Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Design Optimization of Crashworthiness in Square Tube as Thin Walled Structure With Variations of Crush Initiator: Stripe-Parallelogram-Trigon Felix Dionisius; Jos Istiyanto; Tito Endramawan; Andri Andri
Jurnal Teknologi Terapan Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.051 KB) | DOI: 10.31884/jtt.v4i1.102

Abstract

Crashworthiness is an ability of a vehicle structure in order to reduce injury when occurred in collision. Crashworthiness criteria are peak force (Fmax), specific energy absorption (SEA), and crush force efficiency (CFE). The part of structure of vehicle in crashworthiness is front rail which is generally tube as thin walled structure. The aim was to know the best design in thin walled square tube as specimen by variance of crush initiator which arranged holes 3 mm of diameter in shaping stripe with 4 holes, then added graded holes in parallelogram to trigon. This research used compression experiment method under quasi static loading with 30 mm/minute of actuator velocity. Optimum design was done by using Multi Criteria Decision Making (MCDM) with Simple Additive Weighting (SAW) modelling. This research presents that specimen with trigon of crush initiator is the best design with 0.98 of decision score in which crashworthiness criteria for peak force, specific energy absorption and crush force efficiency are 19193.81 N; 5100.93 J/kg; and 46.44%.
KAJI TEKNIS PEMBUATAN TUNNEL PROFIL C TERHADAP PROSES MANUFAKTUR STAMPING Felix Dionisius; Bambang Hijrayanto; Aji Syaeful Barkah; Yusuf Nur Rohmat
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.07 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1077

Abstract

Stamping Part adalah sebuah hasil dari suatu proses produksi sheet metal forming, dimana membutuhkan lembarplat tipis dan dies sebagai cetakannya dengan bantuan mesin press. Produksi dari sheet metal forming padaumumnya dan khususnya pada stampaing part menghasilkan bentuk cylinder dan square cup. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui kelayakan proses stamping dalam pembuatan struktur profil C denganmempertimbangkan ketebalan yang dihasilkan dari proses tersebut. Metode yang digunakan adalah metodesimulasi numerik dengan bantuan perangkat lunak PAM-Stamp dan menggunakan konsep drawbead dimanakecepatan draw dies 0,203 mm/ms. Variable dalam penelitian ini menggunakan panjang specimen yangbervariasi dengan material local yang sama. Nilai blankholder force didapat dari metode Schuler. Hasilnyamenunjukkan bahwa metode stamping dapat digunakan dalam pembuatan struktur profil C dengan variasipanjang dan rata-rata ketebalan plat 0,6816.mm dan standard deviasi 0,0105.
Analisis Perbedaan Tinggi Sprue Pada Top Gating System Untuk Pengecoran Propeller Yang Bermaterial Paduan Alumunium Dari Limbah Propeller Perahu Tito Endramawan; Felix Dionisius; Agus Sifa; Bambang Hadi Kusuma
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1392.337 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1367

Abstract

Perahu-perahu yang digunakan para nelayan digerakan oleh motor bensin atau diesel untuk menggerakan propeller perahu, para nelayan biasanya menggunakan propeller KTM Kateem 25. Banyaknya propeller perahu dari nelayan yang mengalami kegagalan (patah) dan menjadi limbah sampah. Dari limbah tersebut akan dimanfaatkan kembali untuk dijadikan propeller baru dengan teknik gravity casting melalui media pasir cetak. Limbah propeller yang telah dileburkan akan dituangkan pada cetakan propeller dengan menggunakan gaya gravitasi secara natural agar logam cair dapat mengisi rongga cetakan dengan baik. Perancangan sistem saluran (gating system) mempengaruhi hasil cor, maka diperlukannya perancangan sistem saluran yang tepat dan efisien sehingga terhindar dari hasil cor yang cacat, salah satunya cacat adanya rongga udara (shrinkage) didalam hasil coran. Sistem saluran untuk pengecoran propeller perahu ini menggunakan top gating system (sistem saluran atas). Perancangan sistem saluran dengan 3 variabel perbedaan ketinggian sprue (saluran turun) yaitu 50 mm, 100 mm dan 150 mm. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hasil yang optimum pada top gating system dari perbedaan ketinggian sprue dalam pengecoran propeller perahu. Penelitian ini dilakukan dengan simulasi software ProCast 2015. Dari penelitian yang telah dilakukan didapat bahwa ketinggian sprue 50 mm dan 100 mm yang direkomendasikan untuk top gate system pada sistem saluran pengecoran propeller dengan hasil prosentase shrinkage porosity 0.8 % - 1.73 %.
Pengujian Mutu Baling-Baling Kapal Perahu Nelayan Tradisional Indramayu Tito Endramawan; Agus Sifa; Felix Dionisius; Angga Purnomo
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.526 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1480

Abstract

Baling-baling merupakan salah satu komponen terpenting perahu yang digunakan oleh nelayan tradisional di kabupaten Indramayu. Permasalahan yang ada yaitu banyak nelayan yang mengalami kegagalan pada baling-baling terjadi patahan pada siripnya sehingga akan mengganggu pencarian ikan. Berdasarkan survey, penyebab perpatahan dikarenakan kondisi baling-baling kurang baik yang dapat dilihat secara visual berupa adanya pori-pori pada permukaan bilah serta beberapa retakan dari proses pembuatan yang kurang sempurna yang merupakan inisiasi crack penyebab kegagalan pada baling-baling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu dari baling-baling dengan menguji komposisi kimia dan korosi pada baling baling perahu nelayan lokal dengan tiga sudu yang terbuat dari material alumunium produk dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan pengujian spectrometer digunakan untuk mengetahui komposisi kimia material alumunium. Pengujian kekerasan menggunakan makrohardness metode vickers dengan beban 10 Kgf dan waktu indentasi 15 detik. Pengujian korosi menggunakan alat PGSTAT dengan standar ASTM G59 dengan metode polarisasi pada media NaCl 3.5%. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa material baling-baling lokal terdiri dari 91.2% Al, 3.81%Si, 1.66%Zn. Nilai kekerasan rata-rata baling-baling sebesar 73.78 Kgf/mm2 dan uji korosi menghasilkan kecepatan pengamatan 0.01 V/s, arus korosi 11.2670 μA/cm², potensial korosi -813.960 mV serta laju korosi sebesar 0.13092 mmpy.
Perancangan Mesin Katrol untuk Mobilitas Mesin Pelontar Pakan Ikan Agus Sifa; Dedi Suwandi; Tito Endramawan; Felix Dionisius; M. Galang Adi Prayoga; Caripan Caripan
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.798 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v11i1.1999

Abstract

Pemberian pakan terhadap ikan merupakan salah satu hal yang penting dalam budidaya ikan. Saat ini sudah ada mesin pelontar pakan ikan yang membantu petani dalam pemberian pakan, namun mesin tersebut masih menggunakan tali tambang dan tenaga manusia untuk mengatur posisi mesin pelontar pakan ikan. Tujuan studi ini adalah merancang mesin katrol yang dapat mengatur posisi mesin pelontar pakan ikan yang dapat memudahkan petani ikan dalam hal memposisikan dan mobilitas mesin pelontar pakan ikan. Sistem kerja alat bantu ini dengan menggunakan mekanisme katrol yang digerakan oleh motor listrik. Metode yang dilakukan dengan cara merancang, membuat dan menguji alat yang dibuat dengan pembebanan statis sebesar 325N. Hasil dari perhitungan dalam perancangan didapat daya motor listrik dengan daya 577,77 watt atau 0,774 hp dan motor listrik yang dipakai sebesar 745.7watt atau 1 hp untuk menarik beban 100kg, memakai poros berdiameter 30 mm, menggunakan transmisi dengan perbandingan rasio 1:17 jenis Helical, Jenis kopling yang digunakan adalah Fleksibel FCL140, Komponen pendukung sistem katrol yaitu memakai pulley B1 berdiameter 20,3 cm.
Pressure Simulation Analysis of Mini Steam Boilers Lutfi Bachtiar; Arian Irfansyah; M. Ikhsan Maulana; Badruzzaman Badruzzaman; Felix Dionisius
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.593 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2008

Abstract

Ketel Uap (Boiler) merupakan jenis bejana tekan. Tekanan pada tabung ini berasal dari isi atau fungsi tabung sebagai tempat penyimpanan fluida gas yang bertekanan. Tujuan analisa ini diantaranya untuk mengetahui karakteristik desain tabung, menghitung kekuatan material bahan menggunakan rumus formula serta mengetahui fenomena yang tejadi pada penggunaan material terhadap pengaruh pressure menggunakan simulasi software solidworks 2014. Pada penelitian ini, dilakukan analisa simulasi statik dengan bahan material baja paduan (Alloy Steel), Dari keseluruhan hasil perhitungan dan analisa didapatkan factor of safety yang baik, aman digunakan bahkan pada tekanan 4900 N/m2.
Analisa Tegangan pada Screw Conveyor Pencetak Adonan Kerupuk Berskala Prototype dengan Finite Element Method Arian Irfansyah; Lutfi Bachtiar; M. Ikhsan Maulana; Badruzzaman Badruzzaman; Felix Dionisius
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.148 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2009

Abstract

Mesin pencetak adonan kerupuk adalah salah satu alat sebagai ekstruder adonan kerupuk menjadi bentuk yang diinginkan. Bahan material stainless steel 316 digunakan pada screw conveyor agar pengepresan adonan kerupuk memenuhi standar ISO 22000:2008 tentang standar keamanan pangan. Mesin ini memanfaatkan screw conveyor sebagai alat untuk melakukan pengepresan adonan secara kontinyu sehingga menghasilkan adonan yang padat saat dicetak. Untuk mengetahui kekuatan dari screw conveyor tersebut, perlu dilakukannya analisa tegangan pada screw. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tegangan dari screw pencetak adonan kerupuk berskala prototype dengan Finite Element Methode (FEM). Metode yang digunakan untuk menganalisa screw ini adalah melakukan analisa beban statis terhadap screw agar dapat mengetahui nilai dari Stress, Strain, Displacement dan Factor Of Safety (FOS). Simulasi dilakukan dua kali dengan parameter force 15 N dan 30 N.
UJI PEFORMA RANCANG BANGUN PORTABLE VACUUM GRAIN CONVEYOR TIPE CENTRIFUGAL FAN Dedi Suwandi; Tito Endramawan; Adi Suheryadi; Alfarisi Alfarisi; Felix Dionisius
Jurnal Teknologi Terapan Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/jtt.v8i2.465

Abstract

Portable vacuum grain conveyor (PVGC) work as transporting grain materials such as grain, wheat, sorghum, corn and its kind using air media. The advantages of this machine are that it can move material quickly, the material does not fall in the transportation process, it can move from the bottom to the top or vice versa, it does not require a feed hopper, and the machine can move places. How the PVGC machine works by utilizing the suction and thrust of a vacuum blower. The seed material is sucked in by the input hose and then into the cyclone to separate the air and seed material. Air from the cyclone enters the vacuum blower through the input hole and is blown into the output line to push the material falling from the cyclone through the rotary airlock. Seed material out through the output hose is directed to the desired place. Performance testing of the PVGC engine includes noise, the air suction speed of the input hose and the thrust speed of the output hose, the engine capacity, and thermal testing. The highest noise test results in the electric vacuum blower motor was 95.5 dBA ±1, the air suction speed at the input hose was 38 m/s ±3, the air thrust speed at the output hose was 44 m/s ±2, the capacity of the PVGC machine could transport IR64 of grain type with weighing 88 kg/minute. The hottest component was in the vacuum blower with a temperature of 52.50C.
Material Selection and Analysis of Torsional Rigidity in Formula Student SAE regulation Felix Dionisius; Imam Nur Arif; Tito Endramawan; Agus Sifa; Badruzzaman Badruzzaman
invotek Vol 22 No 2 (2022): INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/invotek.v22i2.1024

Abstract

The advancement of automotive technology is rapid in this era, as evidenced by the existence of autopilot vehicles that have been developed by a scientist. This progress is balanced with the knowledge that continues to develop in the world of education. Many prestigious automotive competitions are held to be a venue for student creativity and research in developing automotive technology, one of which is the Formula Student SAE. This is the background of a study to develop an engineered electric vehicle chassis, especially in Formula Student. This study aims to produce a chassis design that has torsional rigidity based on the selection of materials that have stiffness, strength, lightweight, and optimization of material cost. The structure of the vehicle was designed following Formula Student SAE regulations. To select material, initial screening was used by the Ashby method which produce 4 material types. Optimum of selecting the material used the Simple Additive Weighting (SAW) method. Meanwhile, chassis with material selected was analyzed by using Solidworks Simulation Education software. The results of this study produced Aluminum Alloys 7075-T6 material and torsional rigidity value of 552.65 x 103 Nmm/degree of chassis, which could achieve the minimum torsional rigidity value set at 500 x 103 Nmm/degree.
Rancang Bangun Mesin Pemuntir Besi Pejal Persegi Dengan Posisi Vertikal Felix Dionisius; Luqmanbahy Luqmanbahy; Badruzzaman Badruzzaman; Emin Haris; Agus Sifa
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 2: December 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i2.2022.217-222

Abstract

Teralis banyak digunakan sebagai pengaman maupun hiasan rumah. Pada umumnya, teralis dapat diproduksi secara manual atau menggunakan mesin. Penggunaan mesin tersebut dapat menghasilkan produktivitas dalam produksi teralis. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membuat mesin pemuntir besi pejak kotak dengan posisi vertikal dimana ukuran penampang dari besi pejal 10x10 mm. Metode yang digunakan adalah VDI 2221 yang dimulai dari mendefisinikan permasalahan, fungsi dari mesin, mencari solusi dari beberapa penelitian sebelumnya, membuat sketsa, pembuatan spesifikasi berdasarkan hasil dari beberapa perhitungan, pembuatan produk, hingga pengujian. Pengujian puntir dilakukan dengan menggunakan bahan uji besi pejal persegi 10x10 x1000 mm. Hasil dari perancangan tersebut menghasilkan spesifikasi dengan ukuran maksimum sebesar 600x300x2000 mm dengan material BjTS 280 atau setara dengan tegangan luluh 280 MPa. Mesin tersebut juga dirancang memiliki kapasitas motor sebesar 0,75 kW dengan putaran 1500 rpm. Sedangkan hasil dari pengujian menghasilkan putaran sebesar 28 rpm saat pemuntiran besi pejal persegi 10x10 mm dengan panjang maskimum 1000 mm. Putaran ini juga menghasilkan penuruan sebesar 4,65%.