Articles
Efektivitas Teknik Desensitisasi Sistematis dalam Konseling Kelompok untuk Mengurangi Kecemasan Akademik Siswa
Ainun Heiriyah;
Aminah Aminah
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 4 No. 2 (2022): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51214/bocp.v4i2.165
The research objectives are: 1. To determine the level of academic anxiety of students before being given group counseling services with systematic desensitization techniques at MTs Negeri 1 Banjarmasin; 2. To determine the level of academic anxiety of students before being given group counseling services with systematic desensitization techniques at MTs Negeri 1 Banjarmasin; and 3. To determine the effectiveness of group counseling with systematic desensitization techniques in reducing student academic anxiety at MTs Negeri 1 Banjarmasin. Furthermore, research results are published in online ISBN Proceedings or Nationally Accredited Scientific Journals. This study used an experimental method (non parametric). The reason the researcher used this experimental pattern was to see the effect of a treatment (Systematic Desensitization Technique Group Counseling) on another variable (Academic Anxiety). Research design is all the processes needed in planning and carrying out research. This research is a quasi-experimental design, using a one group pre-test and post-test design. With the one group pre test and post test design method, this means that the sample is given a test before and after receiving certain treatment, so that the subject is subjected to two measurements. The subjects in this study were students who had a high academic anxiety background at MTs Negeri 1 Banjarmasin.
KARAKTERISTIK KONSELOR ISLAMI (KAJIAN EMPIRIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER SYEKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI)
Khairullah Khairullah;
Akhmad Rizkhi Ridhani;
Aminah Aminah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 4, No 2 (2018): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (449.312 KB)
|
DOI: 10.31602/jbkr.v4i2.1502
Konselor sebagai tenaga profesional tentunya harus mampu memberikan pelayanan secara optimal, sistematis, objektif, logis, serta berkelanjutan kepada setiap individu agar individu tersebut dapat berkembang optimal sesuai dengan perkembangannya masing-masing. Indonesia merupakan mayoritas pendudukannya Islam tentunya merupakan tatantangan tersendiri bagi seorang konselor dalam memberikan layanan. Maka oleh sebab itu perlu dikaji bagaimana karakteristik konselor islami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan karakter Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari sebagai dasar untuk mengetahui bagaimana bentuk karakteristik konselor islami. Metodologi yang digunakan ialah kualitatif dengan desain etnografi realis, yang dimana data diperoleh melalui orang ketiga, kemudian dari pada itu melaporkan secara objektif tentang informasi yang dipelajari dari partisipan di lapangan. Intrumen utama dalam penelitian ini ialah wawanacara. Hasil dari penelitian ini ialah terdapatnya nilai-nilai pendidikan karakter Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dari kisah-kisah beliau semasa hidup. Selain dari pada itu tersusunya karakteristik konselor islami berdasarkan kajian empris dari nilai pendidikan karakter Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.__________________________________________________________ Counselors as professionals must certainly be able to provide services optimally, systematically, objectively, logically, and sustainably to each individual so that individuals can develop optimally in accordance with their respective developments. Indonesia is the majority of its occupation Islam is certainly a separate challenge for a counselor in providing services. Therefore, it is necessary to examine the characteristics of Islamic counselors. This study aims to examine the character education values of Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari as a basis for knowing how the characteristics of Islamic counselors are. The methodology used is qualitative with a realist ethnographic design, in which data is obtained through a third person, then from that it reports objectively on information learned from participants in the field. The main instrument in this study is wawanacara. The results of this study are the existence of the character education values of Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari from the stories of him during his lifetime. Apart from that the characteristics of Islamic counselors are based on empirical studies of the character education values of Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari
PARENTING COACHING MENGATASI PROBLEMATIC INTERNET USE DALAM MENDAMPINGI ANAK BELAJAR DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA WARGA KOMPLEK KEBUN JERUK PERMAI BANJARMASIN
Sri Ayatina Hayati;
Rudi Haryadi;
Aminah Aminah;
Muhammad Eka Prasetia
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 7, No 1 (2021): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (691.146 KB)
|
DOI: 10.31602/jpaiuniska.v7i1.5349
Selama pandemi Covid-19 berlangsung, pembelajaran secara daring telah dilakukan hampir diseluruh penjuru dunia, namun sejauh ini pembelajaran dengan sistem daring belum pernah dilakukan secara serentak. Orang tua dituntut mampu membimbing anak belajar dari rumah dan mampu menggantikan guru disekolah, sehingga peran orang tua dalam tercapainya tujuan pembelajaran daring dan membimbing anak selama belajar dirumah menjadi sangat penting. Parenting Coaching ditujukan bagi para orang tua yang ingin berperan lebih baik lagi dalam tumbuh kembang anak-anaknya. Problematic internet Use atau problematika penggunaan internet merupakaan permasalahan psikologis yang sedikit banyaknya terkait dengan adiksi internet atau keadaan dimana individu menunjukkan intensitas yang sangat tinggi dalam penggunaan internet sehingga menyebabkan perilaku yang maladaptif. Dalam upaya untuk memberikan layanan yang memperhatikan konteks waktu dan aplikatif terutama di setting Lembaga Pendidikan, maka salah satu layanan konseling yang akan digunakan adalah Parenting Coaching. Permasalahan tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut: (1) Kendala orang tua dalam mendampingi anak belajar daring di masa pandemi covid-19. (2) Kendala orang tua dalam mengatasi Problematic Internet Use atau problematika penggunaan internet. Tujuan dari pelatihan ini meliputi: (1) Memberikan perenting coaching kepada orangtua dalam mendampingi anak belajar daring di masa pandemi covid-19. (2) Memberikan informasi tentang cara mengatasi Problematic internet Use atau problematika penggunaan internet kepada orang tua. Kegiatan ini mempunyai 3 (Tiga) metode dalam pelaksanaan kegiatan yang meliputi sebagai berikut : (1) Parenting Coaching: (2) Demonstrasi: dan (3) Evaluasi. Khalayak sasaran pada kegiatan ini orang tua anak SD di Komplek Kebun Jeruk Permai Banjarmasin. Pelaksanaan Kegiatan terdiri dari 4 dosen Prodi BK dan 2 Mahasiswa Prodi BK. Gambaran bentuk evaluasi dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini di analisis secara umum gambaran dari tingkat pemahaman orang tua dalam mengatasi Problematic Internet Use atau problematika penggunaan internet sebelum diberikan perenting coaching berada pada kategori rendah dengan perolehan rata-rata 22,6 dan setelah diberikan perenting coaching mengalami kenaikan dengan rata-rata 77,4 yang termasuk dalam kategori tinggi. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi kenaikan pemahaman orang tua dalam mengatasi Problematic Internet Use atau problematika penggunaan internet sehingga diharapkan dapat mampu di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari apabila mendampingi anak dalam belajar
PELATIHAN KETERAMPILAN MINDFUL PARENTING TERHADAP POLA PENGASUHAN ANAK USIA DINI DI TK ISLAM RAUDHATUL JANNAH
Aminah Aminah;
Ainun Heiriyah;
Sabit Tohari;
Mahfuz Mahfuz
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 6, No 2 (2020): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (339.95 KB)
|
DOI: 10.31602/jpaiuniska.v6i2.3934
Tumbuh kembang pada anak usia dini sangat penting untuk diketahui oleh orang tua.Mindful parenting merupakan salah satu cara pola pengasuhan terhadap anak usia dinidimana orang tua mampu menghargai tindakan dan pendapat anak, mampu menjalankanhubungan yang harmonis kepada anak dan mampu melaksanakan peran sebagai orangtua. Penyebab munculnya masalah bagi orang tua di seputar pengasuhan anakdiantaranya adalah atribusi negatif orangtua terhadap perilaku anak, kontrol kemarahanyang rendah pada orangtua, dan kurangnya pengetahuan orang tua tentang pengasuhananak sehingga mereka mengalami kesulitan dan berdampak pada hubungan orang tuadengan anak. Pada dasarnya kepribadian anak terbentuk dari bagaimana pola asuh yangdilakukan oleh orangtuanya. Namun sayangnya banyak orangtua yang tidak menyadarihal tersebut. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra disebabkan karena kurangnyapemahaman orang tua tentang keterampilan yang diperlukan dalam pola asuh anak usiadini dan kurangnya keterampilan orang tua dalam pengasuhan anak dengan mindfulparenting. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan mampumemberikan wawasan dan pengetahuan para orang tua (ibu) tentang keterampilanmindful parenting yang diperlukan dalam pola asuh anak usia dini sehingga orang tuadapat membangun komunikasi yang efektif untuk menciptakan pengasuhan positif.Metode yang digunakan adalah dengan memberikan materi, pelatihan, dan evaluasi.Hasil dari kegiatan ini secara umum gambaran keterampilan Mindful Parenting orangtuasiswa sebelum dilaksanakan pelatihan berada pada kategori rendah dengan perolehrata-rata 13.13, setelah dilakukan pelatihan Mindful Parenting secara umum gambaranketerampilan orangtua siswa mengalami peningkatan dengan rata-rata 23.26 yangtermasuk dalam kategori sedang.
KONSELING LOGOTERAPI UNTUK MENINGKATKAN PENERIMAAN DIRI PADA ANAK BROKEN HOME
Sri Ayatina Hayati;
Aminah Aminah
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (44.303 KB)
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v6i1.2498
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas konseling kelompok dengan logoterapi dalam meningkatkan penerimaan diri pada anak yang mengalami broken home. Penelitian ini mencakup mengenai penerimaan dan memberikan perasaan positif, untuk menjalin komunikasi dipertahankan, mendengarkan dengan pikiran terbuka untuk masalah, tulus, menerima terbatas di sana, dukungan dan cinta, cinta tanpa syarat. Hasil observasi dan studi awal yang dilakukan oleh peneliti di MTs Al- Ikhwan Banjarmasin pada bulan November 2019, menunjukkan bahwa beberapa anak ada yang merasa putus asa dalam belajar karena orang tuanya bercerai. Mereka cenderung lebih suka menutup diri di rumah dan membatasi hubungan. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan desain eksperimen one group pre-test post-test. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok dengan teknik logoterapi efektif dalam meneningkatkan penerimaan diri anak yang mengalami broken home. Hasil statistik deskriptif dari kedua sampel yang diteliti yakni nilai pre-test dan pos- test memperoleh hasil mean pre-test sebesar 10,25 dan post-test sebesar 41,00. Jumlah responden yang digunakan sebagai sampel penelitian adalah sebanyak 7 orang siswa. Karena nilai rata-rata hasil pre-test 10,25 < post-test 41,00, maka itu artinya secara deskriptif ada perbedaan rata-rata hasil penerimaan diri antara pre-test dan post-test.
STUDI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING YANG DAPAT MENGATASI PERILAKU SELF-INJURY (MENYAKITI DIRI SENDIRI) PADA SISWA KELAS 8 DI SMP NEGERI 13 BANJARMASIN
riza riza;
kasyful anwar;
aminah aminah
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 5, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (648.69 KB)
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v5i3.2268
Perilaku self-injury merupakan suatu perilaku yang menyimpang dikarenakan pelaku dengan sengaja menyakiti dirinya sendiri untuk melampiaskan emosi yang sedang dihadapi. Dalam menangani perilaku self-injury pada siswa peran guru BK sangatlah diperlukan melalui berbagai layanan yang terdapat dalam bimbingan dan konseling. Tujuan utama dalam Penelitian ini ialah untuk mengertahui bagaimana gambaran keseluruhan perilaku self-injury pada siswa kelas delapan serta untuk mengetahui layanan bimbingan dan konseling yang tepat dalam mengatasi perilaku self-injury. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teknik pengambilan data yang digunakan ialah teknik observasi, wawancara serta dokumentasi. Responden berjumlah delapan orang, tujuh orang siswa kelas delapan yang melakukan perilaku self-injury dan satu orang guru BK. Teknik keabsahan data menggunakan teknik ketekunan pengamatan di lapangan dan teknik Triangulasi. Hasil penelitian adalah siswa melakukan perilaku self-injury dikarenakan adanya permasalahan keluarga seperti orang tua yang suka marah marah, bercerai dan juga suka membangga-banggakan anak orang lain ketimbang anaknya sendiri serta layanan bimbingan dan konseling yang dapat mengatasi perilaku self-injury pada siswa ialah layanan konseling individual ditambah dengan surat panggilan orang tua. Kata Kunci: layanan bimbingan dan konseling, perilaku self-injury
Aplikasi Daftar Cek Masalah (DCM) Bagi Anak Usia Dini di Wilayah Lahan Rawa
Akhmad Rizkhi Ridhani;
Aminah Aminah;
Zainal Fauzi
Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan Vol 4 No 1 (2020): Ghaidan Jurnal Bimbingan Konseling Islam & Kemasyarakatan
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/ghaidan.v4i1.6062
Guidance and counseling teachers must innovate and continue to upgrade themselves in relation to the provision of therapeutic services, considering the problems that occur in society today are very complex and require effective and efficient services. Therefore, it is necessary to develop a DCM (Problem Checklist) instrument application to make it easier for practitioners engaged in therapeutic services to sort out complex problems for counselees or students. The research method used in this research is research and development methodology by adopting the brog and gall stages which are simplified into 5 stages, namely: (1) preliminary study. (2) hypothetical development, (3) hypothetical model review, (5) hypothetical model revision. The research instrument used by the researcher is using a wide expert validation which includes 2 types of validators, namely: (1) expert validators in the field of guidance and counseling, and (2) practitioner validators to test products developed by researchers. The data analysis used in this research is qualitative analysis. The results of this study based on a qualitative validation test showed that this model was generally considered good. However, there are some improvements in the model developed by researchers based on input from experts, both academics and practitioners so that the model is really effective and efficient for use in the field. It is recommended to the next researcher to conduct a limited trial using this model.
Solution-Focused Brief Group Counseling (SFGC) Untuk Meningkatkan Self-Acceptance Pada Anak Korban Perceraian
Sri Ayatina Hayati;
Aminah Aminah
Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan Vol 4 No 2 (2020): Ghaidan Jurnal Bimbingan Konseling Islam & Kemasyarakatan
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/ghaidan.v4i2.6065
The objectives to be achieved in this research are to find out how big the Self Acceptance of Broken Home students is before getting the Solution-Focused Brief Group Counseling approach at MTs Al-Ikhwan Banjarmasin, to find out how much influence Solution-Focused Brief Group Counseling has to increase the Self Acceptance of Broken children. Home at MTs Al-Ikhwan Banjarmasin, and To find out how effective Solution-Focused Brief Group Counseling is to increase the Self Acceptance of Broken Home children at MTs Al-Ikhwan Banjarmasin. The type of research used is experimental research (non parametric). The results of the study on the level of self-acceptance of broken home students before getting the Solution-Focused Brief Group Counseling approach at MTs Al-Ikhwan Banjarmasin were in low categorization. The increase in self-acceptance of children with broken homes through a solution-focused brief group counseling approach is evenly distributed, in other words, pre-test data has a significant relationship/influence with post-test data.
Dampak Prokrastinasi Akademik Terhadap Penilaian Hasil Belajar Siswa Di Mts Negeri 1 Banjarmasin
Muthia Isma Annisa;
Ani Wardah;
Aminah Aminah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (208.322 KB)
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6095
Prokrastinasi akademik merupakan gambaran kebiasaan siswa untuk menunda-nunda penyelesaian tugas akademik sehingga siswa gagal menyelesaikan tugas akademik yang diberikan oleh guru pada tepat waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, subyek penelitian yaitu siswa MTs Negeri 1 Banjarmasin yang melakukan prokrastinasi akademik yang berjumlah 5 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak prokrastinasi akademik terhadap penilaian hasil belajar siswa di MTs Negeri 1 Banjarmasin. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen wawancara untuk memperoleh data tentang dampak prokrastinasi akademik dan dokumentasi untuk memperoleh data hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan terbagi dalam 4 bagian, yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa prokrastinasi akademik berdampak terhadap penilaian hasil belajar, dimana siswa yang melakukan prokrastinasi akademik mendapatkan hasil belajar yang rendah. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan dan acuan terhadap perkembangan penelitian selanjutnya tentang dampak prokrastinasi akademik terhadap hasil belajar.
Strategi Guru Bimbingan Dan Konseling Mengatasi Masalah Siswa Merokok di SMA Negeri 1 Anjir Muara
Rohani Rohani;
Husnul Madihah;
Aminah Aminah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (361.577 KB)
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6449
Adanya larangan merokok bagi siswa yakni wujud kebijakan berwawasan kesehatan yang ditetapkan oleh sekolah. Pemasangan poster larangan merokok yang di lakukan pihak sekolah SMA Negeri 1 Anjir Muara yakni bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang mendukung dari segi fisik, segi non fisik diupayakan melalui konseling oleh guru BK serta pengawasan oleh guru mata pelajaraan juga.Metode penelitian kualitatif yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, dipakai untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah Berdasarkan penelitian yang telak dilaksanakan sebagai judul “ strategi guru bimbingan dan konseling mengatasi masalah siswa merokok di SMA Negeri 1 Anjir Muara”.dapat di ambil kesimpulan makasanya strategi guru bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan kepada siswa yang bermasalah merokok di SMA Negeri 1 Anjir Muara guru bimbingan dan konseling telah mengatasi siswa merokok dengan memberikan strategi yaitu berupa layanan, baik itu layanan bimbingan kelompok, layanan individual maupun yang lain karena ini semua tergantung tingkat permasalahan siswa sendiri yang mana akan dipakai.Tidak hanya strategi saja tetapi faktor yang harus kita ketahui sebagai guru bimbingan dan konseling karena timbulnya permasalahan siswa di akibatkan dari segi faktor, faktor sendiri banyak tetapi faktor berasalkan dari lingkungan, karena dari lingkungan lah terbentuknya. Ada beberapa faktor siswa merokok yang pertama dari lingkungan keluarga kenapa dari lingkungan keluarga karena dari dia melihat bagian dari keluarganya merokok maka menurut pemikiran siswa maka dia berani mencontoh bagian dari bagian keluarganya untuk ikut merokok juga, kedua dari faktor iklan kebanyakan dari siswa yang penasaran akan iklan merokok maka dia berani untuk mencuba merokok dan akhirnya menjadi keterusan. Kemudian dari teman awalnya teman yang menawarkan rokok kepada yang lain kemudian siswa lain mencuba dan akhirnya juga keterusan dalam merokok karna merasa nyaman mengunakan rokok.