan juga menganalisis dari segi ekonomi. Penelitian ini berlokasi di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kronjo dilakukan pada Desember 2021 sampai Januari 2022. Penelitian dilakukan secara observasi langsung dengan mengikuti operasi penangkapan ikan pada 1 kapal cantrang berkapasitas 8 GT Kronjo sebanyak 2 kali trip. Kapal cantrang dengan kapasitas 8 GT di PPI Kronjo menerapkan kegiatan menangkap ikan mingguan. Hasil Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persentase hasil tangkapan utama 62% dan persentase hasil tangkapan sampingan berada pada range 38%. Dari hasil analisa keragaman hasil tangkapan, nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener diperoleh nilai 2,41. Hasil indeks dominasi hasil tangkapan yang dihasilkan yaitu 0,11. Berdasarkan hasil yang didapatkan pada penelitian terlihat bahwa bila nilai indeks keanekaragaman tinggi maka nilai indeks dominasi rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa selektivitas alat tangkap tergolong rendah dan tidak ramah lingkungan. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai alternatif pemakaian by-catch reduction device di Perairan Teluk Pulo Cangkir, PPI Kronjo untuk mengurangi hasil tangkapan sampingan.
DEGRADASI DAERAH PENANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN TELUK BANTEN, PROVINSI BANTEN Limbong, Mario; Telussa, Riena F.; Patanda, Mercy; Manik, Melani Indah Sari; Amri, Khairul
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 16, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.16.3.2024.136 - 148

Abstract

Perikanan tangkap di Teluk Banten didominasi oleh perikanan skala kecil, dimana intensitas penangkapan dan penggunaan alat penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan diduga menyebabkan degradasi daerah penangkapan ikan. Selain itu, aktivitas daratan memberikan dampak yang negatif terhadap kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas perairan dan intensitas penangkapan, serta menentukan tingkat degradasi daerah penangkapan ikan di perairan Teluk Banten. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei dan wawancara. Data kualitas perairan dianalisis secara deskriptif berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004. Data perikanan tangkap yang ramah lingkungan diambil secara langsung dan dianalisis berdasarkan kriteria Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF). Status degradasi DPI ditentukan melalui pembobotan gabungan kondisi kualitas perairan dan perikanan tangkap yang ramah lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian, kualitas perairan Teluk Banten masih dalam kondisi baik untuk kehidupan biota, walaupun parameter kecerahan dan salinitas belum sesuai dengan baku mutu air laut. Alat penangkapan ikan yang beroperasi di perairan Teluk Banten didominasi oleh jenis alat tangkap yang bersifat ramah lingkungan, seperti gillnet, pancing ulur, bagan perahu, dan bubu. Perairan Teluk Banten sudah terjadi degradasi daerah penangkapan ikan kategori ringan yaitu sekitar 58% yang diakibatkan oleh intensitas penangkapan dan penggunaan alat tangkap jaring arad. Pemanfaatan ruang laut untuk perikanan tangkap di Teluk Banten cukup tinggi sekitar 0,43 km2 untuk setiap unit penangkapan ikan.